Pendekar Penguasa Neraka

Pendekar Penguasa Neraka
Ayo Bermain


__ADS_3

Shan dian menjadi tidak sabar dan langsung melesat maju menuju Yin zi karena ingin menangkap nya dan menemani diri nya untuk berpesta malam berdua..


Yin Zi yang mengetahui gelagat dari Shan dian hanya acuh tak acuh karena menurut batin nya Kultivasi dia dan Shan dian Setara..


kemudian Shan dian mencoba merangkul pinggang Yin zi akan tetapi dengan mudah di tepis oleh Yin zi..


Setelah beberapa kali mencoba Shan dian menjadi geram dan mencoba memukul dada Yin zi akan tetapi hal serupa terjadi.


Yin zi dengan mengunakan pedangnya berhasil menghalau setiap pukulan yang di berikan Shan dian hingga pertarungan mereka cukup sengit karena Shan dian tidak mau melukai mangsa nya..


••••••••


di sisi Long Ryu berlari kencang menuju Kelima orang yang tengah memulihkan diri sedang duduk bersila dan memejamkan matanya..


Crakkkk-!!""


suara leher Patah, kemudian di susul dengan suara leher yang lainnya..


pemimpin anggota murid yang menyadari sesuatu yang salah kemudian dia membuka mata nya..


betapa terkejut nya dia saat melihat seorang bocah sekitaran umur sepuluh tahunan sedang mematahkan leher anak buahnya...


"Bocah Tengikk...buka mata kalian semua-!!"kata pemimpin tersebut pada bawahannya yang masih selamat dan memandang Long Ryu dengan marah..


Sedangkan Long Ryu hanya cengengesan menatap balik pemimpin tersebut sambil mengerak- gerakan kepala dari murid singa petir yg sudah mati ke kiri dan ke kanan..


"Edannn...Bunuh dia...-!!"ucap pemimpin tersebut memerintahkan bawahannya yang masih hidup..


Di sisi Yin zi dan Shan dian mereka juga tidak kalah terkejut karena juga melihat seorang bocah membunuh dua murid dari sekte Singa Petir tersebut..

__ADS_1


para murid Singa petir yang masih terkejut tersadar dari kelinglung an mereka kemudian melesat maju untuk memberi Long Ryu pelajaran..


akan tetapi kedua nya di pentalkan langsung oleh long Ryu mengunakan tapak nya hingga terlempar beberapa belas meter..


"Angin Sampaikan Pesanku Padanya.."Teriak Long Ryu mengeluarkan Jurusnya hingga mengeluarkan angin yang kencang dan menghantam kedua penyerang nya..


"anak siapa bocah ini...-!"batin Shan dian penasaran..


"Pffff...-!!"Yin zi ingin tertawa karena mendengar nama jurus yang di keluarkan long Ryu. akan tetapi bagi Shan dian Yin Zi mengejek dirinya karena para Muridnya kalah oleh seorang bocah


"Persetan dengan berpesta...-!!!"Teriak Shan dian mengeluarkan aura petir nya..


Yin zi menyadari kalau lawannya akan mulai serius kemudian Aura dingin menyebar di sekitar tubuh Yin zi hingga lantai menjadi es dan di tangannya memegang Pedang giok yang indah..


"Apa kamu sudah tidak sabar untuk mati..??"tanya Yin zi mengejek Shan dian..


"Haha.. aku takut kamu lah yang akan mati..Haiss.. sangat di sayangkan..-!"ucap Shan dian menggeleng kan kepala nya kemudian maju dengan sangat cepat bagai kilat..


Shan dian memukul tembok Es tersebut dengan sangat cepat, di mata orang biasa dia hanya meninju satu kali akan tetapi di mata Biksu Lang tinjuan nya itu berpuluh puluh kali..


Beberapa kali Shan dian memukul tembok es tersebut hingga akhirnya tembok itu pecah berkeping- keping bagai salju..


Yin zi terkejut Dinding penghalang nya hancur dan kemudian mencoba menyerang Shan dian di depan.


baru mengayunkan Pedangnya ke depan ternyata Shan dian memukulnya dari samping hingga membuatnya terpental jauh..


"Ha ha.. Mau kemana kau Nona manis...-!"ejek Shan dian yang melihat Yin zi mencoba keluar dari reruntuhan..


"Cepat Sekali..!"Batin Yin zi sambil menggigit bibir nya.. kemudian dia melirik Long Ryu yang sedang mempermainkan para murid Sekte Singa Petir..

__ADS_1


•••••


Kedua Penyerang tadi yang terlempar jauh memuntahkan darah yang banyak karena mereka masih terluka dari pertarungan mereka dengan Yin zi sebelumnya..


pemimpin dari ke empat orang tersebut tidak bisa lagi duduk diam dan terus memulihkan diri karena para bawahannya sudah terkapar kemudian dia berdiri dan memandang lekat Long Ryu..


"Bocah dari mana kau berasal..-??"Tanya Pemimpin tersebut sedikit heran..


"Paman tidak perlu tahu aku dari mana karena target ku berikutnya adalah paman..-!"ucap Long Ryu sambil mengelus tinju kecilnya.


pemimpin tersebut menjadi geram karena di remehkan oleh bocah kemudian mengambil inisiatif untuk menyerang dan menangkap Long Ryu akan tetapi dia baru mau melangkah Long Ryu sudah memukul hidung nya hingga berdarah..


"Kurang ajar...-!!"teriak pemimpin tersebut sangat marah dan mengelapi hidungnya yang berdarah..


sedangkan Long Ryu tertawa keras mengejek pemimpin tersebut karena melihat mukanya yang berlumur darah..


"Bocah tengikk...-!!geram pemimpin tersebut sangat murka kemudian dia berdiri akan tetapi dia di tinju kembali oleh Long Ryu hingga kedua matanya bengkak dan hitam..


"Ha ha.. Paman Lihat lah muka paman tidak kah itu sangat keren..-??"tanya long Ryu dengan raut muka pura- pura kagum dan mengacungkan kedua jempolnya..


pemimpin tersebut serasa ingin menangis karena di permainkan oleh seorang Bocah kemudian dia mengeluarkan pedangnya ingin membunuh long ryu..


Long Ryu meneguk ludahnya kemudian berkata"Paman itu benda berbahaya jangan main- main dengan itu..-!"ucap long Ryu kemudian menunjuk ke arah pedang itu..


pemimpin tersebut tidak menghiraukannya dan mengayunkan pedangnya ke arah long Ryu karena sangat marah mukanya di buat bonyok oleh seorang bocah..


Long Ryu menghindari dari setiap serangan pemimpin tersebut hingga dalam waktu yang singkat long Ryu mematahkan pergelangan tangan pemimpin itu hingga membuatnya berteriak keras dan melepaskan pedangnya..


"ahkkk...!"teriak pemimpin tersebut kesakitan hingga berjongkok di tanah...

__ADS_1


"Paman ayo kita main Kuda- kuda..-!"ucap long Ryu dan langsung menaiki punggung pemimpin dari beberapa murid Singa petir yang membuat onar tadi..


...°°°°°°°°°°°°°°°°°...


__ADS_2