Pengawal Untuk Tuan Er

Pengawal Untuk Tuan Er
Menemani Bekerja


__ADS_3

Selamat! Membaca πŸ€—


🍁🍁🍁🍁


"Kau boleh kembali ke kamarmu."titah Mario kepada Ibram, karena ia ingin bicara berdua saja dengan tuannya.


"Kenapa kau tidak langsung mengenyahkannya Riko saja! Aku sudah sangat bosan melihat wajahnya,"kesal Erdogan.


"Bersabarlah Tuan, kita tidak bisa melakukan ini dengan gegabah. Anda tahu bukan jika Tuan Riko sangat dilindungi oleh Nyonya Mila dan Anda juga pasti sangat tahu, jika Nyonya Mila sangat disayangi oleh Tuan Erson."


β€Œ"Aku sudah tidak perduli dengan si tua bangka itu, sekalipun dia akan membenciku seumur hidupnya."Erdogan benar-benar sangat tidak dekat dengan Erson, bahkan ia terlihat sangat membenci papanya Itu. Masa lalu yang membuat lelaki itu seperti ini, ia sangat membenci Erson sampai ke urat nadinya.


β€Œ


Mario sangat paham sekali dengan kemarahan Erdogan saat ini. Jadi ia pun tidak pernah melarang tuannya itu untuk membenci orang tuanya. Meskipun itu salah karena yang namanya orang tua tetaplah orang tua, seorang anak tidak berhak membencinya.


"Ada apa?"tanya Erdogan yang sudah bisa mengontrol kemarahannya. Ia tahu jika saat ini Mario ingin membicarakan sesuatu yang serius dengan dirinya.


"Saya mendapatkan pesan dari Nyonya Lusi, beliau akan datang ke negara ini dalam beberapa hari lagi."


Mendengar nama Lusi, Erdogan semakin dibuat pusing karena ia tahu maksud dari kedatangan wanita itu pasti memintanya untuk segera menikah.


Lusi adalah kakak kandung mendiang ibunya Erdogan, selama ini ia tinggal di luar negeri bersama suami dan anaknya. Ia akan datang ke Tanah Air setiap 3 bulan sekali, untuk menjenguk keponakannya ini. Dan selalu meminta Erdogan untuk segera menikah.


"Apa kau tidak bisa meminta Tante Lusi datang di lain waktu saja, saat ini aku sedang tidak ingin berdebat dengannya soal pernikahan. Ia benar-benar membuatku seperti berada di tengah-tengah jurang ketika bicara soal pernikahan."


"Tidak bisa tuan, ini sudah menjadi jadwal Nyonya Lusi untuk datang dan mau tidak mau Anda harus menerimanya."


Erdogan menunjukkan wajah kesal karena Mario pasti akan selalu mengalah dengan yang namanya Lusi.


"Terserah kau saja! Tapi sebisa mungkin kau buat Tante Lusi untuk tidak membicarakan atau menyinggung soal pernikahan,"minta Erdogan dengan memaksa.


"Akan saya usahakan Tuan."


✨✨✨✨


Keesokan harinya.

__ADS_1


Mario sudah mendapatkan informasi tentang sampel dari bubur yang kemarin dibawa Riko, dan ternyata benar. Bubur itu mengandung racun yang sangat mematikan sama seperti racun yang ditemukan oleh Ibram di kediaman Erson, membuat Mario semakin dan harus ekstra berhati-hati menghadapi Riko dan keluarganya.


Dan hari ini, Erdogan kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa ia pergi ke kantor dan tentu saja ditemani oleh Ibram dan Mario di kanan kirinya.


"Apa kau sudah tahu dalang dibalik penyerangan tempo hari?"tanya Erdogan. Dan saat ini mereka sedang berada di dalam lift khusus menuju ke lantai di mana Erdogan menghabiskan kesehariannya untuk bekerja.


"Tentu saja sudah, karena tidak sulit bagi saya untuk menemukan tikus-tikus seperti mereka."Sahut Mario yang berada di sisi kanan Erdogan sedangkan Ibram berada di sisi kirinya.


Erdogan tersenyum puas karena Mario memang selalu bisa diandalkan.


"Lalu apa yang akan kau lakukan pada mereka?"


"Tentu saja saya akan melakukan seperti biasa. Tapi kali ini, sepertinya akan jauh lebih spesial karena mereka berani melukai kepala anda yang begitu berharga."


Erdogan hanya mengangguk-anggukan kepalanya, ia tentu sudah tahu apa yang akan Mario lakukan karena ini memang sudah biasa terjadi.


Sementara Ibram yang mendengar percakapan kedua orang itu menjadi merinding, baru mendengar perkataan Mario yang seperti itu saja ia sudah sangat ketakutan apa lagi jika ia menyaksikannya secara langsung, karena dari ucapan Mario itu tersiratkan kengerian yang luar biasa yang akan terjadi pada orang-orang yang sudah berani mengganggu dan melukai Tuan Erdogan.


Ting!


"Kau masuklah ke dalam, temani Tuan Er, saya akan keluar sebentar untuk mengecek situasi yang lainnya."Ucap Mario kepada Ibram.


"Baik Tuan."


Ibram membuka pintu ruangan Erdogan, dan dengan langkah panjang pria itu masuk dan segera mendudukkan diri di kursi kebesarannya.


Ibram menatap takjub ruangan tersebut.


Ini sungguh tidak manusiawi, mana bisa Ia memiliki ruangan seluas ini. Bahkan ini tidak mirip sama sekali dengan ruangan yang ada di kantor pada umumnya, karena ini lebih mirip hotel bintang 5 dengan berbagai fasilitas yang ada di sana.


Erdogan memulai pekerjaannya dengan memeriksa beberapa berkas yang ada di meja lalu menandatanganinya. Sementara Ibram masih setia berdiri di samping pintu memperhatikan setiap gerak-gerik tuannya.


Ibram bukan hanya memperhatikan pergerakan Erdogan, tapi ia juga memperhatikan wajah lelaki itu. Di saat tengah serius seperti ini, Erdogan terlihat sangat tampan dan memesona, dan tanpa sadar Ibram pun mengatakan itu dalam hatinya dan mengagumi lelaki yang kini ada di hadapannya.


"Tapi sayang sekali dia begitu memiliki banyak musuh, bagaimana jika wajah setampan ini akan cepat mati. sungguh sangat disayangkan." gumam Ibram dalam hatinya.


Erdogan yang menyadari jika dirinya tengah diperhatikan menjadi salah tingkah, entah kenapa ia menjadi salah tingkah, padahal yang memperhatikannya seorang pria di matanya.

__ADS_1


Eheem!


Erdogan berdehem dan deheman itu membuyarkan lamunan Ibram yang tengah menatap wajahnya.


"Kenapa kau memperhatikanku seperti itu?"tanya Erdogan dengan menatap lurus Ibram yang masih berdiri di sisi pintu.


"Tidak apa Tuan, Saya hanya ingin memastikan jika anda baik-baik saja."Ibram beralasan dan tentu saja alasan itu sungguh tidak masuk akal bagi Erdogan.


Tapi entah kenapa Erdogan merasa senang diperhatikan dan ditatap seperti itu oleh Ibram. Tapi tentu saja ia tidak boleh menunjukkan kesenangannya itu.


"Jangan pernah melakukan itu lagi, apa Mario tidak memberitahumu jika kau tidak boleh menatap wajahku lebih dari 20 detik."


"Apa! seingatku, Tuan Mario tidak pernah mengatakan hal seperti ini, apakah ini tertulis di buku-buku peraturan menjadi pengawal Tuan Er yang diberikan Tuan Mario beberapa hari yang lalu? Astaga, kenapa aku bisa ceroboh seperti ini, bagaimana kalau gajiku dipotong karena melanggar peraturan.". Ibram sudah sangat merasakan cemas di hatinya, cemas kalau gajinya dipotong karena melakukan pelanggaran.


"Maafkan saya Tuan, sungguh saya menyesali perbuatan tidak terpuji saya ini, saya akan memperbaikinya, dan untuk ke depannya, saya tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi. Tolong Maafkan kesalahan saya Tuan,"Ibra menundukkan kepalanya secara berulang-ulang.


Erdogan terbengong, ia tidak menyangka jika Ibram akan bereaksi berlebihan seperti ini. Padahal apa yang dia ucapkan tadi tidak benar, karena sesungguhnya tidak ada peraturan seperti itu di surat perjanjian mereka.


Bersambung...


🍁🍁🍁🍁


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


minta dukungannya ya πŸ€—


tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan Ini πŸ™


lope lope banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


β€Œ


β€Œ


β€Œ


β€Œ

__ADS_1


__ADS_2