Pendekar Naga Merah (Part 1)

Pendekar Naga Merah (Part 1)
Berhati Batu


__ADS_3

Seseorang yang membentak mereka dengan kasarnya, menyuruh mereka menambang emas di sana. Orang itu memiliki suara bak petir yang menyambar, tangan yang berotot, dada kekar bagaikan baja, berkulit sawo matang, tinggi.


(Seseorang yang sudah tua terjatuh)


"Ayo bantu dia" ajak seorang warga yang berjalan dengan niat menolong.


"Ada apa ini?" tanya orang yang menjaga tempat itu.


"Dia kelelahan tuan, dari kemarin dia belum makan dan dia butuh istirahat" jawab salah satu warga yang menunjukkan belas kasihan.


"Pengawal!!" panggil orang itu dengan berteriak bagaikan petir datang. "Bawa orang ini dan biarkan orang ini istirahat".


"Baik" jawab singkat pengawal dengan membawa orang itu pergi.


Bukannya penjaga itu menolong orang itu justru ia di buang di tepi tebing yang curam. Hyoo Soo yang emosi dengan keadaan desa itu langsung menghampirinya. Ia berniat menghentikan penjaga itu.


Akan tetapi ada seorang warga yang mencegatnya dan membawanya ke rumah. Orang itu memberitahu kepada Hyoo Soo semua tentang desa Geum.


"Kenapa anda membawaku datang ke sini?, aku harus menghentikan orang berhati batu itu!!" Hyoo Soo yang sedang emosi.


"Aku tahu kau sangat marah dengan keadaan desa kami, akan tetapi dia bisa membunuhmu jika kau ikut campur urusannya" orang itu menjelaskan. "Namaku Park Ji Woon"


"Aku tidak bertanya namamu biarkan aku menghajar orang itu" dengan berjalan keluar pintu.


"Jika kau ingin menghentikannya, kau harus membutuhkan banyak sekali anak buah" Ji Woon dengan duduk menyeduh teh.


"Apa?, dia hanya sendiri, dan beberapa anak buah, dan itu kurang dari sepuluh" Hyoo Soo yang tengah berdiri dengan ekspresi marah.


"Kau salah, jika yang kau lihat itu salah, dia anak buah Choi Sang Hoon, dia raja yang licik. Dulu, kami memiliki raja yang murah hati dan desa kami yang dulu sangatlah damai. Banyak orang yang menginginkan desa kami karena kekayaannya, raja kami menjaga desa ini dengan cinta dan pada akhirnya... hiks... hiks..." jelas Ji Woon dengan menangis sedih.


"Desa kami hancur karena Sang Hoon, dia membunuh raja kami, menjadikan anak anak sebagai prajurit, seorang wanita di jadikan pelayaan, laki laki bekerja paruh waktu tanpa henti untuk menambang emas di desa ini, karena dia kami menderita. Apakah dewa mengutuk desa kami hiks... hiks..." Ji Woon melanjutkan kisah sedih desa ini.


"Apa bisaku bantu?" tanya Hyoo Soo dengan amarah yang meledak ledak dan mengepalkan tangannya berniat untuk balas dendam.


"Jangan bodoh kau sendirian dia sangat kuat. Pergilah dari sini jika kau masih ingin hidup" ucap Ji Woon dengan nada mengusir.

__ADS_1


Hyoo Soo pergi dari rumah Park Ji Woon. Ia pergi ke hutan dengan merenungkan cara agar bisa mengalahkan Choi Sang Hoon tanpa harus membuat bala pasukan. Selain itu Hyoo Soo belum mempelajari cara menyelesaikan tugas dari lembah naga sebelumnya.


Saat ia sedang merenungkan masalahnya ia melihat sebuah karapan yang sangat panjang lewat hutan. Akhirnya ia penasaran dengan karapan itu dengan niat mencaritahu kemana karapan itu pergi. Dia melihat bahwa karapan itu membawa banyak barang untuk pergi ke kerajaan Geum dan seorang putri.


"Jadi karapan itu membawa putri ya" Hyoo Soo yang sembunyi di semak belukar. "Aku jadi penasaran dengan putri kerajaan itu".


"Pengawal hentikan keretanya" perintah putri itu dari dalam kereta yang sangat mewah.


"Ada apa putri?" tanya seorang dayang.


"Aku ingin istirahat sebentar, dan aku lapar" jawab putri itu.


"Tapi putri sebentar lagi kita sampai ke kerajaan" ucap seorang dayang.


"Jadi kalian mengabaikan perintahku!!" putri itu keluar dari kereta.


"Aku tidak mau tahu, bangunkan tenda yang sangat megah dan aku mau istirahat, aku lapar!!" putri itu dengan angkuhnya memerintah seenaknya.


"Baik tuan putri" ucap semua dayang secara bersamaan dengan berjalan membangunkan tenda putri angkuh itu.


"Jadi sifat putri itu sangat angkuh dan sombong ya, ugh dasar putri tidak tahu diri menyebalkan sekali" Hyoo Soo yang geram akan tingkah laku putri itu.


Setelahnya ada 4 orang yang datang ke sana. Orang orang itu penjaga yang bersembunyi dan hanya datang saat waktu genting saja. Para perampok itu tergeletak tak bernyawa karena 4 orang itu sangatlah kuat bela dirinya.


(Sebuah anak panah menuju seorang penjaga)


"Akh"


"Ada penyusup!!" teriak salah satu penjaga dengan bersiap siaga.


"Tuan putri anda harus tetap di sini karena ada beberapa perampok yang datang" ucap seorang dayang dengan menundukkan kepala hormat.


"Serangggg!!!" kata pemimpin perampok itu.


"Hya..."

__ADS_1


"Akh"


(Semua pengawal dibantai tanpa sisa. Pemimpin perampok itu berjalan mendekati tenda tuan putri)


Tiba tiba ada seseorang yang datang dengan cepat bak kilat yang datang.


"Siapa kalian?!!, berani sekali kalian mengganggu diriku" Pemimpin perampok itu dengan kasarnya berbicara.


"Rae Sang" perintah salah satu pengawal yang menjaga tuan putri.


(Dengan berjalan pelan,tiba tiba dia berari secepat kilat)


"Akh"


"Akh"


"Akh"


(Semua perampok itu tumbang tanpa tersisa satupun)


"Ternyata mereka hanyalah perampok yang lemah, aku jadi bosan" Rae Sang yang meremehkan.


(Tuan putri berjalan keluar dari tenda)


"Kalian datang tepat waktu" putri itu berdiri di depan tenda dengan tersenyum. "Aku merasa sedikit bosan di sini".


"Tuan putri" keempat pengawal itu dengan sedikit membungkuk hormat. "Kami telah diperintahkan langsung jadi kami akan sampai tepat pada waktunya".


"Baiklah aku mulai bosan, aku mau segera kembali ke istana" putri itu dengan memasang ekspresi cemberut dan sombong.


"Baik" keempat pengawal itu menjawab dengan bersamaan.


Putri sombong itu kembali dengan menaiki keretanya dan meninggalkan barang barang putri itu di tengah hutan dan hanya membawa barang yang berharga saja. Hyoo Soo yang bersembunyi di semak semak merasa sangat ingin menampar pipi putri itu karena sifatnya yang sombong.


Hyoo Soo menghampiri barang barang yang ditinggalkan putri angkuh itu. Ia memiliki niat untuk mengambil barang barang yang ada di karapan dengan tujuan memberikannya kepada penduduk desa. Hyoo Soo tidak pernah menyangka bahwa kehidupan zaman dulu sangat berbeda dengan zaman modern sekarang ini.

__ADS_1


Di zaman lampau yang penuh penindasan dan tanpa belas kasihan sedikit pun kepada rakyat jelata. Hyoo Soo merasa bersyukur karena dirinya tidak pernah merasakan penindasan yang begitu kejam.


"Barang barang ini, bisa sangat berguna untuk penduduk desa, aku akan membawanya dan memberikan kepada warga" Hyoo Soo dengan penuh keceriaan membawa barang barang itu ke desa Geum.


__ADS_2