Pengawal Untuk Tuan Er

Pengawal Untuk Tuan Er
Aku Pernah Bertemu Denganmu Sebelum Ini.


__ADS_3

Selamat. Membaca πŸ€—


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


"Apa yang ingin Anda bicarakan, dokter David?"tanya Elif namun dia sudah merasakan ada sesuatu yang lain.


"Waktu itu, di saat pertama kali aku bertemu denganmu, aku seperti pernah melihatmu sebelum pertemuan pertama kita di sini. Dan sampai berhari-hari bahkan berminggu-minggu aku memikirkannya di mana aku pernah melihatmu sebelumnya. dan sekarang akhirnya aku ingat."


Deg!


Degub jantung Elif sudah tidak karuan, dia takut jika dokter ini sebenarnya sudah mengetahui identitasnya dan mengenalnya sebagai Elif bukan Ibram.


"Apa maksud dokter? apa dokter mengenal saya sebelum di sin?"tanya Elif dengan hati-hati dan berdebar.


"Sebenarnya bukan mengenal, tapi aku pernah melihatmu di rumah sakit Citra Jaya. kau sedang berbincang dengan seorang wanita berumur di rumah sakit tersebut, dan kemarin aku baru saja mengunjungi Rumah Sakit tersebut aku kembali melihat wanita itu dan saya mengingatmu."


"Ru.... Rumah.. Sakit Citra Jaya?"tanya elif dengan terbata-bata.


"Benar, di Rumah Sakit Citra Jaya aku pernah melihatmu."


"Apa Dokter David bertugas di rumah sakit tersebut?"


"Aku tidak bertugas di sana tapi di sana ada saudaraku. Apakah benar kau pernah mengunjungi rumah sakit itu? dan Siapa wanita tua itu?"Tanya Dokter David penasaran.


"Kenapa dokter ini banyak tanya sekali, tapi aku sedikit lega ternyata dia hanya kebetulan melihatku di sana aku pikir dia mengetahui siapa identitasku yang sebenarnya. Berpikirlah Elif cari alasan yang tepat agar dokter ini tidak terus-terusan menanyakan tentang ibu yang berada di Rumah Sakit Citra Jaya."


"Kenapa kamu malah bengong?"tanya David seraya menepuk pundak Elif.


"Tidak apa-apa. Beliau ibu saya."


"Benarkah! Aku sungguh tidak menyangka Jika dia ibumu, lalu Siapa yang sakit?"

__ADS_1


"Saudari ku."


"Saudari mu, apa gadis yang pernah kau ceritakan kepadaku waktu itu? sekarang dia sakit? apakah sakitnya parah?"cecar David.


"Maaf dokter, saya tidak bisa bicara lebih jauh lagi tentang keluarga saya kepada orang lain. Karena itu adalah privasi. Jika tidak ada hal lain lagi yang ingin Anda tanyakan kepada saya, saya permisi karena ada beberapa hal yang harus saya kerjakan."Sahut Elif. menghindari David adalah satu-satunya jalan yang harus Elif ambil.


"Tapi, aku belum selesai berbincang denganmu asih ada banyak hal yang ingin aku tanyakan kepadamu?"


"Dokter David, apa Anda tidak mendengar kata-kata pengawal Ibram. Jika banyak pekerjaan yang harus dia lakukan, sekarang lebih baik Anda kembali ke rumah sakit karena ada banyak hal juga yang harus Anda kerjakan di sana."


Suara Mario muncul dari lantai 2 seraya berjalan mendekati Elif dan David.


"Kau ini mengganggu saja."Gerutu David.


"Mari, saya antar Anda menuju pintu keluar."Sahut Mario.


"Kalau begitu saya permisi tuan Mario."Pamit Elif.


" Kau pergilah ke kamar tuan R karena dia memanggilmu."Ujar Mario.


****


"Tuan Er, Anda memanggil saya?"tanya Elis dengan melangkah perlahan setelah ia membuka pintu kamar Erdogan.


Eeemmm..


Hanya itulah sahutan di balik selimut.


Elif, semakin melangkah maju dan saat ini dia sudah berdiri persis di sisi ranjang Erdogan.


"Apa ada sesuatu yang Anda butuhkan tuan?"tanya Elif.

__ADS_1


Erdogan tidak menyahut dan seluruh badannya pun tidak terlihat karena tertutup selimut, hanya guncangan kecil saja yang tertangkap mata Elif.


"Anda baik-baik saja tuan?"


Eeeemm...


Dan hutan itu yang kembali elif dengar.


"Apa Anda sudah meminum obatnya?"


Erdogan menggeleng, Elif tahu lelaki itu menggeleng karena gerakan di bagian kepala walaupun tertutup selimut.


"Kenapa? bukankah Anda harus segera meminum obat agar lekas sembuh?"


"Mario sedang menebus obat itu."Sahut Erdogan, yang akhirnya bersuara juga.


"Aaah, iya. Anda benar juga. Kalau begitu bagaimana kalau saya buatkan sesuatu yang hangat untuk meringankan rasa dingin yang Anda rasakan?"Tawar Elif.


Erdogan segera membuka selimutnya lalu melihat Ibram.


"Sesuatu yang hangat?"


Bersambung.....


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™

__ADS_1


Maaf jika otor jarang Update di Novel ini, karena ada beberapa kesibukan di dunia nyata, mohon mengerti πŸ™πŸ™πŸ˜”


Love banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️ Terima yang masih setia dan menunggu kelanjutan cerita ini. ❀️❀️❀️❀️❀️


__ADS_2