
Sinar mata Ketua Sekte Gobi mencorong tajam kepada Ming Ming usai mendengar ucapan anak perempuan itu yang telah mengatakan bahwa ia adalah seorang guru yang tidak layak untuk di hormati oleh anak itu di hadapan Pangeran muda Sheng Ki.
"Bocah lancang berani kamu mengatakan bahwa aku adalah seorang guru yang tidak layak untuk dihormati oleh mu?! " hardik Ketua Sekte Gobi yang sudah marah dan ingin mencekik mati anak itu di cegah oleh Pangeran muda Sheng Ki.
"Ketua sekte Gobi, kau jangan membunuh anak itu. " kata Pangeran muda Sheng Ki yang sudah menaruh hati pada anak itu.
"Tapi, Pangeran muda Sheng Ki dia sudah bicara tak sopan kepada ku.." ucap Ketua sekte Gobi yang sudah mendapatkan persetujuan dari Raja Sheng yang telah siuman dari pingsannya untuk menghukum mati anak itu.
"Ya, dia memang sudah bicara kasar kepadamu tapi aku melihat dia begitu jujur menjadi seorang anak perempuan yang tumbuh dengan liar dan kasar membuat ku ingin mendidiknya dengan cara lain. Apakah kamu tak merasa keberatan dengan keputusan ku untuk membawanya ke istana ku.. ? " Pangeran muda Sheng Ki ingin mengurung Ming Ming di istananya untuk masa depan yang cemerlang di otaknya itu.
"Tentu saja,Pangeran muda Sheng Ki. Silakan saja Anda membawanya pergi dari sekte Gobi kami.. " jawab Ketua sekte Gobi nada keras dan wanita itu menatap garang kepada Ming Ming di hadapannya.
"Baik, kalau begitu aku akan membawanya ke istana ku sekarang juga. " kata Pangeran muda Sheng Ki yang ingin meraih jemari Ming Ming di kejutkan oleh gerakan ringan anak itu yang telah melompat ke atas genteng markas besar sekte Gobi.
"Aku tak mau ikut dengan siapapun. Mulai hari ini..! Aku Ming Ming lebih suka mengikuti hati nurani ku sendiri. " Kata Ming Ming yang segera melarikan diri dari Sekte Gobi sebelum Gurunya dan Pangeran muda Sheng Ki memerintahkan pasukan untuk menangkapnya.
"Heiii.. Bocah... Jangan kabur kamuu...! " teriak para anggota sekte Gobi yang segera mengejar anak itu.
"Semua segera tangkap anak itu dan bawa dia kepada ku dalam keadaan sehat dan hidup..! " perintah Pangeran muda Sheng Ki kepada para pasukannya.
Ming Ming yang sudah berlari dengan kencang di atas gurun pasir segera mencari cara untuk dirinya bisa bebas dari kepungan para anggota sekte Gobi dan pasukan Pangeran muda Sheng Ki yang mengejarnya.
Pertama di lemparkan serbuk wangi yang dapat menghalangi pandangan mata para pemburunya itu. Kedua menggunakan jebakan dengan lari ke arah pasir hidup yang membuat sebagian para anggota sekte Gobi yang terjebak di pasir hidup. Ketiga menggunakan jarum-jarum bening yang dilemparkan ke sekelilingnya sehingga para pasukan Pangeran muda Sheng Ki menghindari serangannya itu. Keempat anak itu melompat dengan kecepatan yang sangat cepat sehingga ia telah lenyap dari kejaran para pemburunya itu.
__ADS_1
Di tengah jalan pelariannya itu. Ming Ming tidak sengaja melihat seorang gadis kecil sebayanya tergeletak di gurun pasir dan dikelilingi oleh para pasukan serigala liar yang moncong dan gigi runcing siap untuk mencabik-cabik anak itu.
Maka Ming Ming dengan gerakan ilmu silatnya telah melayang ke arah sejumlah serigala liar dan memukul hancur berkeping-keping kepala sejumlah serigala liar itu dengan ilmu sinkang tapak gadis suci yang belum lama ini dipelajari olehnya di gua rahasia sekte Gobi.
Wusshhh!
Plakk!
Plakk!!
"Hei.Bangunlah.. Kau sudah aman sekarang...! " Teriak Ming Ming memeriksa keadaan gadis kecil yang tergeletak di atas pasir di gurun Gobi paling selatan.Ia menggunakan ilmu sinkang hawa murni melalui telapak tangannya yang di taruh di punggung gadis kecil itu.
Lima belas menit kemudian. Gadis kecil itu telah sadar dari pingsannya dan menemukan dirinya sebagai di depan seorang gadis kecil yang baik wajah maupun tubuh mirip dengannya sampai ia tercengang sendiri.
"Aku Ming Ming. Kau sendiri siapa? " tanya balik Ming Ming.
"Yuezhi, " jawab Yuezhi nama gadis kecil yang di selamatkan oleh Ming Ming.
"Kau mirip sekali dengan ku, Yuezhi? Aku pikir kamu adalah kembaran ku tapi nyatanya aku tahu aku mempunyai kembaran seorang anak laki-laki bukan anak perempuan sepertimu." kata Ming Ming yang mengajak Yuezhi meneruskan perjalanan menuju keluar dari daerah gurun Gobi ke arah pintu tembok besar yang sudah mereka lihat dari jarak jauh.
"Ya, aku juga berpikir yang sama dengan pikiran mu, Ming Ming. " kata Yuezhi yang merasa suka berteman dengan Ming Ming.
"Yuezhi, kau berasal dari daerah apa? Siapakah orangtua mu? " tanya Ming Ming ramah kepada Yuezhi sambil melewati pintu gerbang tembok besar untuk masuk ke dalam wilayah daratan besar.
__ADS_1
"Ibukota Kekaisaran Ming, dan orangtuaku telah meninggal dunia di bunuh oleh pasukan Kaisar Ming Luo pada hari festival musim gugur tahun ini." jawab Yuezhi menceritakan riwayatnya yang menyedihkan kepada Ming Ming.
"Ahh, kau sungguh malang sekali Yuezhi." kata Ming Ming pelan kepada Yuezhi karena mereka telah berada di dalam wilayah daratan besar di kota kecil Se An.
"Ming Ming, lihat daerah ini banyak sekali anak -anak yang malang nasibnya seperti kita. " kata Yuezhi merasa iba kepada sejumlah pengemis yang rata-rata adalah anak seusia mereka di kota tersebut.
"Berhenti kalian! " seruan seorang anak laki-laki yang menodongkan pedang kayu bohongan kepada mereka berdua.
"Cepat berikan barang yang kalian miliki kepada kami atau kalian di larang menginjakkan kaki di kota ini..! " seruan anak laki-laki itu lagi.
"Hmm, aku tak punya barang apa-apa yang bisa aku berikan kepada mu. Jadi, silakan saja kamu mau mengusir kami atau tidak? " sahut Ming Ming yang membuat kagum anak laki-laki itu.
"Wahh, kau sungguh seorang anak laki-laki yang hebat. " kata anak laki-laki itu yang mengira Ming Ming itu adalah anak laki-laki bukanlah seorang anak perempuan.
"Iya, dan kau sungguh seorang anak laki-laki yang payah. " kata Ming Ming dengan sikapnya seperti seorang anak laki-laki saja kepada anak laki-laki yang mempercayai dirinya sebagai anak laki-laki juga.
"Hahaha, teman, mari perkenalkan namaku Wan Le. Kalau kamu dan temanmu itu siapa? " tanya Wan Le yang menerima sekeping roti kering dari Yuezhi.
"Aku Yue Ming dan dia adalah Yuezhi temanku. " jawab Ming Ming dengan suara seorang anak laki-laki yang tegas dan berat.
"Wahh.. Hebat.. Hebat.. " kata Wan Le yang kini merasakan kebahagiaan mendapatkan dua orang teman baru senasib dengannya.
Bersambung!!
__ADS_1