
Selamat membaca π€
πππ
Di rasa ini sangat berbahaya. Elif segera mengalihkan perhatian Erdogan dengan menyodorkan gelas berisi air jahe di hadapan Erdogan.
"Tuan, Anda harus segera meminumnya segali air ini masih hangat."Kata Elif yang menundukkan wajahnya. Dan tanpa dia sadari posisi seperti ini semakin membuat Erdogan memperhatikannya, lelaki itu memperhatikan wajah Elif yang persis berada di hadapannya. Erdogan memicing sambil terus menatap garis wajah Elif.
Elif yang semakin merasa terancam segera menegakkan wajahnya. Dan mundur beberapa langkah agar menjauhi Erdogan.
Erdogan mengulas senyum, sambil meraih gelas yang sebelumnya Elif letakkan kembali di atas meja.
"Terima kasih, sekarang kau boleh keluar,"ujar Erdogan dengan raut wajah yang tiba-tiba berubah.
Apakah Erdogan sudah menyadari sesuatu pada diri Bodyguard pribadinya itu?
Kita lihat saja nanti.
"Baik tuan, saya permisi."Setelah menundukkan kepalanya Elif keluar dari kamar Erdogan, dengan isi hati dan kepala yang di penuhi kekhawatiran.
**
Selepas Elif keluar, Mario masuk kedalam.
"Mario, bawa semua data-data tentang Ibram,"titah Erdogan sesaat setelah Sekertarisnya itu mendekat.
__ADS_1
"Untuk apa Tuan? Apa Ibram melakukan kesalahan?"tanya Mario.
"Ya, sepertinya dia melakukan kesalahan besar dan kita baru akan mengetahui kesalahannya itu setelah menyelidiki semuanya. Cepat bawa semua data-data Ibram, terutama lamaran yang dia kirim lewat Online sebelum dia mengikuti Tes."
Mario yang menyadari jika ada sesuatu yang menurut tuanya penting, tidak lagi mempertanyakan apa yang menumpuk di otaknya. Karena Mario lebih memilih untuk berlalu dan mempersiapkan apa yang di inginkan Erdogan.
***
Beberapa menit kemudian.
Mario datang dengan Laptop yang ia bawa menghadap Erdogan.
"Di dalam Laptop ini, tersimpan semu data-data pribadi dan riwayat dari pengawalan Ibram. Begitu juga dengan lamaran yang dia ajukan sebelum mengikuti tes."Kata Mario Seraya meletakan Laptop di atas meja.
Dengan penuh semangat, Erdogan segera membuka Laptop dan mengecek semua tulisan yang tersimpan di sana.
"Kau lihat saja nanti, sepertinya kau juga tidak menyadarinya,"sahut Erdogan yang masih terus mengotak-atik Laptopnya.
Hingga pergerakan Erdogan terhenti ketika dia melihat foto yang ada di sana, sebuah pas foto dengan ukuran dua kali tiga dengan latar belakang berwarna merah yang Ibram kirim untuk melengkapi lamaran kerjanya via Online beberapa waktu yang lalu.
Er semakin memperhatikan foto itu dan ia membandingkannya dengan pas foto yang di bawa Ibram saat Tes pertamanya.
Erdogan mengulas senyum licik dan bertanya pada Mario yang masih mematung di hadapannya.
"Mario! Apa Ibram mempunyai saudari?"
__ADS_1
Mario yang memang mengetahui segera mengangguk.
"Ada Tuan, dia mempunyai adik perempuan."
"Aku ingin bertemu dengannya."
Permintaan Er sungguh membuat Mario terkejut.
Pasalnya, tidak ada perjanjian di kontrak kerja Ibram. Untuk pihak pertama (Erdogan)bertemu dengan keluarga pihak kedua (Ibram) apapun alasannya, karena hal ini sebenarnya di larang.
"Tapi, untuk apa Tuan? Jika Ibram melakukan kesalahan kita bisa menghukumnya bahkan melenyapkannya secara langsung. Tanpa harus bertemu dan berbicara dengan keluarganya terlebih dahulu, karena itulah perjanjian yang sudah di sepakati Ibram. Selama menjalani masa kerja bersama kita, seluruh hidup Ibram milik kita."Ujar Mario mengingatkan.
"Aku tau itu. Tapi aku ingin tetep bertemu dengan adik perempuannya Ibram, besok. Kau bisa mengatakannya terlebih dahulu agar Pengawal Ibram yang langsung menjemput adiknya."Yakin Erdogan.
**
Bersambung..
ππππ
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini π
Mohon dukungannya π€
Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini π
__ADS_1
Lope Banyak-banyak untuk semuanya β€οΈβ€οΈ