Pendekar Iblis Racun Cantik

Pendekar Iblis Racun Cantik
Ibukota Kekaisaran Fu.


__ADS_3

Shi Ming tidak pernah berhenti untuk membantai setiap orang yang berhubungan dengan keluarga Kekaisaran Fu yang dimulai dari kota kecil pintu masuk utama ke wilayah Kekaisaran Fu sampai ke pintu masuk utama ke ibukota Kekaisaran Fu.


"Gadis iblis kau seenaknya saja mendatangi kota pintu masuk utama ke ibukota Kekaisaran Fu..! " hardik sejumlah pasukan kota tersebut yang dipimpin oleh seorang jenderal yang membawa tombak besar di tangan kanannya dengan sikap gagah perkasa kepada Shi Ming.


"Aku mau membunuh kalian semua yang telah ku masukkan ke dalam daftar buku hitam di hati dan ingatanku.. "kata Shi Ming yang tetap duduk di atas punggung kuda hitam dengan sikapnya yang tenang sekali.


" Atas dasar apa kamu ingin membunuh kami semua, gadis iblis?? "tanya jenderal itu kepada Shi Ming dengan nada bengis.


" Balas dendam. "jawab Shi Ming yang langsung menyerang jenderal itu dengan pedang pusaka sekte gunung Ming di tangannya yang bergerak cepat ke arah jenderal itu yang segera gunakan tombaknya untuk menangkis serangan-serangan maut gadis cantik jelita itu.


Tranggg!


Tombak ditangan Jenderal itu terbelah menjadi dua oleh benturan pedang di tangan Shi Ming hingga Jenderal yang bernama Jenderal Zen Di ini terhuyung-huyung ke belakang dengan raut wajahnya yang begitu terkejut dengan kekuatan tangan gadis cantik ini.


" Jenderal Zen Di, kita tak boleh membiarkannya memperlakukan bangsa kita..! Mari kita habisi saja gadis iblis ini..! " seru para pasukannya yang telah menyerang Shi Ming dengan tombak tajam sekali.


Wutttzz!


Shi Ming melompat dengan mengangkat kaki -kaki kudanya lalu menggerakkan pedangnya ke sekitar serangan-serangan tombak pasukan di depannya yang membuat para pasukan tersebut terhempas ke tanah dengan tombak mereka itu telah menancap di dada mereka semua.


Werrr!


Jlebb!


Shi Ming menggunakan kaki depan kudanya itu menendang Jenderal Zen Di hingga tubuh pria itu membentur pintu masuk utama ke ibukota Kekaisaran Fu.


Duk!


Brakkk!


Tubuh Jenderal Zen Di remuk seketika itu juga di kota pintu masuk utama ke ibukota Kekaisaran Fu. Gadis ini tak diam di tempatnya saja tetapi ia sudah menerjang sejumlah pasukan yang telah menyerangnya dengan busur panah api yang meluncur ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Wirrrr!


Syuttt!

__ADS_1


Syutttt!


Shi Ming dengan tangkas menggunakan pedang di tangannya yang membentuk payung yang melindungi tubuhnya sekaligus menangkis tiap serangan-serangan yang dilontarkan oleh para pasukan panah api Kekaisaran Fu.


Trakkk!


Trakkk!!!


Trakkk!!


Trakk!!


Seluruh anak panah api yang meluncur ke arah Shi Ming telah berhasil diruntuhkan oleh Shi Ming dengan luarbiasa cepatnya sehingga gadis itu berhasil menyelamatkan dirinya sendiri.


"Serang kembali gadis iblis itu harus mati...! " perintah seorang wanita berpakaian mewah di atas tembok pintu masuk utama ke ibukota Kekaisaran Fu kepada para pasukan panah api Kekaisaran Fu yang terus menerus melancarkan serangan kepada Shi Ming.


Wirrr!!


Syuttt!!


Syuttt!!


Trakkk!


Crakk!!


"Gadis iblis.. Ku bunuh kauuu....! " hardik wanita cantik yang merupakan putri dari pangeran ke tujuh Kaisar Fu telah meluncur dari tembok pintu masuk utama ke ibukota Kekaisaran Fu ke arah Shi Ming dengan pedangnya yang mengancam keselamatan gadis remaja cantik jelita itu.


Wushhh!


Tranggg!


Tranggg!!


Pedang di tangan Shi Ming berkelebatan dengan kecepatan yang tidak bisa diukur karena pedang itu telah meluncur ke arah putri dari pangeran ke tujuh Kaisar Fu yang langsung tertebas lehernya oleh pedang di tangan Shi Ming.

__ADS_1


Crakk!


"Nona, berbahaya sekali kalau kita cuma bertiga menyerbu ibukota Kekaisaran Fu yang tentu saja di jaga ketat oleh para pasukan yang jauh lebih besar dan kuat daripada pasukan yang telah kita bunuh di sini. " kata Beng Loan Ki memberikan nasehat kepada Shi Ming.


"Nona,balas dendam tidak kami larang namun kita harus memakai rencana yang matang agar kita tidak mati konyol dengan menyerbu tanpa taktik yang matang. " kata Xue Yang dengan nada tenang memberi saran yang lebih baik lagi untuk Shi Ming.


"Aku tidak takut untuk mati tapi ya baiklah aku akan mencari akal untuk membasmi mereka semua di ibukota Kekaisaran Fu." kata Shi Ming yang memutar posisi kudanya lalu memacu kudanya ke arah pintu gerbang lain dari ibukota Kekaisaran Fu.


Xue Yang dan Beng Loan Ki terperanjat melihat Shi Ming memasuki ibukota Kekaisaran Fu dari pintu lainnya dengan sikap tenang sekali sampai keduanya segera menyusul gadis itu ke ibukota Kekaisaran Fu.


"Nona.. " panggil keduanya panik.


Keduanya telah menemukan Shi Ming duduk di kursi di kedai makan pinggir jalan Ibukota Kekaisaran Fu sambil menikmati secangkir teh segar dan makan bakpao.


"Tak perlu sepanik itu kalian berdua, tenang saja karena aku bisa mengatasi masalahku sendiri tanpa melibatkan kalian yang menjadi sahabat- sahabatku. " kata Shi Ming nada ringan sekali.


"Aku harus menjagamu demi hatiku yang sudah jatuh hati kepadamu, Nona. " kata Xue Yang yang tak bisa menutupi rasa tertariknya kepada Shi Ming.


"Aku juga harus menjagamu untuk Tuan mudaku yang masih memerlukan bantuanmu, Nona." kata Beng Loan Ki nada menegurnya.


"Hmm, baiklah, silakan kalian duduk dulu di kursi di depanku lalu nikmatilah secangkir teh segar dan bakpao enak ini sambil menikmati suasana di ibukota Kekaisaran Fu. " kata Shi Ming yang menyodorkan secangkir teh segar dan bakpao kepada keduanya.


"Ah, terimakasih banyak Nona." kata Xue Yang.


"Ya, Nona. " Kata Beng Loan Ki.


Shi Ming membuat keduanya pingsan dengan kepala keduanya menyentuh meja kayu didepan mereka lalu Shi Ming meninggalkan mereka di kedai makan pinggir jalan Ibukota Kekaisaran Fu secara diam-diam.Gadis cantik jelita itu telah melesat cepat sekali ke istana Kekaisaran Fu pusat pemerintahan Kekaisaran Fu.


Brrrr!


"Pendekar berhenti..! " terdengar suara seorang pria yang menahan gadis itu di jalan menuju ke Istana Kekaisaran Fu.


"Siapa kamu yang mencoba untuk menahanku di sini?? " tanya Shi Ming nada tajam kepada pria tampan yang tersenyum ramah kepadanya.


"Aku adalah Zhang Wu Ji Pendekar pedang Naga Hoa San Pai yang ingin Nona bersedia untuk bertemu dengan para sahabatku di kuil kosong di daerah selatan Ibukota Kekaisaran Fu. " jawab Pemuda tampan itu dengan senyuman ramah di bibir indahnya kepada Shi Ming.

__ADS_1


"Baiklah, Pendekar Zhang. " kata Shi Ming yang juga penasaran dengan sahabat-sahabat dari pemuda tampan itu.


Bersambung!!


__ADS_2