Pendekar Naga Merah (Part 1)

Pendekar Naga Merah (Part 1)
Meningkatkan Kemampuan


__ADS_3

Sesampainya di markas Gajah Hitam, mereka langsung menuju lembah naga yang ada dibukit yang jaraknya tidak terlalu jauh, saat menaiki tangga mereka berpapasan dengan Yoo Ha dan rekannya. Yoo Ha juga baru saja menyelesaikan misi pertamanya, Yoo Ha mendapat misi untuk pergi ke subuah desa dengan menyelesaikan masalah yang ada didesa itu.


"Oi...!! Yoo Ha....!!" panggil Hyoo Soo dari kejauhan.


"Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Yoo Ha.


"Aku kesini untuk memberikan laporan tentang desa yang sudah kami selesaikan" jawab Hyoo Soo.


"Aku juga baru saja menyelesaikan misi pertama kami" jawab Yoo Ha datar.


"Aku bisa merasakan aura yang berbeda darinya, ternyata dia berkembang cepat sekali" Hyoo Soo merasakan perkembangan Yoo Ha.


Mereka bersama sama melaporkan misi yang mereka selesaikan kepada pendekar agung, saat memasuki ruangan pendekar agung, banyak kertas berserakan dimana mana, sungguh tidak rapi. Banyak permintaan dari berbagai wilayah yang tersebar dimana mana, karena pendekar agung banyak pekerjaan dan ada yang ingin memberi tahu laporan tentang misi yang diselesaikan ksatria pendekar, pendekar agung memberikan sedikit waktu.


Pertama mereka memberikan hormat kepada pendekar agung, cara hormatnya tidak biasa, lembah naga memiliki hormat yang unik. Cara hormatnya yaitu, tangan kanan diletakkan didada kiri dan melipat semua jari kecuali jari kelingking. Bagi anggota baru masih belum mengerti bagaimana cara hormat dan artinya, dengan cepat Yun Ka menjelaskan maksud dari hormat tersebut.


"Maksud dari hormat tersebut adalah semua pendekar memiliki janji didada mereka untuk menjadi ksatria sejati dan harus menolong orang yang lemah. Dan juga menyelesaikannya dengan sebaik baiknya" jelas Yun Ka.


"Oh.... jadi begitu ya" Yu Ra baru faham.


"Nah jadi bagaimana misi kalian?" tanya pendekar agung.


"Misi kami harus melawan singa yang sangat buas dihutan dan ternyata singa buas itu dikendalikan oleh seseorang menggunakan kekuatan pinjaman" jawab Hyoo Soo.


"Mengendalikan singa dengan kekuatan pinjaman?" Pendekar agung bingung.


"Orang itu bukan seorang pendekar" tambah Yu Ra.

__ADS_1


"Baiklah kalian menyelesaikan misi pertama dengan sangat bagus, lalu bagaimana dengan misi kalian?" tanya pendekar agung kepada tim Yoo Ha.


"Misi kami harus menghentikan seorang pendekar kelas tinggi" jawab salah satu rekan Yoo Ha seorang perempuan.


"Pe- pendekar kelas tinggi dimisi pertama?" Yu Ra yang tidak percaya.


"Hebat, dia bisa mengalahkan pendekar kelas tinggi?" Hyoo Soo menatap Yoo Ha sampai menganga.


Setelah melaporkan misi kepada pendekar agung Hyoo Soo dan yang lainnya keluar meninggalkan ruangan. Saat berjalan beberapa meter dari sana Hyoo Soo merapatkan gigi dan mengepalkan tangannya erat erat, dirinya mengingat Yoo Ha yang berkembang dengan cepat.


Dan dirinya mengatakan bahwa ia ingin Yoo Ha menjadi rivalnya karena, entah mengapa Hyoo Soo sangat ingin lebih dekat dengan Yoo Ha. Tetapi Yoo Ha sama sekali tidak tertarik pada hal itu dan Yoo Ha mengatakan itu sama sekali tidak menantang apa lagi orang yang mengatakannya adalah orang yang lemah seperti Hyoo Soo.


Perkataan yang sama sekali tidak enak didengar itu membuat Hyoo Soo sangat marah dan kesal, Yoo Ha sama sekali tidak mempedulikan kekesalan Hyoo Soo kepada dirinya. Yoo Ha melangkah pergi meninggalkan semua orang yang ada disana, saat meninggalkan semua orang beberapa langkah Yoo Ha mengatakan ia mau menjadi rival Hyoo Soo dengan satu syarat, Hyoo Soo harus bisa melampui kekuatan dan kemampuan Yoo Ha.


Saat mendengar syarat yang diajukan Hyoo Soo mulai bersemangat, ia mengajak Yun Ka dan Yu Ra segera kembali ke markas agar dirinya bisa berlatih. Sesampainya dimarkas Hyoo Soo pergi ke sungai untuk melatih kekuatannya, perlahan lahan dia menarik nafas dan duduk disebuah batu yang ukurannya lumayan besar. Ia berkosentrasi untuk menyerap energi alam dan menyatukannya dengan tenaga dalam.


Beberapa saat kemudian dirinya tidak bisa menyerapnya dan berkonsentrasi, dia terbatuk batuk yang mengakibatkan dadanya terasa sesak dan sakit. Dia mencobanya berkali kali hingga malam, karena sudah malam dirinya memutuskan untuk kembali ke markas untuk beristirahat dan memulai hari ketika dia bangun.


Putri angkuh itu memerintahkan prajuritnya untuk membunuh Hyoo Soo karena Hyoo Soo telah membunuh kakaknya, tanpa basa basi putri itu memerintahkan prajurit sebanyak 500 orang. Untuk meningkatkan kemampuan miliknya dirinya justru merasa senang.


"Kau ini siapa?" Hyoo Soo yang tak mengenal putri angkuh itu.


putri angkuh itu menjawab dengan nada kesal dan marah, " Aku adalah putri dari kerajaan Gonggwa".


"Kerajaan Gonggwa?, aku belum pernah mendengarnya. Memangnya dimana kerajaan itu?" tanya Hyoo Soo.


"Kau yang telah membunuh kakakku Choi Sang Hoon" jawabnya dengan wajah marah.

__ADS_1


Hyoo Soo berfikir sejenak, "Oh.... maksudmu


orang berhati batu itu yang menindas warga desa Geum ya".


"Apa katamu?, prajurit bunuh dia!!" perintahnya.


(Hyoo Soo bertarung melawan prajurit putri yang memiliki dendam kepada dirinya)


Elemen api : Badai Api


(Hyoo Soo membuat badai api yang sangat besar dari yang pernah dia gunakan, dan semua prajurit tumbang)


"Dengarkan aku, aku...." Hyoo Soo belum mengatakan semua yang ingin ia katakan dan putri itu menyerangnya menggunakan pedang.


"Tunggu aku tidak berniat untuk melukaimu".


Putri itu tidak mendengar ucapan Hyoo Soo, "Aku tidak peduli dengan ucapanmu yang aku inginkan adalah nyawamu".


"Cih, sialan dia tidak mau mendengar ucapanku" Hyoo Soo yang hanya dari tadi menghindar.


(Hyoo Soo memukulnya hingga terjatuh)


"Apa kau baik baik saja?" tanya Hyoo Soo dengan berjalan menghampiri putri itu.


"Jangan mendekatiku!!" putri angkuh dan sombong tersebut berdiri dan berlari meninggalkan Hyoo Soo.


Disaat Hyoo Soo ingin mengejarnya dia tidak bisa karena ia harus pergi berlatih untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan miliknya agar dirinya bisa melampaui Yoo Ha. Hyoo Soo bergegas ke sungai, saat menuju ke sungai ia terus memikirkan bagaimana putri itu sekarang. Saat berlatih pun ia tidak merasa tenang dan ingin sekali menjelaskan semua kesalah pahaman yang terjadi.

__ADS_1


Sebaliknya putri angkuh tersebut dalam perjalanan menuju kerajaan tempat ia tinggal, saat diperjalanannya ia justru dihadang oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Untuk melawan sekelompok orang orang itu sangat tidak mungkin karena tenaganya sudah habis melawan Hyoo Soo tadi.


Selain itu tangannya juga terluka akibat terlalu sering berlatih pedang, putri itu hanya terdiam dan tidak melawan meskipun awalnya ia masih bisa berkata sombong. Disaat orang asing itu menyerang, Hyoo Soo datang tepat waktu untuk menolong dirinya yang sedang terdesak.


__ADS_2