
Shi Ming melompat keluar dari perahunya yang di biarkan mengapung di atas permukaan danau buah Shiang Li setelah ia melihat Ming Huan lari ke arah dalam hutan belantara pintu perbatasan antara wilayah Kekaisaran Ming dengan wilayah Kekaisaran Li untuk menghadapi Bi Jin Xiao.
Bi Jin Xiao saat itu sedang bertarung melawan seorang pemuda tampan yang mengerahkan ilmu sinkang yang cukup mengagumkan namun ia melihat pemuda tampan itu kalah licik dengan Bi Jin Xiao yang sudah mengelabui pemuda itu.
Sehingga ia segera melontarkan sabuk sutra putih miliknya yang langsung melilit leher dan tubuh Bi Jin Xiao yang langsung kaget luarbiasa melihat kehadirannya dan Ming Huan di hutan belantara itu.
"Bi Jin Xiao, kau pikir aku Ming Ming tidak akan berani untuk membunuhmu hanya karena kamu adalah suamiku yang telah menyia-yiakan hidup ku dan menipu Kakakku yang selalu segan untuk menghabisi mu???! " hardik Ming Ming.
"Ming Ming... Kau jangan membunuh aku... " pinta Bi Jin Xiao yang sudah ketakutan melihat Ming Ming dan Ming Huan telah berada di depan sepasang matanya dan berniat untuk habisi nya.
"Sayang sekali.. Aku Ming Ming tidak bisa beri kamu pengampunan lagi.. " desis Shi Ming yang sudah menarik lepas sabuk sutra putihnya yang di sertai ilmu sinkang ular piton yang langsung meremukkan isi dalam tubuh Bi Jin Xiao.
Krekkkk!
"Ming Ming.. " panggil Ming Huan menatapnya.
"Kak Huan, aku tidak apa-apa.. Percayalah.. " kata Shi Ming yang membalas pelukan kakaknya itu sambil melihat ke arah pemuda tampan yang merintih kesakitan pada dadanya yang terlihat memar.
Ming Huan menundukkan wajahnya untuk lihat ke arah pemuda tampan itu lalu berjongkok di depan pemuda tampan itu sambil bertanya pada pemuda ini.
"Zhang Xiao Long, bagaimana keadaanmu? Ah, kau mengalami racun yang dapat membunuhmu perlahan-lahan, tapi kau jangan khawatir akan menyelamatkan kamu. " kata Ming Huan yang telah duduk bersila di depan pemuda tampan itu untuk menggunakan ilmu sinkang naga api yang luarbiasa hebat dapat mengobati luka pada dada pemuda tampan itu.
"Paduka Kaisar Ming Huan, saya ucapkan terima kasih atas pertolongan mu." kata pemuda yang bernama Zhang Xiao Long yang senyumnya itu begitu mempesona bagi Shi Ming.
__ADS_1
"Sama-sama, Xiao Long. Kau juga sangat baik dan membuat aku kagum dengan misi mulia dan besarmu di masa depan, karena itu aku akan memberikan seluruh ilmu sinkang ku kepadamu. " kata Ming Huan yang benar-benar menyukai pemuda itu.
Shi Ming menilai Kakaknya terlalu baik terhadap semua orang sehingga kakaknya terkadang bisa dilihat kelemahannya seperti saat ini dilihatnya begitu besar mempercayai pemuda yang baru saja dikenal oleh kakaknya.
"Baiklah, Xiao Long. Kami harus pergi dari sini.. Dan semoga kita bisa bertemu kembali dalam keadaan yang berbeda." kata Ming Huan yang telah berdiri di atas rumput setelah menyatakan bahwa Zhang Xiao Long telah sembuh. Kini, pria itu mengajak Shi Ming meninggalkan hutan tepi danau buah Shiang Li.
Brrrr!
Ming Huan memilih untuk mengajak adiknya itu melompat ke perahu lalu berlayar meninggalkan danau buah Shiang Li menembus ke arah sungai yang mengalir ke teluk bebas.
"Kak Huan, sekarang kau bukan lagi seorang ahli silat karena semua ilmu mu sudah lenyap telah kau salurkan kepada pemuda baru kenal itu. " kata Shi Ming membantu Kakaknya untuk duduk di atas perahu.
"Aku masih ada pil cahaya sembilan Naga emas di dalam tubuh ku juga energi alam semesta pulau abadi yang harus aku berikan kepadamu supaya kamu bisa melindungi keluargaku dan Kekaisaran Ming. " kata Ming Huan dengan nada lemah sebelum pingsan kepada Shi Ming.
"Iya, Kakak.. "
"Kak Huannnn..!!" teriak Shi Ming yang berenang mendekati Kakaknya yang terjatuh ke dasar laut dan nyaris di makan ikan hiu raksasa.
"Kau dilarang untuk mendekati kakakku...!! " Shi Ming melontarkan pukulan telak dengan ilmu sinkang gurun gobi menghancurkan perut ikan hiu raksasa yang ingin memangsa kakaknya.
Blaarrr!
Shi Ming menyambar pinggang kakaknya lalu ia berenang kembali ke permukaan laut dan kedua matanya melihat seekor burung garuda emas yang terbang rendah di atas permukaan laut. Ia pun mengerahkan ilmu ginkang walet sakti yang membuat tubuhnya ringan keluar dari lautan dan menukik turun dengan tepat di atas punggung burung garuda emas bersama dengan Kakaknya yang di peluknya dengan erat.
__ADS_1
"Kakak Huan, kau harus lihat apakah pulau itu adalah pulau abadi yang kamu cari? " tanya Shi Ming halus kepada Kakaknya yang mengangguk pelan.
"Baik.. Kakak burung garuda emas..Tolong kau bawa kami ke pulau itu... " pinta Shi Ming yang membelai lembut kepala burung garuda emas yang bulunya begitu lembut dan lebat.
Burung garuda emas memahami maksud dari isi hatinya dengan terbang ke arah yang ditujukan oleh jarinya dengan tepat sehingga ia dan kakak nya berhasil tiba di pulau abadi.
Shi Ming menaruh Ming Huan di atas rumput di depan sebuah gubuk yang dibelakangnya ada lubang yang menembus ke sebuah hutan yang sangat menarik perhatiannya.
"Hutan rahasia pulau abadi memiliki energi yang sangat besar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kemampuan ilmu sinkang yang telah kamu miliki.. " kata Ming Huan sepertinya tahu isi hatinya.
"Kak Huan.. "
"Jangan menangis, ayo. Kau bantu aku berjalan ke arah gubuk itu... " kata Ming Huan mencegah Shi Ming untuk menangis.
"Iyaa.. "
Di gubuk itu, Ming Huan mengeluarkan pil yang bersemayam di tubuhnya itu yang di berikan kepada Shi Ming yang disuruh untuk membuka mulut di hadapannya.
"Telan.. "
"Iyaa.. "
"Terimalah seluruh energi pulau abadi dan catat di otakmu bunga, pohon, rumput, tanah, air, dan udara di pulau ini lalu kau harus mempelajari buku ini sampai kau benar-benar menguasainya dan terakhir aku mau kamu membantu Zhang Xiao Long meraih kemenangan di dalam hidup nya juga kau harus menjadi pasangannya di masa depan. " kata Ming Huan tegas kepada Shi Ming yang terkejut dengan perintah dari kakak kembarnya itu.
__ADS_1
"Satu lagi, kau dilarang menyerahkan dirimu dan hatimu pada sembarangan pria di dunia ini agar Kekaisaran Ming dan pusaka terhebat di dunia persilatan daratan besar tidak jatuh ke tangan orang jahat yang tentunya akan mendatangkan musibah besar untuk seluruh manusia di dunia ini. " pesan terakhir dari Kakaknya sebelum Sang Kakak meninggal dunia di pelukannya.
Bersambung!!