Pendekar Naga Merah (Part 1)

Pendekar Naga Merah (Part 1)
Kenapa Harus Aku?


__ADS_3

Kami pun kembali ke Korea dan mencuri pengusaha kaya. Kami mendapat informasi bahwa pengusaha itu memiliki anak buah yang sangatlah banyak, meski begitu kami tidak akan menghentikan langkah kami untuk mencuri pengusaha tersebut.


Didalam Pesawat


"Hei, Soo Bin" panggil Young Jin yang tengah memakan steik iga.


(Soo Bin tidak mendengar panggilan Young Jin karena ia sedang sibuk dengan permainannya)


"Hei Young Jin memanggilmu" ucap Eun Hee dengan menyenggol lengan Soo Bin.


"Hm, ada apa?" tanya Soo Bin yang sedikit kebingungan.


"Saat kita sampai di Korea nanti kau harus membantu Dong Hwa" ucap Young Jin dengan mengunyah steik.


"Iya aku tahu" ucap Soo Bin yang kembali memainkan gamenya.


Sesampainya kami di apartemen di Kota Daegu.


"Huh, akhirnya kita sampai juga" ucap Hyoo Soo yang sedikit lelah.


"Wah ternyata disini pemandangannya indah sekali" ucap Young Jin yang kagum kepada kota Daegu dari jendela apartemen.


"Hei kau ini warga Korea kenapa kau baru sadar?" tanya Dong Hwa dengan mengambil air.


"Kita ini adalah pencuri dan kita adalah buronan, kita sering ke luar kota, keluar negeri. Dan kita tidak pernah menikmatinya, kita hanya terus lari dan lari" ujar Young Jin dengan menerangkan.


"Sudah sudah cepat bereskan barang barang kalian" ucap Eun Hee dengan memerintah.


"Iya kami akan membereskannya" ucap Dong Hwa dengan membawa kopernya dan berjalan kekamar.


Kami pun mengistirahatkan tubuh kami dikamar kami. Pendekar itu kembali untuk memberi tahu kepada Hyoo Soo.


("Hentikanlah Pendekar Naga Hitam untuk menyelamatkan dunia Hyoo Soo" ucap Pendekar itu dengan berdiri didepan Hyoo Soo.


"Kenapa kau bisa mengetahui namaku?" tanya Hyoo Soo yang ingin tahu.


"Karena kau akan menjadi Pendekar Naga Merah" jawab Pendekar itu kepada Hyoo Soo.


"Apa, kenapa harus aku?" tanya Hyoo Soo yang menolaknya.


"Kau, tidak bisa, ari dari takdirmu" jawab Pendekar itu sebelum ia pergi.)


"Hyoo Soo" panggil Eun Hee dengan membangunkan Hyoo Soo dari tidurnya.


(Perlahan membuka matanya dan terbangun dari tidurnya yang lelap)


"Ah, ada apa?" tanya Hyoo Soo yang sedang berbaring diranjangnya.


"Ini sudah pagi, dan kita harus menyusun rencana untuk mencuri pengusaha kaya" ucap Eun Hee dengan berjalan menuju pintu.


"Hah" keluh Hyoo Soo yang sedikit masih mengantuk.


Kelompok pencuri itu pun menyusun rencana untuk mencuri pengusaha kaya asal Korea itu.

__ADS_1


"Eun Hee akan mencari informasi tentang pengusaha itu, nama pengusaha itu Han Dong Seok. Usahakan kau tidak ketahuan" ucap Dong Hwa dengan menerangkan.


"Jangan meremehkanku" ujar Eun Hee dengan meminum jus wortel ditangannya.


"Hyoo Soo dan Young Jin akan mencuri pengusaha itu. Soo Bin akan menyamarkan jejak kalian dengan itu kalian tidak akan ketahuan. Dan aku akan menghapus jejak kalian setelah mencuri, dengan itu kalian tidak akan tertangkap oleh polisi, atau pun anak buah Han Dong Seok" ucap Dong Hwa dengan menjelaskan rencananya.


("Hentikanlah Pendekar Naga Hitam untuk menyelamatkan dunia Hyoo Soo" Hyoo Soo yang melamun dan memikirkan perkataan Pendekar itu.


"Sebenarnya apa yang dia maksud?" Hyoo Soo yang tengah kebingungan akan perkataan Pendekar itu.)


"Hyoo Soo" panggil Dong Hwa.


"Hei!!!" panggil Dong Hwa dengan melempar cerry yang ada dimeja.


"Eh, apa?" jawab Hyoo Soo dengan kebingungan yang sempat kaget.


"Dasar kau ini, apa kau mendengar perkataanku?" tanya Dong Hwa yang sedikit marah dan kesal.


"Ah, iya, te- tentu saja, aku tadi mendengar apa yang kau katakan" jawab Hyoo Soo yang terbata bata.


"Hah kau ini. Memangnya apa yang sedang kau pikirkan Hyoo Soo?" tanya Young Jin yang tengah mengunyah apel dimulutnya.


"Ah, aku tidak memikirkan apa apa" jawab Hyoo Soo dengan ekspresi menyembunyikan sesuatu.


(Zing. Dong Hwa memperhatikan Hyoo Soo dengan tatapan curiga)


Dong Hwa curiga dengan sikap Hyoo Soo akhir akhir ini, karena ia selalu melamun dan tidak fokus. Pada akhirnya Dong Hwa bertemu Hyoo Soo di atap apartemen dan bertanya, apakah Hyoo Soo mempunyai masalah.


"Hyoo Soo" panggil Dong Hwa dari belakang.


"Ada apa?" tanya Hyoo Soo yang tengah berdiri melihat keindahan Kota Daegu dari atap apartemen.


"Aku ingin bertanya sesuatu kepadamu" jawab Dong Hwa yang berjalan menuju kearah Hyoo Soo dan berdiri disampingnya.


"Apa, kau mempunyai masalah?" tanya Dong Hwa dengan menatap Hyoo Soo.


"Masalah?" ucap Hyoo Soo yang sedikit kebingungan


"Iya, aku perhatikan, kau akhir akhir ini selalu melamun dan tidak fokus dengan pekerjaanmu" ujar Dong Hwa dengan ekspresi yang ingin mendengar jawabannya dari Hyoo Soo.


"Ah, soal itu, aku. Aku hanya sedikit lelah saja jangan khawatir" ucap Hyoo Soo dengan tersenyum.


"Hm.... Jadi begitu ya" ucap Dong Hwa dengan tersenyum tipis.


"Kenapa kau bertanya aku mempunyai masalah?" tanya Hyoo Soo yang ingin tahu alasan Dong Hwa bertanya tentang masalah Hyoo Soo.


"Aku sering melihatmu tidak fokus dengan pekerjaan, jadi aku khawatir dengan dirimu" jawab Dong Hwa dengan ekspresi khawatir.


"Ah, jadi begitu ya. Kau jangan khawatir, aku tidak apa apa" ucap Hyoo Soo dengan tersenyum.


Kami kembali dan menemani Eun Hee melancarkan aksinya di tengah malam di sebuah club.


"Apakah kau sudah selesai dengan urusanmu?" tanya Young Jin kepada Eun Hee yang sedang memakai lipstik.

__ADS_1


"Sudah" jawab Eun Hee yang baru selesai memakai lipstiknya.


"Masuk dan carilah infomasi sebanyak banyaknya" ucap Dong Hwa kepada Eun Hee yang tengah memperhatikan orang orang dari parkiran.


(Eun Hee keluar dari mobil dengan berpenampilan memakai hak tinggi berwarna hitam, memakai lipstik merah, rok yang yang panjangnya seatas dengkul, dan ia memakai kaos sederhana yang menampilkan kesexsyannya)


Didalam club


"Hai, boleh aku duduk?" tanya Eun Hee kepada seorang laki laki yang tengah duduk dan meminum alkohol.


(Laki laki itu melihat Eun Hee dari kaki sampai rambut)


"Tentu kenapa tidak" jawab laki laki itu dengan mrnunjukkan senyum smirknya.


"Apakah kau ini tahu, kalau kau sangat menawan dan sexsy" ucap laki laki itu dengan tersenyum.


"Em, benarkah, bagaimana kalau kita pergi ke tempat, untuk kita berdua" goda Eun Hee dengan berdiri didekat laki laki itu dan memegang dasi yang ia kenakan.


"Kenapa tidak" ucap laki laki itu dengan tersenyum.


Akhirnya pun Eun Hee mengajak ke tempat yang sepi untuk melancarkan aksinya.


"Disini sepi" ucap laki laki itu dengan tersenyum.


"Kau benar" ucap Eun Hee dengan mengambil korek api yang ia bawa.


"Perhatikanlah api ini. Kau akan menjawab semua pertanyaanku, kau mengerti" ucap Eun Hee dengan menghipnotis.


(Laki aki itu terhipnotis)


"Berapa banyak anak buah Han Dong Seok?" tanya Eun Hee dengan berdiri didepannya.


" Dia memiliki anak buah sekitar 3.000 yang bekerja aktif dan pengganti sekitar 700" jawab laki laki itu dengan terhipnotis.


"Berapa senjata yang mereka punya?" tanya Eun Hee lagi kepada laki aki itu.


"5.000 pistol, dan 876 orang memiliki kemampuan bela diri yang tidak bisa dianggap remeh" jawab laki laki itu.


"Ternyata begitu ya" ucap Eun Hee yang sedikit khawatir.


Eun Hee pun pergi meninggalkan orang itu yang sedang terhipnotis di tempat sepi.


(Eun Hee berjalan menuju mobil yang di kendarai rekannya itu dan masuk kedalam mobil)


"Apa kau mendapatkan informasinya?" tanya Dong Hwa yang ingin tahu informasi yang telah ia ketahui dari laki laki itu.


"Dia mempunyai 3.000 anak buah yang aktif dan 700 anak buah pengganti. Pengusaha itu mempunyai 5.000 pistol dan 876 anak buah yang sangat ahli dalam seni bela diri yang tidak bisa dianggap remeh" jawab Eun Hee dengan menjelaskan apa informasi yang ia ketahui.


"Jadi begitu ya" ucap Young Jin yang tersenyum.


"Baiklah kita kembali ke apartemen" ucap Dong Hwa dengan menyetir mobil.


Setelahnya mereka kembali ke apartemen.

__ADS_1


__ADS_2