Pengawal Untuk Tuan Er

Pengawal Untuk Tuan Er
Elif Datang Sebagai Elif.


__ADS_3

Selamat membaca πŸ€—


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


"Lalu, apa yang harus aku lakukan?"tanya Elif pada Rika, di tengah-tengah kebingungannya.


"Ya kau yang harus menemui Tuan Er, sebagai Elif."


"Tapi, bagaimana jika dia menyadarinya?"


"Bukankah kau sendiri yang mengklaim, jika kau sangat handal dalam penyamaran,"ujar Rika.


"Aah, iya. Kau benar juga. Baiklah! Aku tau apa yang harus aku lakukan,"tiba-tiba Elif mendapatkan kembali semangatnya. Dan dia juga sangat yakin jika Erdogan tidak akan mencurigainya.


Setelah yakin dengan rencananya, Elif bergegas masuk kedalam kamar dan di sana gadis itu merubah penampilannya, tidak! Bukan merubah, tapi mengembalikan penampilan aslinya.


"Hehe, sudah lama sekali aku tidak berpenampilan seperti ini. Aku sampai lupa cara berdandan,"gumam Elif ketika menatap dirinya yang asli di depan cermin.


***


"Aku pergi dulu, dan aku akan segera kembali,"pamit Elif.


"Tunggu!"cegah Rika.


"Ada apa?"


"Elif, apa kau yakin? Lalu bagaimana jika Tuan Er menanyakan keberadaan Ibram?"


"Kau tenang saja, aku sudah mempersiapkan semuanya."yakin Elif.


"Baiklah, kau berhati-hati."


Elif mengangguk, dan dia segera berlalu dari sana dengan menggunakan Mobil yang sebelumnya di bawanya sebagai Ibram.


***


Elif terus menatap wajahnya dari kaca spion. Memastikan jika tidak ada tanda-tanda Ibram yang tertinggal di sana.


**


Setelah menempuh perjalanan selama 45 menit, Elif sampai di kediaman Erdogan.


Beberapa penjaga Rumah Er langsung membuat posisi siaga. Di saat mereka melihat malah seorang gadis yang turun dari Mobil yang biasa di kendarai Ibram.

__ADS_1


Satu penjaga mendekat.


"Siapa kau! Di mana Pengawal Ibram?"tanya penjaga itu dengan wajah yang super-duper garang.


Elif yang sudah tau kebiasaan di Rumah itu tentu tidak merasa takut dengan wajah garang dari penjaga, dengan santai Elif menjawab.


"Selamat siang, perkenalkan saya Elif, saya adik dari pengawal Ibram. Saya datang ke sini untuk memenuhi permintaan dari Tuan Er."


"Adik pengawal Ibram!"penjaga itu meneliti Elif, mencari-cari kebohongan dari sosok yang saat ini sedang berdiri di hadapannya. Dan setelah memastikan, penjaga meminta rekannya untuk memberi tahu Mario.


"Tuan Mario, meminta Anda langsung masuk ke dalam dan menemui Tuan Er di ruang kerjanya."Ujar seorang penjaga setelah kembali dari dalam.


"Kenapa harus bertemu di Ruang kerjanya! Kenapa tidak di ruang tamu saja!" batin Elif.


"Mari saya antar,"ujar penjaga tadi menawarkan diri.


"Tidak, terima kasih. Saya bisa sendiri."Elif menolak dengan halus, namun tanpa dia sadari penolakan itu membuat penjaga di sana nampak bingung.


Mereka bertambah bingung di saat memperhatikan langkah yang seperti sudah terbiasa memasuki rumah sang Tuan, dan langsung menuju lantai atas di mana ruangan kerja Erdogan berada.


"Apa sebelumnya, adik dari pengawal Ibram sudah pernah datang ke sini?"tanya salah satu penjaga kepada rekannya.


"Sepertinya belum, dan seperti yang kita tahu selama ini jika Tuan Er tidak pernah menerima tamu wanita siapapun itu terkecuali Nona Erina."


"Kau bener juga, tapi kenapa adik pengawal Ibram seperti sudah terbiasa dengan rumah ini bahkan dia tahu di mana ruang kerja Tuan Er, sedangkan kita belum memberitahunya."


***


Tok! Tok! Tok!


Elif mengetuk pintu ruangan kerja Erdogan, dia sudah mempersiapkan apa yang harus dia lakukan di sana. Yang terpenting jangan sampai Erdogan mengenalinya sebagai Ibram.


CKLEK!


suara pintu terbuka dan yang membuka pintu adalah Mario.


elif langsung tersentak ketika berhadapan langsung dengan lelaki itu, mata Mario sangatlah jeli. Bahkan beberapa pengawal dan penjaga di sana mengklaim bahwa kejelian mata Mario bisa menembus sesuatu yang tidak mungkin bisa dilihat dengan mata orang biasa.


"Tenang Elif, di situasi seperti ini kunci utamanya adalah tenang, kau harus terlihat tenang menghadapi Mario dan Tuan Er, karena dengan sikapmu yang tenang mereka tidak akan pernah mencurigaimu."


Elif menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya secara perlahan tanpa disadari oleh Mario. Setelah kembali rileks Elif menundukkan kepala sambil menyapa lelaki itu.


"Selamat, siang Tuan. Saya Elif, adik perempuannya pengawal Ibram."

__ADS_1


Mario mendelik menatap Elif dari ujung kaki sampai ujung kepalanya lalu dia melirik ke arah belakang Elif seperti tengah mencari seseorang.


Melihat Mario yang seperti mencurigainya membuat Elif tiba-tiba gelisah, namun sebisa mungkin gadis itu tetap tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Di mana Ibram?"tanya Mario.


"Maaf Tuan, Kak Ibram tidak bisa mengantar saya datang ke sini karena dia harus menemani Ibu untuk menjaga saudara kami yang sedang berada di rumah sakit."Kata Elif memberi alasan.


Mario tidak lagi mempertanyakan apapun, karena dia langsung membuka lebar pintu dan meminta Elif untuk masuk.


Dengan perasaan yang was-was dan jantung yang berdegup kencang, Elif melangkah perlahan mendekati Erdogan yang tengah duduk di kursi yang memiliki sandaran tinggi, persis seperti raja-raja di zaman kekaisaran.


"Tuan, ini adik perempuan Pengawal Ibram,"kata Mario membantu Elif untuk memperkenalkan diri karena untuk beberapa saat gadis itu seperti terhipnotis ketika berhadapan dengan Erdogan, hingga membuatnya diam tidak mengatakan apapun untuk memperkenalkan diri.


"Ah iya, perkenalkan nama saya Elif adik perempuannya pengawal Ibram."Elif yang tersadar langsung memperkenalkan dirinya.


Erdogan masih belum mengeluarkan kata-kata dan Elif semakin menatap Erdogan, yang membuat Elif sampai terhipnotis hingga terdiam adalah! penampilan Erdogan yang sungguh sangat berbeda dari biasanya.


Dia menyisir rambutnya dengan gaya yang berbeda, dan Erdogan yang biasanya mengenakan jas hitam kini memakai pakaian ala-ala Boyband yang selalu di sukai para gadis.


"Apa ini benar-benar Tuan Er, apa dia kembarannya? Kenapa penampilannya jauh berbeda. Aah, aku seperti melihat orang lain."Gumam Elif dalam hatinya.


Entah Apa yang membuat Erdogan bisa berpenampilan seperti itu, bahkan Mario sendiri bingung dan tidak menyangka dengan penampilan Er yang sungguh sangat bertolak belakang dari penampilan biasanya yang sudah melekat selama bertahun-tahun.


"Di mana Ibram?"tanya Erdogan yang akhirnya mengeluarkan suara memecahkan kebingungan Elif.


Dan Elif pun memberikan alasan sama seperti yang dia katakan kepada Mario.


"Kenapa dia bisa membiarkan adik perempuannya pergi seorang diri ke tempat ini, apa Ibram tidak mempunyai rasa khawatir jika sesuatu terjadi pada adik perempuannya di sini. Mario?"panggil Erdogan.


"Iya Tuan,"sahut Mario dengan sangat cepat.


"Cepat hubungi pengawal Ibram dan suruh dia datang ke sini sekarang juga, dan kau kirim beberapa pengawal untuk menggantikan dia menjaga saudaranya yang sakit."


DUAAARRRR...


Hati Elif sudah seperti terkena bom ketika mendengar penuturan yang sungguh di luar pemikirannya dari Erdogan.


Bersambung..


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️


__ADS_2