Pendekar Penguasa Neraka

Pendekar Penguasa Neraka
Mundur


__ADS_3

"Kemarahan bisa membuat seseorang sesat bicara. Dendam yang membara bisa membuat insan melupakan kasih. Hasutan bisa menimbulkan bencana. Kalau benar perempuan itu adalah seorang istri sesat, dan kalau aku boleh bertanya, siapa gerangan suaminya sebelumnya?" tanya dewi payung tujuh mendekati yin ci jue


Air muka Mo zan berubah, tegang membesi.


Rahangnya menggembung dan gerahamnya mengeluarkan suara bergemeletak. Untuk beberapa saat lamanya dia tak bisa


membuka mulut dan hanya memandang pada gadis baju biru dan dewi payung tujuh


dengan mendelik besar.


"haii, kau tidak menjawab, berarti mungkin kaulah bekas suaminya. Benar begitu?


Mo zan masih membungkam. Lalu dia maju satu langkah. Sambil menuding tepat-tepat pada dewi payung tujuh dia


bekata.


"Lekas kau menyingkir dari tempat ini! Jangan mengira aku


tidak tega membuatmu celaka!"


"Hawa amarah masih menguasai dirimu. Padahal aku yakin di lubuk hatimu masih ada rasa kasihan. Baik, aku akan pergi dari


sini. Tapi aku akan membawa serta perempuan dalam jala itu!"ucap dewi payung tujuh


"Kalau begitu biar kau sekalian kupasung dalam jala api iblis!"


Mo zan lalu pukulkan tangan kirinya. Maka dari tonjolan-tonjolan yang ada di tangan besinya melesat keluar


larikan-larikan sinar biru menyala.


Larikan-larikan sinar yang


panas luar biasa ini bergerak membentuk jaring lalu menebar


kearah gadis muda serta dewi payung tujuh!


", jaringmu sungguh hebat Tak pernah kulihat ilmu langka ini sebelumnya. Sayang kau miliki dan kau pergunakan untuk perbuatan sesat!"ucap dewi payung tujuh kembali


Habis berkata begitu dewi ini angkat dua tangannya


ke atas lalu didorongkan. Dorongannya perlahan saja hingga mengayunkan sebuah payung berwarna kuning ke arah Mo zan.


Sambil mendorong dua tumitnya berjingkat.


Gerakannya lemah gemulai seperti seorang penari.


Namun kekuatan yang keluar dari dorongan tangan itu sungguh luar


biasa. Jaring Api lblis yang hendak melibas dirinya terangkat ke atas. Si dewi gerakkan lagi dua tangannya.


Seperti mengikuti gerakan dua tangan si dewi jaring itu melayang ke kiri lalu di satu tempat diturunkan ke


tanah.


Kejut Mo zan bukan alang kepalang. Jika dewi itu


mampu mengendalikan jala Api lblis , dan jika


dia mau, bukan mustahil dia bisa menjebloskan dirinya ke dalam jala miliknya sendiri! Walau bisa berpikir seperti itu


namunmasih jauh dari rasa sadar.


"Kau punya ilmu! Aku mau lihat apakah kau bisa menerima inil" Didahului bentakan keras Mo zan semburkan lima bara menyala.


Dua tangannya ikut bekerja. Melepas


serangan Selusin Tombak Hitam.


Dua puluh empat larik sinar hitam dengan dahsyatnya menghantam ke arah gadis berpakaian biru.


Melihat serangan


luar biasa begitu rupa, Dewi Payung tujuh tak mau berlaku ayal. Dia membuat gerakan aneh. Tubuhnya melesat miring ke atas.


Lima bara menyala lewat di sisi kiri kanan. Bersamaan dengan

__ADS_1


itu dua tangannya dipukulkan ke depan. Tak ada terdengar deru angin, takada kelihatan cahaya berwarna. Namun dua serangan tangan kiri kanan Mo zan yang memancarkan dua puluh empat larikan kelihatan tertahan di


udara.


Si dewi tukikkan dua tangannya ke bawah ke arah anah. Dua puluh empat larikan sinar hitam ikut luruh kearah hawah dan menghujam.


kepulan asap hitam setinggi dua tombak!


Mo zan berteriak marah. Dia kerahkan seluruh


tenaga dalam yang dimilikinya lalu tumit kirinya dihentakkan


ke tanah hingga kakinya melesak sampai satu jengkal.


Akibat hentakan ini secara aneh dua dari dua puluh empat larikan


hitam Selusin tombak Hitam yang telah dilumpuhkan dan


luruh ke tanah, tiba-tiba melesat ke atas lalu menderu kearah dewi.


Tidak menyangka akan kejadian seperti itu si dewi terlambat menghindar.


"Wusss!"


"Wusss!"


Dua larik sinar hitam menyambar tubuh dewi payung di bagian


pinggul dan bahu sebelah kanan. Si dewi terpekik kaget mukanya langsung pucat Pakaiannya terbakar pada dua


tempat yang barusan dilanda serangan. Dia cepat menepuk


nepuk memadamkan api.


Begitu api padam, dari robekan


hangus pakaiannya di dua tempat tersembul kulitnya yang seharusnya putih mulus itu kini kelihatan berbercak kehitam


hitaman.


berucap.


"Sayang. Sungguh sayang. Lagi-lagi kepandaian


dan limu tinggi dipergunakan dalam kesesatan. mo zan kau perlu istirahat Kau perlu memicingkan mata barang beberapa jenak agar otak dan hatimu bersih." Selesai


mengeluarkan ucapan itu si dewi mengusap mukanya sendiri


lalu meniup ke arah Mo zan.


**** *


Si dewi payung tujuh, Aku ingat! Kau bernama Yin qin!" tiba-tiba


Mo zan berteriak


Mo zan berteriak.


"lImu kepandaianmu boleh tinggi tapi jangan harap kau bisa nenenung diriku!"


Habis berkata begitu Mo zan siap hendak


menghantam kembali. Tapi tiba-tiba dia merasakan matanya menjadi berat.


Kantuk yang amat sangat menyerangnya tak


tertahankan. Terhuyung-huyung dia melangkah mendekati sebatang pohon.


Sebelum sampai ke pohon itu tubuhnya


sudah limbung lalu perlahan-lahan jatuh ke tanah.


" kurang ajar! Apa yang kau lakukan terhadap cucu


muridku?!l"

__ADS_1


Satu suara membentak. Satu bayangan hitam berkelebat.


Itulah sosok sang Penghancur yang saat itu sebenarnya sudah


siap untuk kabur dari tempat itu. Tapi melihat Mo zan jatuh tergeletak di tanah dan tak bergerak lagi dia menyempatkan diri untuk menyelidiki.


dewi yang dibentak


tidak segera menjawab karena keburu tergagau ketika melihat


siapa dan bagaimana keadaan orang yang barusan


membentaknya.


"Kau! Waktu Api lbiis menyerangmu, kau


menangkis dan mematahkannya dengan lImu Tangan Dewa Bumi! Lalu waktu dua puluh empat sinar hitam pukulan Selusin tombak Dan Jala api menggempurmu kau


menangkis dengan jurus pukulan bernama Kasih Mendorong


Bumi! Lekas katakan apa hubunganmu dengan seorang nenek sakti berjuluk Gagak Hitam?!"


Walau rasa terkejut mendengar si muka tengkorak menyebut nama gurunya bahkan mengetahui jurus jurus ilmu serangan


sakti yang tadi dilancarkannya menghadapi serangan Mo zan namun Dewi Payung tujuh layangkan senyum. Dengan


demikian dia berhasil menutupi perubahan di wajahnya yang


jelita. "Makhluk bermuka tengkorak, matamu sungguh tajam pertanda pengalamanmu sangat luas. Sayang aku tidak kenal


siapa kau adanya. Tadi kau berniat hendak pergi dari sini. Mengapa tidak diteruskan?"


Sang Penghancur merasa jengkel karena pertanyaannya tidak


dijawab. Namun dia tak mau menghabiskan waktu bicara berpanjang-panjang.


Dia berpaling pada Mo zan.


Makhluk Jerangkong berjubah hitam itu merasa heran karena dia melihat cucu muridnya itu mati tidak, pingsan juga tidak.


Tapi tertidur lelap!


"Aku menghadapi orang-orang berkepandaian tinggi. Walau


sakit hati, hari ini sebaiknya aku mengalah!" membatin sang unjungan. Lalu dengan tongkat tulang putih yang tak kelihatan


lagi nyala api di ujungnya makhluk jerangkong ini menuding


kearah Dewi payung tujuh.


"Hari ini untuk pertama kali aku melihatmu. Jika kita bertemu


lagi di kali ke dua mungkin urusan tidak semudah ini bagimu!


Kecantikan dan kebagusan tubuhmu tidak meluruhkan hatiku


untuk tidak membakarmu hidup- hidup!"


Habis berkata begitu makhluk jerangkong sorongkan ujung


tongkat tulangnya ke kuduk pakaian Mo zan.


Sekali dia gerakkan tangannya maka sosok besar Mo zan jatuh tertelungkup di atas bahu kirinya. Saat itu juga


ada orang berteriak.


"Mahkluk jerangkong! Jangan kau berani membawa orang itu.


Tinggalkan dia di tempat ini!"


Yang berteriak ternyata adalah Kakek peramal.


Saat tu dia terduduk di tanah sambil pegangi lengannya yang patah.


Luka-luka bakar memenuhi sebagian tubuhnya. Ketika Dewi payung tujuh.

__ADS_1


memandang ke arah si kakek kagetlah dia ini. Karena disamping Mo zan saat itu


__ADS_2