Pengawal Untuk Tuan Er

Pengawal Untuk Tuan Er
Erdogan Demam


__ADS_3

Selamat! Membaca 🤗


✨🍁✨🍁✨🍁


Elif yang sudah siap dengan tugasnya, keluar dari kamar. Namun ia terkejut ketika melihat kehadiran Dokter David, yang baru saja masuk kedalam rumah dan naik ke lantai atas dengan tergesa-gesa di ikuti Mario di belakangnya.


"Dokter itu? Kenapa sepagi ini dia datang? Apa ada yang sakit, itu dokter pribadi tuan Er, apa terjadi sesuatu pada tuan Er?"gumam Elif menerka-nerka.


Karena penasaran dan iapun merasa khawatir, mengikuti Kedua lelaki itu menaiki anak tangga.


Benar apa yang menjadi dugaan Elif, dokter David dan Mario memasuki kamar Erdogan.


"Apa yang terjadi padamu Er?"tanya David setelah ia berdiri di sisi ranjang Erdogan.


"Tuan Er, sakit. Saya kan sudah bilang kenapa Anda masih bertanya."Kesal Mario, yang menyahuti ucapannya.


"Aku tidak bicara denganmu,"balas David. Dan ia menarik selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh Erdogan.


"Apa yang kau lakukan berengsek."Marah Erdogan, karena tubuhnya semakin kedinginan ketika David membuka selimutnya.


"Aku harus memeriksamu Er, aku khawatir jika kau tertular penyakit berbahaya dan menular."


Seketika Erdogan menajamkan matanya, ia bangkit dari tidurnya menatap tajam David yang baru saja mengatakan sesuatu yang membuat telinganya sakit.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan? penyakit menular?"geram Erdogan.


"Aaah, aku hanya bercanda Er. Kau tidak perlu seserius ini menanggapinya, ayolah biar aku bantu memeriksa dan mengobati sakit mu."Sahut David, yang ketakutan lalu ia mulai mengeluarkan beberapa alat medis yang ia bawa dari tas berwarna hitam.


"Ayo tuan, berbaringlah, biar dokter ini memeriksa kondisi Anda, jika memang ada yang serius saya akan mempersiapkan pesawat untuk membawa Anda terbang ke luar negeri dan melakukan pengobatan di sana."Sahut Mario, dan ia membantu Erdogan untuk kembali berbaring di atas kasurnya.


Beberapa detik kemudian.


David melakukan tugasnya dengan melakukan pemeriksaan di seluruh anggota tubuh Erdogan tanpa terlewat sedikitpun, bahkan ujung kuku dan ujung rambut pun tak luput dari pemeriksaan dokter muda tersebut.


"Tidak ada yang serius dan perlu dikhawatirkan, Erdogan hanya mengalami demam karena suhu di tubuhnya meningkat dan sepertinya ia kelelahan jadi dia harus banyak beristirahat. Aku akan memberikan resep obat penurun panas padanya, jangan lupa untuk sarapan terlebih dahulu sebelum meminum obat ini."Ujar David kepada Mario seraya memberikan selembar resep obat.


"Baiklah! terima kasih Dokter David, kalau begitu silakan Anda keluar dari sini."Sahut Mario setelah meraih resep obat yang diberikan oleh David.


"Tentu saja tidak. Aku hanya menyuruh Anda untuk keluar dari sini, tapi jika Anda tetap ingin tinggal di rumah tuan Er silahkan, tapi jangan di kamar tuan Er karena beliau harus istirahat yang cukup."Sahut Mario.


Dan David melengos.


Sementara Elif masih berdiri di ambang pintu yang tidak di tutup, ia melihat apa saja yang dilakukan Dokter David.


"Kasihan sekali Tuan Er, ternyata dia benar-benar sakit." Gumam Elif dalam hatinya.


"Hi. Kau ada di sini?"sapa David, sedikit terkejut melihat Elif berdiri di ambang pintu seperti patung.

__ADS_1


"Ah, iya dokter."Gugup Elif.


"Jika ingin berbincang menjauh lah dari kamar tuan Er, suara kalian akan membuat Tuan Erdogan terganggu."Kata Mario dengan tegas, dan saat ini ia tengah menyelimuti Erdogan kembali.


"Baik-baik Aku akan pergi dari sini."Sahut David, dan lelaki itu segera menutup pintu kamar Erdogan lalu ia menarik Ibram menjauhi kamar itu.


"Maaf Dokter David, apa yang Anda lakukan? "tanya Elif yang protes karena dokter itu menariknya.


"Kenapa kau terlihat marah? seharusnya kau berterima kasih kepadaku karena sudah membantumu menjauhi kamar si Erdogan itu, jika kau masih tetap di sana, si tempramen Mario akan mengomel padamu."


Elif mengerti, tapi ia merasakan sesuatu yang aneh pada Dokter David. Ia merasa sangat tidak nyaman pada lelaki itu apalagi di saat David menelitinya dari ujung kaki sampai ujung kepala.


Karena tidak merasa nyaman Elif pun berpamitan ingin turun ke lantai dasar.


"Tunggu! Aku ingin bicara beberapa kata padamu."Cegah David yang menghentikan langkah kaki Elif.


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏


Mohon dukungannya 🤭


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🤗


Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2