
Setelah mendapatkan informasi mengenai jati dirinya sebagai seorang putri dari Kekaisaran Ming. Gadis kecil yang manis ini meninggalkan ruang pribadi Ketua Sekte Gobi dengan kepala dan tatapannya menatap lurus kepada langit di atas kepalanya.
"Hmm, Aku harus bersabar untuk menunggu hari dimana aku bisa merantau ke dunia persilatan daratan besar untuk mencari dan menemukan keluargaku. " batin Ming Ming.
Dan, ketika ia mengalihkan perhatiannya kepada sebuah gua di ujung gurun Gobi bagian utara. Ia merasakan ada sesuatu yang menariknya untuk mendatangi gua itu pada saat ini juga.
"Hmm, gua kehampaan dan kesunyian hati gadis suci.. " kata Ming Ming tersenyum bahagia lihat sebuah gua hebat yang menjadi salah satu dari tempat pelatihan ilmu silat tertinggi gurunya ada berada di sana.
Ia pun tak membuang-buang waktu untuk pergi ke arah gua dengan ilmu ginkang walet gurun sakti yang membuat tubuhnya seringan burung walet saja melayang melewati genteng markas besar sekte Gobi.
Wushhh!
Ming Ming tiba di depan pintu gua kehampaan dan kesunyian hati seorang gadis suci lalu gadis kecil itu melangkah masuk ke dalam gua tanpa ada rasa gentar dan takut sedikitpun.
Di dalam gua kehampaan dan kesunyian hati seorang gadis suci terdapat sebilah pedang luar biasa indahnya dengan sarung pedang memiliki lonceng-lonceng warna merah muda dan ungu tergantung pada dinding gua.
"Pedang kehampaan dan kesunyian hati seorang gadis suci rupanya ada di gua ini. " kata Ming Ming mengambil pedang itu lalu memainkannya dengan ilmu pedang sekte Gobi sehingga ujung pedang menghantam hancur berkeping-keping langit-langit gua.
Singg!
Blaaaar!
Kemudian Ming Ming melihat adanya kitab ilmu pedang kehampaan dan kesunyian hati seorang gadis suci yang segera di baca dan dipelajarinya secara diam-diam di dalam gua.
__ADS_1
Syuttt!
Gerakan ilmu pedang kehampaan dan kesunyian hati seorang gadis suci sangat sesuai dengan kelincahan dan keringanan tubuhnya yang amat mungil sekali sehingga ia dengan cepat sekali menguasai ilmu tersebut.
Ming Ming tidak sadar bahwa ia berada di gua kehampaan dan kesunyian hati seorang gadis suci selama beberapa hari sampai gadis kecil ini melupakan pertandingan untuk mencari bunga Naga matahari di gurun Gobi bagian timur.
"Hmm, kenapa mereka semua ribut sekali sih? " tanya Ming Ming setelah ia keluar dari gua itu dan kembali ke markas besar sekte Gobi.
"Ming Ming, kau darimana sajakah?Kami semua mencari mu selama tujuh hari ini? " tanya salah seorang dari kakak seperguruannya nada ketus kepadanya.
"Di kamarku.. " jawab Ming Ming.
"Kamarmu? Jangan bohong kau! Kami semua sudah mencarimu di kamarmu tapi kamu tak ada di kamarmu sampai guru besar mengirim pesan kepada Raja Sheng untuk membatalkan pertandingan mencari bunga Naga matahari pada beberapa hari lalu, dan hal ini dikarenakan posisi mu telah digantikan oleh Xing Erl kakak Seperguruanmu. " kata kakak seperguruannya di depannya dengan nada ketus.
"Ehhh, memangnya kenapa kalau Xing Erl yang menggantikan ku? Bukankah itu sebuah hal yang paling baik untuk sekte kita? " tanya Ming Ming yang cepat menengok ke arah jenazah gadis kecil lain di halaman depan sekte Gobi.
"Ahhh! Kenapa? "
Belum sempat Ming Ming menanyakan soal Xing Erl lebih lanjut lagi, datanglah rombongan Raja Sheng yang membawa pasukan ke sekte Gobi dan Raja Sheng berdiri di depan Ming Ming.
"Kau berani sekali menentang kebijakanku yang ingin mencoba kemampuan mu sebagai calon istri dari putraku, Sheng Ki..! Kau telah membuat hatiku marah.. " kata Raja Sheng berdiri di depan Ming Ming.
"Ehh, apa maksud dari Raja Sheng mengenai aku yang menentang kebijakan Anda? Hei, aku Ming Ming cuma seorang gadis kecil yang tidak tahu apa-apa mengenai pertandingan mencari bunga Naga matahari rupanya untuk mencari calon istri untuk putramu, Sheng Ki..! " balas Ming Ming.
__ADS_1
"Gadis kecil berani kau membentakku?? " tanya Raja Sheng yang ingin mencekik gadis kecil itu tetapi Ming Ming dengan cepat telah menotok kaku tubuhnya hingga Ia terjengkang di tanah.
Cus!!
"Ugh, dengar ya tak ada seorangpun di dunia ini bisa memerintahkan aku untuk kehendak kalian sendiri..! Aku Ming Ming adalah seorang gadis kecil yang bebas..! " bentak Ming Ming menuding telunjuk kanannya kepada semua orang di sekte Gobi termasuk gurunya sendiri.
"Ming Ming, kau jangan nakal ya.. " kata Ketua Sekte Gobi yang kaget melihat muridnya itu telah merobohkan Raja Sheng hingga pingsan dalam satu jurus saja.
"Ketua sekte Gobi... Hentikan..! " seru Pangeran muda Sheng Ki yang datang tepat waktu ke sekte Gobi sebelum Ketua sekte Gobi yang telah marah ingin menghukum Ming Ming.
"Pangeran muda Sheng Ki, dia terlalu manja dan liar sehingga hamba harus mendidiknya lebih taat dan keras lagi.. " kata Ketua sekte Gobi yang menilai Ming Ming seorang gadis kecil yang luar biasa keras kepala dan keras hati.
"Ketua sekte Gobi, tenangkanlah hatimu, dia ini cuma anak kecil yang belum mengerti apa-apa tentang perjodohan yang telah dilakukan oleh Ayah dengan mu untuk dirinya dan Aku.Jadi, kau minta untuk bersabar sampai dia cukup besar dan dewasa untuk membahas perjodohan yang ingin kalian berdua lakukan terhadap kami yaitu aku dan anak ini. " kata Pangeran muda Sheng Ki bijaksana untuk melindungi Ming Ming dari api amarah Ketua sekte Gobi dan Ayahanda Raja Sheng.
"Hmm, baiklah, Paduka Pangeran muda Sheng Ki yang terhormat. Hamba akan mendengarkan perintah dari Anda untuk bersabar menantinya dewasa. " kata Ketua sekte Gobi yang akhirnya tak marah kepada Ming Ming.
"Terimakasih untuk kebijakanmu, Ketua sekte Gobi. " kata Pangeran muda Sheng Ki yang kini menengok kepada Ming Ming yang sama sekali tidak mengucapkan minta maaf kepada gurunya dan mengucapkan terimakasih kepadanya.
"Ming Ming, kau harus meminta maaf kepada Ketua sekte Gobi gurumu atas sikapmu itu pada Beliau dan terutama kepada ayahku Raja Sheng. " kata Pangeran muda Sheng Ki nada menegur kepada Ming Ming.
"Mmm, aku akan meminta maaf kepada mereka kalau mereka tak pernah memaksaku untuk aku melakukan hal yang tidak aku sukai. " kata Ming Ming nada tegas.
"Heii.. Bocah kau sungguh tak tahu membalas budi kepada ku yang sudah membesarkanmu dan mendidik mu..! " bentak Ketua sekte Gobi di depan Ming Ming.
__ADS_1
"Yang membesarkan ku adalah Biksuni Chun Li yang belum lama ini meninggal dunia tanpa sebab dan orang yang mendidik ku adalah Biksuni Wang Ci wakil ketua sekte Gobi dahulu yang juga telah meninggal dunia tanpa sebab. " kata Ming Ming dengan sinar mata marah pada Ketua sekte Gobi yang baru yang beberapa hari lalu menceritakan riwayatnya dan berniat untuk mengurungnya di sekte Gobi untuk selamanya sampai ia bisa memberikan keuntungan bagi Ketua sekte Gobi yang baru itu.
Bersambung!!