Pendekar Naga Merah (Part 1)

Pendekar Naga Merah (Part 1)
Bersatu


__ADS_3

Hyoo Soo pergi ke kerajaan Sang Hoon seorang diri dengan tangan kosong. Sesampainya ia ke sana Hyoo Soo terbelalak tidak percaya apa yang ia lihat. Dia melihat banyak sekali prajutit yang ada di sana.


"Bagaimana aku bisa melawan jika musuhku sebanyak itu" Hyoo Soo yang tidak percaya diri. "Apakah aku harus mundur?, tidak, aku tidak boleh pergi dari sini, jika aku pergi bagaimana dengan penduduk desa dan tugasku".


Dengan tekad yang ada di dadanya itu Hyoo Soo pergi tanpa takut sedikit pun. Saat Hyoo Soo sampai di kerajaan banyak prajurit yang datang dengan membawa pedang di pinggul, pedang di angkat tinggi dan mengarahkannya kepada Hyoo Soo.


Hyoo Soo terdesak, seketika ia bertarung dengan tangan kosong. Menghajar pipi menendang perut, mengahajarnya habis habisan. Tidak berselang lama kemudian ia terkena anah panah di lengan kirinya. Di tambah lagi banyak sekali prajurit mengepungnya.


Karena ia terkepung ia hanya bisa pasrah, Choi Sang Hoon datang melihat Hyoo Soo seperti seorang pecundang dari kerajaannya. Sang Hoon tertawa sangat keras yang memekakkan telinga. Dada Hyoo Soo merasa terbakar karena Sang Hoon menertawakan dirinya dan memanggilnya seorang pecundang.


Tiba tiba terdengar suara yang keras berasal desa Geum. Ternyata warga desa Geum telah setuju untuk bersatu melawan penindasan Sang Hoon. Sang Hoon yang tidak percaya apa yang ia lihat langsung memerintahkan semua pasukannya untuk bersiap menghentikan pemberontakan yang dilakukan warga Geum.


"Mereka?" Hyoo Soo yang tidak percaya.


"Kami warga desa Geum akan melawan semua penindasanmu Sang Hoon!!!" teriak Sang Yoo yang memimpin.


"Kami akan mengusirmu dari desa kami!!" teriak Ji Woon bersemangat.


"Perintahkan semua prajurit untuk melawan mereka!!" perintah Sang Hoon sedikit khawatir.


"Hyaaa.....!!!"


"Hyaaa......!!!"


"Kalau begitu aku tidak akan kalah!!" semangat Hyoo Soo membara di dadanya.


Pertarungan pun tidak dapat di hindari pada malam yang dingin itu. Malam yang mempertaruhkan hidup untuk melawan penindasan yang sudah bertahun tahun lamanya. Semangat yang membara di dada adalah sumber kekuatan yang sangat diandalkan. Tidak lama kemudian datang 4 orang yang menjadi pengawal putri angkuh itu datang.


Semua warga banyak yang mati, terluka, dan hampir putus asa. Sang Yoo dan Hyoo Soo yang menjadi garda terdepan kalah dalam satu pukulan yang dilakukan salah satu dari 4 pendekar hebat itu. Mereka yang tak memiliki harapan seketika semangat kembali karena Hyoo Soo dan Sang Yoo.


"Kita tidak boleh kalah" ucap Hyoo Soo dengan berusaha bangkit dari tempatnya rebah dan bibir mengeluarkan darah. "Jika kami kalah kami akan merasa senang karena kami mati sebagai orang yang melawan suatu ketidak adilan".


"Itu benar, kami akan selalu dikenang sebagai pahlawan" sahut Sang Yoo.


"Bhuft, hahahaha... kalian dengar itu, dia mengatakan dikenang sebagai pahlawan, hahaha... kalian akan selalu dikenang sebagai seorang pecundang" Sang Hoon meremehkan.

__ADS_1


"Hahahaha..." prajurit Sang Hoon tertawa.


Sang Yoo merapatkan giginya dan bangkit dengan kekuatan yang hebat keluar dari tubuhnya.


"Jangan pernah merendahkan kami hanya karena kami rakyat jelata" Sang Yoo mengeluarkan energi hebat dari tubuhnya.


"Hyaaaa...!!!!!!"


Suara Sang Yoo dapat mengalahkan banyak prajurit hingga terpental jauh.


"Mustahil bagaimana mungkin?" Sang Hoon yang tidak percaya.


Hyoo Soo berlari mendekati kastil Sang Hoon untuk menangkapnya, akan tetapi ia di hadang oleh 4 pendekar hebat itu.


"Aku tidak akan pernah mundur dari sini" Hyoo Soo dengan tatapan pantang mundur.


"Tapi, sebelum itu kau akan mati" ucap salah satu pendekar wanita yang bernama Jung Je Kyo, ia memiliki paras cantik, mata indah, bibir imut, kulit putih, dengan membawa sebuah kipas yang ukurannya kecil.


"Serang dia!!" ucap Rae Sang dengan mata ingin membunuh Hyoo Soo.


"Jika aku melawan mereka sendirian aku bisa mati aku harus bagaimana?" Hyoo Soo yang hampir kalah.


(Tiba tiba Rae Sang menendang Hyoo Soo sampai terpental jauh).


"Uhk uhk" Hyoo Soo terbatuk dengan mengeluarkan darah.


"Untuk apa orang lemah seperti kalian melawan kami orang yang berada di atas kalian?, dan pada akhirnya kalian akan mati dengan sangat menyakitkan?" tanya Je Kyo tersenyum meremehkan.


"Kau akan mati di sini" sahut pendekar lain bernama Lee Sang Kyung, ia memiliki wajah sedikit menyeramkan, tinggi, tatapan sangar.


"Karena, kami memiliki hak untuk diperlakukan sama seperti sebuah harta negara, kami memiliki hak untuk bahagia, kami memiliki hak untuk tertawa, kami memiliki hak untuk kedamaian dunia, dan kami memiliki hak untuk suatu keadilan, jika seorang raja tidak bisa menegakkan suatu keadilan untuk rakyatnya pasti warganya tidak akan menerimanya sebagai seorang raja" Hyoo Soo mulai bangkit dari rebahnya.


(Seketika tubuh Hyoo Soo mengeluarkan energi yang tak terhingga, luka yang ada ditubuhnya pun menghilang).


"Tidak mungkin, mustahil" ucap salah satu pendekar yang bernama Park Hye Jin, ia memiliki tubuh tinggi, mata tajam, tampan.

__ADS_1


"Tidak akan kubiarkan kalian mengambil semua hak kami" Hyoo Soo mulai menyerang.


(Hyoo Soo berhasil mengalahkan ke empat pendekar itu dengan tangan kosong)


"Akh"


"Akh"


"Akh"


Semua pendekar itu tergeletak tak berdaya karena Hyoo Soo menghajar mereka. Sang Hoon pun menerima kekalahan dengan sangat memalukan, karena ia dikalahkan oleh rakyatnya sendiri. Sang fajar pun menyingsing dengan indahnya melengkapi kemenangan kami pada hari itu.


Malam yang akan selalu dikenang di pikiran semua rakyat mau pun Hyoo Soo yang menyaksikan kemenangan yang tak terduga dan mengharukan itu. Rakyat dengan rasa syukur yang di panjatkan di hati mereka, karena mereka tidak akan di injak injak lagi.


Anak anak bebas, wanita tidak dijadikan pelayan, laki laki tidak perlu kelelahan karena bekerja paruh waktu. Kebahagiaan yang sangat menyentuh hingga meneteskan air mata semua warga. Teriakan demi teriakan kemenangan dapat diingat dengan rasa bangga ditelinga mereka dari anak anak mau pun orang tua. Karena Sang Hoon mengakui kekalahannya desa Geum membutuhkan seorang pemimpin.


Dan pemimpin mereka adalah Shin Sang Yoo. Sang Yoo dinobatkan sebagai raja di desa Geum yang baru. Hari esok pun telah datang memulai kehidupan yang baru tanpa tangisan maupun keputus asaan. Hyoo Soo pun kembali ke perguruan, saat di tengah perjalanan menuju lembah naga, ada sebuah anak panah mengarah kepada dirinya.


"Ji Kyung?, kenapa kau mengarahkan anak panah kepadaku?, dan kau dari mana?,aku sudah menyelesaikan tugasku" Hyoo Soo dengan cemberut.


"Aku tahu, kau menyelesaikan misimu dengan sangat baik" Ji Kyung menunjukkan ekspresi puasnya karena keberhasilan Hyoo Soo.


"Bagaimana kau bisa tahu kalau aku sudah menyelesaikan misiku?" Tanya Hyoo Soo yang sempat kaget.


"Jangan banyak bicara ayo kita kembali ke lembah naga" ajak Ji Kyung dengan berjalan.


" Tapi katakan dulu bagaimana kau bisa tahu kalau aku sudah menyelesaikan misiku?" Hyoo Soo yang penasaran.


"Sudahlah jangan banyak bicara" dengan berjalan menuju lembah naga.


"Ayo jawab pertanyaanku dulu" Hyoo Soo yang ingin tahu sampai bersikap seperti seorang anak kecil


"Karena aku mengawasimu" jawab Ji Kyung dengan nada sangat pelan.


"Apa? aku tidak mendengarnya" keluh Hyoo Soo kerena tidak mendengar jawaban dari Ji Kyung. "Ayo katakan, katakan, katakan".

__ADS_1


"Dasar anak manja" gumam Ji Kyung dengan tersenyum.


__ADS_2