
di sisi lain tepat di kedalaman Hutan rimbun,
"Ah aku Lapar sekali!"ucap pemuda yang tubuhnya sangat gemuk.
"bukan kah kita tadi makan sudah makan buah- buahan dalam jumlah yang cukup banyak.?" balas pemuda di samping nya.
"Ah Ryu apa kamu lupa kita makan itu setengah hari yang lalu, lihat lah perutku ini sudah sangat kempes.!"keluh si gendut yang tidak lain Wei bi.
"ah kamu ini tau nya hanya makan saja..!"hardik long Ryu mengeleng
"apa kata mu,?? bukan kah kamu yang makan lebih banyak bahkan punya ku juga kamu rebut..-!"teriak Wei bi di dekat telinga long Ryu.
"haha, tadi itu aku sedang lapar jadi sering kelupaan milik siapa punya siapa.-"ucap long Ryu sambil terus berjalan santai dengan kedua tangan di belakang kepala.
sementara itu Wei Bi terus mengomel Long Ryu tiba -tiba menghentikan langkah kaki nya hingga membuat si gendut Menabrak tubuh Long Ryu dan membuat nya terjatuh.
"aduhh, gendut apa kamu tidak punya mata..-!!"
kesal long Ryu.
"kamu yang hati- hati, siapa suruh tiba- tiba berhenti.-!"balas si gendut tidak mau di salahkan.
sedangkan long Ryu Mukai berdiri sambil menoleh ke kanan ke kiri.
"ada apa??"tanya si gendut heran.
"aku mendengar seperti ada pertarungan."ucap long Ryu mengarahkan telinga nya untuk mencari sumber suara.
"ayo arah sini.-!"ucap long Ryu berlari kencang mengajak si gendut.
"eh,, Ryu long tunggu aku.-!"teriak Si gendut berlari terbirit mengejar.
setelah beberapa menit Long Ryu serta Wei bi sampai di tempat sumber suara lalu Long Ryu Berhenti mendadak karena sedikit ngeri melihat sesuatu di depan mata nya dan ada juga Binatang Buas berbentuk singa Yang besar serta ada mahkluk aneh yang tubuh nya semua tulang serta kepala berkobar api menyala dan satu lagi kakek ber janggut putih yang berjalan mengunakan kedua tangan.
"pemandangan macam apa ini.-!"batin long Ryu sedikit gelisah.
"haahh, hahhh, capek sekali kamu berlari terlalu cepat.-?"ucap si gendut terus ngos- ngosan.
"ssttt, pelan kan suara mu, ayo sembunyi di balik pohon,.-?" ucap long Ryu serta diikuti Wei bi.
saat melihat puluhan meter apa yang d depan nya Wei bi begitu terkejut dan ketakutan karena dia tidak pernah melihat pemandangan aneh seperti ini sebelumnya.
"kita amati dulu, setelah mereka selesai kita akan pergi."ucap long Ryu berkeringat dingin..
•••••
"Buuum!"
Dua ledakan dahsyat menggoncang seantero termpat! Singa tak takut meringis keras! Debu dan pasir beterbangan ke
udara. Sebaliknya dari atas berjatuhan puluhan daun-daun pepohonan yang tumbuh di sekitar tempat itu. Ranting
berderak patah lalu ikut melayang jatuh ke tanah.
**** *
Singa tak takut, hitam berkaki empat milik Wu ao bergulingan bergemuruh kian kemari sambil melejang lejangkan kaki. Debu dan pasir semakin banyak beterbangan ke udara.
Dua pohon patah dan sebuah batu besar terbelah berkeping-keping dihantam tendangan binatang raksasa itu. Bau sangit daging terbakar memenuhi udara. singa bertanduk dua itu meringkik sekali lagi lalu
__ADS_1
"brakk!"
Tubuhnya menghantam sebatang pohon besar. Pohon ini berderak keras lalu tumbang dengan suara menggemuruh. Di bawah pohon Singa Tak Takut terkapar melejang-lejang. Sekujur
tubuhnya yang penuh guratan luka sangat dalam, berselemak darah, mengepulkan asap, berada dalam jiratan jaring api iblis.
"Singaku! singaku!" teriak Wu ao melihat apa yang terjadi dengan binatang tunggangannya itu. Lalu seperti orang kalap dia hendak mengamuk. Kakinya diangkat untuk bisa menginjak putus jaring di bagian bawah tapi tidak berhasil. Tangannya lalu digerakkan untuk melepas pukulan Tiga Sinar Pemusnah.
Kaget Wu ao bukan kepalang. Apa yang terjadi dengan dirinya. Dia tak mampu mengerahkan
"Makhluk culas bermulut keji!" Yin Yui ganti mendamprat dari dalam jaring api iblis..
"Aku bukan istrimu dan aku tidak pernah berbuat mesum dengan lelaki itu! Kau makhluk bejat pencelaka pembunuh anak sendiri!"
"Ha.. ha .. ha!l" Makhluk muka tengkorak tertawa bergelak.
"Kau mendapat sanggahan serta caci maki yang menyakitkan hati hai cucu muridku! Apa jawabmu? Apa tindakanmu?!"
Rahang Mo zan menggembung. "Perempuan ******! Tunggulah! Kau bakal menerima bagian setelah kekasih gelapmu ini kuhabisi!"
"Manusia rendah pengecut busuk! Wu ao di dalam jaring tidak berdaya!"
"Jika kau memang jantan keluarkan dia lebih dulu dari dalam jaring baru kau menghadapinya! Aku mau lihat apa kau punya keberanian" Teriak Yin yui
Mo zan menyeringai. "Buat apa mencari susah kalau aku bisa membunuhnya semudah membalikkan tangan!"
Lalu sambil semburkan dua bara api dari mulutnya Mo zan menerjang ke arah Wu ao yang saat itu sudah tegak berdiri tapi masih terbungkus di dalam jaring api iblis.
Begitu melihat dua bara api melesat ke arahnya Wu ao cepat jatuhkan diri. Dia berguling menjauh. Namun dia tidak mampu bergerak cepat. Lawan segera mengejar mendatangi.
Baru saja dia berusaha bangkit, Mo zan telah menghantamkan tangan kirinya yang disambung dengan logam biru serta dipenuhi tonjolan-tonjolan lancip!
Tapi gerakannya tertahan. Lebih dari itu
anehnya dia juga tidak mampu menghimpun tenaga dalamnya. Dia mengalami hal yang sama seperti yang terjadi dengan Wu ao.
Kekuatannya tak mampu dikerahkan seolah telah
disedot sirna oleh jaring api iblis!
"Celaka! Kalau tidak ada yang menolong, Wu ao pasti akan menemui ajal di tangan makhluk aneh itu!" Yin yui meratap tegang dalam hatinya.
Saat itu Kakek Peramal yang telah melihat bahaya yang mengancam Wu ao dengan satu gerakan kilat melesat ke arah Mo zan sambil tendangkan kaki kanannya. Selarik gelombang angin yang memancarkan hawa dingin serta sinar kebiruan menyambar.
Semula Mo zan menganggap enteng dan tetap teruskan pukulannya sambil
menggeser kedudukannya sedikit Tapi ketika dirasakannya tubuhnya disengat hawa dingin luar biasa dan lututnya menjadi
goyah kagetlah dia. Dengan cepat Mo zan buka mulutnya lalu menyambar Lidah api menggebubu.
Tiga bara menyala melesat ke arah kepala, dada dan perut Kakek Peramal, Kakek yang berdiri kaki ke atas tangan ke bawah ini melompat ke udara. Sambil meniup, tubuhnya membuat
gerakan jungkir balik demikian rupa hingga dua serangan bara api sanggup dikelitnya.
"Cesss!"
Bara api ke tiga dipukul mental dengan tangan kiri. Tapi akibatnya tangan kiri Kakek Peramal luka hangus, kulitnya terkelupas. Kobaran api yang menggebubu keluar dari mulut Mo zan dihadang oleh angin biru yang melesat dari mulut Kakek Peramal. Bentrokan hebat tidak terhindar lagi.
Mo zan menjerit dan
__ADS_1
terhuyung ke belakang sampai tiga langkah. Dari mulutnya membusa darah. Kakek Peramal sendiri cidera tak.
"Hebat juga makhluk celaka itul" membatin sang Penghancur.
"Aku sengaja menambah hawa sakti kedalam tubuh Mo zan, ternyata dia masih bisa menciderai cucu muridku itu!"
Sekali berkelebat makhluk jerangkong itu telah memotong gerakan Kakek Peramal. Entah dari mana dia mengambilnya tahu-tahu sebuah tongkat terbuat dari tulang
putih telah tergenggam di tangan kanannya.
Ujung tongkat itu dimasukkannya ke salah satu matanya yang hanya merupakan
rongga yang memancarkan sinar merah. Tiba-tiba menyembur kobaran api menjilat ujung tongkat.
"Wusss!"
Di ujung tongkat kini kelihatan ada api menyala! Barisan gigi- gigi sang Penghancur sunggingkan seringai aneh. Dia hantamkan tongkatnya ke depan.
"wuuutttt Satu lingkaran api panasnya membuntal ke arah Kakek Peramal. Yang diserang tidak tinggal diam. Dua kaki digerakkan melancarkan serangan balasan. Sementara tangan kanan menyelinap melancarkan pukulan ke arah badan tongkat tulang.
Lingkaran api yang hendak menggulung Kakek Peram serta merta buyar begitu terkena sapuan angin dingin biru yang melesat keluar dari dua kaki nya. Melihat dia mampu menghancurkan
serangan lawan Kakek Peramal jadi bersemangat.
Tenaga dalamnya dilipat gandakan ke arah tangan yang tengah berusaha memukul tongkat tulang. Sang Penghancur putar tangan kanannya. Tongkat tulang yang ujungnya ada apinya berputar secara aneh.
"Kraaakk!
Kakek Peramal berhasil memukul tongkat tulang itu lalu terdengar suara benda patah. Bersamaan dengan itu terdengar pula jeritan keras dari mulut Kakek Peramal.
Ternyata tulang lengan kanan kakek ini telah remuk terkena sabetan tongkat lawan!
Karena tangannya itu juga dipergunakan sebagai kaki maka cidera yang dialami Kakek itu tentu saja sangat membahayakan dirinya. Menyadari hal ini dia segera lesatkan diri menjauhi lawan.
Sang Penghancur tertawa mengekeh. Tangan kanannya yang memegang tongkat tulang putih digerakkan. Api di ujung tongkat menjilat panjang. Bergulung membuntal ke arah Kakek Peramal.
"Monyet tua, Tongkat ku ini Bukan lah tulang biasa Nama nya adalah Tongkat Tulang api dan Tongkat ini berasal dari Neraka, Apa kau ingin Tongkat seperti ini? maka akan ku antar kau ke neraka.-! hahaha..--!!" suara Mahluk Tengkorak itu menggelma
Kakek Peramal yang sedang dilanda
kesakitan diri dan kini hanya mampu berdiri dengan tangan kiri menjadi kelabakan.
Dia bergerak cepat kian kemari untuk hindari diri dari sundutan api. Sambil menghindar dia kerahkan hawa sakti yang memancarkan hawa dingin biru.
Namun sambaran gulungan api demikian hebatnya hingga dia terkurung rapat.
Kemanapun dia berusaha menyingkir kobaran api datang membuntal. Sebagian rambut dan pakaiannya sudah ada yang kena disulut api!
Yin Yui yang melihat kejadian ini jadi serba bingung.
Dia tidak mampu menolong. Lagi pula kalaupun dia bisa memberikan bantuan,siapa yang harus ditolongnya dan apa yang bisa dilakukannya. Karena saat itu Wu ao juga sedang
terancam nyawanya.
Kepalanya siap menjadi sasaran tangan kiri Mo zan yang terbuat dari logam keras penuh
tonjolan-tonjolan runcing! Akhirnya dari dalam jala Yin yui hanya bisa berteriak memohon.
...°°°°′°°°°°°°°°°°°°°°°...
__ADS_1