
"Kemarahan bisa membuat seseorang sesat bicara. Dendam yang membara bisa membuat insan melupakan kasih. Hasutan bisa menimbulkan bencana. Kalau benar perempuan itu adalah seorang istri sesat, dan kalau aku boleh bertanya, siapa gerangan suaminya sebelumnya?" tanya dewi payung tujuh mendekati yin ci jue
Air muka Mo zan berubah, tegang membesi.
Rahangnya menggembung dan gerahamnya mengeluarkan suara bergemeletak. Untuk beberapa saat lamanya dia tak bisa
membuka mulut dan hanya memandang pada gadis baju biru dan dewi payung tujuh
dengan mendelik besar.
"haii, kau tidak menjawab, berarti mungkin kaulah bekas suaminya. Benar begitu?
Mo zan masih membungkam. Lalu dia maju satu langkah. Sambil menuding tepat-tepat pada dewi payung tujuh dia
bekata.
"Lekas kau menyingkir dari tempat ini! Jangan mengira aku
tidak tega membuatmu celaka!"
"Hawa amarah masih menguasai dirimu. Padahal aku yakin di lubuk hatimu masih ada rasa kasihan. Baik, aku akan pergi dari
sini. Tapi aku akan membawa serta perempuan dalam jala itu!"ucap dewi payung tujuh
"Kalau begitu biar kau sekalian kupasung dalam jala api iblis!"
Mo zan lalu pukulkan tangan kirinya. Maka dari tonjolan-tonjolan yang ada di tangan besinya melesat keluar
larikan-larikan sinar biru menyala.
Larikan-larikan sinar yang
panas luar biasa ini bergerak membentuk jaring lalu menebar
kearah gadis muda serta dewi payung tujuh!
", jaringmu sungguh hebat Tak pernah kulihat ilmu langka ini sebelumnya. Sayang kau miliki dan kau pergunakan untuk perbuatan sesat!"ucap dewi payung tujuh kembali
Habis berkata begitu dewi ini angkat dua tangannya
ke atas lalu didorongkan. Dorongannya perlahan saja hingga mengayunkan sebuah payung berwarna kuning ke arah Mo zan.
Sambil mendorong dua tumitnya berjingkat.
Gerakannya lemah gemulai seperti seorang penari.
Namun kekuatan yang keluar dari dorongan tangan itu sungguh luar
biasa. Jaring Api lblis yang hendak melibas dirinya terangkat ke atas. Si dewi gerakkan lagi dua tangannya.
Seperti mengikuti gerakan dua tangan si dewi jaring itu melayang ke kiri lalu di satu tempat diturunkan ke
tanah.
Kejut Mo zan bukan alang kepalang. Jika dewi itu
mampu mengendalikan jala Api lblis , dan jika
dia mau, bukan mustahil dia bisa menjebloskan dirinya ke dalam jala miliknya sendiri! Walau bisa berpikir seperti itu
namunmasih jauh dari rasa sadar.
"Kau punya ilmu! Aku mau lihat apakah kau bisa menerima inil" Didahului bentakan keras Mo zan semburkan lima bara menyala.
Dua tangannya ikut bekerja. Melepas
serangan Selusin Tombak Hitam.
Dua puluh empat larik sinar hitam dengan dahsyatnya menghantam ke arah gadis berpakaian biru.
Melihat serangan
luar biasa begitu rupa, Dewi Payung tujuh tak mau berlaku ayal. Dia membuat gerakan aneh. Tubuhnya melesat miring ke atas.
Lima bara menyala lewat di sisi kiri kanan. Bersamaan dengan
__ADS_1
itu dua tangannya dipukulkan ke depan. Tak ada terdengar deru angin, takada kelihatan cahaya berwarna. Namun dua serangan tangan kiri kanan Mo zan yang memancarkan dua puluh empat larikan kelihatan tertahan di
udara.
Si dewi tukikkan dua tangannya ke bawah ke arah anah. Dua puluh empat larikan sinar hitam ikut luruh kearah hawah dan menghujam.
kepulan asap hitam setinggi dua tombak!
Mo zan berteriak marah. Dia kerahkan seluruh
tenaga dalam yang dimilikinya lalu tumit kirinya dihentakkan
ke tanah hingga kakinya melesak sampai satu jengkal.
Akibat hentakan ini secara aneh dua dari dua puluh empat larikan
hitam Selusin tombak Hitam yang telah dilumpuhkan dan
luruh ke tanah, tiba-tiba melesat ke atas lalu menderu kearah dewi.
Tidak menyangka akan kejadian seperti itu si dewi terlambat menghindar.
"Wusss!"
"Wusss!"
Dua larik sinar hitam menyambar tubuh dewi payung di bagian
pinggul dan bahu sebelah kanan. Si dewi terpekik kaget mukanya langsung pucat Pakaiannya terbakar pada dua
tempat yang barusan dilanda serangan. Dia cepat menepuk
nepuk memadamkan api.
Begitu api padam, dari robekan
hangus pakaiannya di dua tempat tersembul kulitnya yang seharusnya putih mulus itu kini kelihatan berbercak kehitam
hitaman.
berucap.
"Sayang. Sungguh sayang. Lagi-lagi kepandaian
dan limu tinggi dipergunakan dalam kesesatan. mo zan kau perlu istirahat Kau perlu memicingkan mata barang beberapa jenak agar otak dan hatimu bersih." Selesai
mengeluarkan ucapan itu si dewi mengusap mukanya sendiri
lalu meniup ke arah Mo zan.
**** *
Si dewi payung tujuh, Aku ingat! Kau bernama Yin qin!" tiba-tiba
Mo zan berteriak
Mo zan berteriak.
"lImu kepandaianmu boleh tinggi tapi jangan harap kau bisa nenenung diriku!"
Habis berkata begitu Mo zan siap hendak
menghantam kembali. Tapi tiba-tiba dia merasakan matanya menjadi berat.
Kantuk yang amat sangat menyerangnya tak
tertahankan. Terhuyung-huyung dia melangkah mendekati sebatang pohon.
Sebelum sampai ke pohon itu tubuhnya
sudah limbung lalu perlahan-lahan jatuh ke tanah.
" kurang ajar! Apa yang kau lakukan terhadap cucu
muridku?!l"
__ADS_1
Satu suara membentak. Satu bayangan hitam berkelebat.
Itulah sosok sang Penghancur yang saat itu sebenarnya sudah
siap untuk kabur dari tempat itu. Tapi melihat Mo zan jatuh tergeletak di tanah dan tak bergerak lagi dia menyempatkan diri untuk menyelidiki.
dewi yang dibentak
tidak segera menjawab karena keburu tergagau ketika melihat
siapa dan bagaimana keadaan orang yang barusan
membentaknya.
"Kau! Waktu Api lbiis menyerangmu, kau
menangkis dan mematahkannya dengan lImu Tangan Dewa Bumi! Lalu waktu dua puluh empat sinar hitam pukulan Selusin tombak Dan Jala api menggempurmu kau
menangkis dengan jurus pukulan bernama Kasih Mendorong
Bumi! Lekas katakan apa hubunganmu dengan seorang nenek sakti berjuluk Gagak Hitam?!"
Walau rasa terkejut mendengar si muka tengkorak menyebut nama gurunya bahkan mengetahui jurus jurus ilmu serangan
sakti yang tadi dilancarkannya menghadapi serangan Mo zan namun Dewi Payung tujuh layangkan senyum. Dengan
demikian dia berhasil menutupi perubahan di wajahnya yang
jelita. "Makhluk bermuka tengkorak, matamu sungguh tajam pertanda pengalamanmu sangat luas. Sayang aku tidak kenal
siapa kau adanya. Tadi kau berniat hendak pergi dari sini. Mengapa tidak diteruskan?"
Sang Penghancur merasa jengkel karena pertanyaannya tidak
dijawab. Namun dia tak mau menghabiskan waktu bicara berpanjang-panjang.
Dia berpaling pada Mo zan.
Makhluk Jerangkong berjubah hitam itu merasa heran karena dia melihat cucu muridnya itu mati tidak, pingsan juga tidak.
Tapi tertidur lelap!
"Aku menghadapi orang-orang berkepandaian tinggi. Walau
sakit hati, hari ini sebaiknya aku mengalah!" membatin sang unjungan. Lalu dengan tongkat tulang putih yang tak kelihatan
lagi nyala api di ujungnya makhluk jerangkong ini menuding
kearah Dewi payung tujuh.
"Hari ini untuk pertama kali aku melihatmu. Jika kita bertemu
lagi di kali ke dua mungkin urusan tidak semudah ini bagimu!
Kecantikan dan kebagusan tubuhmu tidak meluruhkan hatiku
untuk tidak membakarmu hidup- hidup!"
Habis berkata begitu makhluk jerangkong sorongkan ujung
tongkat tulangnya ke kuduk pakaian Mo zan.
Sekali dia gerakkan tangannya maka sosok besar Mo zan jatuh tertelungkup di atas bahu kirinya. Saat itu juga
ada orang berteriak.
"Mahkluk jerangkong! Jangan kau berani membawa orang itu.
Tinggalkan dia di tempat ini!"
Yang berteriak ternyata adalah Kakek peramal.
Saat tu dia terduduk di tanah sambil pegangi lengannya yang patah.
Luka-luka bakar memenuhi sebagian tubuhnya. Ketika Dewi payung tujuh.
__ADS_1
memandang ke arah si kakek kagetlah dia ini. Karena disamping Mo zan saat itu