Pendekar Penguasa Neraka

Pendekar Penguasa Neraka
Apa Salah Ryu??


__ADS_3

biksu lang memakan hidangan dengan sangat lahap hinggah Hanya Sekejap saja sudah satu piring nasi hal itu sontak membuat Ryu menjadi gelisah dan akhirnya Dia cepat-cepat menghabiskan nasi di piring dan menambah lagi nasinya.


"Baiklah aku tidak akan kalah-!" long Ryu memanggil pelayan dan memesan nasi lagi karena nasi di meja kurang dia memesan lima porsi nasi sedangkan biksu lang melakukan hal yang sama..


"Pelayan tambah lagi nasinya!"biksu lang memerintahkan dan dalam sekejap dua belas porsi nasi dihabiskan oleh biksu lang dan long Ryu.


para pelayan melongo melihat nafsuu makan keduanya di tambah lagi melihat long Ryu yang sangat rakus makan tidak kalah dengan gurunya,


"bagaimana perut kecil itu bisa menampung nasi sebanyak itu??" kata para pelayan keheranan..


sedangkan raja obat hanya menggaruk kepalanya karena sedikit malu.."tidak usah hiraukan kami, ini tambahan uangnya..sisanya kalian ambil saja"kata raja obat melemparkan dua keping koin emas..


para pelayan yang menerima koin tersebut terbata dan salah tingkah menerimanya, mau bagaimanapun bagi mereka uang seperti itu sudah bisa menampung kehidupan selama satu bulan tetapi beda halnya dengan para pendekar koin emas tidak berarti banyak bagi mereka...


"Te.terima kasih tuan.."kata para pelayan sangat girang.


long Ryu mengelus perut kecilnya yang gendut"uhhh,, kenyang nya..."sambil tersenyum puas


biksu lang melirik long Ryu "makanmu saja yang kuat, sedangkan kultivasimu rendah.."ejek biksu lang karena long Ryu masih lemah..


"aiyoo, kakek guru bukankah kita melakukan perjalanan ini agar aku bisa berlatih jurus pedang. tenang saja suatu hari nanti kakek guru akan bangga kepadaku.."kata long Ryu penuh percaya diri.


"aiss, terserah kamu saja asal tidak membuatku malu.."kata biksu lang pasrah


"saudaraku nafsuu makanmu makin lama makin jadi saja..!"sindir raja obat menyenggol bahu biksu lang..


"itu tidak mungkin,, kamu tidak lihat bocah tengik inilah yang menghabiskan semuanya.."biksu lang mencoba membela diri.


"oh benarkah itu..?? tapi kulihat jatah makanku kamu sapu juga.."ejek raja obat sambil tersenyum.


"ah.. itu...-!!??"biksu lang mencoba membela diri tetapi melihat bukti sisa piring di tempat dia makan sebelumnya memang lebih banyak jadi memang dia pelakunya..


"Ha ha ha.."dasar monster dapur.."long Ryu tertawa keras sambil menunjuk biksu lang..


"Kamu juga Bocah bau..-!!"balas biksu lang menunjuk long Ryu..


"aisss. sudah sudah.. saya akan memesan satu porsi lagi untuk saya makan tidak apa meski daging harimau buas sudah habis saya bisa memesan yang lain..!"kata raja obat dengan

__ADS_1


pasrah..


biksu merasa sangat malu karena sudah menghabiskan jatah temannya sendiri.."saudaraku maafkan aku, dagingnya terlalu menghipnotis ku kamu tahu sendiri saya tidak pernah memakannya.."kata biksu lang dengan wajah merah.


"tidak apa- apa, bukankah kita saudara..??" kata raja obat menyemangati..


biksu lang langsung tersenyum lebar mendengarnya'"ah benar kita adalah saudara..!!"kata biksu lang tersenyum penuh makna..


"kalau begitu...!!!pelayan bungkus kan saya satu porsi lagi binatang buas terserah apa saja dagingnya.."kata biksu lang berteriak tanpa malu..


"Akuu juga..!!"kata long Ryu menunjuk tangan ke atas..


melihat itu raja obat merasa sedikit menyesal telah mengucapkan kata- kata saudara tadi.."Koin -koin ku...!" keluh raja obat sedih.


"hehe.. sudahlah saudaraku bukankah kamu memiliki banyak.."biksu lang mencoba menghibur.


"kakek raja obat memang yang terbaik..!!"long Ryu juga memuji dengan tulus..


"benarkah itu..??"tanya raja obat.


"iya kakek memang sangat hebat.."kata long Ryu memancungkan kedua jempolnya..


••••••••••


setelah selesai makan rombongan biksu lang di antar sampai keluar pintu oleh Nan wer dan long ryu beserta yang lain melanjutkan perjalanan menuju sekte walet emas..


"Terima kasih Tuan, silahkan berkunjung lagi.."kata Nan wer tersenyum bahagia..


"Tidak akan selagi kedua monster dapur ini ikut.."batin raja obat mengelus kantong jubahnya.


setelah berjalan kaki beberapa jam long Ryu bertanya kepada biksu lang.."kakek guru apa kita masih jauh..??tanya long Ryu..


"apa yang kamu keluhkan kamu sudah makan banyak jadi berhenti mengeluh anggap ini latihan.."biksu lang memarahi..


"aihh,, dasar tua bangka Ryu kan cuma bertanya.."decak long Ryu.


"apa kau bilang.. murid durhaka..!!"kesal biksu lang mencoba memukul kepalanya

__ADS_1


"kakek raja obat tolong aku..!!!"long Ryu berlari ke belakang punggung raja obat..


"aiyoo.. saudaraku muridmu kan cuma bertanya tidak ada salahnya kan..?"tanya raja obat sambil tersenyum lembut..


"kakek raja obat memang paling mengerti..!!"kata long ryu sambil menjulurkan lidahnya mengejek biksu lang..


"aiss,, anak ini.. kemari biar ku pukul pantatmu..""biksu lang geram..


"kakek guru apa salahku, kenapa kakek memarahiku padahal kakek juga sedang tidak lapar..??"tanya long Ryu polos..


biksu lang melangkah pergi menjauh dengan ekpresi aneh..


"kakekk kamu mau kemana..??"teriak long ryu melihat biksu lang yang menjauh tetapi tidak di jawab oleh biksu lang..


"kakek raja obat kakek guru kenapa..??apa dia marah dengan Ryu apa salah Ryu..???"tanya long Ryu sedih dan menundukan kepala pada raja obat..


"tidak apa- apa nak, Ryu tidak salah biarkan gurumu pergi mendinginkan fikiran nya.."balas raja obat mencoba menghibur..


long Ryu masih terlihat menundukkan kepala berusaha berfikir kesalahan apa yang ia buat"tapi kakek guru tidak pernah seperti ini...!!"keluh sedih long Ryu dengan suara sedikit serak..


raja obat mengerti kenapa biksu lang tiba- tiba marah karena dia cepat atau lambat pasti akan bertemu seseorang yang telah lama dia tinggalkan dengan rasa tanpa tanggung jawab dulunya serta membawanya ke tempat dimana masa lalu kelamnya"tidak apa- apa. tidak perlu sedih.. ayo sini duduk kakek akan sedikit bercerita.."kata raja obat mengajak long Ryu duduk di bawah pohon..


long Ryu mengangguk kecil dan mengikuti raja obat,,


"gurumu pada dasarnya tidaklah benar- benar marah padamu nak, karena melihat kedekatan kalian yang sudah seperti anak dan ayah kakek berasumsi bahwa dia menganggap ini sudah biasa.."kata raja obat tersenyum


"aku akan bercerita sedikit tentang masa lalu gurumu nak..."kata raja obat sambil menghela nafas..


"masa lalu guru..??"tanya long Ryu.


raja obat mengangguk kan kepala dan sambil bersandar di batang pohon..


"ini dimulai sewaktu dia masih kecil,, kami sudah berteman sejak itu dan aku pun tahu kalau dia berasal dari sekte Pagoda Emas dimana sekte terkuat di masa itu Terletak di gunung Venus hingga membuatku berapa kali mati karena oleh pohon itu tetapi itu sebagai latihan bagiku. hal itulah membuatku bangga bisa berteman dengannya.."


"setiap kali aku melihat dia latihan dari luar pintu gerbang sekte mereka membuatku begitu kagum pada gurumu karena latihan kerasnya, tetapi tidak jarang juga dia diperlakukan layaknya hewan disana..."raja obat menghela nafas pelan...


"maksut kakek apa,, dilakukan layaknya hewan..??"tanya heran long Ryu mengerutkan kening.

__ADS_1


°°°°°°°°°°°°′°°°


__ADS_2