Pendekar Iblis Racun Cantik

Pendekar Iblis Racun Cantik
Pelatihan Menciptakan Ilmu Sinkang Menolak Cinta.


__ADS_3

Shi Ming memakamkan jenazah Kakak kembar nya di reruntuhan gubuk ketika kamu menangisi kepergian Kakaknya untuk selamanya dengan di saksikan oleh hujan deras, angin kencang dan petir yang menggelegar di langit.


"Kak Huan, aku pasti akan mewujudkan impian dan harapan mu yang selama ini belum terwujud nyata. Akupun bersumpah untuk menjadi adikmu yang paling tangguh meskipun aku dilahirkan sebagai seorang wanita namun aku bukanlah seorang anak yang lemah." kata Shi Ming yang bersujud di depan pusara makam Kaisar Ming Huan.


Shi Ming menaburkan sejumlah bunga, tanah dan rumput beracun tingkat tinggi di atas kolam yang berisi mata air dari puncak gunung pulau abadi. Lalu, gadis remaja tanggung ini berendam di dalam airnya sampai menutupi seluruh wajah dan tubuhnya.


Aroma bunga plum, bunga xia merah muda, daun cendana dan rempah-rempah terserap oleh kulit dan dagingnya yang membuat tubuhnya itu memiliki aroma khas tersendiri juga sanggup menolak setiap kaum pria yang ingin mendekati dirinya.


"Ilmu sinkang menolak cinta adalah ilmu kutukan yang bisa membuat kamu membunuh pria mana pun melalui tatapan mata, pikiran, hati dan juga mulutmu hanya kamu memujinya dengan kata manis mu saja namun ilmu itu akan musnah bila kamu jatuh cinta pada seorang pria yang tulus mencintaimu dengan mengorbankan sesuatu yang dimilikinya hanyalah untukmu seorang."


Shi Ming terngiang-ngiang pelajaran terakhir dari kakaknya untuknya maka ia melatih dirinya dan kemampuannya dengan tekad yang kuat sekali sampai mendatangkan getaran hebat di seluruh wilayah pulau abadi.


"Ming Ming,kamu harus mengali lubang di dasar sungai di atas puncak gunung pulau abadi dan temukanlah pedang Phoenix Merah yang telah tersembunyi di balik pedang pusaka Kekaisaran Ming yang memang sengaja aku satukan atau samarkan untuk melindungi pusaka leluhur keluarga kita." kata mendiang kakaknya yang kini semua kata- kata dari kakaknya itu selalu hadir di ingatannya.


Shi Ming merasakan syaraf, nadi,aliran darah di dalam tubuhnya bergejolak sampai seluruh raga yang dimilikinya sampai ia bisa menggerakkan poninya yang dapat mendatangkan angin yang berhembus dingin dan terpaan rambutnya saja sanggup untuk membunuh siapapun yang ingin menyakitinya.


Wushhh!


Bressss!


Blaaaarr!!


Shi Ming melompat keluar dari dasar sungai itu lalu ujung jari telunjuk menusuk ke dasar sungai yang langsung meledak dan memperlihatkan benda yang disimpan dengan rapat oleh Kakak nya.


"Pedang yang hebat.. Aku sangat menyukainya.. Sekarang aku akan mempelajarinya ilmu pedang Phoenix Merah.. " batin Shi Ming.

__ADS_1


Singgg!


Pedang Phoenix Merah telah dikeluarkan dari sarung pedang oleh Shi Ming yang terkagum- kagum dengan keindahan dan ketajaman dari pedang di tangannya itu.


"Ketika hati dan perasaan tak menyatukan kita.. " kata Shi Ming yang memainkan jurus pedang hati gadis yang terluka dengan luarbiasa indah namun mematikan.


Wushhh!


Singgg!


"Gunung dan laut juga sungai harus menyatukan perbedaan di antara kita... " kata Shi Ming yang meluncur dengan gerakan yang cepat bagaikan seekor Harimau betina yang menerkam mangsa dengan pedang Phoenix Merah bergerak dengan huruf S ke arah udara di depannya.


Crasshhh!


Ledakan yang menghancurkan pepohonan mati di depannya. Gadis itu tersenyum senang sekali melihat hasil latihannya. Shi Ming meliuk-liuk di atas pedangnya yang menukik ke bawah tanah yang membuat lubang raksasa di tanah oleh tiap goresan pedangnya saja.


Lalu Shi Ming memandangi dirinya sendiri di air sungai yang jernih dan menemukan dirinya yang sangat cantik jelita luarbiasa sehingga dia pun membangga-banggakan kecantikannya sendiri.


"Pantas saja Kak Huan begitu tampan luarbiasa karena aku juga cantik jelita luarbiasa. Lihatlah aku memiliki hidung yang mancung, sepasang alis yang indah bak rumput Yang Liu, sepasang mata ku begitu indah bak sepasang matahari kembar dengan bulu mata yang lentik alami, dan bibirku mungil dan indah bentuknya dengan ada lesung pipi yang menambah kemanisan wajahku juga kulit putih bak salju atau giok yang halus sekali.. Wah, tubuhku begitu indah bak lukisan Dewi langit saja.. " kata Shi Ming dengan senyum cerah melihat dirinya sendiri.


Shi Ming tetap berpenampilan sebagai seorang pria tampan untuk melindungi dirinya sendiri juga ia hanya ingin menunjukkan kecantikannya dan keindahannya kepada dirinya sendiri, dan selagi dia sedang melamun di tepi sungai, gadis itu teringat tentang ibunya yang berada di istana Kekaisaran Ming dan keluarga kakaknya.


"Aku harus menggunakan siasat yang tepat agar para musuh kakakku tidak menghancurkan kami begitu saja. Ah, Aku harus menggunakan pria lain untuk menyamar sebagai kakakku untuk aku bawa pulang ke wilayah Ming." batin Shi Ming.


Gadis itu pun dengan cekatan menghancurkan pulau abadi dengan ilmu sinkang telapak maut yang dilontarkannya dari atas burung garuda emas miliknya.

__ADS_1


Plakk!


Blaaarrr!


"Pulau abadi telah lenyap dan yang ada hanyalah pulau merak merah yang dikelilingi oleh ranjau laut dan udara yang berbahaya bagi siapapun yang ingin mendatangi pulau itu tanpa izin dari ku. " kata Shi Ming dengan senyum puas.


Shi Ming menyuruh burungnya menerbangkan dirinya ke daratan besar di selatan karena ia baru saja kembali dari Kepulauan utara yang di wilayah perairan daratan besar yang bentuknya seperti seekor ayam atau Naga.


"Indahnya.... " puji Shi Ming melihat gugusan dari pulau yang besar dari atas punggung burung garuda emas yang terbang melintasi samudra luas dan daratan besar.


"Tolonggggggg....! "


Tiba-tiba Shi Ming mendengarkan suara orang berteriak minta tolong dari arah gunung yang baru saja di lewati olehnya.


"Bajingan hina.. Mau lari kemana kamu..?! " hardik sejumlah orang yang mengejar seorang pria yang berlari naik ke puncak gunung Hu lalu terpleset di pinggiran tebing-tebing sehingga pria itu tergelincir ke jurang.


Serrrt!


Shi Ming menggunakan sabuk sutra putih yang dilemparkan ke arah pria yang tergelincir ke jurang dengan melilit tubuh pria itu seraya jari tangannya menyentil sesuatu di udara yang ia hempaskan ke arah sejumlah orang itu yang kini langsung meledak olehnya.


Crassh!


"Arghh...! " pekik kematian yang mengenaskan bagi sejumlah orang itu.


Shi Ming mengangkat tubuh pria yang kaget lihat dirinya menaruh tubuh pria di atas rumput dekat jurang namun pria itu tak bisa bangun karena raga pria itu sudah rusak.

__ADS_1


"Kau hanya bisa bicara karena ragamu sudah tak berfungsi lagi baik dalam maupun luar karena itu aku cuma mau minta bantuanmu untuk pura- pura menjadi Kaisar Ming Huan sebelum kamu meninggal dunia di hadapan Permaisuri Agung Alina. " kata Shi Ming dengan tatapannya yang dingin dan membius pria itu yang hanya dapat menganggukkan kepalanya saja.


Bersambung!!


__ADS_2