
Didalam mimpi
("Kau akan mewarisi kekuatan dan harus menghentikan Pendekar Naga Hitam" ucap Pendekar itu yang tengah berbicara kepada Hyoo Soo melalui mimpinya.
"Kau ini siapa,apa maksud dari ucapanmu?" tanya Hyoo Soo dengan berdiri didepan Pendekar itu.
"Kau tidak akan pernah bisa lari dari takdirmu, ingatlah itu baik baik" ucap Pendekar itu sebelum pergi.)
"Tunggu, tunggu, tunggu jangan pergi, jangan!!!" teriak Hyoo Soo dan akhirnya ia terbangun.
Dong Hwa yang berdiri didepannya kebingungan karena Hyoo Soo berteriak tidak jelas.
"Kau kenapa?" tanya Dong Hwa yang tengah berdiri menatap Hyoo Soo dengan kebingungan.
"Ah, tidak aku, aku bermimpi buruk saja" ucap Hyoo Soo dengan duduk diranjangnya dan tubuhnya yang berkeringat.
"Sepertinya kau sangat kelelahan, jika kau kelelahan sebaiknya kau pergi bersenang senang" ucap Dong Hwa yang berjalan dan duduk disamping Hyoo Soo.
Setelah sarapan aku pergi keluar untuk bersenang senang.Aku masih memikirkan siapa orang yang ada dimimpiku, dan kenapa dia mengatakan aku harus menghentikan Pendekar Naga Hitam, Sebenarnya siapa dia.
"Ini aku tadi membeli banyak makanan, anggap saja pesta untuk merayakan keberhasilan pencurian kita kemarin" ucap Eun Hee dengan menyambut kami yang keluar dari kamar.
"Wah... Makanannya banyak sekali, terima kasih ya Eun Hee" ucap Dong Hwa kepada Eun Hee dengan mengambil banyak makanan yang Eun Hee sajikan dimeja.
"Iya, makanannya banyak sekali" sahut Soo Bin dengan tersenyum ceria.
(Hyoo Soo berjalan kearah pintu keluar apartemennya)
"Eh, kau mau kemana?" tanya Young Jin yang berdiri dengan memegang bir ditangannya.
"Aku mau keluar jalan jalan" ucap Hyoo Soo dengan berjalan menuju pintu.
"Bukankah kemarin kau sudah jalan jalan?" tanya Soo Bin dengan mengunyah makanan di mulutnya.
"Memangnya kenapa, ada masalah?" ujar Hyoo Soo yang menghentikan langkahnya dan kembali berjalan menuju pintu.
"Hah, dasar anak itu" ucap Young Jin dengan menghembuskan nafasnya.
"Bagaimana dengan sarapanmu???!!!!!" teriak Eun Hee kepada Hyoo Soo yang sudah keluar dari pintu.
__ADS_1
"Aku akan makan diluar!!!" jawab Hyoo Soo yang agak jauh dari pintu.
Hyoo Soo pun pergi keluar untuk merenungkan apa yang diucapkan Pendekar itu dalam mimpinya semalam.Ia mencari tahu siapa orang yang ada dimimpinya dan siapa Pendekar Naga Hitam.
("Kau akan mewarisi kekuatan dan harus menghentikan Pendekar Naga Hitam" Hyoo Soo yang tengah memikirkan perkataan Pendekar itu.)
"Hah, sebenarnya siapa dia?" ucap Hyoo Soo yang sedang duduk disebelah danau dengan kebingungan.
Hyoo Soo pun pergi dan melihat ada seorang anak SMA yang sedang memalak seseorang.
"Hei ayo berikan uangmu, jika tidak, tanganku ini akan menghajarmu habis habisan disini!!" ucap salah satu siswa SMA dengan nada berteriak.
"Aku tidak punya uang. Selain itu aku harus menabung untuk membayar seragamku yang belum lunas" ucap anak yang dipalak dengan menunjukkan wajah memelas.
"Aku tidak peduli dengan masalahmu, cepat berikan!!" ujar salah satu anak yang memalak dan mengambil uang saku yang ada didalam tas anak itu.
"Hei berikan kembali uang anak itu" ucap Hyoo Soo dengan memergoki anak anak SMA yang tengah memalak itu.
"Lihat, siapa itu, ternyata ada pahlawan kesiangan. Hei, aku peringatkan padamu sebaiknya kau pergi sebelum kau mendapat masalah dengan kami" ucap salah satu anak SMA kepada Hyoo Soo dengan menunjukkan keberaniannya.
"Bukankah seherusnya aku yang mengatakan itu?, berikan kembali uang anak itu dan biarkan dia pergi" ujar Hyoo Soo dengan memasang ekspresi tersenyum diwajahnya.
"Hajar dia.....!!!!!!" ucap anak SMA yang meludahkan permen karetnya tadi.
Akhirnya anak SMA itu berkelahi dengan Hyoo Soo. Pada akhirnya anak SMA itu yang terbaring kesakitan karena dihajar oleh Hyoo Soo seorang diri.
"aduh, ah, sakit" keluh anak anak SMA itu setelah dihajar oleh Hyoo Soo.
(Hyoo Soo berjalan mengambil uang anak yang dipalak tadi dan memberikannya)
"Ini" ucap Hyoo Soo dengan mengulurkan tangannya dan memberikan uang yang ia pegang kepada anak yang dipalak tadi.
"Te- terima kasih" ucap anak itu yang berdiri dan kagum kepada kemampuan bertarung Hyoo Soo yang hebat.
"Sama sama, lain kali belajarlah bela diri agar peristiwa ini tidak terjadi lagi kepadamu" ucap Hyoo Soo dengan yersenyum kepada anak itu.
"Ng, aku akan belajar bela diri" ujar anak itu dengan tersenyum dan memasang ekspresi semangat ceria diwajahnya.
"Pulanglah" ucap Hyoo Soo dengan tersenyum.
__ADS_1
Anak itu pun pergi pulang dan meninggalkannya bersama anak anak SMA yang terbaring dan babak belur.Hyoo Soo pun pergi pulang keapartemennya.
(Hyoo Soo membuka pintu apartemennya)
"Tadi kau pergi kemana?" Tanya Soo Bin yang tengah memainkan game online.
"Apakah itu penting bagimu?" tanya Hyoo Soo dengan berjalan menuju sofa dan menyalakan televisi.
"Bukan begitu tadi Dong Hwa melihatmu yang tengah menghajar anak SMA" ucap Soo Bin dengan menerangkan.
"Iya sebenarnya kau ini kenapa?, jika kau ingin menghajar sesuatu karena merasa lelah jangan menghajar anak anak" sahut Young Jin yang sedang memegang barbel.
"Siapa bilang, aku tadi menolong seorang anak, anak SMA yang Dong Hwa lihat tadi, merekalah yang memalak anak yang aku tolong. Mana mungkin aku akan menghajar anak SMA, itu akan menghabiskan tenagaku saja" balas Hyoo Soo dengan menerangkan apa yang terjadi tadi.
"Oh, jadi begitu. Tumben sekali kau menolong seseorang, biasanya kau tidak mempedulikan orang lain kecuali temanmukan" ucap Eun Hee yang tengah duduk di dekat jendela dan meminum jus yang ada dimeja.
"Iya biasanya kau tidak seperti itu" sahut Dong Hwa.
"Hah, aku juga tidak tahu, aku merasa tidak tega saja jika aku melihat seseorang yang diinjak injak oleh orang lain" ucap Hyoo Soo dengan merasa kasihan kepada orang yang diinjak injak oleh orang lain.
"Ternyata Hyoo Soo yang dulu kejam sekarang memiliki sikap baik kepada sesama" ujar Dong Hwa dengan menggoda Hyoo Soo.
"Mana mungkin, aku tidak akan berubah. Hanya hatiku saja" ucap Hyoo Soo dengan menunjukkan wajah kesalnya.
Setelah sore kami mencari mangsa di Korea. Kami telah menemukan sasaran, dia adalah seorang pengusaha kaya yang terkenal.
"Lihat!" ucap Dong Hwa dengan meminta perhatian kami.
"Ada apa?" tanya Young Jin dengan berjalan menuju kearah Dong Hwa.
"Kemarin malam lukisan yang terkenal memiliki harga jual yang sangat tinggi telah dicuri dari museum kota, dikabarkan ada 2 orang pencuri dan menghipnotis polisi yang berjaga" ujar seorang pengacara yang ada dilaptop.
"Wah, ternyata kabarnya sudah beredar ya" ucap Eun Hee dengan duduk didekat Dong Hwa dengan memegang bir ditangannya.
"Pasti polisi sedang mencari kita" ucap Young Jin yang berdiri didekat Eun Hee.
"Polisi itu tidak akan pernah menangkap kita, kita adalah pencuri nomor 1 didunia" ucap Dong Hwa dengan santai.
"Lihat, ada pengusaha terkenal di Korea dia memiliki kekayaan mencapai 100 triliun" ucap Dong Hwa setelah mencari sasaran baru.
__ADS_1
(Kami melihat satu sama lain dan tersenyum untuk melancarkan aksi pencurian kami selanjutnya).