
dua sosok muncul di samping Mo zan dan sang penghancur sambil menembakan selarik angin kencang mengarah kepadanya,
kejut sang muka Tengkorak dengan serangan tiba- tiba tetapi dia cepat- cepat mengontrol kesadarannya lalu balas menyerang dengan menyemburkan bara api yang keluar dari dalam mulutnya..
"Elemen angin kah.." kata dewi payung tujuh dalam hati sedikit kaget karena sudah sekian tahun lamanya dia tidak melihat elemen angin muncul kembali dari daratan ini..
Sang Penghancur yang berhasil memblokir serangan tersebut berlalu tanpa menghiraukan lagi karena serangan tersebut menurutnya serangan lemah dan serangan diam- diam tadi paling tidak adalah orang biasa yang hanya berada di tingkat emas.
tidak perdulikan apapun lagi termasuk ucapan dari kakek peramal
Dengan cepat dia berkelebat hendak tinggalkan tempat itu.Tapi Yin Ci jue cepat meng hadangnya.
"Menyingkirlah atau kupukul mukamu yang cantik sampai cacat!"
Mahkluk muka tengkorak mengancam dan angkat tongkat tulang api di
tangan kirinya ke atas, siap dipukulkan ke wajah Yin ci jue. Si gadis tetap tenang. Malah berkata.
"Kau dengar orang meminta. Mengapa sosok yang kau panggul itu tidak segera kau turunkan saja? Perlu apa berjalan
dengan beban seberat itu?"
Makhluk muka tengkorak menyeringai. Dia melirik ke arah orang yang menyerang nya tadi yang tidak lain Long Ryu dan dewi payung tujuh yang kini juga sudah berada di sebelah si gadis. Agaknya bukan ucapan tadi yang jadi bahan pertimbangannya.
"Ucapanmu yang terakhir mungkin benar. Kau inginkan orang ini silahkan ambil!" Sang Penghancur gerakkan bahu kirinya.
Sosok Mo zan Bergelar perampok setan gelap itu terlempar ke arah Yin ci jue. Selagi
gadis ini kebingungan apakah akan menanggapi sosok Mo zan atau membiarkannya saja jatuh bergedebuk di
tanah, makhluk muka tengkorak secepat kilat menggebukkan tongkat apinya ke wajah si gadis!
tetapi seketika api yang menjulur dari tongkat itu serta merta hilang karena di selimuti oleh api jingga kehitaman..
Si muka tengkorak yang bingung dan tangan nya sedikit bergetar dengan lagi- lagi serangan tersembunyi tersebut dengan cepat segera berlalu lalu sedikit memalingkan wajah kearah mo zan.
dengan sendirinya tendangan itu mengarah ke kepala. dalam keadaan tangan kanan patah dan tubuh penuh luka,
Kakek peramal tidak mampu berbuat banyak.
Gerakannya menghindar terlalu lambat Kaki kanan Mo zan meluncur deras dan ganas ke kepalanya.
__ADS_1
Orang cepat hendak bergerak berikan perto longan. Tapi dewi payung tujuh
mendahului dengan satu teriakan..
"Mo zan! Jangan berlaku bodoh! Mungkin orang tua yang hendak kau bunuh itu adalah ayah kandungmu sendiril" Kaget
Mo zan bukan alang kepalang. Gerakannya
menendang jadi tertahan. Dia membeliak besar ke arah Dewi payung tujuh.
"Jangan kau berani mengada-ada! Apa maksud ucapanmu tadi?l" bentak Mo zan.
"kalau kau ingin tahu jawabnya, penuhi permintaan orang tua itu Dia mengajakmu bicara dengan Wu ao. "
semua orang memandang kesana mereka jadi terkejut Wu ao tak ada lagi di tempat itu.
karena sebelumnya long Ryu meminta Wei bi untuk mengamankan Wu ao serta Yin Yui terlebih dahulu di tengah- tengah kekacauan akan tetapi karena merasa tubuh keduanya sangat berat jadi Wei bi memutuskan untuk membawa mereka satu persatu dahulu..
"Anak itu... Kemana dia pergi. Dia tak mungkin berjalan sendiri. Ada seseorang yang membawanya. Aku masih belum
berkesempatan untuk menerang kan padanya.. Wu ao
anakku." batin si Kakek lalu Kembali Kakek peramal menangis terisak- isak.
tiba mendekat lalu mendukung si kakek di bahu kirinya.
"Tak jauh dari sini ada sebuah telaga di kaki bukit kecil. Untuk sementara kurasa itu tempat yang baik bagimu." Long ryu
berpaling pada Yin ci jue.
"Aku mendukung kakek ini, harap kau menolong perempuan di dalam jaring..."
"orang asing, aku tahu tadi kau yang menolong aku dari bahaya maut tangan ganas makhluk muka tengkorak itu. dia begitu kebingungann serta sedikit takut dengan yang kau
lepaskan untuk menyelamatkan nyawaku.
"Pukulan itu menandakan kau adalah orang yang tidak srderhana. Tapi, siapakah kau sebenarnya?"
Dibalik wajahnya yang tampan long ryu
tersenyum rawan. Dengan suara perlahan dia berkata.
__ADS_1
"Kita orang-orang bernasib sama. orang- orang yang berjalan demi mencari berkah serta kebajikan. nama ku Ryu Long."ucap long Ryu yang masih menyembunyikan identitas aslinya kemudian melirik lama Yin ci jue dengan penuh kagum melihat kecantikan nya dari atas sampai bawah.
.
yin ci jue yang dilirik jadi berdebar. Dalam hati dia membatin.
"betapapun aku tidak suka dilirik seperti ini oleh pria. Bagaimana aku harus
bertindak ... ?"
walau masih menyembunyikan
satu ganjalan hati yang mengusik yin ci jue tetapi entah mengapa hatinya masih berdebar saat sesekali memalingkan wajah kearah long Ryu yang memanggul kakek peramal.
rasa ingin memukul dan memberi long Ryu pelajaran karena menurutnya long Ryu adalah pemuda hidung belang.
setelah beberapa saat
tiba-tiba suara kakek peramal mengejutkan long Ryu.
"Eh, mengapa kau mendadak diam saja? Katamu kau hendak membawaku ke satu telaga kecil-?"
"Ah, maafkan diriku. Kita berangkat sekarang juga Kek," kata long ryu dia mulai bergerak melangkah. Tiba-tiba
langkahnya tertahan.
"Ada apalagi? Kau mendadak hentikan langkah .." tanya kakek peramal heran.
"Gadis berpakaian serba biru itu. Dia tak ada lagi di sini. perempuan di dalam jala juga ikut lenyap!" jawab Long Ryu terkejutnya.
"Hemm aku bisa membaca. Mudah-mudahan apa yang terbaca tidak keliru." ucap kakek peramal
"agaknya gadis itu sengaja menjauhkan diri
darimu. Apakah kamu menatap nya dengan tatapan nakal..kau tahu nak? gadis itu paling benci dengan pria yang menatap wajahnya dengan genit?"ucap kakek peramal menongak keatas.
awalnya dewi payung tujuh ingin menanyakan beberapa prihal kepada long Ryu tetapi mengetahui sifat Yin ci jue akhirnya dia mengikutinya karena takut yin ci akan melampiaskan kekesalannya pada wanita di dalam jaring..
Long ryu menarik nafas dalam-dalam. Tanpa menjawab pertanyaan si kakek dia segera melangkah tinggalkan tempat
itu.
__ADS_1
°°°°°°°°°°°°°°°°°°′°