Pengawal Untuk Tuan Er

Pengawal Untuk Tuan Er
Rencana Ibram Dan Mario


__ADS_3

Selamat! Membaca πŸ€—


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


"Kau ini, tapi aku hanya ingin melakukan apa yang kak Erina inginkan."Kilah Riko.


Riko terus merayu dan membujuk bahkan ia menggunakan nama Erina agar mencapai tujuan yang ingin melihat Erdogan makan bubur secara langsung.


"Baiklah, aku akan memakannya di hadapanmu,"Erdogan memberi keputusan.


Riko tersenyum puas.


"Ibram, pindahkan bubur itu ke Mangkuk lain, karena rantang itu sudah tersentuh tanganya,"Titah Erdogan pada Ibram, namun matanya tertuju pada Riko. Yang terlihat semakin kesal dan muak karena harus menahan diri.


Ibram membuka rantang dan memindahkan bubur kedalam mangkuk khusus Erdogan, dan itu semua di perhatikan Riko secara langsung.


"Silahkan Tuan."


Mangkok berisi bubur nasi dengan topping ayam suwir plus racun, sudah ada di tangan Erdogan.


'Makan, ayo cepat makan Er, bila perlu habiskan itu bersama dengan mangkoknya.'Batin Riko yang tidak sabar.


Bug!


"Maaf tuan, saya tidak senaja."Seorang pelayanan masuk dengan tergesa-gesa dan tidak senaja menabrak Riko yang tengah berdiri di ambang pintu, sampai membuatnya terguncang hingga pandangannya teralihkan.


"Kau ini tidak hati-hati sekali,"Riko sudah mulai terpancing emosinya, karena ia tengah fokus menantikan momen penting untuknya. Tapi ketika sadar, jika ia harus berperilaku baik, ia langsung merubah ekspresi wajahnya.


"Maafkan saya Tuan."pelayan itu menundukkan wajahnya.


"Ah, sudahlah! tidak apa-apa, saya tau kau tidak senaja."Suhut Riko yang bijak.


"Terima kasih tuan!"


Pelayan kembali melanjutkan langkahnya menghampiri Erdogan.


Dan Riko kembali fokus pada Erdogan, ia tambah tersenyum dengan lebar ketika melihat Erdogan memakan bubur dengan sangat lahap, sambil berbincang dengan pelayanan yang baru masuk, membicarakan sesuatu yang tidak di dengar begitu jelas dengan Riko. Karena Riko mencurahkan semua perhatiannya pada Erdogan yang makan bubur.


'Yes! Aku berhasil, si Brengsek itu nyaris menghabiskan makanan berisi racunku, hahaha..'Senang Riko dalam hatinya.


Sudah lebih dari setengahnya bubur itu Erdogan habiskan, dan ia memberikan mangkok sisa pada Ibram.


"Kau boleh pergi, biar Mario yang akan mengurus semuanya."Ucap Erdogan pada pelayan yang baru masuk tadi.

__ADS_1


"Baik Tuan, saya permisi."


Pelayan itu keluar dan ia juga menundukkan kepalanya pada Riko.


Tentu saja Riko menimpalinya dengan bahagia, karena saat ini hatinya tengah berbunga-bunga.


"Waaah, kau memang sangat suka dengan masakan kak Erina."Kata Riko yang ia tunjukkan tentu pada Erdogan.


"Tentu saja!"


"Kak Erina pasti senang untuk ini!"Riko kembali berucap.


"Sudahlah! Kau pergi sana, kau sudah melihatku makan dengan mata kepalamu sendiri kan! Jadi cepat enyah dari hadapanku."Usir Erdogan yang sudah sangat muak dengan adik tirinya itu.


Melihat sang tuan sudah tidak nyaman, Ibram segera bertindak. Ia menghampiri Riko dan menarik paksa keluar dari kamar Erdogan.


"Hi, kau tidak perlu menarik ku seperti ini, aku bisa jalan sendiri,"kesal Riko.


"Silahkan Anda jalan sendiri."Sahut Ibram dengan menghempaskan tangan Riko ketika ia sudah berhasil menyeret lelaki itu keluar dari kamar Erdogan.


"Kurang ajar sekali kau ini, bahkan jika aku mau, sudah ku patahkan semu tulang belulang yang ada di badan kecilmu itu."Ancam Riko, yang mengeluarkan sifat aslinya.


Ibram mengulas senyum.


"Silahkan jika Anda bisa tuan Riko! Tapi lebih baik Anda lakukan itu di lain waktu, dan saya sarankan Anda, untuk berlatih terlebih dahulu, untuk sekarang lebih baik Anda pergi dari sini dan sampaikan kabar baik ini pada Ibu Anda eh, maksud saya pada Nona Erina, jika Tuan Er sudah memakan bubur sepesial itu sangat banyak!"


Riko sejenak terdiam dan berfikir, apa maksud dari ucapan Ibram, namun ia tidak terlalu memikirkannya. Karena sekali lagi, saat ini Riko tentang berada di ambang kebahagiaannya, jadi ia tidak memperdulikan sesuatu yang menurutnya tidak penting.


Ia melangkah keluar Rumah yang lebih mirip istana itu, dengan bersiul.


"Sepertinya Anda berada di suasana hati yang sangat baik tuan Riko!"Ucap Mario, yang muncul tiba-tiba di belakang Riko.


"Kau mengagetkanku saja!"sentak Riko, yang menang sangat terkejut!


"Maaf jika saya mengejutkan Anda!"Mario, tersenyum tapi seperti meledek.


"Sudahlah! Aku mau pulang, masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan."


"Silahkan tuan!"


Sahut Mario seraya merentangkan tangannya ke arah pintu keluar.


"Anda terlalu percaya diri Tuan Riko, dan Anda juga terlalu meremehkan saya."Gumam Mario yang menatap kepergian Riko.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁


"Kenapa ini Buburnya tidak enak sekali,"kesal Erdogan yang masih berada di dalam kamarnya, seraya mengusap-usap mulutnya dengan selembar tisu.


"Maaf Tuan Er, itu bubur yang di buat secara mendadak hanya dalam beberapa menit saja, mungkin mereka lupa memasukkan sesuatu, seperti garam contohnya."Sahut Ibram yang menenangkan Tuannya.


CKLEK..


"Ada apa ini?"Tanya Mario, yang masuk kedalam kamar Erdogan.


"Mario, apa kau tidak memastikan dulu jika bubur itu tidak enak, aku seperti makan air yang di bekukan saja,"keluh dan protes Erdogan.


"Maafkan saya Tuan."Mario melirik Ibram, seolah meminta penjelasan Kenapa bubur yang disajikan untuk Erdogan tidak enak.


"Maafkan saya Tuan, seperti yang saya katakan sebelumnya. Bubur itu dibuat secara mendadak dengan waktu beberapa menit saja, sepertinya mereka lupa menambahkan rasa di bubur tersebut, tolong maafkan saya yang tidak memperhatikan itu Tuan."Ibram menundukkan kepalanya secara berulang-ulang.


"Aaaah, sudahlah! Tidak usah di bahas!"kata Erdogan yang akhirnya mengerti, karena ia tidak tega melihat Ibram yang merasa sangat bersalah.


Mario mendekati Ibram.


"Di mana Bubu yang dibawa Tuan Riko?"


Dengan sigap, Ibram memberikan Mangkok yang Masih terisi penuh Bubur ayam.


Jadi! yang di santap Erdogan tadi bukalah Bubur yang di bawa Riko, melainkan Bubur yang sudah Ibram siapkan sebelumnya.


Mereka menggunakan trik seperti sulap. Memindahkan Bubur dari Rantang ke Mangkuk, dan tanpa membuat Riko curiga Ibram menuangkannya secara jelas di mata Riko.


Namun saat pelayan datang dan menabrak Riko, hingga membuatnya sedikit mengalihkan pandangan.


Dengan cepat, Ibram menukar mangkuk itu dengan mangkuk yang sama namun dengan isi bubur ayam yang berbeda.


Dan ini semua sudah mereka rencanakan secara singkat, ketika penjaga mengatakan Riko datang dan membawa Bubur untuk tuan Er.


Mario senaja menahan Riko di gerbang dengan segala pertanyaan yang ia lemparkan untuk Riko, agar Ibram bisa mengatur semuanya, termasuk meminta pelayan memasak Bubur ayam secepat kilat dan mengatur pelayan yang tiba-tiba masuk ke Kamar Erdogan.


Bersambung..


✨✨✨✨


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Minta dukungannya ya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2