Pendekar Penguasa Neraka

Pendekar Penguasa Neraka
Koin Emas ku yang berharga...


__ADS_3

Beberapa jam lagi berlalu kemudian mereka melanjutkan perjalanan hingga setelah sampai di gerbang perbatasan mereka lewat dengan lancar tentu dengan token Emas milik raja obat yang bisa membuatnya lewat dengan lancar..


Yang menandakan bahwa itu adalah orang penting di kekaisaran, token lencana memiliki tiga buah yang pertama Perak, emas, dan ungu.. Dan ketiganya memiliki kedudukan yang beda- beda..


Token perak yang dimiliki para bangsawan, token emas milik para petinggi sedangkan ungu milik keluarga kaisar..


"Silahkan tuan.."ucap para penjaga penjaga yang menjaga di perbatasan sambil membungkuk penuh hormat kepada raja obat dan kedua lainnya.


Raja obat hanya mengangguk lalu berjalan masuk di iringi long Ryu serta biksu lang..


Sesampai di tengah di daratan tengah, raja obat menunjuk sebuah gunung banyak bebatuan yang menjulang cukup tinggi."itu adalah tempat tinggal ku Gunung Shi, jika kalian ada suatu masalah atau membutuhkan pertolonganku kalian bisa kesana menemui ku.."


"Untuk sekarang kita belum bisa minum arak bersama karena aku harus menuju istana kekaisaran sesegera mungkin.."Kata raja obat menghela nafas pelan.


"Ha ha.. Tidak apa- apa saudaraku, kita bisa melakukannya di lain waktu, aku juga harus segera pergi ke sekte Walet emas untuk membawa muridku ini.."kata biksu lang mengelus rambut long Ryu dan di balas cemberut oleh long Ryu karena tidak suka di perlakuan bagai anak kecil terus..


"Jaga diri kalian baik- baik.. Jika ada waktu aku akan berkunjung ke sekte Walet emas.."kata raja obat sambil tersenyum enggan karena harus berpisah dengan teman lamanya lagi..


"Baikk.. Kami akan menunggumu..!"balas biksu lang yang juga enggan berpisah..


Raja obat mengangguk"hati- hati saudaraku.dan bawalah muridmu tiga tahun lagi ke tempat turnamen beladiri generasi muda bertempat di Kekaisaran Xi"kata raja obat menatap biksu lang dan long Ryu bergantian..


"Bagaimana kamu tahu tentang itu bukankah selama ini kamu lama di daratan atas..??"tanya biksu lang heran..


"Hahaha.. Iblis botak aku adalah salah satu orang penting si sini jadi tidak sulit bagiku mendapatkan informasi..!!"balas raja obat bangga.


Setelah raja obat berjalan beberapa langkah biksu lang memanggilnya"Tua bangka, apa kamu melupakan sesuatu..?!!"


Raja obat menoleh kebelakang."ehh.. Apa itu..??"tanya raja obat kebingungan.


Biksu lang cengar cengir dan mengaruk kepalanya"Hehe.. Anu saudaraku, kamu tahu sendiri kan aku tidak memiliki perbekalan dan di tambah lagi ***** makan anak ini sangat besar.."kata biksu lang menunjuk long Ryu..


"Sial kenapa aku...??"kesal long Ryu yang tahu kalau biksu lang mencoba merampok raja obat.


Raja obat menggelengkan kepalanya karena kelakuan biksu lang ini.."aihh,, ini ambil lah, setelah sampai di sekte cobalah untuk menghasilkan uang..!"kata raja obat melemparkan satu kantong koin emas..


Biksu lang sangat girang menerima koin tersebut.."terima kasih saudaraku, kalau ada kesempatan akan ku kembalikan.."kata biksu lang sambil menggosok kantong koin tersebut.


Raja obat menghela nafas pelan kemudian Kembali berjalan dengan aura gelap dan suram.."koin emas ku...!!"decak raja obat sedih..


Biksu lang yang memperhatinkan perubahan raja obat malah tertawa tanpa dosa..

__ADS_1


"Sungguh memalukan..!!"decak long Ryu malu dan memalingkan wajah..


"Hee,, katakan lagi maka kamu tidak akan mendapatkan makan siang hari ini.."kata biksu lang memarahi long Ryu..


"Cihhh... Dasar miskin.."decak long Ryu lalu di balas pukulan di atas kepalanya..


"Uhhh,, sakitt.."keluh long Ryu mengerang.


"Semua ini kulakukan untukmu, kamu harus banyak makan untuk pertumbuhan dan kita juga perlu uang untuk membeli pakaian..!!"


"Aihh, lihatlah pakaian kotorku ini.."keluh biksu lang melihat jubahnya yang banyak debu.


Long Ryu juga melihat pakaiannya yang tidak kalah lesuh dari biksu lang..


"Aku akan mencuci baju ku ini karena aku menyukainya dan tidak mau mengganti dengan yang lain.."gumam long Ryu teringat baju yang dipakainya berasal dari kejaran Sui.


••••••••••


Long Ryu dan biksu lang berjalan menuju penginapan untuk beristirahat dan makan..


Seperti biasa biksu lang di cegat di pintu masuk Penginapan karena terlihat seperti gembel. Tetapi setelah dia melemparkan dua keping koin emas penjaga penginapan mengizinkan mereka untuk masuk dan di sambut ramah..


"Uang adalah segalanya.."gumam biksu lang sedikit menyesal mengapa dulu dia tidak mengumpulkan banyak uang harusnya dia sudah kaya raja sekarang..


long Ryu meminjam pakaian sementara dari penginapan tersebut karena harus mencuci bajunya sedangkan biksu lang membeli beberapa pakaian untuknya sendiri, tetapi dia juga membeli beberapa baju untuk long Ryu guna jika kelak long Ryu membutuhkan..


Setelah mandi mereka turun kebawah untuk makan sesuatu..


Long Ryu dan biksu lang duduk di kursi sambil menunggu makanan datang lalu tiba- tiba ada beberapa orang masuk dengan tubuh besar dan garang hingga mengusir para pengunjung yang lain dan merebut makanan serta meja mereka..


Long Ryu melirik biksu lang.."Kakek...??"


"Biarkan saja mereka kita tidak punya urusan dengan mereka."kata biksu lang acuh tak acuh


Long Ryu mengangguk tetapi terus memperhatikan pengunjung yang baru datang tadi..


•••••••


"Daging ini tidak enak...-!!!"kata pria bertubuh kekar tersebut dan melemparkan daging yang habis digigit nya tadi ke arah Meja di sebelah nya..


"Kurang ajar...-!!!"bentak salah satu pengawal yang berdiri di belakang Meja orang tersebut..

__ADS_1


"Ehh.. Ada semut rupanya.. Biar ku injak..!!"kata pria berbadan kekar tersebut berjalan ke arah meja di sebelahnya..


"Biar ku beri pelajaran para Semut ini, biar mereka tahu sekte Singa petir tidak bisa di ganggu..."kata pria kekar tersebut yang mulai mengeluarkan pedang dari sarungnya sambil tersenyum merendahkan..


Mendengar nama sekte Singa petir Biksu lang mengerutkan kening karena salah satu sekte yang dulu pernah dia serang ternyata masih berdiri..


Pada dasarnya biksu lang dulu menyerang dan membuat kekacauan di beberapa sekte karena menurutnya sekte tersebut pantas musnah karena kelakuan mereka meresahkan dan orang yang tidak baik akan tetapi biksu lang di waktu itu tidak pandang bulu hingga terkadang banyak juga orang tidak bersalah di bantainya...


Pria muda yang membentak tadi dan diikuti Beberapa rekannya mulai berjalan dan mengeluarkan pedang dari sarungnya juga..


Terlihat sosok wanita cantik sedang duduk di meja makan Berusia sekitar 17 tahunan dan memerintahkan pengawalnya untuk mundur"Kalian mundurlah,, kita dengar dulu apa yang mereka inginkan"


Pria berbadan kekar tersebut yang baru menyadari kalau ada wanita cantik sedang duduk dan memakan hidangan dengan santai nya membuat pria itu menjilat air liur karena kecantikan wanita tersebut..


"Kakak,, lihatlah ada wanita cantik disini.."kata pria berbadan kekar tersebut menoleh kearah kelompoknya yang masih makan dari hidangan di meja yang baru saja mereka rampas.


"Hahaha.. Baguss,, bawa dia kemari untuk menemani kita minum dan setelahnya kita akan membuatnya bahagia semalaman...-!!"kata pemimpin rombongan sekte singa petir diiringi tawa para anggotanya..


Pria berbadan kekar tadi mengangguk tanda mengerti"Hmm.. Baik.."


"Hei nona cantik ayo ikut aku untuk menemani kami minum beberapa gelas..."kata pria itu dengan wajah mesum.


"Kurang ajar,, matiii...-!!"kata pengawal wanita tersebut sangat marah karena tuannya di anggap sebagai wanita penghibur..


Salah satu pengawal wanita tersebut tidak ambil diam dan menyerang pria berbadan kekar tersebut untuk memberinya pelajaran..


Boomm... Beberapa meja hancur berantakan karena adu serangan antara pengawal dan pria berbadan kekar tersebut akan tetapi pengawal itu terlempar keras dan menabrak meja hingga hancur berkeping- keping..


Beberapa pengawal lain maju untuk menyerang pria tersebut akan tetapi hal yang sama terjadi mereka di lemparkan bagai kecoa oleh pria tersebut..


"Haha.. Baguss.. Pukul lagi.."kata para anggota singa petir..


" semut yang mencari mati..Hanya tingkat pejuang ingin melawanku Tingkat prajurit tahap satu.-!!"dengus pria kekar tersebut mengejek para pengawal wanita itu..


Sedangkan Wanita tersebut menghela nafas pelan karena sepertinya para murid singa petir ini musti di disiplinkan..


"Kakek, apa tidak akan apa- apa..?? Tanya long Ryu khawatir..


Biksu lang mengerutkan kening melihat wanita yang dari tadi diam mulai bertindak.. Karena dia seperti mengenali pakaian yang di kenakan wanita tersebut..


•••••••••••

__ADS_1


Pemimpin Anggota sekte singa petir yang menyadari wanita yang baru berdiri untuk mengambil tindakan tersebut menjadi gemetar karena melihat pedang yang Baru dikeluarkan oleh wanita tersebut "Yin zi dari Sekte Gunung Salju...-!!"


...°°°°°°°°°°°°°°°°°°...


__ADS_2