Pendekar Naga Merah (Part 1)

Pendekar Naga Merah (Part 1)
Menunggu Bulan Purnama


__ADS_3

"Hah.... kalau sudah begini bagaimana?" tanya salah satu pemimpin yang menanyai Yong Ra, ia tinggi, tampan, ramah, rambut berwarna pirang ia bernama Ha Jin Ri.


Pemimpin yang lainnya berjalan ke arah Jin Ri ia berpenampilan menakutkan, sangar, terlihat sangat galak dan kejam, wajah dingin, "Aku pernah mendengar kalau darah dari orang yang diwariskan batu permata itu bisa mengizinkannya, kalau begitu bunuh saja dia".


"Hei, jangan begitu kasihanilah dia, lihat dia betapa lemahnya dirinya itu" Jin Ri yang mengasihani Yong Ra.


"Untuk membunuhnya kita harus melakukannya saat bulan purnama tiba" ucap pemimpin lain dia seorang wanita, dingin, tidak peduli pada sesuatu, rambut berwarna hijau cerah, rambut panjang sedikit bergelombang, bibir merah darah.


"Baiklah kita akan menunggu" Jin Ri yang berjalan meninggalkan semua orang.


Sementara di markas Gajah Hitam semua orang khawatir kepada Yong Ra, semua anggota menunggu kepulangan Komandan Hye Hwa untuk memberitahukannya bahwa Yong Ra telah diculik oleh Pendekar Bintang Hitam. Beberapa saat Komandan kembali dari Lembah Naga, dengan cerewetnya semua anggota mengatakan bersama sama yang membuat Komandan Hye Hwa bingung dengan ucapan yang mereka katakan.


Merasa kesal Komandan Hye Hwa marah dan menyuruh mereka mengatakan dengan jelas, lalu Yun Ka mengatakan semua yang sudah terjadi. Bukannya merasa khawatir Komandan Hye Hwa duduk sembari merokok dan mengatakan bahwa dia sudah melaporkannya kepada Pendekar Agung. Mendengar ucapan Komandan semua anggota terkejut, bagaimana bisa Komandan yang ada di Lembah Naga bisa mengetahui hal itu, sementara waktu disaat Yong Ra diculik Komandan ada di Lembah Naga.


Komandan Hye Hwa menjelaskan kalau setiap markas diawasi karena itu Pendekar Agung mengetahuinya, secara mendadak wajah Komandan terlihat khawatir. Hyoo Soo yang melihatnya bertanya, Komandan bilang sudah tahu tetapi mengapa wajah Komandan terlihat khawatir, setelah beberapa saat hening terdengar dan Komandan menjawab pertanyaan yang diajukan Hyoo Soo, Yong Ra sebelumnya mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui cara mengizinkan batu permata itu tetapi ada cara lain yang bisa dilakukan.

__ADS_1


Lee Yoo yang penasaran bertanya cara apakah itu, Komandan mengatakan dengan wajah serius, dengan menggunakan darah Yong Ra. Bisa disimpulkan bahwa Pendekar Bintang Hitam akan membunuh Yong Ra, seketika semuanya kaget dan tambah merasa cemas. Hyoo Soo dengan semangatnya mengatakan kalau ia ingin menyelamatkan Yong Ra, Lee Yoo juga menyetujui apa yang dikatakan Hyoo Soo.


Komandan melarangnya dan mengatakan hal itu sangatlah mustahil, seorang Komandan saja bisa dibuat repot apa lagi mereka yang kekuatannya masih dibilang lemah. Dengan merapatkan giginya dan merasa kesal Hyoo Soo mengepalkan tangannya erat erat, Yang Soo yang melihatnya tersenyum. Setelah itu Hyoo Soo berlatih didekat sungai seperti biasa, dia duduk dibawah pohon dengan menyerap energi alam ke tubuhnya. Beberapa saat Yang Soo datang dengan menutup mata Hyoo Soo dan berbisik ditelinganya.


"Sepertinya kau sedang panas" ucap Yang Soo dengan menutup mata Hyoo Soo dan berbisik.


Hyoo Soo yang seketika kaget, "Kenapa kak Yang Soo bisa ada di sini?".


"Eh.... memangnya tidak boleh ya?" Yang Soo dengan merapatkan bibirnya dan berpose imut.


"Bukan begitu maksudku, biasanyakan kakak selalu tertidur" jelas Hyoo Soo.


"Eh?" Hyoo Soo yang tidak mengerti maksud dari ucapan Yang Soo.


"Kau sangat ingin menjadi lebih kuat agar dirimu bisa menolong Yong Ra, bukan hanya Yong Ra tetapi semua orang yang lemah. Dirimu yang sebenarnya sangat baik dan hangat ya" Yang Soo tersenyum.

__ADS_1


"Benar, jika orang seperti dirimu pasti kau bisa, kau pasti bisa menolong orang lemah" ucap Yang Soo di dalam hatinya dengan tersenyum.


Yang Soo berdiri dan mengatakan bahwa Hyoo Soo akan menjadi orang yang sangat kuat, dengan percaya diri dan bersemangat Hyoo Soo mengatakan dirinya akan menjadi lebih kuat setiap detik setiap menit setiap jam dan setiap harinya. Yang Soo berjalan beberapa langkah dan mengepalkan tangannya dan percaya kalau Hyoo Soo akan menjadi kuat.


Beberapa saat kemudian kakek datang dengan menyiramkan air ke atas kepala Hyoo Soo, dengan amarah yang meledak ledak Hyoo Soo marah kepada kakek. Bukannya merasa bersalah kakek justru tertawa terbahak bahak, merasa dipermainkan oleh kakek Hyoo Soo menggunakan kekuatannya yaitu tombak api.


Dengan cepat kakek menghentikannya dengan elemen air, kakek mengatakan jika ingin melakukan sesuatu lakukanlah dengan bijak agar apa yang dilakukannya bisa berhasil. Hyoo Soo menghembuskan nafasnya dan berkata ia ingin mempelajari kekuatan yang jauh lebih kuat agar bisa menyelamatkan temannya, beberapa saat angin berhembus dengan tenangnya.


Kakek bertanya sepenting apakah temannya itu sampai sampai dirinya menginginkan kekuatan yang lebih besar, Hyoo Soo mengatakan bahwa teman adalah keluarga. Kakek memandangi langit yang cerah kemudian bertanya lagi, bagaimana jika teman teman yang sangat ia percayai dan lindungi menghianati dirinya.


Hyoo Soo hanya melihat kakek dan terdiam tak menjawab pertanyaan kakek,di dalam pikirannya ia juga memikirkan hal tersebut. Lalu kakek menyuruhnya segera berlatih dengan semangat Hyoo Soo mempelajari jurus baru yang diajarkan kakek yaitu sayap api, mendengar hal itu Hyoo Soo kebingungan dan memikirkan ia bisa terbang menggunakan sayap apinya nanti.


Kakek tahu apa yang dipikirkan oleh Hyoo Soo seketika kakek memukul kepalanya dan mengatakan sayap api tidak bisa membuat dirinya terbang ke langit, lalu ia mengatakan bukankah sayap itu berfungsi untuk terbang. Kakek yang mendengar kebodohan Hyoo Soo tertawa sampai berguling guling di tanah, kakek menjelaskan kekuatan sayap api, sayap api memang bisa membuat penggunanya terbang tetapi hanya disaat akan menyerang lawan yang ada didepannya saja.


Lalu Hyoo Soo mengangguk paham dan dengan bersemangat Hyoo Soo ingin agar kakek segera memperlihatkan dan mengajarkannya kepada dirinya, lalu kakek memperlihatkannya. Kakek berdiri tegak dan mulai fokus, tiba tiba punggung kakek berkobar sayap api, dengan cepat kilat kakek berada di atas langit dengan menunjukkan kekuatan sayap api. Api yang berasal dari sayap api kemudian memporak- porandakan hutan sehingga hutan terbakar dan hancur tak tersisa.

__ADS_1


Hyoo Soo yang menyaksikannya menganga tidak percaya apa yang ia lihat, kakek turun ke bawah dan menyuruh Hyoo Soo untuk melatih kekuatan sayap api. Hyoo Soo mulai fokus dan dipunggungnya terlihat api yang berkobar meskipun bentuknya tidak menyerupai sayap, lalu api yang muncul dipunggungnya tidak bisa ia kendalikan dan justru membakar punggungnya, Hyoo Soo terguling guling kepanasan. Kakek menghembuskan nafasnya dan menendang puggungnya hingga ia terpental masuk ke sungai.


Hyoo Soo yang tidak terima langsung marah dan mengatakan apakah kakek tidak bisa menolongnya dengan cara yang lebih baik, kakek mengatakan jika ia bercanda ia tidak akan bisa menggunakan sayap api. Hyoo Soo yang memegang punggungnya langsung marah, ia mengatakan bahwa dirinya tidak bercanda sama sekali dan ia tadi sudah sangat serius untuk mencoba sayap api tadi.


__ADS_2