
Shi Ming tersenyum kecil sebelum membalikkan badannya untuk menghadapi Yu Lian Shing yang sedang sibuk merapikan meja makan lalu gadis itu pamit keluar dari kamarnya dengan kedua tangan gadis itu membawa nampan berisi piring, mangkuk dan cawan kotor dan kosong.
Shi Ming berjalan ke tempat tidur lalu berbaring dengan sikap tenang dan tertidur pulas dengan cepat sekali sehingga ia terbangun di pagi hari dengan wajah yang segar sekali. Shi Ming pun pergi mandi dan merias dirinya dengan riasan yang sederhana namun tidak mengurangi daya tariknya yang mencolok.
"Tuan Putri Ming Ming, kenapa Anda memakai baju berwarna terang dan memakai riasan yang mencolok sekali? " tanya Yu Lian Shing dengan halus menilai dandanannya sangat tidak pantas untuk digunakannya.
"Lalu aku harus memakai baju berwarna apa dan dandanan aku harus bagaimana? " tanya balik Shi Ming memandangi dirinya sendiri juga Yu Lian Shing di cermin.
"Pakailah baju berwarna putih dan dandananmu harus menunjukkan usiamu dan statusmu yang sudah menikah dengan mantan Perdana menteri Kekaisaran Ming terdahulu." jawab Yu Lian Shing yang tidak mau Shi Ming menarik perhatian dari Tuan Muda Zhang.
"Emm, aku harus berpura-pura sudah pernah menikah dengan laki-laki agar memberikanmu dan gadis-gadis lain kesempatan untuk menarik perhatiannya. " batin Shi Ming.
Namun Shi Ming tetap melakukannya dengan caranya sendiri yang mendapatkan persetujuan dari Yu Lian Shing yang menilai bajunya dan dandanannya sesuai dengan statusnya selama ini.
"Emm, aku akan lihat apakah Tuan muda Zhang akan tertarik kepada ku ataukah Tuan muda Zhang akan mengabaikanku?" batin Shi Ming.
Shi Ming dan rombongannya menaiki tangga ke atas kapal laut keluarga Yun dan berpapasan dengan Mu Yanmi yang langsung memberikan senyuman bersahabat kepadanya.Ia pun dengan sopan membalas senyuman ramah Mu Yanmi tanpa melihat ke arah Tuan muda Zhang yang dilirik olehnya sempat melihat dirinya namun ia bersikap acuh tak acuh.
__ADS_1
"Tuan Putri Ming Ming, ruangan kita berada di atas sana. " kata Yu Lian Shing mengingatkan Shi Ming tentang tiket tempat khusus untuknya dan rombongannya.
Selagi Shi Ming sedang mengamati setiap orang di kapal laut keluarga Yun sambil berbincang dengan Yu Lian Shing yang menyamar sebagai keponakannya itu. Gadis jelita itu melihat Tuan Muda Zhang di lantai bawah sempat beradu pandangan mata dengannya namun ia tetap tak mau menunjukkan bahwa ia ingin menarik di pandangan mata Tuan muda Zhang.
"Mmm.. Tuan Putri, ada laporan mengenai Mu Yanmi yang mengalami racun dan sekarang dia sedang sekarat di ruangan lantai bawah. " kata Phi Lien mendatangi Shi Ming di ruangan pribadi nya.
"Phi Lien, kau berikan pil di botol warna hijau ini kepada Tuan Muda Zhang untuk diberikan pada Nona Mu Yanmi, " kata Shi Ming yang segera memberikan obat terbaik untuk menyembuhkan Mu Yanmi kepada Phi Lien namun botol itu di ambil oleh Yu Lian Shing di pintu keluar dari ruangan mereka.
Yu Lian Shing memberikan botol obat itu kepada Tuan muda Zhang untuk menarik perhatian dari Tuan muda Zhang seraya memberikan surat undangan untuk Tuan muda Zhang datang ke pesta di ruangan mereka di lantai atas. Yu Lian Shing mengira kalau Shi Ming mengetahuinya namun Shi Ming bersikap biasa saja seakan- akan Shi Ming tidak tahu apa yang sudah Yu Lian Shing lakukan dibelakangnya.
"Ya, terimakasih banyak atas undangan pesta ini dari Anda, Tuan Putri. " kata Tuan muda Zhang dengan sikap sopan kepada Shi Ming.
"Baiklah, Tuan muda Zhang. Aku ingin bicarakan tentang keponakanku yang sudah menyuguhkan tariannya untuk mu dan aku ingin memberikan nya kepada mu sebagai tanda persahabatan di antara kita berdua. " kata Shi Ming pada saat itu sedang senyuman khasnya kepada Tuan muda Zhang.
"Ya, terimakasih banyak. " jawab Tuan muda Zhang yang malah menerimanya dengan sikap terbuka.
Di hari berikutnya Shi Ming berdiri di atas bagan kapal laut keluarga Yun sambil mengamati air laut yang bergelombang di terjang ombak yang berasal dari laju kapal laut keluarga Yun yang berlayar dengan anggun.Dari arah belakangnya Ia bisa mendengarkan suara langkah sepasang sepatu dan napas halus dari Tuan muda Zhang di belakangnya.
__ADS_1
Shi Ming membalikkan badannya dan dengan luar biasa tepatnya telah berdiri di depan Tuan muda Zhang yang tingginya sekitar setatus delapan puluh tujuh meter bak tiang-tiang kapal laut keluarga Yun saja baginya. Ia ingin lekas membalikkan badannya untuk menghadapi air laut kembali namun Tuan muda Zhang yang luar biasa aneh itu secara tidak sengaja menyentuh telapak tangannya saat pemuda tampan itu ingin berdiri di sampingnya.
"Tuan Putri, apa yang sedang kamu lihat dari air laut di bawah kapal laut keluarga Yun? " tanya Tuan muda Zhang ramah dan sopan kepada Shi Ming.
"Gelombang air laut yang diterjang ombak kapal laut keluarga Yun. " jawab Shi Ming apa adanya.
"Oh, Tuan Putri, aku ingin bertanya kepadamu tentang satu hal yang selama ini tidak dapat ku mengerti kenapa mendiang Kaisar Ming Huan menyukai aku untuk menerima ilmu sinkang yang paling murni kepadaku? " tanya Tuan muda Zhang yang menoleh kepada Shi Ming.
"Supaya ada orang yang melestarikan ilmunya. " jawab Shi Ming nada biasa saja.
"Tuan Putri, apa benar Anda akan mengajarkan aku tentang politik dan hukum yang berlaku di dunia persilatan daratan besar untuk masa depan ku nantinya? " tanya Tuan muda Zhang di samping Shi Ming.
"Iya,karena aku melihat potensi yang telah kamu miliki sekarang ini dan juga ku yakin bahwa kau adalah seseorang yang telah ditakdirkan untuk menjadi seorang penguasa di seluruh daratan besar. " jawab Shi Ming yang tiba-tiba melihat Mu Yanmi dan ketiga orang istri dari Tuan muda Zhang berlayar dengan perahu kecil ke sebuah pulau kecil. Ia pun memberitahu hal ini kepada Tuan muda Zhang yang segera melayang turun ke air laut untuk menuju ke pantai pulau kecil untuk memastikan bahwa keempat orang istri dari Tuan muda Zhang dalam keadaan selamat dan sehat.
Shi Ming melihat Tuan muda Zhang menegur ke empat orang istrinya yang telah meresahkannya namun pemuda tampan sekali itu dengan sopan memahami Shi Ming untuk mereka harus cepat kembali ke kapal laut keluarga Yun sebelum ada orang lain yang melihat mereka meninggalkan kapal laut keluarga Yun secara diam-diam.
Bersambung!!
__ADS_1