
Selamat! Membaca π€
πππππ
Di kesempatan, Erdogan meraih ponselnya dan ia menekan Nomor secara acak, berharap jika yang ia hubungi adalah Mario.
BRAK.
Satu orang menghancurkan kaca mobil Erdogan, dan membuat lelaki itu terkejut hingga menjatuhkan ponselnya.
"Cepat! Bawa dia!"
Erdogan sudah bersiap untuk melawan sambil menunggu kedatangan Mario.
Namun.
BUG!
Sebuah balok berukuran besar menghantam tepat di bagian kepalanya hingga membuat Erdogan tersungkur sebelum melakukan perlawanan.
"Hahaha.. ternyata sangat mudah melumpuhkan orang seperti ini."Ucap orang yang sudah berhasil melumpuhkan Erdogan dengan sebuah balok.
"Dia kuat hanya karena Pasukan pengawalnya dan Mario, tanpa mereka lelaki ini tentu tidak ada apa-apanya,"sahut rekannya.
"Sudah! Cepat, pindahkan dia ke mobil kita dan bawa ke gudang."
"Baik Bos!"
β¨β¨β¨β¨
"Bagaimana dengan keadaan kak Ibram Bu,"tanya Elif yang saat ini berada di Rumah Sakit, wanita yang menjemputnya di Halte Bus adalah Rika, Bibinya. Dan mereka langsung menuju ke Rumah Sakit, karena selama ini Ibu Elif tinggal di sana untuk menemani Ibram yang masih dalam keadaan koma.
"Kakak mu harus menjalani operasi Minggu depan, tapi, selain biaya operasi sangat mahal, tindakan ini juga tidak bisa menjamin kesembuhan Ibram,"sahut Rosalin dengan wajah sedih.
"Tapi kita harus tetap melakukan operasi itu,"kata Elif.
"Bagaimana dengan biayanya?"
"Aku akan mencarinya."
Rika dan Rosalin Mengangguk, iya mempercayakan semua ini kepada Elif.
Dreeeett...
"Aku permisi sebentar."Pamit Elif, ketika mendapati ponselnya bergetar.
"Tuan Er!"Gumamnya.
__ADS_1
Elif heran karena tidak biasanya Erdogan menelponnya, rupanya! panggilan acak yang Erdogan lakukan membawanya ke nama Ibram.
"Halo.. Selamat! Siang Tuan Er."
Tidak ada sahutan apapun dari Erdogan, tapi Elif mendengar suara gaduh dan kaca pecah!
Elif tidak langsung memutuskan panggilan, ia tetap mendengar apa yang terjadi di sana.
Tuan Erdogan dalam bahaya. Itulah yang Elif yakini.
Setelah ia tidak mendengar suara apapun, dengan berbekal GPS dari ponsel Erdogan, Elif segera menuju lokasi di mana keributan itu terjadi, dan sebelum ia melangkahkan kakinya, Elif menghubungi Mario terlebih dahulu.
β¨β¨β¨β¨
Elif mengikuti GPS ponsel Erdogan yang terhubung dengan ponselnya. Dan setelah menempuh perjalanan 30 menit, Elif sampai di lokasi kejadian di mana Erdogan diserang.
Elif tidak melihat apa-apa selain mobil Erdogan yang rusak dan ponsel sang Tuan yang tergeletak di bawah jok mobil.
"Aku terlambat."
Elif semakin panik, dan ia meyakini seseorang telah menculik Erdogan. Elif mengingat kata-kata yang ia dengar lewat sambungan telepon, jika salah satu dari penyerang memerintahkan untuk membawa Erdogan ke Gudang.
"Tapi Gudang mana!"gumam Elif yang semakin bingung.
Tapi matanya teralihkan pada CCTV yang terpasang di jalan, dengan secepat kilat Elif menuju di mana rekaman CCTV itu berada. Namun Elif tidak mendapatkan petunjuk apapun kerena CCTV, 2 jam yang lalu telah dimatikan.
"Mereka sudah merencanakan ini dengan sangat baik!"gumam Elif.
β¨β¨β¨
Mario yang mendapat laporan dari Elif, seketika menyadari bahwa dirinya telah ditipu.
"Sial! Kenapa aku bisa sebodoh ini mempercayai permainan mereka, lihat saja siapapun itu tidak akan pernah aku maafkan jika sampai terjadi sesuatu pada Tuan Er."
Mario segera mengutus beberapa pasukannya untuk mencari keberadaan Erdogan, ia melacak dari segala arah.
Sementara di tempat lain, Elif sudah berhasil mendapat titik terang melalui kamera dashboard dari mobil Erdogan yang merekam jelas siapa saja orang yang menyerangnya, bermodalkan rekaman itu Elif segera menuju lokasi di mana mereka membawa Erdogan.
Keberanian Elif semakin membuncah, ia berani mengambil resiko besar dengan datang seorang diri tampa menunggu Mario, tentu saja semua ini ia lakukan karena ada sesuatu yang ia harapkan. Ia berharap mendapat bonus besar dari Mario dengan menyelamatkan Erdogan, agar ia bisa membiayai operasi Ibram.
(Tuan Mario, saya sudah berhasil menemukan lokasi di mana Tuan Er, ini lokasinya xxxxxx)
Hanya pesan itu yang Elif kirimkan pada Mario.
β¨β¨β¨β¨
Tidak butuh waktu lama, karena lokasi gudang pun tidak terlalu jauh dari lokasi penyerangan, Elif sampai dengan selamat dan secara diam-diam ia mendekati Gudang terbengkalai yang ada di pinggir hutan. Ya, gudang ini menjadi pilihan yang tepat bagi mereka untuk mengeksekusi Erdogan.
__ADS_1
Dengan mengendap-endap Elif menuju sumber suara riuh dari orang yang tengah tertawa girang.
Mereka terdengar sangat bahagia karena berhasil mendapatkan Erdogan.
"Apa yang harus kita lakukan Bos! Kenapa kita tidak mengeksekusinya saat ini juga?"
"Jangan! Kita tunggu perintah dari Tuan Mayor terlebih dahulu."Sahut pimpinan mereka.
"Ach, padahal akan lebih baik jika kita mengeksekusinya saat ini juga, bukankah lebih cepat lebih baik."
"Hay, tutup mulutmu, kita lakukan saja apa yang menjadi tugas kita, mau kapanpun lelaki ini di eksekusi yang penting kita mendapatkan bayaran tinggi."
"Kau benar juga. Hahaha, aku sudah tidak sabar menunggu bayaran itu."
"Hahaha..! ternyata sangat mudah menaklukkan lelaki ini, rumor di luar sana sangat tidak benar dengan kenyataan yang mengatakan, jika sangat sulit untuk melumpuhkan seorang Erdogan. Ternyata! tidak lebih sulit dengan menangkap tikus Got!"
"Hahaha..!"
"Hahaha...!"
Itulah beberapa percakapan yang Elif dengar lewat sela pintu gudang yang sudah sangat keropos.
Elif yang hanya seorang diri, tentu tidak akan mengambil tindakan bodoh dengan muncul secara terang-terangan di hadapan mereka, matanya berhasil melihat Erdogan yang tengah di ikat di sebuah kursi dalam keadaan masih tidak sadarkan diri, setidaknya Erdogan belum mati itu sudah membuat Elif sedikit lega.
Di tengah tekanan keadaan dan waktu, otak Elif bekerja keras agar ia bisa melepaskan Erdogan tanpa menghadapi puluhan orang di sana, setidaknya sampai menunggu bala bantuan dari Mario.
"Ayo Elif, berpikirlah berpikir, gunakan otakmu ini untuk menghadapi situasi seperti ini,"gumam Elif menyemangati dirinya sendiri. Meskipun Elif pandai dalam ilmu bela diri, namun ia belum berpengalaman akan hal seperti ini, karena yang lebih mempelajari situasi seperti ini adalah Ibram yang memang sudah menyiapkan dirinya sejak kecil sebagai Pengawal yang handal dan hebat!
Elif tidak mau merusak nama kakaknya Ibram jika ia gagal dalam hal ini, apapun harus Elif lakukan agar dia bisa membebaskan Erdogan, dan menjadikan nama Ibram Pengawal terbaik.
Setelah beberapa detik ia berfikir, Elif mempunyai ide yang ia rasa mampu untuk membebaskan Erdogan tanpa melawan semua orang yang ada di sana.
Elif berjalan keluar.
PRANG!
Ia melempar sebuah batu besar yang mengenai kaca Gudang! dan dengan cepat ia kembali ke posisi semula.
Bersambung..
β¨β¨β¨β¨
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita ini π
Minta dukungannya ya π€
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini π
__ADS_1
Lope banyak-banyak untuk semuanya β€οΈππ