Pendekar Iblis Racun Cantik

Pendekar Iblis Racun Cantik
Ulang Tahun Yang Sendu.


__ADS_3

Ming Ming menaruh kayu -kayu hasil kerjanya di ruang penyimpanan kayu lalu gadis kecil usia sebelas tahun ini berjalan keluar dari ruangan di belakang rumah Tuan Zhao.Ia menghela napas panjang sambil menatap langit malam hari yang tertutup awan -awan tebal yang menandakan bahwa malam hari itu akan terjadi badai salju di wilayah utara.


"Besok pagi adalah awal musim semi untuk awal yang baru untuk ku yang akan memasuki masa awal remaja ku. " kata Ming Ming pada langit.


"Yue Ming... " panggil Wan Le temannya dari arah pegunungan di utara wilayah Kekaisaran Liao.


"Wan Le, ada apa kamu mendatangiku di tempat kerja ku sebagai pekerja kasar di istana Kaisar Liao? " tanya Ming Ming tanpa menengok ke arah temannya.


"Memberikan pesan dari Putri untukmu. " Jawab Wan Le menyodorkan sepucuk surat cinta untuk nya dari Putri Liao Yu.


"Hmm, buang saja surat itu karena tak berguna untuk ku.. " kata Ming Ming tak mempedulikan surat itu dengan berjalan masuk ke kamarnya di dekat ruang penyimpanan kayu bakar.


"Emm, sombong sekali sih dia itu.. " kata Xiao Dao putra dari guru mereka dengan sinis.


"Dia bukan sombong, Xiao Dao. Dia masih kecil belum tahu tentang cinta. " kata Wan Le yang selalu membela Ming Ming bila anak kecil itu di sindir oleh siapapun di Kekaisaran Liao.


"Wan Le, kenapa kamu mau berteman dengan Yue Ming yang aneh itu? " tanya Xiao Dao ingin tahu sambil memperhatikan Yuezhi teman baik dari Yue Ming yang sedang menulis sesuatu di kamar gadis kecil itu.


"Karena dia anak yang baik sesungguhnya hanya saja dia tipe anak pendiam dan tak suka bicara banyak dengan orang lain selain orang yang di kenalnya yaitu aku dan Yuezhi temannya itu. " jawab Wan Le jujur.


"Tetap saja menurutku dia itu anak aneh.. " kata Zhao Dao yang telah meninggalkan Wan Le di halaman belakang rumah Tuan Zhao.


Di kamarnya yang kecil dan bersih itu, Ming Ming membuka perlengkapan wanita dari buntalannya yang di letakkan di ranjangnya yang terbuat dari tumpukan jerami yang dilapisi selimut tebal dari bulu harimau pilihan.


"Hmm, hari ini aku datang bulan untuk pertama kali di dalam hidupku. Untungnya aku sudah belajar cara untuk membuat pembalut wanita dan memakainya dari Kakak Xing Erl pada tahun lalu. " kata Ming Ming cepat menyembunyikan semua barang itu dengan sempurna di lubang bawah tanah ranjangnya.Ia sudah berpakaian seperti seorang pemuda cilik yang tampan dan gagah perkasa.

__ADS_1


Tok!


Tok!


Suara ketukan pintu kamarnya terdengar olehnya dan dibukanya pintu untuk Yuezhi temannya yang membawakan semangkuk mie kuah dan telur merah untuk nya.


"Selamat ulang tahun ke sebelas tahun untukmu, Ming Ming. Ini aku buatkan semangkuk mie kuah dan telur merah untuk makanan khas hari ulang tahun mu. " Kata Yuezhi meletakkan mangkuk itu di meja di sudut kamarnya.


"Wahh, terimakasih banyak Yuezhi." kata Ming Ming terharu melihat kebaikan temannya itu.


"Sama-sama Ming Ming. Kita kan sahabat sejati, maka kamu tak perlu malu kepada ku. Ayo, kamu coba makan mie kuah dan telur merah buatanku ini. " kata Yuezhi menariknya untuk duduk di atas kursi kayu dan memberikan sepasang sumpit kepadanya.


Ming Ming menikmati makanan ulang tahunnya dengan senyuman bahagia karena gadis kecil itu ditemani oleh sahabatnya yang memainkan alat musik harpa dan menyanyikan lagu ulang tahun untuknya.


"Ming Ming, kenapa kamu tetap menyamar jadi laki-laki remaja tampan?" tanya Yuezhi temannya pada suatu hari di siang hari di kamarnya.


"Supaya ada yang bisa membedakan kita berdua dan aku pun jauh lebih suka menjadi laki-laki." jawab Ming Ming riang gembira.


"Mmm, ya terserah kamu saja. Aku tetap dukung kamu sebagai sahabat mu. Ohya, apakah kamu tahu bahwa desa bunga rumput kuning di daerah pedalaman suku khitan ingin mengadakan acara pemilihan Ketua suku baru? " Yuezhi temannya itu memberitahukan misi baru sebagai pengawal istana Kekaisaran Liao kepada Ming Ming.


"Wah, aku harus melihat keramaian di daerah itu untuk aku bisa mempromosikan diriku sendiri di istana Kekaisaran Liao agar posisiku sebagai pengawal istana Kekaisaran Liao bisa naik jadi Jenderal perang Kekaisaran Liao. " kata Ming Ming begitu senang sekali.


"Wah, aku dukung kamu sepenuh hatiku, Ming Ming." kata Yuezhi memeluknya dengan wajah ceria.


Tepat saat itu pintu kamar terbuka untuk Wan Le dan Xiao Dao terbelalak melihat Yuezhi memeluk Ming Ming sehingga keduanya cemberut karena cemburu dengan keduanya.

__ADS_1


"Yue Ming, kau di panggil oleh Guru Zhao untuk menemui Beliau di ruang pribadinya sekarang juga. " kata Wan Le dengan wajah cerah sebagai sahabat yang baik.


"Yue Ming, cepat kamu temui ayahku.. " kata Xiao Dao yang menariknya untuk menjauh dari Yuezhi.


"Xiao Dao, aku bisa jalan sendiri ke ruang pribadi Ayahmu. " kata Ming Ming menepis tangan Xiao Dao dengan cepat lalu berjalan keluar dari kamar nya dengan sikap angkuh sekali.


"Yue Ming.. Tunggu aku..! " teriak Wan Le yang segera menyusulnya.


Yuezhi mengabaikan Xiao Dao dengan pergi ke arah lain dari rumah Tuan Zhao yaitu ke hutan di pegunungan Liao. Gadis itu melihat seorang pria remaja tanggung sedang berburu hewan liar dan menyerang hewan buas dengan mengagumkan sekali.


Anak panah yang di luncurkan dari busur panah di tangan pemuda remaja tanggung itu telah mendarat dengan manis di dahi harimau dan serigala yang sangat besar di hutan pegunungan Liao.


Syutt!


Jlebb!


"Guan..Kau mahir sekali memanah hewan buas dan liar dengan satu kali panah langsung kena sasaran target mu.. " kata seorang gadis remaja tanggung yang duduk di atas punggung kuda.


"Xiao Chie, kau terlalu memujiku sekali sampai aku berpikir bahwa kamu hanya memanfaatkan aku untuk dekat dengan Huan, sahabatku itu. " kata pemuda remaja tanggung yang suaranya sangat mengagumkan Yuezhi apalagi wajahnya yang sangat tampan itu dengan rambutnya yang berkibar-kibar lembut di kedua sisi wajahnya.


"Guan, kau jangan salah paham kepadaku yang ingin berteman denganmu tanpa alasan yang kau pikirkan dengan negatif terhadap ku, " kata Gadis remaja tanggung itu dengan nada manis sekali sehingga pemuda remaja tanggung itu terkekeh senang.


"Hehehe kau sungguh pandai merayuku untuk aku tak marah dengan sikapmu yang terkadang menunjukkan perasaanmu yang sebenarnya di tujukan kepada Huan sahabatku bukan kepada ku. " kata pemuda remaja tanggung itu yang kini melayang ke punggung kuda yang ditunggangi oleh gadis remaja tanggung itu dan menutupi wajahnya dengan mencium bibir gadis remaja tanggung begitu saja.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2