
Dia bergerak cepat kian kemari untuk hindari diri dari sundutan api. Sambil menghindar dia kerahkan hawa sakti yang memancarkan hawa dingin biru.
Namun sambarang gulungan api demikian hebatnya hingga dia terkurung rapat.
Kemanapun dia berusaha menyingkir kobaran api datang membuntal.
Sebagian rambut dan pakaiannya sudah ada yang
kena disulut api! Yin yui yang melihat kejadian ini jadi serba bingung. Dia
tidak mampu menolong. Lagi pula kalaupun dia bisa memberikan bantuan,.siapa yang harus ditolongnya dan apa yang bisa dilakukannya.
Karena saat itu Wu ao juga sedang terancam nyawanya. Kepalanya siap menjadi sasaran tangan
kiri Mo zan yang terbuat dari logam keras penuh tonjolan-tonjolan runcing! Akhirnya dari dalam jala Yin yui hanya bisa berteriak memohon.
"Mo zan! Jangan bunuh Wu ao! Aku mohon! Jangan bunuh dia!"
"Ha.. ha...!" Mo zan tertawa bergelak "Kau takut kehilangan gendakmu ini! Lihat! Buka matamu lebar-lebar Yin Zi yui! Lihat bagaimana kekasih gelapmu ini menemui kematian!"
Tangan kiri Mo zan laksana pentungan besi menghantam ke batok kepala Wu ao Sementara itu dalam keadaan terdesak hebat, pakaian dan tubuhnya dikobari api
yang disulut tongkat sang Penghancur.
Kakek Peramal
tidak perdulikan lagi keselamatan dirinya. Melihat bagaimana Wu ao sesaat lagi akan menemui ajal secara mengerikan di tangan Mp zan maka kakek ini cepat berteriak keras.
"Mo zan! Jangan bunuh Wunao! Dia saudara kandungmu!"
SEANDAINYA ada petir menyambar di depan hidungnya menghabisi Wu ao serta saat
itu mungkin tidak demikian hebat kejut Mo zan alias Perampok setan gelap di sisi lain long Ryu serta wei bi juga ikut terkejut karena hal ini.
Gerakan tangan kirinya hendak
merta tertahan. Dua matanya mendelik besar memandangi Wu ao lalu berpaling pada Kakek peramal.
Yang terkejut bukan cuma Mo zan. Wu ao yang sebelumnya sudah pasrah menghadapi kemalian tersentak kaget, memandang pada Mo zan lalu menoleh pada Kakek Peramal.
Di dalam jaring Yin yui tekapkan salah satu tangannya ke mulut, menahan seruan kaget yang hampir meluncur dari mulutnya.
"Mo zan saudara kandung Wu ao? Bagaimana mungkin?"
Yin Yui melihat Kakek Peramal dongakkan kepala ke langit Dua matanya terpejam. Mulutnya berkomat kamit.
"Orang tua itu seperti tengah berdoa. Jangan-jangan orang tua
itu benar-benar miring otaknya!l"' pikir yin Yui.
Sang Penghancur termasuk orang yang ikut terkejut. Walau keterkejutan itu tidak terlihat pada muka tengkoraknya, gerakan tertahan dari tangan kanannya yang memegang tongkat tulang berapi jelas mem perlihatkan hal itu.
__ADS_1
Namun makhluk ini cepat kuasai diri. Dia berteriak keras. "Mo zan! Jangan dengar ucapan tua bangka gila yang sebentar lagi akan gosong dimakan api tongkatku! Bunuh
Wu ao! Cepat! Dia bukan saudaramu! Jangan kau kena ditipu! Bunuh Wu ao"
"Jangan! Mo zan! Jangan bunuh Wu ao! Demi para Dewa! Aku bersumpah! Wu ao benar-benar saudara kandungmu!"
teriak Kakek Peramal..
"Mo zan! Jangan dengarkan tua bangka gila inil" sang Penghancur kembali berteriak lalu "bukkk!"
kaki kanannya di tendangkan ke perut Kakek peramal. Kakek yang pakaiannya telah dimangsa api ini terpental satu
tombak, terguling- guling di tanah. Makhluk muka tengkorak cepat mengejar. Pada saat tubuh kakek berhenti berguling dia tusukkan ujung tongkat berapi nya ke leher si kakek!
Sementara itu untuk sesaat Mo zan masih tertegun dalan keterkejutannya. Namun di lain kejap begitu dendam kesumat kembali melanda dirinya,
apalagi mendengar teriakan sang Penghancur berulang kali, tanpa ragu dia teruskan
hantaman tangan kirinya yang terbuat dari besi biru ke kepala Wu ao.
Hanya tinggal sejengkal lagi tangan besi itu akan
merengkahkan kepala Wu ao tiba-tiba ada sebuah benda biru melesat dari atas. Cepat sekali benda ini menggulung jala api biru lalu menariknya ke udara.
Akibatnya hantaman Mo zan hanya mengenai tempat kosong. Marah sekali Mo zan mendongak
ke atas untuk melihat siapa kiranya yang telah meyelamatkan Wu ao. Tangan kanannya siap melepaskan pukulan Selusin Tombak Hitam.
Begitu dia melihat siapa di atas sana
dewi Tujuh Payung! bgst! Lagi-lagi kau mencampuri urusanku! Jangan harap kau bakal mendapatkannya hidup-hidup!"
Habis berteriak penuh marah begitu Mo zan pukulkan tangan kanannya.Masih kurang puas dia barengi serangan tangan itu dengan semburan dua buah bara api! Selusin sinar tombak
hitam berkiblat menyambar ke arah sosok Wu ao yang berada dalam jaring api iblis, tergantung- gantung di udara.
Inilah pukulan ganas bernama Selusin Tombak Hitam. Dengan pukulan inilah puluhan tahun lalu Mo zan mencelakai anaknya yang saat itu masih seorang.
Namun pukulan sakti serta semburan dua bara api tidak mampu mengenai Wu ao karena jala api iblis di dalam mana Wu ao berada dan tergantung telah lebih dulu ditarik tinggi ke udara.
Di atas sana, Dewi Payung tujuh yang duduk di atas burung Elang melayang berputar dua kali lalu turunkan Wu ao di satu
tempat yang dianggapnya aman.
"Ryu long, aku takut,"bisik Wei bi gemetar an serta berkeringat dingin karena dia merasa tidak seharusnya mereka disana.
"Tenang gendut, aku akan melindungi mu kalau terjadi sesuatu, kita amati dulu mereka siapa tahu kita bisa mendapatkan sedikit manfaat dari pertempuran mereka."ucap Long Ryu mengelap Kening nya yang penuh keringat dingin.
sedangkan wei bi terus bersembunyi di balik punggung long Ryu dan sesekali mengintip arah pertikaian Kakek Peramal.
"Sekarang orang aneh macam apa lagi ini!" batin long ryu terus memperhatikan dari balik pohon.
__ADS_1
••••••
Tidak berhasil menyerang Dewi Payung tujuh, tumpahkan amarahnya pada yin Yui.
"Yin Zi Yui!" teriak marah Mo zan.
Sekali menyergap dia langsung hamburkan lima bara api ke arah bekas istrinya itu. yin yui keluarkan jeritan keras.
Jeritannya ini bukan sepenuhnya jerit ketakutan tapi lebih banyak merupakan jerit penyesalan karena belum sempat
membalaskan sakit hati dendam kesumat terhadap lelaki itu,
kini justru dia sendiri yang bakal menemui kematian secara mengenaskan!
Sambil menjerit yin yui cepat jatuhkan diri.
Dia berhasil menghindarkan dua sambaran bara api, namun tiga bara api lainnya yang melesat ke arah dada dan perutnya, tak sanggup
dikelit apalagi ditangkis!
Sebelum ajal berpantang mati. Itulah yang terjadi dengan Yin Yui.
Sesaat lagi tiga Bara api yang disemburkan Mo zan akan menembus tubuh
Perempuan itu tiba-tiba se rangkum sambaran angin yang sangat dingin melanda.
sosok Mo zan. Demikian hebatnya sambaran ini hingga membuat Mo zan terpental dua langkah lalu terjengkang di tanah.
Ketika dia memperhatikan keadaan
sekelilingnya, terkejutlah dia. Tanah di tempat mana dia barusan jatuh terbanting melesak sampai setengah jengkal.
Tapi dia sendiri tidak merasa sakit.
Tidak ada bagian tubuhnya yang cidera. Mo zan cepat bangkit berdiri. Memandang ke depan kemudian dia melihat seorang gadis tinggi semampai usia nya sekitar dua belasan lebih sama dengan long Ryu., berparas cantik jelita
tegak sambil tersenyum dingin padanya.
Di keningnya melekat sekuntum bunga teratai biru. Jelas si baju biru bukan lain adalah Yin ci jue si pedang Teratai es.
"Aku rasa-rasa pernah melihat dia di mana. Jika tadi dia berniat jahat aku pasti sudah cidera berat," membatin Mo zan.
"Kerabat berpakaian biru, apa hubunganmu dengan perempuan laknat bernama Yin Zi yui itu hingga mau-mauan menolongnya? Lekas terangkan siapa dirimu adanya!"
Yin ci kembali tersenyum. "Semua insan di dunia ini dilahirkan dari dan di dalam kasih sayang. Mengapa kau berpikiran dangkal membunuh seorang perempuan yang
sesungguhnya adalah bagian dari kasih sayang itu sendiri?"
Sesaat Mo zan jadi terkesima mendengar kata kata gadis cantik berpakaian biru itu. Namun kemudian amarahnya timbul kembali.
"Aku tidak mengerti maksud ucapanmu! Tapi ingin kukatakan, kau tidak tahu siapa adanya perempuan yang barusan kau tolong itu! Dia adalah seorang istri sesat, pengkhianat suami!
__ADS_1
Kabur dan menjadi gendak lelaki bernama Wu ao yang barusan ditolong oleh Dewi celaka itu!" mo zan menunjuk ke arah kejauhan di mana Dewi payung tujuh.
jika dia tahi kalau Yin Zi Yui dulunya adalah murid dari sekte Gunung salju serta Dewi payung tujuh adalah salah satu guru disana maka dia pasti akan muntah darah karena terkejut. walau Yin Yui pernah menjadi istrinya akan tetapi Yin Yui tidak pernah bercerita tentang masa lalu nya lada Mo zan.