Pendekar Naga Merah (Part 1)

Pendekar Naga Merah (Part 1)
Berusaha Dengan Kemampuan Yang Ada


__ADS_3

Hyoo Soo pergi ke desa untuk memberikan barang barang itu. Saat di perjalanan Hyoo Soo kewalahan untuk membawa semua barang itu sendiri. Tidak sengaja saat ia berada di dekat desa ada beberapa orang yang sedang menanam sayuran di ladang.


Hyoo Soo meminta bantuan kepada orang orang itu, dan menyuruh mereka memberikannya juga sebagian untuk warga yang lain. Karena Hyoo Soo kelelahan ia ketiduran di bawah pohon yang rindang. Tiba tiba Ji Kyung datang dengan menyiramnya dengan air dan duduk di dahan pohon.


(Ji Kyung menyiram air ke Hyoo Soo)


"Apa sedang ada banjir!!!" Hyoo Soo yang terbangun dan kaget.


"Jangan tidur, tugasmu di desa Geum belum selesai. Jika tugasmu sudah selesai kau baru boleh tidur" Ji Kyung yang menatap Hyoo Soo sangar.


"Kau dari mana saja ha?, aku lelah setelah membawa banyak sekali barang. Kau pikir aku ini kuda tanpa istirahat, lalu bagaimana caraku menyelesaikan tugas?" Hyoo Soo dengan wajah kelelahan.


"Manusia memiliki otak untuk berfikir, gunakan otakmu dengan baik agar kau bisa menyelesaikan tugas, semoga berhasil" Ji Kyung yang dengan tatapan sinis mengatakan hal itu sebelum menghilang.


"Hei tunggu kau mau kemana!!!" panggil Hyoo Soo kepada Ji Kyung yang sudah menghilang pergi.


"Bagaimana aku bisa menyelesaikannya kalau begini, hah... merepotkan sekali" keluh Hyoo Soo.


"Jangan mengeluh terus, dasar anak manja" Ji Kyung yang bersembunyi di dahan pohon dengan mengawasi Hyoo Soo.


Hyoo Soo berusaha mengasah otaknya di pinggir sungai yang tenang dengan mendengarkan gemercikkan air dan burung burung yang berkicauan. Suara tenang yang ada di telinganya membuat hati dan pikirannya tenang.


"Rasanya sangat tenang di sini, aku jadi ingin merasakan ketenangan ini setiap waktu" Hyoo Soo yang rebahan di pinggir sungai.


(Tak lama kemudian ada seseorang yang berteriak sangat kencang dari sisi hutan).


"Hyaa...!!" teriak seseorang dari sisi hutan yang mengganggu ketenangan Hyoo Soo.


"Suara siapa itu?" Hyoo Soo yang penasaran.


Hyoo Soo pergi mencari suara itu. Saat sampai di suara itu ternyata ada seseorang yang berlatih bela diri. Karena suaranya yang berisik Hyoo Soo mulai geram. Dia sangat ingin mengelem mulutnya itu agar tidak berisik lagi.


"Hyaa...!!!"


"Ah, dia berisik sekali, aku jadi sangat ingin mengelem mulutnya itu agar dia tidak bisa berteriak sekencang itu lagi" Hyoo Soo yang geram.


"Hei!!" teriak seseorang yang usianya sebaya dengan orang yang berteriak tadi.

__ADS_1


"Berhentilah berlatih, lagi pula orang seperti dirimu tidak akan pernah bisa menjadi seorang pendekar" ucap orang itu dengan meremehkan.


"Iya palingan dia hanya akan menjadi seorang petani kebun saja" sahut temannya yang lain.


"Terserah apa katamu, aku tidak peduli dengan omong kosong kalian" orang itu tidak menghiraukannya.


"Menyebalkan sekali dia, ayo kita pergi dari sini" kata orang yang terlihat seperti bos mereka.


Mereka pun pergi meninggalkan orang itu sendirian yang tengah berlatih seorang diri di hutan. Orang yang memiliki impian sebagai pendekar itu melanjutkan latihannya. Hyoo Soo yang melihat semangat juang orang itu merasa senang dan bangga walau pun ia tidak mengenal siapa orang itu.


Hyoo Soo yang memperhatikan orang itu dengan tersenyum senang tiba tiba ia merasa bingung karena orang itu menangis. Kenapa dia bisa menangis?, apa karena orang orang tadi?, Hyoo Soo memikirkan hal itu dengan kebingungan. Setelah orang itu selesai latihan ia melihat orang itu kembali ke rumahnya.


Hyoo Soo diam diam mengikuti orang itu dengan bersembunyi di semak semak agar tidak ketahuan. Sesampainya orang itu di rumahnya Hyoo Soo berpura pura meminta sedikit air dengan alasan ia kehausan.


"Permisi" Hyoo Soo dengan meminta perhatian orang itu yang tengah mencuci tangan.


"Apakah aku boleh meminta sedikit air tuan?" tanya Hyoo Soo dengan sopan.


(Orang itu memperhatikan Hyoo Soo dari kaki hingga rambut)


"Tentu, aku akan mengambilkan air untuk anda, tunggulah di sini" Orang itu berjalan menuju rumah untuk mengambil air.


"Ini" orang itu mengulurkan air.


"Terima kasih banyak" Hyoo Soo berterima kasih dengan tersenyum.


"Tadi saya melihat anda sedang berlatih di hutan, kemampuan anda sangat hebat" Hyoo Soo memuji.


"Benarkah?, kemampuan saya tidak seberapa tuan" orang itu dengan merendahkan diri.


"Ngomong ngomong siapa nama anda?" tanya Hyoo Soo dengan ingin tahu.


"Namaku Shin Sang Yoo" jawab Sang Yoo dengan mengapak dahan kayu yang sudah kering.


"Nama anda?" tanya balik Sang Yoo.


"Namaku Kim Hyoo Soo" jawab Hyoo Soo dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


Setelahnya Hyoo Soo pergi dari sana. Setelah berjalan agak jauh ia menemukan sebuah ide. Ia berniat membangun semangat semua warga untuk memberanikan diri melawan Choi Sang Hoon. Hyoo Soo pergi ke rumah Ji Woon untuk memintanya agar memberitahu kepada semua warga.


Sesmpainya Hyoo Soo di rumah Park Ji Woon dia disambut dengan ramah. Akan tetapi setelah Hyoo Soo memberi tahu niatnya ia langsung di usir, karena Ji Woon tidak mau mengambil resiko yang begitu besar.


"Kedatangan saya kemari untuk mengajak anda membangkitkan semangat semua warga desa untuk melawan Choi Sang Hoon" Hyoo Soo dengan tatapan serius miliknya.


"Apa kau sudah bodoh?, kami rakyat jelata yang tidak tahu apa apa kami harus melawan tuan Sang Hoon?, tidak aku tidak mau melakukannya, bukan hanya ku saja tapi semua penduduk desa akan menolaknya mentah mentah" jelas Ji Woon dengan merasa sedikit ketakutan.


"Jika kalian tidak berusaha kalian akan terus di tindas olehnya" Hyoo Soo yang sedang serius.


"Kami akan mati dalam waktu sekejap, usahamu itu akan gagal. Pergilah dari sini dan jngan ke sini lagi!!" Ji Woon dengan mendorong Hyoo Soo keluar rumah.


"Kalian akan terus menerus di tindas olehnya!!, kau dengar!!, tidak akan ada hari esok jika kalian tidak melawannya" Hyoo Soo dengan mengetuk pintu.


Karena Ji Woon tidak merespon, Hyoo Soo pergi dari sana.Ia memikirkan segala cara untuk membujuk semua warga untuk melawan Choi Sang Hoon. Hyoo Soo pergi ke tebing yang curam untuk melihat desa Geum dari tebing yang tinggi.


Ia berfikir untuk melawan Sang Hoon seorang dari. Tetapi ia tahu dia hanya memiliki ilmu bela diri, Hyoo Soo tidak bisa melawan orang sebanyak itu sendirian. Hyoo Soo ingat ada seseorang yang bisa membantu dirinya, yaitu Shin Sang Yoo. Hyoo Soo pergi ke rumah Shin Sang Yoo untuk meminta bantuan dari dirinya.


"Tok tok tok" Hyoo Soo mengetuk pintu rumah Sang Yoo.


(Sang Yoo membuka pintu rumahnya)


"Bukankah anda orang yang tadi?" tanya Sang Yoo yang masih ingat Hyoo Soo.


"Benar saya orang yang tadi" jawab Hyoo Soo ramah.


"Ada keperluan apa anda datang kemari?" tanya Sang Yoo ingin tahu alasan Hyoo Soo ke rumahnya itu.


"Saya ingin berbicara penting dengan anda" Hyoo Soo memasang ekspresi serius.


Sang Yoo mengajak Hyoo Soo masuk ke rumahnya dan mendengar kepentingan Hyoo Soo.


"Aku datang ke sini untuk meminta bantuanmu, aku ingin kau membantu diriku untuk melawan Choi Sang Hoon" ajak Hyoo Soo.


"Apa?" Sang Yoo yang kaget. " Dia adalah seorang raja, mana mungkin kita bisa melawannya, kita hanyalah rakyat biasa".


"Jika kita tidak melawannya dia akan semena semana kepada kita, apa kau tidak tega melihat semua warga yang terus menerus di tindas?" Hyoo Soo berusaha membujuk Sang Yoo.

__ADS_1


"Aku tidak mau, pergilah dari sini, pergiah!!" Sang Yoo yang membentak Hyoo Soo kasar.


Hyoo Soo sudah membujuk Sang Yoo akan tetapi ia menolaknya. Hyoo Soo pergi dari sana, Hyoo Soo terpaksa melawan Choi Sang Hoon seorang diri dengan tangan kosong. Ia mengerti batas kemampuannya. Biasanya ada rekannya yang membantu dirinya, akan tetapi semua rekannya tidak berada di sampingnya lagi.


__ADS_2