Pendekar Iblis Racun Cantik

Pendekar Iblis Racun Cantik
Membuat Perjanjian..


__ADS_3

Yue Ming tersenyum menanggapi perkataan tiap kata yang diucapkan oleh Bi Guan mengenai diri seorang gadis remaja tanggung yang memiliki wajah yang mirip dengannya dan He Shu Huan di depan He Shu Huan dan kawan-kawan di rumah kota dalam hutan pinus yang terletak di dekat pintu masuk ke Ibukota Kekaisaran Liao.


"Yue Ming, apa benar yang telah dikatakan oleh Bi Guan tadi mengenai seorang gadis yang mirip dengan kamu dan aku itu adalah temanmu?" tanya He Shu Huan mengikuti Yue Ming keluar dari rumah sementara mereka.


"Iya, benar. " jawab Yue Ming apaadanya.


"Bisakah kamu membantu aku untuk berjumpa dengan temanmu itu atau kau bisa mengajak temanmu itu tinggal di rumah ini bersama kita? " tanya He Shu Huan di pintu tenda khusus untuk Yue Ming tinggal.


"Bisa." jawab Yue Ming sungguh-sungguh.


"Mmm, terimakasih Yue Ming, aku sudah tidak bisa bersabar lagi untuk berjumpa dengan adik kembar perempuanku yang sudah sangat aku rindukan sejak kami lahir dan terpisahkan dari Ibu dan adik ku. " kata He Shu Huan yang terlihat sedih di tatapannya meskipun sekilas saja yang dilihat oleh mata Yue Ming.


"Iya, sama-sama Tuan He. " kata Yue Ming yang membungkukkan badannya sedikit untuk pamit masuk ke tendanya kepada He Shu Huan.


Di dalam tenda, Yue Ming memikirkan cara untuk memberitahu He Shu Huan bahwa gadis yang di cari oleh He Shu Huan itu adalah dirinya sendiri namun ia merasa tidak nyaman dengan Bi Guan yang terlihat genit terhadap tiap wanita yang di kenal atau dijumpai oleh pemuda itu.


"Ugh, aku takkan pernah mau dirugikan oleh Bi Guan yang cabul itu. Hmmm, aku harus gunakan Yuezhi untuk menyelamatkan diriku dari orang sinting seperti Bi Guan usai aku mendengarkan percakapan antara Bi Guan dan He Shu Huan yang ingin menjodohkan adik kembarnya dengan pria macam pria cabul itu. Ughh, aku merasakan sakit dan kecewa terhadap mu He Shu Huan. " kata Yue Ming di dalam hatinya sambil menatap dirinya sendiri di cermin.

__ADS_1


Malam hari itu, Yue Ming bermimpi tentang pria tampan yang menghampirinya di sebuah kapal laut yang berlayar di lautan lepas dan pria muda itu datang bersama dengan beberapa orang gadis cantik jelita, dimana salah satunya adalah gadis yang paling dekat dengan pemuda itu. Hal ini mendatangkan rasa tidak nyaman di hatinya.


"Ahhh, siapakah pemuda itu? Aku seringkali lihat dia di dalam mimpi ku. " kata Yue Ming keesokan harinya.


Gadis itu benar-benar membawa Yue Zhi kepada He Shu Huan yang mengira kalau gadis remaja tanggung itu adalah adik kembarnya yang telah terpisah dengannya, lalu Yue Zhi memakai nama Ming Ming sebagai dirinya.


"Ming Ming, kau sendiri ingin pergi kemana usai kamu menolak untuk menjadi adik kembar dari Tuan He? " tanya Yue Zhi di pintu keluar dari hutan dekat pintu masuk ke Ibukota Kekaisaran Ming.


"Kemana saja, asalkan aku bisa menemukan Ibu dan Ayahku secepatnya untuk mengatasi setiap masalah yang berhubungan dengan Kaisar Ming Luo. Dimana aku harus memutuskan semua kaki dan tangan Kaisar Ming Luo dengan caraku sendiri untuk membantu misi He Shu Huan juga. " jawab Yue Ming yang memberikan gelang giok peninggalan dari Ibunya kepada Yue Zhi yang di minta untuk menjadi dirinya karena memang Yue Zhi mencintai Bi Guan sehingga ia mendukung keinginan temannya untuk menjadi dirinya.


"Permisi..Bisakah kau jangan mengikutiku terus menerus, Nona? " pinta pemuda tampan yang terlihat kesal karena diikuti oleh seorang gadis cantik jelita yang sikapnya centil sekali.


"Aku harus menemanimu, Kak Long. " kata gadis cantik jelita yang mengikuti pemuda itu.


Yue Ming menilai gadis cantik jelita itu tidak ada harga dirinya sama sekali dengan mengikuti pria kemana-mana. Ia memilih untuk menjauhkan diri dari orang-orang yang mengikuti pemuda itu ke arah yang berlawanan dengannya.


Di saat yang bersamaan Yue Ming mendengar isu mengenai pergolakan di dunia persilatan daratan besar yang di sebabkan oleh seorang pria bekas pejabat teras Kekaisaran Li yang lari ke gurun Gobi bagian barat.Ia pun penyelidikan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kasus hilangnya tiga buah pusaka dunia persilatan daratan besar.

__ADS_1


"Aku harus mencari tahu tentang sekte Hoa San Pai, Bu San Pai dan Shaolin Pai sekaligus aku harus mengunjungi Perguruan Thai San Pai yang membuat aku penasaran dengan Ketuanya yang terlalu tertutup diri. " Kata Yue Ming yang telah memikirkan cara untuk menguasai seluruh dunia persilatan daratan besar dengan caranya sendiri.


Di perjalanan menuju ke gunung Thai San yang tidak semudah yang diperkirakan olehnya. Ia pun harus mengamati pergerakan sejumlah orang yang ingin naik ke gunung Thai San juga di hari yang sama dengannya.


"Kakak Guo, aku sudah mendengar bahwa Ketua sekte Thai San Pai adalah seorang kakek tua renta yang usianya telah mencapai kurang lebih sembilan puluh lima tahun namun ia memiliki kemampuan ilmu silat yang luarbiasa saktinya. " kata salah seorang dari kelompok yang ingin mendatangi gunung Thai San di sebuah desa di dekat wilayah pegunungan Thai San kepada pria berkumis tebal yang berjalan di samping pria berjanggut putih.


"Adik Huo, aku yakin kalau dia pasti Si Dewa Tua Tanpa Nama yang terkenal di dunia persilatan daratan besar. " kata pria bermarga Guo kepada pria bermarga Huo.


"Aku tak peduli dia siapa karena aku sama sekali tidak pernah takut untuk menghadapinya.. " kata pria bermarga Huo nada berani.


Yue Ming yang mendengarkan percakapan dua orang itu dari atas pohon tempat ia beristirahat di malam hari di tengah perjalanan menuju ke gunung Thai San memfokuskan diri pada suara kecapi yang dimainkan secara hebat sekali oleh seseorang yang berada di puncak gunung Thai San dengan hatinya itu ingin tahu.


"Siapa orang yang memainkan alat musik kecapi semerdu dan sehebat ini? " pikir Yue Ming yang kemudian berkelebat dengan ilmu ginkang walet sakti menuju ke gunung Thai San sehingga ia tiba di puncak gunung Thai San dalam waktu dua hari satu malam saja.


Kini, Gadis cantik jelita itu memperhatikan sosok kakek tua renta yang duduk bersila di bawah pohon rindang sambil memainkan alat musik kecapi di bawah sinar rembulan di malam hari itu.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2