
Mereka tergeletak lemas dan kehilangan banyak tenaga, disaat yang bersamaan datanglah elang yang ingin memangsa ular ular tersebut. Ular dan elang saling menyerang satu sama lain itulah kesempatan emas untuk mengalahkan para ular tersebut, mereka bangkit dan menyatukan kekuatan untuk menyerang keduanya.
Kekuatan gabungan : Power Unifier
(Mereka semua menggabungkan kekuatan)
"Berhasil" semangat Hyoo Soo.
Yu Ra duduk di tanah, "Fiuh.... syukurlah kita bisa mengalahkan mereka".
"Tenaga dalamku sudah habis" Yoo Ji berbaring di tanah.
(Tak lama kemudian datanglah raja ular)
"Ma- makhluk apa itu?!" Yu Ra kaget dengan kedatangan raja ular.
"Dia raja ular, semuanya waspada!!" ucap Hae Rin.
Elemen api : Dragon Fire
(Hyoo Soo mencoba menyerangnya dengan menggunakan naga api, namun kekuatan Hyoo Soo bagaikan krikil kecil yang menyentuh tubuh ular)
"Kabur.....!!!!" Hyoo Soo berlari sekuat tenaga.
__ADS_1
"Dasar bocah sialan!!, jika kau tidak menyerangnya dan kabur pasti tidak akan seperti ini!!!!" Lee Yoo dan semuanya berlari sekuat tenaga.
Berlari sekuat tenaga mereka bersembunyi di sebuah gua yang letaknya tidak jauh dari pohon buah persik berada, Yu Ra yang kesal memukul kepala Hyoo Soo dengan sangat keras dan menyalahkannya. Untuk sementara waktu Yun Ka berpendapat untuk beristirahat sejenak di sana apa lagi tenaga dalam mereka sudah terkuras, semuanya setuju apa lagi mereka tidak mungkin bisa melawan.
Malam hari pun datang mereka tertidur di gua tersebut, tiba tiba tanah mulai lembek dan mereka terjatuh entah kemana. Kejadian mencurigakan itu membuat semuanya terbangun kecuali Hyoo Soo yang terlihat sangat kelelahan dan tertidur lelap, mereka berada di tempat yang berbeda beda dan terpisah. Untuk segera kembali dan menemui yang lainnya mereka bergegas mencari jalan, Hyoo Soo yang tidur tidak menyadari bahwa di dekatnya ada seekor tikus tanah yang ukurannya raksasa dan mengerikan.
Ia memeluk tikus tersebut, merasa ada yang aneh dirinya terbangun dari tidurnya. Melihat ada tikus tanah raksasa ia berlari tunggang langgang entah kemana, melarikan diri itu sangat percuma satu satunya cara adalah melawannya. Ia mencoba nelawannya dengan badai api, kepanasan dengan api milik Hyoo Soo dan kumisnya terbakar tikus tersebut melarikan diri.
Disisi lain Hae Rin juga melawannya dan mampu mengalahkannya dengan sekali serang dengan pedang miliknya, Yoo Ji melawannya dengan memasak dan memberinya makanan tikus tersebut memakan masakan Yoo Ji dan tidak lama setelahnya tikus tersebut mati. Yu Ra melawannya dengan menggunakan pedang cahaya dan mencincang tubuh tikus itu, Yee Gi menyerangnya dengan menggunakan boneka yang ia kendalikan.
Ran Lee menyerangnya dengan menggunakan sebuah kertas, ia menyobek kertas dari buku yang ia bawa dan menajamkan kertas tersebut serta berusaha menyerangnya, Yun Ka menyerangnya dengan menggunakan akar dari dalam tanah. Lee Yoo menyerangnya menggunakan angin disekitar tikus tersebut dan membuat luka yang cukup parah kepada tikus itu, Ya Ru menyerangnya dengan menggunakan petir miliknya hingga tikus tersebut gosong. Yang Soo menyerangnya dengan menatap tikus tersebut dan seketika tikus itu tergeletak tak dapat bangun kembali.
Setelah mengalahkan semua tikus yang mereka hadapi, mereka melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari jalan keluar. Terlihat ruangan yang sangat luas di depan mereka, tak menunggu lama mereka berlari ke ruangan tersebut yang mereka kira adalah jalan keluar. Sesampainya di ruangan tersebut mereka terkejut, mereka berada di tempat yang amat luas dan terdapat banyak jalan.
"Kenapa ada tikus tanah di sini?!" Yu Ra panik.
"Sebenarnya dari mana mereka?" Lee Yoo juga sedang kesulitan.
"Jika mereka ada sebanyak ini mana mungkin bisa dilawan seorang diri?" Hae Rin mencoba mencari cara.
Elemen pengubahan : From Stone To Sword
(Hae Rin mengambil batu dan diubah menjadi pedang)
__ADS_1
Hyoo Soo yang kebingungan, "Bagaimana ini mereka banyak sekali, kalau aku menyerangnya seorang diri aku akan mati!!"
"Kalian pasti mendengarkukan!!!" teriak Hae Rin.
"Hae Rin?" Yun Ka yang bingung.
"Satu satunya cara adalah bunuh mereka semua!!, jangan sampai kalah dari mereka!!" teriaknya.
Lee Yoo mengepalkan tangannya dan menyatukannya bersemangat, "Kalau Hae Rin sudah berkata begitu tidak ada cara lain lagi, bersiaplah menjadi tikus tanah cincang".
"Aku memang tidak terlalu mengerti apa yang sudah terjadi, tetapi aku akan membakar kalian yang menghalangiku" tangan Hyoo Soo berkobar api.
Pertarungan melawan tikus tanah itu dimulai, masing masing dari mereka harus bisa mengalahkan tikus tanah tersebut, melawan beberapa tikus tanah memang tidaklah terlalu berat akan tetapi tikus tanah tersebut bermunculan tanpa henti. Tempat Hyoo Soo berada yang sudah dipenuhi oleh tikus tanah ia memilih salah satu jalan yang membuat mereka menjadi satu dan membakar mereka semua bersamaan, disisi lain Yu Ra yang sudah kelelahan dan sempat beberapa kali akan terjatuh masih berusaha bertahan.
Tenaga dalam Lee Yoo juga sudah mulai menipis dan kekuatan anginnya mulai melemah, Yun Ka yang sudah mulai kehabisan tenaga juga masih tetap bertahan walau nafasnya ternganga. Sesampainya Hyoo Soo di sebuah jalan buntu dan menyatukan mereka serta membakarnya secara bersama sama, usahanya membakar semua tikus tersebut berhasil. Mengusap dahinya yang berkeringat dan duduk kelelahan secara mendadak ia terjatuh ke tempat yang berbeda.
Ditempat tersebut ia menemukan sebuah ruangan rahasia dan terdapat sebuah buku catatan, tidak jauh dari sana terdapat jasad seorang kakek yang sudah tua. Jasad kakek tersebut mengering dan membuat Hyoo Soo ketakutan, ia berjaan untuk mengambil buku tersebut. Alangkah kagetnya dirinya karena dibuku tersebut adalah semua kunci untuk mengalahkan semua makhluk yang ada di hutan terlarang, serta ada beberapa lembar kertas yang kakek tersebut catat adalah hari dimana ia sebelum di sana dan mengapa dia pergi ke hutan terlarang.
"Aku seorang Pendekar suci dari timur yang di kenal sebagai Pendekar suci matahari agung, namun pada suatu hari sang Raja dari kerajaan Henju memerintahkanku untuk mengambil buah persik yang ada di hutan terlarang setelah pertarungan besar besaran antar Pendekar terjadi, aku di sini telah menaklukkan banyak binatang buas. Penghuni yang ada di hutan terlarang adalah makhluk pinjaman dari dewa maupun iblis, sayangnya tuan mereka telah meninggal, pada akhirnya mereka murka dan bringas. Sejujurnya mereka adalah makhluk yang membutuhkan tuan baru, siapa pun yang menemukan buku ini tolonglah para hewan buas tersebut mereka hanyalah hewan yang kesepian dan menginginkan tuan baru" Kata kata yang di tinggal oleh Pendekar Suci Matahari Agung.
"Jadi begitu ya kakek Pendekar Suci Matahari Agung" Hyoo Soo menghela napas kasihan.
Hyoo Soo membawa jasad Pendekar Suci Matahari Agung untuk mengantarkannya ke peristirahatan terakhirnya, ia juga membawa buku yang ditinggalkan oleh kakek. Sementara itu semua teman temannya masih berusaha mengalahkan tikus tanah yang bermunculan.
__ADS_1