
Shi Ming bersama dengan rombongannya pergi ke arah barat untuk misi mereka di pulau Yun. Ia memilih untuk menggunakan kereta kuda yang mewah dengan dikawal oleh pasukannya yang di kenal sebagai para pasukan Kekaisaran Ming.
"Tuan Putri, kita harus mencari dan menemukan tempat menginap untuk malam ini sebelum kita besok pagi berangkat ke pulau Yun bersama para pasukan penjemput dari pihak keluarga Yun sendiri yang akan datang untuk menjemput para tamunya di dermaga. " kata Yu Lian Shing yang memberikan laporan kepada Shi Ming di dalam kereta kuda mewah.
"Iya, lakukanlah yang menurutmu terbaik untuk kita semua. " kata Shi Ming yang duduk dengan anggun dan Agung di dalam kereta kuda mewah sambil mengipas-ngipasi dirinya dengan kipas lipat motif bunga plum dan mengintip luar kereta kuda mewah melalui jendela.
"Baiklah, Tuan Putri, hamba akan segera siapkan segalanya untuk Anda. " jawab Yu Lian Shing yang berkuda di depan kereta kuda mewah yang ditumpangi oleh Shi Ming.
Sayup-sayup Shi Ming mendengar suara seruling yang ditiup dengan merdunya oleh seseorang yang duduk di atas genteng salah satu rumah di pinggir pantai dan Ia melihat seorang pemuda tampan sekali sedang duduk di atas genteng di rumah bagian selatan di tepi pantai itu.
"Tuan Putri, rombongan dari Pendekar Naga Merah telah hadir di tepi pantai ini namun Tuan Muda Zhang belum mendapatkan tiket untuk memasuki kapal laut keluarga Yun. " kata Yu Lian Shing dari luar kereta kuda mewah sambil menunggu laporan dari anak buahnya mengenai rumah yang bisa mereka sewa untuk malam hari itu.
"Bantu dia untuk mendapatkan plakat keluarga Yun. " perintah dari Shi Ming kepada Yu Lian Shing.
"Siap, Tuan Putri. " Jawab Yu Lian Shing patuh.
Shi Ming telah turun dari kereta kuda mewahnya setelah salah seorang anak buahnya melaporkan bahwa rumah sewa telah mereka dapatkan dan ia bisa menempati kamar tidur yang bersih dan layaknya untuknya.
"Tuan Putri, hamba sudah menyiapkan air mandi hangat di bak mandi di dalam kamar tidur Anda. " lapor salah satu dari anak buahnya dari luar pintu kamar khusus untuknya.
__ADS_1
"Iya, terimakasih. " jawab Shi Ming yang berjalan masuk ke kamar lalu menerima pelayanan untuk mandi dengan nyaman.
Shi Ming membiarkan dayang istananya duduk di belakang bak mandi untuk mencuci rambut panjang dan indahnya serta memijat pundaknya sambil sesekali membasuh tubuhnya dengan air hangat.
"Kulit Tuan Putri sungguh halus dan indah bagai bunga plum di musim semi. Tuan Putri, hamba sudah memakaikan minyak wangi bunga persik musim semi untuk rambut panjang dan indah Anda. " kata dayang istananya yang bernama Phi Lien.
"Phi Lien, kau berasal dari daerah apa?Berapa usiamu? " tanya Shi Ming sambil memejamkan sepasang matanya untuk menikmati waktu mandinya dengan nyaman.
"Lapor Tuan Putri, hamba datang berasal dari daerah Xinjiang dan usia hamba empat belas tahun. " jawab Phi Lien dengan sikap hormat dan sopan kepada Shi Ming.
"Empat belas tahun? Usiamu sebaya denganku rupanya. Mm, Phi Lien apakah kamu masih ada orangtua dan saudara di kampungmu? " tanya Shi Ming yang telah keluar dari bak mandi untuk di basuh sampai kering lalu dipakaikan pakaian wanita yang anggun.
"Tuan Putri Ming Ming, silakan Anda menikmati makan malam Anda di kamar Anda. " kata Yu Lian Shing menata piring, mangkuk, sepasang sumpit, guci air teh dan cawan di atas meja di depan Shi Ming.
"Iya, terimakasih Yu Lian Shing. " jawab Shi Ming dengan senyum ramah sambil menerima sumpit dari Yu Lian Shing lalu menikmati makan malam dengan santai.
Seekor burung parkit warna hijau kekuningan telah hinggap di atas meja dari daun jendela kiri kamarnya. Shi Ming pun mengambil surat yang digulung dan diikat di kedua kaki burung parkit itu.
"Ming Ming, Pangeran Muda Sheng Ki sedang sibuk mencarimu untuk misinya yang telah kau gagalkan dengan kamu kabur dari sekte Gobi beberapa tahun lalu.. Ia mulai mengerahkan para pasukannya untuk mencarimu di seluruh dunia persilatan daratan besar.. Tertanda Shu Ping kakak seperguruanmu. " baca Shi Ming dalam hatinya.
__ADS_1
"Emm, aku harus mencari akal supaya para pria laknat itu tidak mencariku untuk kepentingan politik maupun pribadi mereka dengan alasan mereka adalah mencintaiku.. " batin Shi Ming.
Shi Ming melihat kehadiran seorang gadis muda yang cantik jelita mendatangi Tuan Muda Zhang di atas genteng rumah sewa di sebelahnya dan ia langsung tahu cara untuk menyelamatkan diri nya sendiri.
"Hmmm, Mu Yanmi.. " batin Shi Ming. Gadis itu tersenyum senang dengan otaknya yang tajam.
Lantas Shi Ming mendengarkan percakapan dari salah seorang anak buah Tuan Muda Zhang yang membicarakan tentang Mu Yanmi yang di duga sebagai seorang wanita paling penting di dunia persilatan daratan besar untuk seorang pria menjadi penguasa tunggal di seluruh dunia persilatan daratan besar jika pria itu dengan tulus mencinta dan mendapatkannya.
Shi Ming tersenyum senang mendengar orang -orang di dunia persilatan daratan besar telah salah menduga dengan mereka mengincar Mu Yanmi gadis yang telah diketahuinya adalah gadis paling penting sekali bagi Tuan Muda Zhang.
"Mu Yanmi, Liu Lu Sian maupun gadis-gadis lain di sekitarmu takkan pernah bisa menyaingiku. Tuan muda Zhang, kau dan laki-laki di dunia ini saja menurut ku hanya berkata cinta di mulutmu namun hatimu berkata lain. " kata Shi Ming yang telah secara diam-diam memperhatikan setiap gerak-gerik Tuan muda Zhang.
Yu Lian Shing mengamatinya secara diam-diam di kursi depan meja makan namun gadis manis itu hanya diam dan hatinya merasakan sakit hati kalau pria yang telah mendatangkan rasa cinta di hatinya itu diperhatikan oleh Shi Ming.
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu dan wanita mana pun untuk mendapatkannya. Shi Ming, kau itu seorang gadis pembawa sial yang terkutuk bagi kaum pria, karena itu kau tak boleh mendekati Tuan muda Zhang sampai kapanpun. " batin Yu Lian Shing.
Yu Lian Shing merapikan pakaian dan riasannya untuk besok pagi Yu Lian Shing dapat menarik perhatian Tuan muda Zhang yang tampan sekali dan selalu menarik hatinya dengan sikap dan penampilan yang selalu menawan hatinya walau Tuan muda Zhang saat ini belum mengenalnya.
Bersambung!!
__ADS_1