Pendekar Penguasa Neraka

Pendekar Penguasa Neraka
Tujuh Racun Hydra.


__ADS_3

long ryu tidak bisa menduga kemana


sebenarnya dan apa tujuan Penyihir gagak hitam membawanya. Sebelumnya Penyihir jahat itu bicara baik-baik padanya seperti orang berhati mulia.


Dia bicara ingin membalas budi karena


Long Ryu pernah menyelamatkannya. Tapi siapa percaya makhluk seperti nenek satu ini. Yang meyihir dan membunuh orang


seenaknya? Karena tak tahan berdiam diri dan rasa was-was long Ryu akhirnya ajukan pertanyaan.


"Nek, kau mau bawa aku kemana sebenarnya?" si nenek gebuk pantat long ryu dengan tangan kirinya.


"Sudah berapa kali kau bertanya. Tidak pernah aku melihat orang secerewet dirimu ini! Biasanya yang cerewet adalah nenek nenek sepertiku ini! Masih muda kau sudah begini cerewetnya, apalagi nanti sudah jadi kakek! Hi . hik... ik!"


Mendapat jawaban seperti itu long ryu akhirnya hanya diam saja. Dia berusaha mengerahkan tenaga untuk memusnahkan kelumpuhan aneh yang menguasai dirinya. Tapi sia-sia saja.


Rupanya penyihir gagak hitam mengetahui apa yang dilakukan long ryu. Maka nenek ini berkata.


"Kau boleh punya kesaktian setinggi langit sedalam samudera. Jangan harap kau bisa membebaskan diri dari ilmu Mengikat urat yang menguasai dirimu. yao nexian menghabiskan waktu lima puluh tahun untuk menyakini iimu yang membuat orang kaku tegang tak


berdaya seperti yang kau rasakan sekarang ini!"


"Penyihir gagak hitam, kau telah mencuri pedang saktiku.-!"


long Ryu ingat pada Pedang titipan kaisar langit.


"Sudah kubilang, aku tidak mencuri senjata itu. Aku


mengambil semata-mata karena ingin merasa dekat denganmu... "


"Aku tak perduli apapun alasanmu.


Kau bisa menyebutkan seribu alasan. Mana pedang itu sekarang?"


"Kusimpan di balik jubah hitamku."


"Serahkan padaku!"


"Apa yang hendak kau lakukan?" tanya si nenek sambil terus berlari


"Senjata itu bisa menolong diriku dari luka dalam yang kuderita .


"pedangmu memang senjata luar biasa. Tapi luka dalam yang kau derita bukan cidera biasa! pedang saktimu tak akan mampu menolong. Lagi pula jika kuserahkan padamu, apa kau bisa


memegang senjata itu? Kau berada dalam keadaan lumpuh. Apa kau bisa mengalirkan tenaga dalam dan hawa sakti yang kau miliki?""

__ADS_1


"Berarti, seumur-umur aku akan berada dalam keadaan seperti ini?" mendengar itu Si nenek tertawa panjang.


long ryu memaki dalam hati. Dalam keadaan seperti itu si nenek masih bisa tertawa. Kemudian didengarnya si penyihir berkata. "Pemuda tolol, kalau aku ingin kau menderita sengsara seumur-umur, tidak akan aku membawamu saat ini-!!"


"Tapi kau tidak mau memberitahu kemana kau membawa diriku..."


"Sudahlah, jangan banyak bertanya. Hari mulai gelap. Kalau kau ajak bicara terus aku bisa lari menabrak pohon. Kalau kepalamu yang mendarat. di batang kayu lebih dulu, apa kau tidak celaka? Nanti kau menuduh diriku sengaja mencelakai


dirimu.. "


long ryu menggerendeng dalam hati. Dadanya men denyut sakit sekali. Tubuhnya saat demi saat terasa semakin lemah.


si nenek pegang pundak pemuda ini.


"Tubuhmu mulai dingin. Racun pukulan si racun ular mulai bekerja. Aku harus bertindak cepat.."


Si nenek percepat larinya. Baru berlalu beberapa saat tiba-tiba long ryu merasakan dadanya sesak. Dia membuka mulut lebar lebar agar bisa bernafas. Tapi dari mulutnya menghambur


darah segar.


Saat itu juga murid biksu gila dari gunung venus ini jatuh pingsan tak sadarkan diri lagi!


"Celaka! Celaka!" kata si nenek berulang kali.


tenggelam. Tujuannya adalah sebuah bukit kecil yang ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan mengandung obat mujarab


bagi penyembuhan luka dalam yang disertai racun.


Di puncak bukit itu ternyata ada sebuah gubuk reot beratap daun kelapa kering.


Di dalam gubuk terdapat tiga batang pohon kelapa yang dipotong-potong rata dan disusun demikian


rupa membentuk pembaringan. si penyihir baringkan long ryu di atas batang-batang kelapa itu.


Lalu dia mencari beberapa ranting kering, digabung jadi satu. Ujung ranting ranting itu dilumasinya dengan hancuran sejenis daun.


Ketika dibakar maka ujung ranting itu berubah menjadi obor. Walau


hanya apinya kecil saja tapi sudah cukup untuk menerangi seluruh gubuk.


si penyihir berlutut di samping sosok long ryu. Dengan cepat dibukanya baju pemuda ini. Muka burungnva berubah


dan sepasang matanya yang aneh membeliak besar ketika melihat tanda kebiruan berbentuk tangan di dada kiri long ryu.


itu adalah tanda pukukan bekas hantaman si racun ular pukukan Tujuh racun hydra... Tepat di arah jantung. "Tidak mudah mengobatinya.. "desis si nenek

__ADS_1


"Aku harus mencari tujuh jenis daun obat. Mungkin


membutuhkan waktu lama. Apakah dia sanggup bertahan. Si nenek letakkan telinga kirinya di atas dada kiri long Ryu.


"Masih ada detak jantungnya. Tidak terlalu keras. Para Dewa . Aku mohon pertolonganmu. Beri kekuatan pada orang ini


agar dia bisa bertahan. Paling tidak sampai aku dapat mengumpulkan tujuh daun obat yang diperlukan ."


si penyihir letakkan dua telapak tangannya di dada kiri long ryu Lalu dia pejamkan mata. Perlahan-lahan si nenek mulai alirkan hawa sakti ke dada murid biksu ini. Cukup lama sampai tubuhnya keringatan karena dari dada pemuda itu seolah ada hawa lain yang keluar menolak masuknya hawa sakti si nenek. Itulah hawa jahat racun tujuh hydra.


"ryu" bisik si nenek penyihir.


"Walau kelak aku tidak mendapatkan dirimu, aku merasa jika bisa menyelamatkan jiwamu. Kehadiranmu membuat aku


mulai menyadari betapa hidup di dalam kesesatan itu hanya akan membakar diri sendiri ... Si nenek belai pipi long Ryu lalu bangkit berdiri.


Dia harus bertindak cepat.


Sebelum keluar dari dalam gubuk dia mengambil ranting- ranting yang dijadikan obor. Mencari tujuh daun obat di malam hari.


gelap seperti itu bukan pekerjaan mudah. Obor kecil itu bisa menolongnya sebagai penerang jalan.


Baru satu langkah si nenek meninggalkan bagian depan gubuk tiba-tiba di dalam gelap terdengar suara tawa cekikikan.


Kaget si nenek bukan alang kepalang. Memandang kedepan dia melihat dua gadis cantik berpakaian serba putih menyeruak keluar dari kegelapan, tegak berkacak pinggang,


memandang ke arahnya sambil tertawa-tawa.


"Sepasang dua Gadis Dewi Racun!" kata si nenek dalam hati.


"Apakah sudah lama mereka berada di tempat ini? Apakah mereka melihat apa yang tadi aku lakukan di dalam sana? Ah, menyaksikan mereka berdua-dua seperti ini membuat rasa


penyesalan dalam diriku jadi semakin bertambah. Kalau sang Penghancur tidak memerintahkan aku .."


"tapi bagaimana dengan berita yang tersiar di luaran. long ryu yang sudah dikabarkan telah meru sak kehormatan mereka dan menganiaya keduanya. Jika melihat mereka saat ini tampaknya seperti tidak pernah terjadi apa-apa


dengan mereka. padahal meng jiten lah pelakunya..-" batin si nenek


"Penyihir Gagak hitam!" gadis kembar di sebelah kanan bernama dewi Racun Jiwa menegur.


"Apa yang kau lakukan di dalam gubuk barusan? Hik... hik..hik!"


"Dia benar-benar beruntung! Hik... hik... hik!" menimpali gadis satunya yakni dewi racun Raga sang adik..


°°°°°°°°°°°°°°°°°°°

__ADS_1


__ADS_2