
Dentingan alunan musik yang dimainkan oleh jari -jari tua dari seorang kakek tua renta yang duduk bersila di bawah pohon rindang pada tengah malam hari di puncak gunung Thai San telah berhasil menarik perhatian dari Yue Ming gadis remaja tanggung yang sedang melakukan misi perantauan di seluruh dunia persilatan daratan besar.
Yue Ming yang awalnya hanya ingin beristirahat di atas pohon di kaki pegunungan Thai San itu terganggu karena kedatangan sejumlah tokoh dunia persilatan daratan besar yang ingin datang ke markas besar sekte Thai San Pai dan rasa ingin tahu tinggi akan dunia persilatan daratan besar memicu Yue Ming datang ke arah puncak gunung Thai San.
Kini, Yue Ming memandangi Kakek ketua sekte Thai San Pai yang telah mengangkat pandangan matanya kepada Yue Ming yang telah berdiri di depan sepasang mata Kakek itu.
"Sungguh seorang bocah perempuan yang luar biasa berani dan berkarakter hebat yang suatu saat nanti akan menjadi salah seorang dari tokoh besar di seluruh dunia persilatan daratan besar. Anak perempuan katakan kepadaku siapa namamu? " Kakek itu bertanya kepada Yue Ming sambil memainkan alat musik kecapi dengan lincah di atas senar yang halus dan tajam itu.
"Tetua, namaku adalah Yue Ming, aku rasa kau terlalu berlebihan dalam menilaiku yang hanya seorang anak perempuan biasa saja." Jawab Yue Ming sopan.
"Tidak, kau bukanlah seorang anak perempuan biasa namun kau adalah calon penguasa hebat di masa depan wilayah Kekaisaran Ming. Aku Tang Yi Ren berani untuk bersumpah dengan apa yang barusan aku lihat dari sepasang matamu yang tajam itu. " kata Ketua Sekte Thai San Pai di hadapan Yue Ming.
"Umm, ya.. Terserah kamu sajalah..Aku cuma mau dengar lagu yang kamu mainkan dengan alat musik kecapi mu itu saja. " kata Yue Ming.
"Daripada kamu hanya mendengarkan lagu yang aku mainkan dengan alat musik kecapi ku ini lebih baik kamu yang memainkan lagu untukku melalui alat musik kecapi ku.. Bagaimana? " Kakek itu begitu tertarik kepada Yue Ming yang luar biasa aneh namun cerdas.
"Baiklah." jawab Yue Ming yang kini mengambil alih memainkan alat musik kecapi dengan duduk di atas rumput depan sepasang mata Kakek itu lalu sebuah lagu yang merdu mengalun lembut dan nyaman di telinga Kakek itu.
Namun mendatangkan rasa penasaran bagi para tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar yang berada di sekeliling pegunungan Thai San yang membuat mereka semua mendatangi puncak gunung Thai San dan melihat seorang gadis remaja tanggung yang luar biasa cantik jelita itu sedang memainkan alat musik kecapi milik Kakek tua renta Ketua sekte Thai San Pai.
__ADS_1
"Kalian datang ke puncak gunung Thai San mau apakah? " tanya Ketua sekte Thai San Pai yang menatap semua tokoh-tokoh yang menatap balik dirinya sambil menghunuskan pedang mereka kepada Ketua sekte Thai San Pai juga kepada Yue Ming.
"Membunuh mu yang sudah mencari masalah di delapan sekte gabungan dari sungai-sungai di daerah Huang hingga daerah Pei dengan kamu mengacaukan peta pencarian tiga buah pusaka dunia persilatan daratan besar yang hilang. " jawab para tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar kaum sesat kepada Ketua sekte Thai San Pai.
"Lalu apa hubungannya dengan anak perempuan itu yang kalian tuding dengan pedang kalian? " tanya Ketua sekte Thai San Pai yang sudah siap untuk menghadapi semua lawannya dengan kipas lipat di tangannya.
"Karena dia muridmu dan kecantikannya akan membawa musibah besar bagi Kekaisaran Ming dan dunia persilatan daratan besar, oleh sebab itu dia juga harus dibunuh oleh kami semua.. " jawab para tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar itu dengan menghunuskan pedang mereka kepada Yue Ming yang tetap tenang dengan alat musik kecapi yang dimainkannya dengan alunan merdu yang menenangkan hati dan pikiran tiap makhluk hidup yang berada di sekitar gunung Thai San.
"Oh, kalau begitu kalian harus lebih dahulu untuk maju dan menghadapi aku sebelum kalian dapat menghadapi.. " kata Ketua sekte Thai San Pai di depan para tokoh-tokoh itu yang menggerakkan pedang -pedang dengan cepat ke arah Ketua sekte Thai San Pai dan ke arah Yue Ming.
Wutttz!
Cring!
Cring!
Kakek Ketua sekte Thai San Pai menggunakan ilmu sinkang pedang sekte Thai San Pai untuk menangkis dan menyerang pedang milik para tokoh-tokoh dunia persilatan daratan besar kaum sesat yang sedang dihadapinya itu dengan sikap gagah sekali..
Trangggg!
__ADS_1
Trangggg!
Trangggg!
Sejumlah pedang itu membentur senar kecapi yang dilontarkan oleh Yue Ming ke arah mereka dengan kecepatan yang tidak dapat dibendung oleh mereka semua sehingga para tokoh-tokoh itu terlempar ke arah jurang di belakang mereka dengan kepala mereka semua telah terlepas dari leher mereka. Hal ini disebabkan oleh senar kecapi yang digunakan oleh Yue Ming itu telah menebas mereka semua hingga tak tersisa lagi.
Cring!
Crakkk!
Crakkk!
"Wahh,kau sungguh luar biasa anak perempuan. Aku Tang Yi Ren akan memberikan kamu sebuah nama julukan yang akan kamu pakai untuk menggentarkan para musuh-musuh mu di masa depan dengan nama julukanmu adalah Pendekar Iblis Racun Cantik. Dan, aku juga akan turunkan seluruh ilmu kepandaian ku dan mewariskan ilmu sinkang ku kepada mu. " kata Kakek Ketua sekte Thai San Pai yang menyalurkan seluruh ilmunya kepada Yue Ming yang dapat melihat dan mengikuti setiap gerakan ilmu silat yang dimainkan oleh Kakek itu di hadapannya dengan kecerdasan dan ketajaman otaknya itu.
"Tetua, aku tidak akan pernah mengecewakanmu dengan aku akan menggunakan ilmu yang kau berikan kepada ku untuk kebaikan dan menolong orang yang lemah serta mengubah masa depan dunia ini dengan lebih baik lagi. " kata Yue Ming yang bersujud di depan Ketua sekte Thai San Pai yang mengambilnya sebagai murid utama dari sekte Thai San Pai.
"Yue Ming, kau ikutlah aku ke markas besar sekte Thai San Pai yang berada di puncak paling atas dari seluruh pegunungan Thai San ini untuk bertemu dengan semua muridku yang semuanya tinggal di sana." kata Ketua sekte Thai San Pai yang ramah kepada Yue Ming.
"Iya,Guru." jawab Yue Ming segera merapikan alat musik kecapi lalu mengikuti langkah Ketua sekte Thai San Pai berkelebat ke arah paling atas di seluruh pegunungan tersebut dengan ilmu ginkang walet emas sakti ciptaan anak itu sendiri.
__ADS_1
Bersambung!!