
dua hari berlalu setelah berpamitan dengan kedua istri itu biksu Lang dan Long Ryu melanjutkan perjalanan ke arah selatan,, dan mencari rumah makan terlebih dahulu karena bekal sebelumnya sudah tidak tersisa..
biksu Lang dan Long Ryu berjalan menyusuri hutan dengan berjalan santai,, sesekali mereka berpapasan dengan para petani sedang pergi untuk meladang tanda bahwa desa sudah dekat...
setelah sampai di desa Biksu Lang dan Long Ryu mampir ke rumah makan,, tetapi penjaga rumah makan itu melarang mereka untuk masuk..
"Heii,, kalian tidak boleh masuk..." kata penjaga itu melarang mereka untuk masuk ke dalam rumah makan..
"Kenapa kami tidak boleh masuk..?? tanya biksu Lang..
"apa kamu tidak sadar diri,, dari pakaianmu saja sudah di pastikan gembel jalanan, jangan pernah berani meminta- minta kesini..!!. " tegas penjaga itu..
"Apa-apaan apa kau pikir kami tidak mempunyai uang..?!!"Long Ryu dengan berteriak marah kepada penjaga itu sebab gurunya di katakan gembel..
"eh,, ada anak gembel satu lagi rupanya..?? pergi kalian..!!!
Biksu Lang mengajak Long Ryu mencari rumah makan yang lain tetapi ditolak langsung olehnya..
"Kau merendahkan ku..??tanya Long Ryu
kemudian Long Ryu mengeluarkan dua kepis emas dari balik jubahnya...
"Apa ini cukup..??" kata Long Ryu dengan nada kesal..
melihat kepingan emas di tangan long Ryu penjaga tersebut begitu terkejut dan langsung memasang senyum penuh makna.
__ADS_1
"ahh,, maafkan kebodohan ku ini tuan muda dan biksu terhormat.. sungguh penampilan membutakan mataku... silahkan, silahkan masuk..."kata penjaga tersebut penuh hormat..
biksu Lang hanya menggelengkan kepala kemudian memasuki rumah makan dan di antar ke lantai dua tempat dimana hanya kalangan menengah ke atas saja yang bisa sampai kesana...
banyak para tamu di meja lain memperhatikan Biksu Lang dan Long Ryu karena sangat jarang sekali melihat orang berpakaian lusuh bisa masuk ke lantai dua,,
ada juga yang di sudut ruangan memperlihatkan mereka sambil berbisik kepada sosok yang sedang duduk menikmati hidangan..
tetapi tak berselang lama mereka mengabaikan Biksu Lang dan Long Ryu karena mereka fikir bisa saja Biksu Lang bersama Long Ryu berasal dari dunia persilatan...
kemudian biksu Lang mengambil tempat duduk di pojokan yang agak jauh dari tamu lain, takut akan merusak suasana tamu lain karena jika terlalu dekat...
"hehe,, tuan muda dan biksu suci..mau pesan apa dari rumah makan kami..??" tanya seorang pelayan pria dengan senyum penuh makna..
"Berikan kami makanan terbaik rumah makan ini dan juga daging bakar, beserta arak yang berkualitas tinggi.."kata biksu Lang sambil mengeluarkan satu keping emas..
sepuluh keping perunggu saja sudah cukup untuk makan enak di rumah maka tersebut apalagi dengan satu koin emas,, satu koin emas saja bisa bertahan untuk makan enak satu bulan di rumah makan itu..
tetapi di dunia persilatan satu keping emas itu sama saja satu koin perak bagi mereka karena uang bukanlah sesuatu yang susah di dapatkan bagi seorang kultivator..
pelayan yang kaget mendengar pesanan arak yang tidak tahu akan di minum oleh siapa,, akhirnya pelayan tersebut langsung mengambilkan apa yang di pesan biksu Lang setelah melihat koin emas yang di berikan Biksu Lang..
"Biksu suci sangat Darmawan,, tunggulah sebentar disini.."ucap pelayan penuh hormat..
tak selang beberapa lama pelayan itu kembali dan membawa hidangan yang diminta biksu Lang..
__ADS_1
"biksu suci silahkan dinikmati makanannya
"ucap pelayan pria itu penuh hormat..
"eh,, apa ini..??? perasaan tadi aku tidak memesan buah-buahan dan sayuran..?" kata biksu Lang bingung dan berfikir jangan-jangan pelayan ini mau meminta uang lagi..
"Woahh,, kakek guru makanan nya banyak sekali,, baiklah kalau begitu biar murid menghabiskan dagingnya dan kakek guru buah dan sayuran karena guru harus menjaga image guru..!! bisik Long Ryu Kepada Biksu Lang..
pletakk,,!!
kepala Long Ryu di pukul oleh biksu Lang karena kesal dengan muridnya..
"uuughh...!! guru kenapa kau memukulku..??" tanya Long Ryu kesal sambil memegangi kepalanya.
"Makan sayuran kepalamu,,, kalau orang sedang kelaparan bahkan harga dirinya pun bisa hilang,, apalagi hanya sekedar sikap orang-orang yang melihat seorang biksu makan daging tentulah tidak masalah.."kata biksu Lang menjelaskan..
"di dunia ini mana ada orang suci,, semua manusia tidaklah luput dari dosa.."ucap biksu Lang kepada Long Ryu..
"ya ya.. murid mengerti kakek guru.."ucap long Ryu sambil mengelus kepalanya yang masih sakit'..
setelah berdebat akhirnya biksu Lang dan long Ryu makan dengan lahapnya.. dan sambil berebutan daging bakar..
di meja lain banyak yang melongo melihat seorang biksu memakan daging,, berbeda dengan larangan seorang Biksu..
di meja sudut ruangan terlihat seorang perempuan tertawa kecil melihat biksu Lang yang sesekali berebutan daging itu,, karena jarang melihat pemandangan yang seperti ini..
__ADS_1