Pendekar Iblis Racun Cantik

Pendekar Iblis Racun Cantik
Memperhatikan..


__ADS_3

Shi Ming menghela napas dalam-dalam setelah melihat Tuan muda Zhang beserta keempat orang istri dari pemuda itu telah masuk ke kamar mereka masing-masing di ruangan dalam kapal keluarga Yun. Ia sendiri menyelinap masuk ke ruangan khusus untuk dirinya.


"Darimana saja kamu,Putri Ming Ming? " tanya Li Yun Shiang yang mengejutkan Shi Ming yang ternyata salah masuk ruangan.


"Bukan urusanmu,Pangeran Li Yun Shiang, tapi aku minta maaf kepada mu karena aku telah mengejutkan kamu dengan masuk ke kamarmu tanpa izin darimu. " jawab Shi Ming ringan sekali sambil melayang keluar dari kamar tidur Li Yun Shiang.


Shi Ming menemukan dirinya di atas atap kapal laut keluarga Yun. Ia menatap langit malam dan lautan lepas yang tidak terlihat ujungnya namun ia bisa mempelajari ilmu pengetahuan tentang kelautan dan arah kapal laut yang berlayar di tengah lautan di tengah malam hari seperti ini. Ia memejamkan sepasang matanya untuk rasakan sejuknya angin laut di tengah malam hari dan cahaya rembulan menghangatkan dirinya.


"Ilmu ginkang gelombang laut di tengah malam hari dan ilmu sinkang cahaya rembulan yang hangat dapat ku pelajari secara cepat dengan otakku yang membayangkan bagaimana cara aku berlatih ilmu sinkang dan ilmu ginkang baru ku ini. " kata Shi Ming di dalam hatinya.


Shi Ming menggerakkan kedua telapak tangan ke arah atas agar cahaya rembulan memasuki kedua telapak tangannya lalu tubuhnya meluncur ke arah air laut yang bergelombang dengan kaki -kakinya yang bersepatu mungil melayang di atas permukaan laut tanpa merasakan basah oleh deburan air laut yang tentunya akan dapat menenggelamkan gadis cantik itu.


"Apa yang sedang dilakukan oleh gadis aneh itu di atas permukaan laut di tengah malam hari seperti ini? " tanya seorang pemuda rupawan di atas kapal laut keluarga Yun dengan tatapan mata pemuda itu terheran-heran dengan tingkah laku Shi Ming.


"Kak Long, kamu sedang memandangi siapakah di balkon kamar tidur, Paman Beng? " tanya gadis cantik lain yang merangkul pemuda itu dari belakang pemuda itu.


"Lu Sian, aku sedang memandangi rembulan di atas langit pada tengah malam hari ini. Lihatlah bukankah rembulan itu sangat indah." jawab pemuda itu menggunakan rembulan sebagai alasannya.


Shi Ming telah meluncur kembali ke kapal laut keluarga Yun dengan senyuman puas dengan hasil latihannya dan bertemu dengan salah satu dari tiga puluh lima orang dayang istananya di tangga menuju ke lantai atas yaitu ruangannya sendiri.

__ADS_1


"Putri, hamba telah berhasil mengumpulkan data orang-orang yang hadir di acara pertemuan para pendekar di pulau Yun juga susunan acaranya dan pembagian ruangan bagi para tamu mereka. " lapor salah seorang dari dayang istananya di depannya.


"Bagus.. Cepat kamu berikan semua hasil kerja mu kepada ku sekarang juga.. " kata Shi Ming nada memerintah sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya sendiri.


"Putri, apakah Anda merasa lapar dan ingin makan sesuatu? " tanya salah satu dari pengawal pribadinya di ruangannya begitu lihat dirinya sedang duduk di kursi depan meja depan ranjangnya.


"Tidak, aku ingin sendiri di kamarku.." jawab Shi Ming nada tegas.


Buku yang diletakkan di atas meja depan kedua matanya segera di bacanya dengan cermat dan senyuman lebar menghiasi bibirnya yang manis lalu Ia melihat hari sudah menjelang pagi hari ketika ia melihat cahaya matahari pagi dari daun jendela di samping kiri ranjangnya telah bersinar terang benderang dan ia melihat gugusan pulau di ujung sana.


"Putri, pihak keluarga Yun ingin kita para tamu undangannya dapat berkumpul di depan pintu kapal laut keluarga Yun karena sebentar lagi kita semua akan turun dari kapal laut keluarga Yun." lapor dari salah seorang pengawalnya dari luar ruangan pribadinya.


"Iya, aku akan segera datang ke sana.. " jawab Shi Ming yang segera berganti pakaian dengan cepat dan berjalan di langkah anggun bersama dengan para pengikutnya menuju ke pintu kapal laut keluarga Yun.


"Tuan Putri, perkenalkan Saya bernama Beng Loan Ki salah seorang dari pengikut setia Tuan muda Zhang. " sapa seorang pria usia empat puluh lima dengan senyuman ramah kepada Shi Ming.


"Ya, salam kenal juga dariku untukmu, Tuan Beng Loan Ki. " sapa balik Shi Ming.


Kemudian mereka turun dari kapal laut keluarga Yun dengan berbaris rapi mengikuti langkah para anggota keluarga Yun yang menjadi pengantar mereka ke vila mereka masing-masing sebagai tempat khusus untuk tamu-tamu yang datang ke pulau ini.

__ADS_1


Dan, rombongan Shi Ming mendapatkan vila di sisi paling dekat laut. Disana, Shi Ming dan rombongannya mengatur strategi untuk hadapi masalah yang akan datang di acara pertemuan para pendekar pada esok hari di taman terbuka rumah kediaman Pendekar Yun.


"Aku akan membagi tugas untuk kalian agar misi kita berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan dengan Tuan muda Zhang di kapal laut keluarga Yun pada kemarin lusa. " kata Shi Ming nada serius kepada para pasukannya.


"Siap, Putri, hamba semua akan melaksanakan perintah dari Anda dengan sempurna...! " jawab para pasukannya dengan serentak.


Shi Ming yang merasa bosan berdiam diri di vila khusus untuk dirinya dan rombongannya telah diam-diam menyelusuri seluruh pulau tersebut dengan cerdas sekali sehingga ia tahu dimana pemilik pulau ini berada.


"Aku akan membiarkan dirinya yang menghadapi pemilik pulau ini sedangkan aku bertugas untuk membasmi yang lainnya apabila yang lainnya tidak mau tunduk padanya." kata Shi Ming nada senang dengan pola pikirnya itu.


Shi Ming mengerutkan keningnya melihat Tuan muda Zhang keluar dari salah satu ruangan di rumah keluarga Yun yang membuatnya jengkel sendiri melihat sifat buruk dari Tuan muda Zhang yang menurutnya sama saja dengan pria lain.


"Dasar semua laki-laki sama saja tidak ada yang berbeda." umpat Shi Ming.


Shi Ming bertemu dengan Beng Loan Ki di tepi pantai. Ia pun harus memasang senyuman yang ramah kepada Beng Loan Ki yang menghampiri dirinya dengan terlalu ramah baginya.


"Tuan Putri, hamba senang sekali bisa bertemu dengan Anda di tepi pantai." sapa Beng Loan Ki menjura hormat kepada Shi Ming.


"Iya, Tuan Beng. " jawab Shi Ming acuh tak acuh.

__ADS_1


"Putri, kenapa kamu di tengah malam belum juga tidur? " tanya Beng Loan Ki nada perhatian pada Shi Ming.


Bersambung!!


__ADS_2