Pendekar Penguasa Neraka

Pendekar Penguasa Neraka
Seorang Ayah Yang Mencari Anak nya..


__ADS_3

Di dalam daratan Tengah ini terlihat seorang kakek- aneh yang selalu berjalan dengan tangan nya sedangkan kaki selalu di atas,


Wujud nya yang aneh di sebabkan oleh musuh lama nya yang mengunci tubuh nya mengunakan sebuah pagoda Jiwa..


Di satu sisi setelah lama akhirnya kakek ini bisa berjalan Mengunakan tangan nya setelah belasan tahun tetapi naas dia kehilangan anak- anak nya..


kakek ini juga selalu mencari- cari keberadaan anak- anak nya hingga membuat nya gentayangan kesana kemari guna menemukan anak nya..


dan suatu ketika dia sedang berjalan dia menemukan sepasang kekasih yang sedang bertarung habis- habisan dengan beberapa perampok yang kuat,,


Hingga dia memutuskan untuk membantu mereka melarikan diri mengunakan Singa yang membantu sepasang kekasih tersebut tetapi sial karena sepasang kekasih tersebut banyak terkuras tenaga hingga membuat mereka terjebak di dalam sebuah jaring yang di gunakan para perampok untuk menangkap mereka..


•••••


Terlihat tiga sosok sedang menunggang i seekor singa yang sangat besar.


mereka melarikan diri setelah diselamatkan seorang kakek aneh dari tangan perampok yang begitu kejam..


Singa raksasa berkaki empat itu berlari kencang di bawah siraman sang surya yang tengah menggelincir menuju ufuk


tenggelamnya.


Bulunya yang hitam pekat seolah menebar


pantulan kekuning- kuningan. Di atas punggungnya dua sosok


manusia tergantung dalam dua buah jala. Itulah sosok Zi yui dengan Wu ao yang terjebak tak berdaya di dalam


jaring api akibat perbuatan Mo Zan Perampok Setan gelap.


Orang ke tiga di atas Singa raksasa itu adalah seorang kakek


yang berdiri di punggung kuda dengan dua tangan di sebelah bawah dan dua kaki di sebelah atas. Rambut, janggut dan


kumis putihnya melambai-lambai disapu angin.


Walau Singa hitam yang bernama Singa tak takut itu berlari secepat setan menyambar namun di atas punggungnya si kakek tampak tegak


tenang tanpa bergeming sedikitpun. Sudah dapat diduga kakek ini bukan lain adalah Wu Jing alias si Kakek Peramal.


Sebelumnya dia sudah meramalkan kalau dia akan bertemu dengan salah satu anak nya di dalam perjalanan.. Hingga memutuskan ke arah sana..


"Huuii.. " Kakek di atas Singa berseru panjang.


"Singa gagah perkasa, kita berhenti dulu di sini! Aku perlu bicara dengan dua insan di dalam jaring!"


Habis berkata begitu sosok si kakek melesat ke udara. Dua tangannya menyambar cabang satu pohon besar. Sesaat


tubuhnya berputar sebat dua kali dicabang pohon itu lalu.


melayang turun, menjejakkan dua tangannya yang dijadikan kaki di tanah tanpa keluarkan suara sedikitpun.


Singa hitam yang memiliki dua tanduk di atas kepala-nya meraung keras

__ADS_1


lalu hentikan larinya. Debu ber terbangan di belakangnya.


Setelah meraung sekali lagi binatang ini lalu melangkah mendekati si kakek dan menjilat-jilat kaki orang tua itu dengan


ujung lidahnya.


"Singa hebat! Aku berterima kasih padamu! Seumur hidup baru


kali ini aku menunggang Singa. Aku serasa mau kencins menahan gamang. Tapi nikmat! Ha.. ha,..ha...!"


Si kakek menepuk- nepuk pinggu Singa Tak takut lalu dia bergerak..


mendekati Wu ao dan Zi yui yang berada di dalam dua jaring terpisah. Kakek ini pergunakan dua kakinya untuk mengait jaring.


Lalu perlahan-lahan, enak saja dia turunkan dua jaring itu ke tanah. Di dalam jaring Wu ao dan Zi yui


cepat bangkit lalu bersila di tanah.


"Kakek Peramal,, Kami berdua menghaturkan terima kasih. Kau telah membawa kami keluar dari tempat penuh bencana itu!" Zi Yui pertama sekali keluarkan ucap..


Kakek Peramal atau Wu Jing sibakkan rambut putih menjulai yang menutupi mukanya lalu tatap wajah Zi yui beberapa lamanya.


sesaat kemudian dia palingkan kepala memandang pada Wu ao. Dipandang seperti itu Wu ao


merasa jangan-jangan orang tua ini masih membekal amarah.


karena tindakannya yang lalai tempo hari sehingga Pagoda jiwa yang bisa menjadi penyembuh bagi si kakek lenyap


dirampas orang. Maka sebelum ditegur Wu ao berkata duluan.


menghilangkan Pagoda jiwa itu...? Aku sekali lagi mohon maafmu. Janjiku tetap akan kupenuhi. Aku akan mencari benda itu sampai dapat walau harus menebus dengan nyawaku sendiri."


Wu Jing menghela nafas dalam lalu menyeringai.


"aio, bagaimana kau bisa mencari Pagoda Jiwa Sementara dirimu berada dalam jaring api iblis itu"


Wu ao terdiam mendengar kata-kata si kakek.


Dia memandang pada Zi Yui seperti meminta pendapat, perempuan ini segera membuka mulut "Supaya kami bisa menebus kesalahan itu harap kau mau menolong kami keluar dari jaring ini "


"Aku pernah bertemu dengan Raja Obat. Dialah yang menolong dua saudara angkatku hingga sosoknya menjadi sebesar sosok orang-orang di negeri ini..." berkata Wu ao..


"mungkin waktu itu hatinya sedang senang. Tapi jika bertemu sekali lagi aku tidak dapat menjamin dia akan bersikap sama,"


kata Wu jing pula.


"Siapa orang lainnya yang menurutmu mampu menolong kami


Kek?" bertanya Zi Yui.


"Seorang nenek berjuluk Si gagak hitam Nenek satu ini lebih kacau. Di tempat kediamannya yang sulit diketahui dimana letaknya, dia memelihara ribuan Gagak. Bahkan konon kabarnya sekujur tubuhnya diselimuti binatang itu. "


"Kalau dia ingin sesuatu yang menyenangkan, si nenek bisa saja menyuruh Gagak- gagak peliharaannya untuk mempesiangi orang hingga dalam waktu sesaat saja orang itu bisa hanya

__ADS_1


tinggai tulang memutih."


Wu ao menatap ke arah Zi yui dan berkata perlahan.


"Agaknya tidak ada yang bisa kita lakukan.Tidak ada orang


yang dapat menolong kita. Kalau saja nenek tiada hujan tiada mendung yang selalu membawa tujuh payung itu mau membantu kita. .."


"Dia punya kemampuan," menyahuti zi yui.


"Tapi apakah dia harus menghantami kita dengan pukulan sakti agar semua tali-tali ini bisa putus? Jangan-jangan kita lebih dulu remuk jadi bangkai sebelum dia bisa mengeluarkan


kita dari dalam jaring celaka ini! Jika aku bisa lolos, aku bersumpah akan menguliti Perampok sialan makhluk keji biadab itu!"


Kakek Peramal mendehem beberapa kali lalu berkata.


"Sebenarnya aku melarikan kalian bukan cuma karena ingin menyelamatkan kalian, tapi lebih dari itu ada satu perkara


besar yang ingin aku bicarakan. ini menyangkut dirimu dan diriku, Wu ao ..


"Maksudmu Pagoda itu Kek?" tanya Wu ao.


"Lupakan Pagoda celaka itu!" jawab si kakek. Lalu dia melangkah ke belakang Wu ao yang sampai saat itu masih


duduk bersila di tanah. Sepasang mata si kakek memandang tak berkedip ke arah lengan kanan sebelah belakang Wu ao.


Seperti diketahui di situ terdapat tanda berbentuk sekuntum


bunga matahari dalam lingkaran berwarna kebiru-biruan.


"Hal yang hendak aku bicarakan ini jauh lebih penting dan lebih


berharga dari Pagoda itu! Aku malah menganggap jauh lebih penting dari nyawa ataupun masa depanku ." Wu Jing kembali berdiri di hadapan Wu ao.


Dari balik juntaian rambut putihnya dia pandangi wajah lelaki itu dengan perasaan yang


sulit untuk dikatakan. Saat itu dia seolah ingin menghamburkan sejuta kata sejuta cerita. Bahkan lebih dari itu


ingin memeluk merangkul Wu ao.


"Wu ao di belakang lengan kananmu sebelah atas,dekat ketiak, ada satu tanda kecil. Seperti jarahan. Berbentuk bunga


dalam lingkaran...


"Apa Kek?!" ujar Wu ao. Wajahnya menyatakan rasa heran.


"Tanda bunga... ? Dekat ketiak kananku


sebelah belakang?" Wu ao angkat tangan kanannya, mencari -cari. Dia berhasil melihat tanda kecil seperti yang dikatakan si


kakek. Bunga matahari.


"Aku tak-pernah tahu kalau ada

__ADS_1


tanda seperti ini di lenganku. Juga tak ada orang yang mengatakan kalau aku punya tanda seperti ini." Wu ao menatap wajah si kakek lalu bertanya.


__ADS_2