Pendekar Iblis Racun Cantik

Pendekar Iblis Racun Cantik
Menunjukkan...


__ADS_3

"Aku belum mengantuk, maka Aku memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak di tepi pantai." jawab Shi Ming nada enggan.


"Oh, kalau begitu bagaimana kalau hamba Beng Loan Ki temani Anda berjalan-jalan di tepi pantai ini? " Beng Loan Ki mengajukan dirinya untuk menemani Shi Ming di tepi pantai.


"Iya, silakan saja.. " jawab Shi Ming tak peduli.


Beng Loan Ki bicara panjang lebar mengenai apa saja yang bisa dijadikan bahan percakapan yang keluar dari mulut pria itu agar suasana malam hari itu tidak sunyi.


"Tuan Beng, maaf aku harus kembali ke vila ku karena aku sudah mengantuk dan ingin tidur." kata Shi Ming cepat sambil melesat masuk ke vila tanpa menghiraukan Beng Loan Ki yang kini duduk seorang diri di tepi pantai.


Pada pagi harinya, Shi Ming dan rombongannya telah bergabung dengan rombongan Tuan Muda Zhang di taman rumah keluarga Yun dengan sikap tenang sambil menunggu kedatangan Tuan rumah untuk membuka acara pertemuan para pendekar.Gadis cantik jelita itu menilai Tuan muda Zhang sebagai seorang pria yang cukup cerdas dalam menipu lawan dengan menyamar sampai samarannya terbongkar oleh kemauan pemuda itu sendiri.


Lalu Shi Ming melihat Tuan muda Zhang telah menghadapi Tuan rumah dengan gagah perkasa di atas panggung. Ia pun memerintahkan para pasukannya untuk menghadapi seluruh anggota sekte Pulau Yun dengan kemampuan mereka masing-masing.


Shi Ming menggerakkan pedang dengan lincah sekali membabat setiap musuh yang ingin sekali menghadangnya untuk membunuh sejumlah tokoh sesat yang ingin di habisi olehnya apalagi setelah ia tahu bahwa keluarga Yun sangat keji telah meracuni seluruh tamu mereka dengan ilmu penghilang ilmu sinkang yang dimasukkan ke dalam makanan yang mereka makan selama di perjalanan ke pulau Yun di kapal laut keluarga Yun sendiri.


Shi Ming pun harus menghukum mati mereka semua dengan caranya sendiri sampai Beng Loan Ki bergidik ngeri melihat dirinya seorang gadis muda cantik jelita bagaikan seorang Dewi dari langit yang turun ke bumi dapat menjadi seorang iblis pembunuh yang luarbiasa kejam dan sadisnya.


"Putri, kau menakutkan sekali.. " kata Beng Loan Ki yang melihat Shi Ming memotong sejumlah orang-orang sekte Pulau Yun dengan pedangnya yang bergerak laksana seorang burung Phoenix saja.


"Harus supaya mereka semua tahu bahwa aku bukanlah seorang yang mudah memaafkan kejahatan yang telah mereka lakukan terhadap kita semua.. " jawab Shi Ming yang melompat dengan pedangnya menebas sejumlah orang di tengah-tengah pertempuran hebat itu


"Kau membuatku ngeri.. " kata Beng Loan Ki.

__ADS_1


"Iya, supaya kamu tak macam-macam kepadaku, Shi Ming.. " jawab Shi Ming tegas.


Shi Ming melihat Tuan muda Zhang melesat ke vila untuk mencari salah seorang istrinya yang hilang dari vila sehingga Shi Ming mengatur para korban dari keluarga Yun untuk bergabung ke vila Tuan muda Zhang.


"Tuan Putri, kenapa kamu menyerahkan mereka semua kepada Tuan muda Zhang kami? " tanya Liu Tong salah seorang pengawal pribadi dari Tuan muda Zhang.


"Karena dia laki-laki. " jawab Shi Ming santai.


"Kami juga laki-laki tapi kenapa kamu tak minta kami saja yang mengobati mereka? " tanya Beng Loan Ki heran.


"Kalian kurang hebat dalam ilmu pengobatan. " jawab Shi Ming yang menengok ke belakang dan melihat Tuan muda Zhang berdiri di belakangnya dengan senyuman manis yang langsung di tepis olehnya.


"Aku tak boleh tergoda dengan senyumannya yang dapat digunakan untuk menjerat ku." batin Shi Ming.


"Baik, Tuan muda Zhang. " jawab para pendekar di vila Tuan muda Zhang.


Kemudian Tuan muda Zhang mengatur mereka untuk misi yang tentunya akan mendatangkan kebahagiaan bagi seluruh rakyat daratan besar di kapal laut Kekaisaran Naga Merah yang telah panji-panji nya telah di taruh di sekitar kapal laut itu.


"Putri Ming Ming, aku mau kamu dan Paman Beng Loan Ki pergi ke Shaolin Pai dan selidiki sejumlah tokoh yang terlibat dengan Sheng Kun lalu kau bisa memberikan laporan mu melalui burung parkit mu yang cantik ini. " kata Tuan muda Zhang di suatu hari di kapal laut kepada Shi Ming.


"Emm, ya.. Aku akan melaksanakan tugas yang telah kamu berikan kepadaku dengan sempurna. " jawab Shi Ming dengan sikap acuh tak acuh kepada Tuan muda Zhang yang melihat dirinya dengan tertawa renyah.


"Putri Ming Ming, Aku sangat mempercayaimu dengan sangat.. " kata Tuan muda Zhang yang memberikan senyuman yang membuat Shi Ming bingung sendiri.

__ADS_1


"Iya, baiklah. Aku terimakasih banyak atas rasa kepercayaan mu kepada ku. Sekarang Aku harus pamit dulu untuk melaksanakan tugas darimu. " kata Shi Ming menjura hormat kepada Tuan muda Zhang lalu melesat cepat meninggalkan kapal laut dengan diikuti oleh Beng Loan Ki.


Beng Loan Ki mengikutinya ke sebuah daerah di pesisir pantai daratan besar di bagian paling selatan sekali dan sikap pria itu mencurigakan baginya sehingga ia harus waspada terhadap Beng Loan Ki.


"Putri, ada sekelompok orang bersenjata golok melengkung telah menghadang jalan kita ke kota kecil Bunga Fu. " kata Beng Loan Ki di belakang Shi Ming nada pelan.


"Aku tahu, mereka adalah sekte ular kuning yang merupakan salah satu dari tiga belas sekte yang bermarkas besar di kota ini dan mereka semua adalah orang-orang Sheng Kun yang dipimpin oleh putranya yang paling terkecil dari Selir-selir yang dimiliki oleh pria ganas itu. " kata Shi Ming nada tenang meskipun ia sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi sejumlah musuh yang telah berdiri di depan pintu masuk ke kota bunga Fu dengan sikap garang.


"Lepaskan senjata kalian berdua apabila kalian ingin masuk ke dalam kota kami..! " perintah dari salah seorang anggota sekte ular kuning dengan sikap garang kepada Shi Ming dan Beng Loan Ki.


"Jika kami tidak mau untuk melepaskan senjata kami, bagaimana? " tanya Shi Ming nada ketus kepada para anggota sekte ular kuning yang kini mendelik tajam kepada gadis muda yang cantik jelita itu.


"Tentu saja kami akan menguliti kalian berdua. " jawab salah seorang dari anggota sekte ular kuning yang telah mengayunkan golok ke arah depan Shi Ming.


Wuttzzzz!


Shi Ming dengan gerakan kakinya yang bergerak dengan lincah telah menekuk patah leher orang itu sehingga golok di tangan orang itu telah pindah ke tangannya yang kemudian membabat habis seluruh anggota sekte ular kuning yang telah menghadang jalannya dan Beng Loan Ki di pintu masuk ke kota bunga Fu.


Crakkk!


"... " gumam Beng Loan Ki menahan napas usai melihat kegesitan gadis itu dan cara gadis itu membunuh para penghadang jalan mereka.


"Beng Loan Ki..ayo kita masuk saja ke kota yang berada di depan sepasang mata kita itu.. " kata Shi Ming nada tenang dan berjalan dengan tegak melewati pintu gerbang kota tersebut dengan di ikuti oleh Beng Loan Ki yang menelan air liur pria itu sendiri dengan tercekat karena pria itu amat takut terhadap Putri Shi Ming ini

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2