
"Apa kau baik baik saja?" tanya orang itu itu dengan melihat Hyoo Soo dari kejauhan.
"Aku baik baik saja terima kasih atas bantuannya" Hyoo Soo berterima kasih dengan sedikit memberikan rasa hormat.
Belpun berbunyi yang tandanya ujian hampir dimulai, semua peserta masuk ke dalam untuk mengikuti ujian tersebut. Untuk memberikan penyambutan pendekar agung memberikan sedikit pidato dan memulai ujiannya. Ujian yang diadakan berawal dari tingkat rendah dan sampai tingkat penentuan, banyak dari peserta yang berusaha sekuat tenaga. Hyoo Soo sangat percaya diri dengan kemampuan miliknya, ternyata dugaannya salah, ia tidak bisa melakukan apa apa disaat ujian tingkat rendah.
"Selamat datang semuanya aku sangat senang kalian bisa terpilih untuk datang ke lembah naga, dan saat inilah penentuan apakah kalian akan menjadi ksatria pendekar atau bukan jadi, berusahalah sekuat kemampuan yang kalian miliki" penyambutan pendekar agung.
"Jadi dia pendekar agung, sulit dipercaya aku kira pendekar agung sudah kakek kakek ternyata dia masih muda" ucap Hyoo Soo didalam hatinya dengan menatap pendekar agung tanpa berkedip dan mulut menganga.
"Jadi berjuanglah sekuat tenaga, mulai ujiannya" perintah pendekar agung.
Ujian dasarpun dimulai, ujian dasar ini berawal dari mematahkan 3 bata yang berwarna putih kecoklatan, ujian ini bertujuan untuk menilai fisik semua peserta yang ada. Akan tetapi batu bata itu bukanlah batu bata biasa, batu bata itu dibuat sekeras mungkin dan mustahil jika tidak menggunakan tenaga dalam yang sangat kuat. Awalnya banyak peserta yang mampu mematahkannya dan terlihat sangat mudah karena itu adalah ujian dasar, sayangnya Hyoo Soo belum pernah mematahkan batu bata sekeras itu sebelumnya.
(Hyoo Soo mulai mematahkan batu bata tersebut)
"Aw.... batu batanya keras sekali!!!" Hyoo Soo mengeluh.
Dan ujian selanjutnya adalah mematahkan kayu yang digantung dengan tenaga dalam, ujian ini mengandalkan konsentrasi yang amat tinggi dan tenaga dalam yang mumpuni. Sangat mustahil bagi Hyoo Soo untuk melakukannya karena ia belum pernah melakukan hal seperti itu saat dia ada dimasa depan. Dia tidak pernah menyangka bahwa pendekar dizaman lampau sangat bertenaga dan sangat kuat.
(Hyoo Soo mulai konsentrasi dan mengambil nafas)
"Hia...." Hyoo Soo mencoba mematahkannya dari jarak jauh.
(Tidak ada apa apa yang terjadi)
"Hahahaha" semua orang menertawakan Hyoo Soo.
"Orang seperti dia bagaimana bisa menjadi seorang ksatria pendekar" ejek salah satu peserta.
"Lebih baik dia pulang saja memalukan sekali" sahut murid lain.
Peserta selanjutnya adaah orang yang menolong Hyoo Soo tadi, dia mampu mematahkan kayu itu dengan sangat baik dan sangat singkat, karena kemampuannya banyak yang berteriak tidak jelas karena kagum dengan kemampuan yang dimilikinya, dan ditambah lagi dia lumayan tampan.
__ADS_1
(Orang yang menolong Hyoo Soo dengan mudah mematahkan kayu yang digantung)
"Dia... benar benar sangat hebat" Hyoo Soo yang kagum dengan kemampuan orang yang telah menolongnya.
Sampai akhirnya ujian terakhirpun datang, ujian ini adalah ujian dimana peserta bertarung satu lawan satu. Peserta bebas memilih lawannya sesuka hati, karena Hyoo Soo gagal dalam ujian pertama dan kedua banyak yang tidak tertarik melawannya karena hal tersebut dia kebingungan memilih lawan. Dan akhirnya ada yang bersedia melawannya.
"Bagaimana ini?, tidak ada yang mau melawan diriku" ucap Hyoo Soo didalam hatinya khawatir.
"Hei kau yang ada disana" panggil seseorang dari arah belakangnya, ia memiliki tubuh tinggi, rambut sedikit bergelombang, memiliki mata sedikit kehijauan, terlihat seperti seorang pembohong.
"Apa kau mau melawan diriku?" tawar orang
itu.
"Te- terima kasih sudah mau melawan diriku yang sudah gagal diujian pertama dan kedua" Hyoo Soo berterima kasih hingga matanya berkaca kaca.
"Baiklah, mari kita bertarung" ajak orang itu.
(Orang itu berjalan mendekati Hyoo Soo dan berbisik kepadanya).
"Lebih baik kau pergi dari sini pecundang rendahan, apa kau bisa mengalahkan diriku yang ada diatasmu ha?" tanya orang itu dengan berbisik didekat telinganya.
(Hyoo Soo hanya terdiam)
"Apapun yang terjadi, aku tidak boleh sampai kalah darinya" Hyoo Soo merapatkan giginya dan bertekad kuat.
"Mulai" ujian sudah dimulai.
(Hyoo Soo berlari kearahnya dan memukul perutnya dengan tangan dan api yang muncul ditangannya. Orang itu tergeletak tak sadarkan diri)
"Wah... hebat" puji murid yang menyaksikan.
"Andai saja aku yang menjadi lawannya" sahut peserta lain.
__ADS_1
"Ternyata dia benar benar sangat kuat" sahut yang lain.
"Kerja bagus Hyoo Soo" puji Ji Kyung didalam hati dengan tersenyum.
Selanjutnya adalah orang yang menolong Hyoo Soo, karena dia sangat kuat dia mendapatkan lawan yang cukup lumayan. Akan tetapi orang itu memiliki kemampuan yang ada diatasnya, dengan mudahnya dia hanya melawan dengan satu serangan dan lawannyapun tumbang.
"Mulai" ujian selanjutnya dimulai.
(Lawan orang yang menolong Hyoo Soo menyerang terlebih dahulu. Dengan melawan balik orang baik yang membantu Hyoo Soo menyerang dengan satu pukulan dan lawannyapun tak sadarkan diri)
"Wah.... hebatnya" puji peserta yang menonton.
"Dia benar benar sangat kuat" sahut yang lain.
Mataharipun telah hampir tenggelam dan para komandan datang, komandan komandan inilah yang akan memilih timnya yang baru. Saat ini semua peserta akan dipilih komandan untuk masuk skuad yang mana, saat giliran Hyoo Soo ia terpilih masuk ke skuad Black Elephent. Karena komandan Black Elephent tertarik dengan kemampuan bertarung Hyoo Soo ia mau agar Hyoo Soo masuk ke skuadnya.
Salah satu peserta yang memiliki banyak bakat dan lolos disemua ujian yaitu orang yang telah menolong Hyoo Soo, ia dipilih oleh semua komandan yang hadir. Setelah ujian selesai murid yang terpilih pergi ketempat markas masing masing milik komandan mereka. Karena semua markas dari masing masing komandan sangat jauh membutuhkan perjelanan selama 3 hari lamanya.
"Hei kau pergilah ke markasku dengan segera aku akan menunggumu disana jangan samai tersesat ya. Ngomong ngomong namaku Shin Hye Hwa, aku akan menunggumu" komandan itu pergi meninggalkan Hyoo Soo.
"Tu- tunggu" Hyoo Soo menahan Hye Hwa itu pergi sayangnya dia sudah pergi menghilang.
"Bagaimana aku bisa kesana, padahal aku tidak tahu tempatnya"
(Ada sebuah hulungan kecil yang jatuh diatas kepalanya)
"Eh?, apa ini?" Hyoo Soo yang membuka gulungan kecil itu.
(Ternyata surat tersebut berisi sebuah peta dan tertulis sebuah kata)
"Saat kau sudah berjalan selama satu hari akan ada seseorang yang menjemput dirimu" kata yang tertulis di atas gulungan tersebut.
"Kenapa jadi menyusahkan begini?" Hyoo Soo sedikit kesal.
__ADS_1