
.. Orang tua ini kemudian berpaling pada Yin yui. "Kau adalah istri Mo zan??...
"Saat ini aku tidak lagi jadi istri manusia keji jahat itu!" dengus Yin yui kesal dan saat dia melirik Wu ao muka nya menjadi merah karena malu..
"Aku tahu perasaanmu nak Yin . Tapi bagaimanapun kau pernah menjadi istrinya. Yang aku ingin tanyakan, apakah
kau pernah tahu, melihat atau menyadari bahwa Mo zan alias perampok setan gelap memang memiliki tanda seperti yang ada di lengan
kanan Wu ao?"
"Aku... Hemm. ... rasanya ku memang pernah melihat. Tapi aku tidak begitu memperhatikan. Aku tidak pernah menanyakan atau memberitahu padanya. Mungkin dia sendiri
tidak tahu. Kek, apa arti semua pembicaraan ini?" bertanya Yin yui.
Dada Kakek peramal bergemuruh.
Sepasang matanya tampak semakin berkaca-kaca dan sekujur tubuhnya kelihatan bergetar.
"Kek, ada apa dengan dirimu. Apakah kau sakit?" tanya Wu ao heran.
"Kek, apapun yang terjadi dengan dirimu harap kau menjawab pertanyaanku tadi!" ujar Yin Yui sedikit mendesak.
"Apa artinya semua pembicaraanmu itu! Kau, matamu basah. Bibirmu bergetar. Kau hendak mengatakan sesuatu Kek?" tambah Wu ao juga sangat heran.
"Aku.." Si kakek tampak agak sempoyongan. Dia sandarkan punggungnya ke tubuh Singa tak takut. Dia menarik nafas panjang sampai dua kali baru membuka mulut.
"Dengar baik-baik apa yang akan aku ucapkan Wu ao. Kalian berdua adalah ..."
"Kalian berdua siapa maksudmu Kek," tanya Wu ao ketika si kakek hentikan ucapannya seolah lidahnya mendadak menjadi kelu.
"Maksudku... kau ... kau dan Mo zan adalah..." Gelora jiwa dan gejolak hati yang seolah membadai membuat orang tua
itu sulit untuk berucap. Dalam hati dia berdoa.
"Wahai para Dewa, beri aku kekuatan untuk menyampaikan kebenaran ini. Aku harus mengatakan sekarang juga! karena
mugkin hidupku ini hanya tinggal beberapa hitungan jengkal saja. Aku ..
"Kakek peramal usap lelehan air mata yang
menggelinding jatuh ke pipinya yang keriput.
__ADS_1
Wu ao, dengar baik-baik. Kau dan Mo zan adalah dua. Belum sempat si Kakek menyelesaikan ucapannya tiba-tiba di udara menggema suara seperti petir menyambar.
Lalu ada hawa panas menyungkup. Ketika semua orang memandang ke atas pohon kaget lah mereka. Di udara melayang turun cepat sekali
sebuah jaring besar berwarna biru seolah terbuat dari kobaran api!
"Api Iblis !" teriak Wu ao lalu jatuhkan diri dan
berguling sejauh yang bisa dilakukannya. Hal yang sama segera pula dilakukan Yin yui.
Kakek Peramal hantamkan kakinya kiri kanan ke atas dua kali berturut-turut.
Dua gelombang angin berwarna kebiruan menggebubu.
"Bummm!"
ledakan yang memancarkan cahaya merah angker. Dua tangan-nya yang
tersembul keluar dari ujung lengan jubah hitam merupakan tulang-tulang putih.
Tiba-tiba rambut-rambut putih itu
mulutnya yang penuh susunan gig-gigi besar mengerikan kembali keluar suara tawa mengekeh.
"Makhluk jerangkong .." desis Kakek Peramal sedikit gemetar.
"Kalau aku tidak salah menduga dia adalah jahanam yang di panggil dengan sebutan sang Penghancur. Yang konon kabarnya
adalah guru dari Iblis Burung, Pasti tadi dia yang
melancarkan serangan Api Iblis! Astaga, lihat siapa yang berdiri di sampingnya!l"
Kakek Peramal buka matanya lebar-lebar. Yang saat itu tegak disebelah makhluk jerangkong sang Sang Penghancur bukan
lain adalah Mo Zan Pemimpin perampok Setan gelap, Murid Iblis Burung.
Bekas suami Yin yui!
"Cucu muridku Mo zan! Orang-orang yang kita
cari sudah ditemukan! Kematian sudah menjadii bagian mereka Kau tunggu apalagi?!" Sang Penghancur keuarkan
__ADS_1
ucapan. Lalu tangan kirinya yang hanya merupakan tulang- tulang putih itu diusapnya ke punggung Mo zan.
Usapan ini bukan usapan biasa karena bersamaan dengan itu makhluk jerangkong susupkan sebagian hawa sakti ke dalam
tubuh Mo zan. Saat itu juga Mo zan
merasa tubuhnya lebih ringan namun sekaligus darahnya menggejolak aneh, membawa amarah luar biasa.
Ketika dia menyeringai dan mulutnya terbuka kelihatan ada kobaran api di dalam mulut itu.
Seperti diketahui sampai saat itu di dalam perut Mo zan masih mendekam puluhan bara api yang sebelumnya berada di kepala, dada dan perutnya.
"Tunggu dulu!" tiba-tiba Kakek Peramal berseru ketika dilihatnya Mo zan, melangkah mendekati Wu ao.
dengan tangan kiri yang disambung besi warna biru dipentang di atas kepala, siap 'untuk dipukulkan.
"Mo zan! Pasal lantaran apa kau hendak
nembunuh Wu ao?!"
"Cucu muridku Mo zan, kau tak usah menjawab
pertanyaan tua bangka gila itu! Lekas bunuh Wu ao! Biar aku yang menghadapi monyet tua itu!" Berkata sang Penghancur sombong.
Terima kasih kau mau membantuku sang Penghancur. Tapi jika
kau tidak keberatan, biar aku beritahu padanya pasal lantaran apa aku ingin menghabisi keparat bernama Wu ao ini!"
Sang Penghancur kelihatan tidak begitu senang dengan ucapan Mo zan alias Perampok setan gelap itu. Tapi dia akhirnya
anggukkan kepala. Mo zan lalu berpaling pada Kakek Peramal.
"Agar kau tahu!" kata Mozan pula.
"Makhluk bernama Wu ao yang sepasang tangan nya ditancapi Jarum- Jarum itu sudah sejak lama menjadi musuh besarku. Belum sempat aku membalaskan sakit hati dendam Lama,
tahu-tahu dia main gila bergendak- gendak dengan istriku. Dia merampas Yin yui dari tanganku!"
"Mulutmu kotor! Tuduhanmu keiji!" teriak Wu ao dari dalam jaring.
"Aku tidak pernah merampas Yin Yui. Perempuan itu meninggalkan dirimu karena kau berniat hendak Membunuh nya..
__ADS_1