Pengawal Untuk Tuan Er

Pengawal Untuk Tuan Er
Ingat! Tuan Er Bukan Orang Sembarangan.


__ADS_3

Selamat membaca πŸ€—


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


"Baik Tuan,"Sahut Mario.


Er mengibaskan tangannya memberi isyarat agar Mario keluar dari kamar. Dan Mario menunduk, mundur beberapa langkah lalu memutar tubuhnya dan berjalan menuju pintu keluar.


Sedangkan Erdogan mengulas senyum yang mencurigakan, sambil menetap foto Ibram dia berkata.


"Kita lihat, siapa yang cerdik di sini."


***


"Apa! Ingin bertemu dengan adik saya!"Elif terkejut bukan main ketika mendengar penuturan Mario jika Tuan Er ingin bertemu dengan adiknya.


"Benar, dan kau harus membawa adik perempuan mu besok."Ujar Mario yang semakin membuat Elif ketar-ketir.


"Tapi... Untuk apa tuan Er ingin bertemu dengan adik saya, tuan?"Tanya Elif dengan sangat gugup.


Mario mengedikan bahunya.


"Saya tidak tahu, tapi yang jelas jika Tuan Er sudah ingin bertemu dengan anggota keluarga dari pengawalnya itu adalah sesuatu yang serius."


"Sesuatu yang serius!"Elif mulai gelisah, sebenarnya tidak masalah jika Er ingin bertemu dengan salah satu anggota keluarganya, tapi masalahnya, Erdogan ingin bertemu dengan adik perempuan Ibram yang ternyata adalah dia sendiri.


"Benar, karena ini sangat serius kau tidak boleh menolak dan besok siang pukul 13:00 kau harus sudah membawa adikmu itu. Mengerti."Kata Mario penuh dengan penekanan.


Ibram yang cemas, mencoba untuk rileks kembali agar Mario tidak mencurigainya.


"Baik Tuan, besok saya akan membawa Adik perempuan saya ke rumah ini."Dan pada akhirnya inilah yang di katakan Elif.


Mario mengangguk dan dia meminta Elif untuk beristirahat karena hari ini Erdogan tidak melakukan kegiatan di luar Rumah.


"Baik Tuan, terima kasih."


**


Elif berjalan dengan terburu-buru masuk kedalam kamarnya. Di sana dia meluapkan semua kekehawatirannya.

__ADS_1


"Ya Tuhan, bagaimana ini! Apa yang harus aku lakukan, ayo berfikir Elif. Cepat berfikir agar Tuan Er mengurungkan niatnya yang ingin bertemu dengan wujud aslimu,"gumam Elif. Sambil memukul-mukul kecil kepalanya yang entah kenapa tiba-tiba Bleng! Tidak bisa melahirkan ide di situasi yang genting seperti ini.


πŸŽ‰πŸŽ‰


Keesokan harinya.


Erdogan yang tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaannya kembali melakukan aktivitas rutin.


Dan seperti biasa pula, Mario dan Ibram berdiri dengan siaga di sebelahnya.


Melihat Erdogan yang kembali sehat dan bekerja, membuat Elif sedikit lega karena berfikir jika Er akan sibuk diluar sana hingga malam hari dan membuat lelaki itu mengurungkan niatnya yang ingin bertemu dengan Elif.


Tapi.. baru beberapa detik hati Elif lega, Mario berkata


"Ibram, jangan lupa untuk menjemput adikmu."


"Sial! Aku pikir Tuan Er akan melupakan keinginannya."


"Maaf Tuan, bukankah hari ini Tuan Er sangat sibuk, waktu Tuan Er sangatlah berharga. Tolong jangan terbuang sia-sia hanya karena bertemu dengan Adik saya,"kata Elif dengan harapan jika kata-katanya ini bisa membuat Erdogan berfikir ulang.


"Kau jangan khawatir, Tuan Er hanya menghadiri Meeting dan jam 11 nanti beliau sudah kembali ke Rumah,"sahut Mario.


"Hanya Meeting! Apa yang harus aku lakukan! Aku belum menemukan solusi untuk masalah ini." Batin Elif.


**


Sedang Erdogan, terus memperhatikan Elif secara diam-diam. Ia memicingkan mata dan menyunggingkan senyum ketika melihat pengawalnya itu.


***


Hingga tiba waktunya. Doa Elif sepertinya tidak di kabulkan, karena dia benar-benar harus mempertemukan wujud aslinya dengan Erdogan. Karena selepas Meeting, Mario segera meminta Ibram untuk menjemput Elif dan mau tidak mau Gadis itu pulang ke Rumahnya.


***


"Bagaimana ini! Apa yang harus aku lakukan?"panik Elif ketika dia sampai Rumah dan mengadu pada Rika.


Rika diam, ia tengah mencari solusi untuk masalah Elif.


Ting!πŸ’‘"Aku Tau!"

__ADS_1


Otak Elif kembali berfungsi dan sepertinya dia sudah menemukan solusinya.


"Apa?"tanya Rika.


Elif menatap Rika dengan khusyu.


"Kau harus ikut berperan."


"Ikut berperan! Apa maksudmu?"bingung Rika.


"Rika, berperanan lah sebagai Elif."


Rika membulatkan matanya.


"Apa kau sudah tidak waras, memintaku untuk menjadi dirimu dan mengelabui Tuan Er?"


"Tidak ada pilihan lain, ini jalan satu-satunya. Jika aku tidak membawa Elif di hadapan Tuan Er, dia pasti akan marah dan yang lebih parahnya lagi dia akan mencurigai aku."


"Elif, akan jau lebih kacau jika aku yang kau bawa sebagai dirimu,"kata Rika.


"Kenapa?"


"Astaga! Otakmu ini benar-benar harus di panaskan agar berfungsi dengan baik, Elif! Apa kau berfikir jika selama ini Tuan Er dan Mario tidak mencari tau tentang Ibram?"


Elif terdiam sejenak, dan Rika kembali melanjutkan ucapannya.


"Tuan Er bukan orang sembarangan, tidak mungkin jika dia tidak melakukan apapun pada orang yang akan mengabdikan diri padanya dan sudah pasti, Tuan Er, menyelidiki latar belakang para pengawalnya. Jadi, bisa di pastikan jika Tuan Er, sudah tahu semua tentang Ibram sebelum dia di terima sebagai pengawal pribadinya dan sudah bisa di pastikan juga. Jika Tuan Er, mengetahui siapa saja Keluarga Ibram, dan jika kau membawaku sebagai Elif, kau pasti tau sendiri akibatnya. Karena aku sangat yakin jika Tuan Er sudah mengetahui setiap wajah keluarga Ibram."


Elif tertegun mendengar penjelasan panjang lebar dari Rika.


"Menyelidiki! Tuan Er bukan orang sembarangan! Astaga, kenapa selama ini aku tidak memikirkan tentang ini. Jika Tuan Er sudah menyelidiki dan mengetahui semua tentang kak Ibram, apa mungkin dia juga tau siapa aku sebenarnya!"


Bersambung..


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini πŸ™


Mohon dukungannya πŸ€—

__ADS_1


Tolong koreksi jika ada kesalahan dalam tulisan ini πŸ™


Lope Banyak-banyak untuk semuanya ❀️❀️❀️


__ADS_2