Pendekar Penguasa Neraka

Pendekar Penguasa Neraka
CH 23 TIDAK TAHU MALU


__ADS_3

"amitabah.... sungguh sifat manusia tidak terpuji..."ucap suara yang tiba-tiba mengagetkan kepala perampok tersebut..


kepala perampok tersebut mencari asal keberadaan suara itu saat melihat kebelakang, ternyata ada seorang biksu dan seorang anak remaja dengan pakaian yang lusuh..


saat melihat dua orang yang baru datang itu, kepala perampok tersebut mengerenyitkan kening karena tingkat dari biksu tersebut tidak bisa dia baca beda halnya dengan bocah yang menginjak remaja yang berada di tingkat prajurit tahap 1..


tentu saja Long Ryu dan biksu Lang masih menekan tingkat kultivasi mereka karena long Ryu juga di ajarkan oleh Biksu Lang cara menyembunyikan beberapa tingkat kultivasi..


••••••


"wah, wah, wah,,, ada biksu tua dan anak gembel rupanya.."kepala perampok itu mengejek Long Ryu dan biksu Lang dengan tersenyum jahat.


Long Ryu mengomel di dalam hatinya karena disebut gembel, bagaimana tidak tadinya dia adalah seorang pangeran,,


tapi Long Ryu hanya diam karena juga memang betul yang di katakan perampok itu dengan keadaannya saat ini dia bukan siapa- siapa lagi..


"amitabah,, kami hanya sekedar lewat tetapi malah bertemu dengan kawanan hewan yang sedang kelaparan..!!"kata biksu Lang santai tetapi menusuk langsung hati kepala perampok..


"Mungkin para hewan itu sudah tidak mampu lagi mencari makan sendiri kakek guru sehingga hidup berkelompok..!! tambah Long Ryu yang sedari tadi diam sambil bergaya orang sedang berfikir keras..


"apa maksudmu para hewan kelaparan...??" kepala rampok tersebut bertanya dengan nada yang tinggi..


"ah hewan yang satu itu sepertinya ibu dari kawanan hewan ini guru..!! kata Long Ryu mengejek kepala perampok..


terlihat urat dari sudut mata kepala perampok itu mengkedut karena melihat kelakuan kedua orang di depannya,, apalagi mereka seperti tidak memperdulikan keberadaan nya..


"Serang mereka,,!!" kepala perampok memerintahkan anak buahnya..


"Bocah bau hadapilah mereka,, ini akan menjadi pengalaman baru untuk mu.."kata biksu Lang pada long Ryu


"Emm,, baik kakek guru.." ucap Long Ryu bersemangat sambil berlari kecil menghampiri para kawanan rampok yang berlari kearah mereka..


satu tinju mendarat tepat menghantam perut salah satu perampok itu disusul dengan yang lainnya,,,

__ADS_1


satu persatu anggota perampok itu terkapar terkena pukulan Long Ryu...


Kepala perampok hanya melongo melihat seorang bocah yang masih menginjak remaja itu dengan mudahnya menaklukkan anak buahnya..


padahal anak buahnya rata rata sudah berada di tingkat pejuang tahap puncak tetapi dengan mudahnya anak itu melemparkannya dengan dorongan dorongan angin.


"Aku harus pergi dari sini,, baru bocahnya saja sudah begini.."batin kepala perampok yang melihat anggotanya banyak yang terkapar,,


biksu Lang yang melihat gelagat dari kepala perampok itu,,


"eh,, mau lari..?? ucap biksu lang sambil melompat tinggi..


hingga biksu lang langsung memberikan satu tapaknya sontak saja kepala perampok itu kaget dengan serangan tiba-tiba dan terkena telak yang membuat nya terlempar menghantam pohon dan pohon tersebut tumbang,,


kepala perampok itu memuntahkan darah segar dari mulutnya,,


Long Ryu langsung menghampiri kepala perampok tersebut dan tidak menyia -nyiakan kesempatan untuk menghabisinya..


biksu Lang yang menyaksikan itu hanya menggelengkan kepalanya..


"Seingatku aku tidak mengajarkan anak ini tentang menjerah hasil yang di tuai.." batin biksu Lang tetapi membiarkan Long Ryu.


tidak lama setelah itu sepasang suami istri yang tadinya hampir kehilangan nyawa beserta harga dirinya langsung menghampiri biksu Lang,, dan mengucap terimakasih..


"Biksu senior,, terimakasih telah menyelamatkan saya dan istri saya.."ucap pria itu sambil membungkukkan kepala dan di iringi oleh istrinya..


"ah,, tidak masalah.. kami hanya kebetulan lewat saja.."ucap biksu Lang santai..


"Perkenalkan namaku Long lu Cheng dan ini istriku Chi Ning terimakasih atas kebaikan Biksu dan pendekar muda" kata Long lu Cheng memberi hormat..


Long Ryu yang mendengar nama marga nya itu terlihat sedikit terkejut..


" apa hubungannya anda dengan kekaisaran Long.."tanya Long Ryu dengan dingin

__ADS_1


"ah,, pendekar muda mengetahui marga saya ternyata,, saya adalah seorang anak dari Perdana menteri Long gonglu dari istri kedua.." kata Long lu Cheng menjelaskan sambil tersenyum lembut..


Long Ryu terdiam sejenak terlihat sedang berfikir...


"Ah,, maafkan kami tidak mengenali tuan muda sebelumnya.."kata Biksu Lang memberi hormat..


"tidak apa-apa biksu ,,"kata Long lu Cheng menyambut hormat Biksu Lang..


tetapi Long Ryu terlihat biasa biasa saja berhadapan dengan Long lu Cheng meskipun itu adalah anak dari pamannya sendiri tetapi terlihat acuh di wajahnya karena pamannya juga pernah mau menangkap nya..


melihat gelagat muridnya, Biksu Lang langsung mengalihkan pembicaraan dan ingin melanjutkan perjalanan karena takut Long Ryu malah akan bertindak hal Yang aneh terhadap kedua orang tersebut..


tidak mau melupakan tujuannya untuk ke sekte Pedang Walet Emas guna melatih muridnya untuk mendalami ilmu berpedang..


Long lu Cheng memberikan sebuah bingkisan kecil uang yang berbunyi dentringan yang di ambil di balik jubahnya..


"Biksu dan pendekar muda,, ambillah ini sebagai ucapan terima kasih kami karena telah menyelamatkan hidup kami.."kata Long lu Cheng dengan sungguh-sungguh..


"ah,, tidak usah repot-repot tuan.."ucap biksu Lang tetapi tangannya tetap mengambil bingkisan itu karena dia tahu dari suara tersebut pastilah itu kepingan emas..


kedua suami istri itu hanya tersenyum canggung melihat sikap biksu itu...


"Tak tahu malu".. desah Long Ryu


tidak mau membuang-buang waktu lagi.. biksu Lang kemudian berpamitan..


"baiklah kami akan melanjutkan perjalanan kami,, terimakasih atas hadiahnya.."ucap biksu Lang dengan senang dan matanya terlihat seperti orang yang sudah lama tidak memegang uang..


tentu saja biksu Lang tidak mau menolak uang itu karena dia butuh untuk membeli pakaian dan dan sebuah Pedang untuk muridnya,, karena hidup puluhan tahun di dalam hutan tentu tidak mempunyai simpanan uang karena uang tidaklah berharga kalau di dalam hutan..


kemudian sepasang suami istri itu menatap punggung long Ryu seperti pernah mengenal sebelumnya lalu kemudian melanjutkan perjalanan juga dengan di kawal para prajurit yang terluka..


__ADS_1


__ADS_2