Pengawal Untuk Tuan Er

Pengawal Untuk Tuan Er
Ada Sesuatu Yang Aneh.


__ADS_3

Selamat! Membaca ๐Ÿค—


๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰


"Ke.. Kenapa dengan suaranya? Kenapa jadi seperti ini? Seperti suara kak Erina?"Gumam Erdogan, dengan menatap wajah Ibram yang masih terlelap. Dan tangan yang masih di cengkraman Ibram.


Karena ia terkejut, plus sedikit ketakutan, Erdogan menarik tangannya. Namun bukannya tangan itu lepas, Elif justru menariknya dengan kuat sampai membuat lelaki itu tersungkur jatuh di atas tubuhnya.


Dag. Dig. Dug. Deg.


Begitulah kira-kira suara hati Erdogan saat ini, ketika tubuhnya benar-benar menyentuh tubuh Ibram.


Dan di posisi seperti ini juga Erdogan bisa melihat dengan jelas wajah Ibram, yang memiliki garis wajah tidak seperti laki-laki. Dan membuat Erdogan semakin dag, dig, dug, tidak karuan.


"Apa ini? Seperti ada sesuatu yang lain di bagian sini."Gumam Erdogan ketika merasakan sesuatu yang lain, di bagian dadanya yang menyentuh bagian dada Ibram.


Dengan ragu-ragu, Erdogan mengangkat tangan satunya untuk menyentuh sesuatu yang menurutnya aneh itu.


Untung saja!


Sebelum semua itu terjadi, Elif terlebih dahulu sadar dari tidur nyenyaknya, ia melotot ketika melihat wajah Erdogan tepat di hadapan wajahnya yang hanya berjarak beberapa centimeter saja, dan yang paling membuat Elif terkejut adalah! lelaki itu, saat ini berada di atas tubuhnya.

__ADS_1


Karena terkejut setengah mati, dan takut terjadi sesuatu pada dirinya, Elif mendorong kuat tubuh Erdogan sampai membuat lelaki itu terhempas dan membentur meja.


"Aaawww....Sial!"Umpat Erdogan sambil menyentuh kepalanya yang terbentur,"lalu ia melirik kepada Elif yang nyawanya masih belum terkumpul penuh, karena ia masih terlihat bingung dengan situasi saat ini.


"Apa kau secara diam-diam berencana ingin membunuhku?"bentak Erdogan dengan sangat kuat.


"Apa yang sudah aku lakukan?"panik Elif dan ia segera bangun lalu membantu Erdogan.


"Maafkan saya Tuan. Saya sungguh tidak tahu jika itu Anda, lagi pula, kenapa Anda bisa berada di atas tubuh saya, saya kan terkejut Tuan, saya kira Anda orang yang akan melakukan pelecehan pada saya."


"Apa?"Erdogan melotot,"Apa kau pikir saya ini lelaki cabul? Lagi pula, kau ini laki-laki kan? Kau pikir saya tidak normal?"marah Erdogan lalu ia bangun sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.


Elif yang merasa bersalah dan ketakutan menundukkan kepalanya secara berulang-ulang.


"Jadi saat ini kau tengah menyalahkan saya? Kamu yang menarik saya sampai saya terjatuh, dan sekarang kamu mendorong saya sampai membuat saya cedera seperti ini? Dan maku masih berani menyalahkan saya?"marah Erdogan.


Sebenarnya ia tidak serius marah dengan pengawalnya ini, justru ia merasa kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi tentang keanehan dari tubuh Ibram.


"Maafkan, saya tuan, saya sama sekali tidak menyalahkan Anda. Sekali lagi maafkan saya, ini sepenuhnya salah."


"Sudah! Luapkan, saya kan menyuruhmu untuk bekerja merapikan semua buku ini, tapi kenapa kau malah tertidur pulas seperti orang mati?"

__ADS_1


"Tiba-tiba saya mengantuk tuan, dan tidak sengaja tertidur, tapi saya berjanji akan kembali merapikan."


"Baiklah, lakukan pekerjaan mu."Erdogan sudah akan beranjak dari sana, namun Elif mencegahnya dan berkata.


"Tuan, apa anda baik-baik saja? kepala anda tidak mengalami cedera parah kan? Bagaimana kalau saya memanggil kan dokter?"


Tanya Elif, sebenarnya bukan ini yang ingin Ia tanyakan, karena Elif sesungguhnya ingin bertanya? apakah Erdogan mengetahui dan merasakan sesuatu yang lain pada dirinya.


"Tidak perlu, kepalaku ini sekeras baja, jadi tidak akan cedera hanya karena terbentur meja seperti ini."Sahut Erdogan dan ia pun langsung pergi dari sana.


"Gawat, Elif. Ini sangat gawat, kenapa kau bisa ceroboh seperti ini. Bagaimana jika Tuan Er, tahu penyamaran mu selama ini. Bukankah ini sangat berbahaya, bukan hanya gajimu yang dipotong, tapi mungkin saja kepalamu yang akan dipenggal."Maki Elif pad dirinya sendiri.


"Tapi, sepertinya Tuan Er, tidak mengetahui apapun? nyatanya dia bersikap biasa-biasa saja. Jika dia mengetahui keanehan pada diriku, tentu saja dia akan melontarkan berbagai pertanyaan?"Gumam Elif,"Ah, benar. Tuan Er tidak akan mungkin mengetahuinya karena penyamaranku selama ini sangat sempurna."Sambung Elif, yang masih berpikir positif. Lalu kembali tersenyum, mengira semuanya akan berjalan baik-baik saja.


Bersambung..


๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini ๐Ÿ™


Mohon dukungannya๐Ÿค—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini ๐Ÿ™


Lope banyak-banyak untuk semuanya โค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธโค๏ธ


__ADS_2