
Setibanya Yue Ming di markas besar sekte Thai San Pai. Ia diperkenalkan dengan semua murid dari sekte Thai San Pai dengan nama Shi Ming oleh Ketua sekte Thai San Pai yang memberikan nama baru untuknya.
"Mulai hari ini mamamu adalah Shi Ming bukan lagi Yue Ming, dan disinilah rumahmu yang baru bersama dengan para saudara dan saudari dari sekte Thai San Pai. " kata Ketua sekte Thai San Pai kepada Yue Ming di sampingnya.
"Iya, Guru." jawab Yue Ming dengan sopan.
"Shi Ming, mari kami ajak kamu untuk melihat- lihat ruangan kamarmu di dalam markas besar sekte Thai San Pai kita. " kata seorang pemuda tampan yang memperkenalkan diri sebagai Le Ding Yin murid laki-laki tertua di seluruh sekte Thai San Pai dengan ramah kepada Yue Ming.
"Iya, Kak Senior Le."jawab Yue Ming mengikuti langkah pemuda tampan itu berbelok ke arah barat markas besar sekte Thai San Pai. Dimana ada sebuah patung Dewa Konfusius yang duduk tenang di sebuah taman terbuka di depan rumah yang ukurannya besar dan memanjang di sekitar markas besar sekte Thai San.
" Disinilah kamarmu. Silakan kamu pakai di mulai hari ini.., semoga kamu nyaman tinggal di sini.." kata Le Ding Yin sambil membukakan pintunya untuk Yue Ming.
"Iya, terimakasih banyak Kakak Le. " kata Yue Ming segera masuk ke kamar dan menutupnya di belakang kakak seperguruannya itu.Lalu, Yue Ming menaruh buntalan pakaiannya di atas meja bundar di depan ranjangnya.
__ADS_1
"Wahhh, akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang.. " kata Yue Ming yang mengambil satu setel pakaian baru dan riasan rambut yang di sesuaikan dengan warna pakaiannya dan juga sepasang anting di kedua telinganya.
Gadis itu menggantikan pakaiannya yang saat ini sedang dipakainya dengan pakaian baru setelah ia mandi dengan air hangat di kamar mandi di dalam kamarnya sendiri.Kemudian, ia memilih untuk datang ke ruang makan untuk makan malam bersama dengan Ketua sekte Thai San Pai dan seluruh murid- murid sekte Thai San Pai yang terpesona dengan kecantikannya saat ia telah berpakaian sebagai seorang gadis remaja tanggung yang memiliki kecantikan tiada duanya di dunia ini.
"Shi Ming, kau sungguh cantik jelita luarbiasa. " puji Le Ding Yin terpesona dengan kecantikan murid baru gurunya itu..
"Ah, Kakak Senior Le, kau terlalu memujiku yang menurutku, aku ini biasa saja dan sama sekali tidak cantik seperti Kakak Senior Yu Lan Shing di dekatku ini. " kata Shi Ming rendah hati sambil menunjuk ke arah gadis remaja cantik yang duduk di kursi sebelahnya dengan sumpit yang menjepit sayuran hijau dan dimakannya dengan nikmat sekali.
"Wah, aku mana bisa untuk bersaing denganmu mengenai kecantikan mu itu, Shi Ming. Aku yakin bahwa di seluruh dunia ini tidak ada seorangpun yang dapat menang darimu. Karena kamu itu seperti seorang Dewi yang turun dari kayangan ke bumi atau reinkarnasi dari Dewi Kuan Im." kata Yu Lan Shing kakak seperguruannya yang lain.
"Shi Ming, untuk keamanan mu sebaiknya kamu menyamar sebagai seorang pemuda tampan saja sampai kau menemukan seseorang yang dapat melindungimu atau sampai kamu menjadi penguasa di seluruh negeri ini." kata Ketua sekte Thai San Pai yang menilai kecantikan Ming Ming adalah musibah untuk gadis itu sendiri. Maka, ia menyarankan agar Shi Ming menyamar sebagai seorang pemuda tampan untuk sementara atau untuk selamanya jauh lebih baik.
"Ya, guru. Aku tahu semua orang pasti akan cari aku jika yang di Ibukota Kekaisaran Ming tahu tentang kehadiran ku. " batin Shi Ming atau Yue Ming yang memikirkan nasib Yuezhi sahabatnya yang telah didengar olehnya telah dinikahi oleh Bi Guan sahabat Kakak kembarnya sendiri.
__ADS_1
"Shi Ming, menjadi laki-laki jauh lebih baik untuk kamu. Ini, aku berikan dua belas setelan pakaian pria untukmu." kata Le Ding Yin yang menilai Shi Ming haruslah menjadi miliknya seorang di masa depan setelah ia tahu bahwa Shi Ming adalah seorang gadis paling cantik di seluruh dunia ini.
"Iya, terimakasih untuk pemberian pakaian ini untukku, Kak Le. " jawab Yue Ming sopan.
Demikianlah Ming Ming tinggal di markas besar sekte Thai San Pai semenjak hari itu sambil ia mengamati perkembangan dunia persilatan daratan besar yang dibawa pulang ke markas besar sekte Thai San Pai oleh Le Ding Yin pada suatu hari.
"Hmm, pil cahaya sembilan naga emas sejati adalah sebuah pil yang sangat hebat khasiatnya untuk barangsiapa yang mendapatkannya maka ia akan menjadi seorang manusia sakti tingkat Dewa dan Dewi dunia persilatan daratan besar tingkat tinggi sekali dan pil itu juga merupakan salah satu dari tiga pusaka dunia persilatan daratan besar yang hilang. Hmm, satu lagi aku dengar Kaisar Ming Luo sudah berhasil di gulingkan oleh Ming Huan yang sudah temukan kembali orangtuanya namun kehidupannya telah kacau karena dia mencintai seorang wanita hina bernama Alina sesudah ia kehilangan kekasih hatinya yang di nodai dan dibunuh oleh sahabat baiknya sendiri yang bernama Yu Man Ji. Kini, ia merantau ke pulau di daerah utara untuk cari pusaka Leluhur Kekaisaran Ming yang hilang. " kata Le Ding Yin melaporkan hasil penyelidikan terhadap orang-orang di dunia persilatan daratan besar kepada Ketua sekte Thai San Pai di aula utama markas besar sekte Thai San Pai dan didengarkan secara langsung oleh Shi Ming.
"Celaka, aku harus turun gunung ini untuk bantu Kak Huan untuk menghadapi musuh- musuh di dalam istananya sendiri dan juga menemukan pusaka leluhur Kekaisaran Ming secepatnya. " batin Shi Ming.
Gadis itu pun segera berkemas dan pergi dari markas besar sekte Thai San Pai secara diam- diam tanpa sepengetahuan Gurunya dan seluruh anggota sekte Thai San Pai. Ia menyamar jadi seorang pria muda belia yang meloncat ke atas perahu di tepi pantai utara daerah Thai An. Lalu, ia mendayung perahu ke tengah lautan luas dan tidak bertepi yakni mengarungi samudra untuk mencari tahu keberadaan Ming Huan yang telah dikabarkan menghilang dari dunia persilatan daratan besar.
Shi Ming menajamkan penglihatannya untuk ia bisa melihat titik hitam di tengah-tengah lautan luas untuk menemukan kakak kembarnya lalu ia melihat adanya sebuah tepi sungai yang berhulu ke perbatasan antara Kekaisaran Ming dengan Kekaisaran Li di tengah hutan belantara yang di pinggirannya ada sekumpulan orang-orang yang sedang berkemah di daratan sana.
__ADS_1
"Hmmm, hutan apakah itu? Hmm, danau buah Shiang Li? " batin Shi Ming menduga dengan benar sekali mengenai tempat dimana perahu yang di dayungnya itu menepi.
Bersambung!!