
" woy Koro, aku gimana " ucap Nano
" huhhh " keluh Koro memegang keningnya
" ayo cepat " Koro membungkukkan badannya
" kamu ngapain Koro" ucap Nano kaget
" sudah jelas, aku akan menggendong mu" ucap Koro
akhirnya ke punggung Koro...
Mereka pergi mencari Ziovore yang di dengar oleh Nano.
" wushhh"
" wusssh"
Mereka bertiga berlari menuju arah Ziovore itu.
" haha, kamu seperti pengasuh Koro " ucap 1 Daivore itu
" ohh ya Aku Bagas, dan dia Reno, kami dan Koro sering berjaga dan berlatih, jadi tidak heran kami sudah bisa bergerak secepat ini. " Ucap Bagas Daivore itu
" dia hanya menghambat kita saja" Ucap Reno sinis
" ahh sudahlah Reno jangan begitu, kita bisa mengetahui ada Ziovore yang berkeliaran kan berkat Nano." Ucap Bagas
" benar kan" Bagas tersenyum kepada Nano
( Nano tersenyum kembali ke arah Bagas)
" hey Koro, ada apa dengan tingkahnya si Reno itu, dia kelihatannya tidak suka kepadaku". Tanya Nano kepada Koro
" itu memang sifatnya Reno, nanti juga biasa ini " ucap Koro
" begitu yaa" ucap Nano yang masih di gendong Koro
(@ Padahal Reno bersikap Sinis kepada Nano adalah mengetahui bahwa Nano adalah seorang Campuran, dan dan Nano adalah Ziovore saat dirinya kehilangan kendali @)
" wush"
" wush"
" clkkkk"
Mereka ber 4 mendarat di atas pohon dekat perkampungan sambil mencari Ziovore
" apa kamu merasakannya lagi Nano?" Tanya Koro
( Nano memejamkan matanya lagi, dan sekarang, bukan hanya bisa merasakan Ziovore, Nano juga bisa menerawang apa yang di lakukan oleh Ziovore itu).
Nano membuka matanya kaget,,
" ahh celaka, dia sudah menghisap darah hewan, dan sudah ada 2 kuda yang mati". Ucap Nano
" apa?" Ucap Reno
" sekarang dimana Ziovore itu Nano?" Tanya Koro
" Sebelah timur, di tengah perkampungan " ucap Nano
Mereka pergi menghampiri Ziovore tersebut.
" clkk"
Mereka mendarat lagi di atas pohon.
" itu, itu Ziovore nya" ucap Nano menunjuk Ziovore
( Reno sudah siap-siap mau menyerang Ziovore itu)
" tunggu dulu Reno, biar aku saja" ucap Koro berdiri
" lihat baik-baik Nano" ucap Koro
" wuushh" Koro berlari
" crkkk,, sreeengg" leher Ziovore itu putus di tebas Koro
Nano yang melihat kejadian itu hanya bisa tercengang.
" a,a,a,a,a" Nano melotot melihat kepala Ziovore yang putus itu..
" wajar jika kau ketakutan melihat kepala yang terbang begitu Nano." Ucap Bagas tersenyum kepada Nano
" apa Ziovore selemah itu?" Tanya Nano
__ADS_1
" tidak,, mereka tidak lemah, hanya saja kita melakukan serangan mendadak kepada Ziovore itu, kalau Ziovore itu mengetahui keberadaan kita dari awal, dan kita bertarung dengan mereka, itu sangat merepotkan."
" itulah gunanya kita berada di atas pohon ini, agar mereka tidak dapat melihat kita" ucap Bagas tersenyum kepada Nano
( Nano menoleh ke arah Bagas)
" ohh, jadi beg...." Nano melotot ketakutan tidak meneruskan ucapannya
" hey ada apa Nano?" Tanya Bagas heran
" Z,Z,zzzzi" Nano tidak bisa berbicara apa-apa.
( Nano melihat kepala Ziovore yang sangat besar berada di belakang Reno dan Bagas).
" oyyyy kalian, awas di belakang" Koro berteriak dari jauh.
Saat Reno dan Bagas mencoba melihat ke belakang,,
" grrrrrrr,grrrrrr, ngahhhihiihijii " Kepala Ziovore itu tertawa
" wuussshhh" angin bertiup kencang
( Nano, Reno, dan Bagas terpental)
" bruukk,, brukkk,, brukkk" mereka bertiga terkapar di tanah.
" ughhhh" ucap Reno menghantam pohon
" adsddd, sakit" ucap Nano terbaring di tanah
" ugghhh, Nano" ucap Bagas sambil mencoba bangkit untuk menolong Nano
Koro berlari menghampiri mereka bertiga yang sedang terkapar.
" woyy kalian tidak ap..."
" dukkk"
" brakk" Koro terpental jauh di tendang Ziovore
Nano melotot melihat Koro yang terpental.
" Moni" ucap Nano yang masih terpelongo
( Rupanya yang menghentikan Koro adalah Moni, Teman Nano yang menjadi Ziovore)
" yaa, a,aku tidak apa-ap..." Nano melotot kaget melihat ke arah Bagas
" syukurlah kalau tidak apa-apa" ucap Bagas tersenyum kepada Nano
" ayo kamu bangun Nano" tambah Bagas menyulurkan tangannya kepada Nano
( Nano hanya bisa melotot melihat Ziovore berada di belakang Bagas)
" Zein" ucap Nano melotot
" oyyy Bagas awass" teriak Reno dari kejauhan
" crrkkk " Zein menggigit tengkuk leher Bagas
" Bagasssssss " teriak Reno
( Nano hanya bisa melotot tidak bisa berbuat apa-apa)
" Ugghhhh,, s,s,sepertinya leherku sakit Nano" ucap Bagas mengeluarkan darah di mulutnya
" Bagasssssss" teriak Reno lagi
" A,aaku m,mendengar suara Reno,,,, uhughhh, b,begitu yaa, rupanya w,waktuku s,sudah habis" ucap Bagas tersenyum kepada Nano
" krttkkktttkk" kepala Bagas putus melayang
" waaaaaaaa" Reno berteriak kencang
Nano yang menyaksikan kepala Bagas putus di Hadapannya, mengingat ucapannya kepada Ziva,,;
( " hey Ziva, kalau itu terjadi, aku akan melindungi orang yang aku sayangi, bukan melainkan semua orang harus aku lindungi" ucap Nano )
Setelah Nano melihat Bagas terbunuh di depannya, Nano pun tidak ingat apa-apa.
" sial,siall, Bagas, Bagas mati dengan mudahnya" ucap Reno memukul-mukul tanah
" ini semua gara-gara" ( pikiran Reno menyalahkan Nano)
" drakkk"
" drakkk".
__ADS_1
" ehh apa itu" gumam Reno mengangkat kepalanya
Reno sangat kaget melihat Moni dan Zein terkapar di tanah.
" m,m,mereka" gumam Reno kaget
( Reno melihat ke Arah Nano)
" grrrrr,grrrr" mata biru menyala,,, Nano telah kehilangan kendalinya lagi
Reno melihat ke arah Koro, tapi kelihatannya Koro pingsan.
" tidak,, anak itu kehilangan kendalinya" ucap Reno menatap Nano
" grrrrrr,grrrrr" Nano berjalan menghampiri Zein dan Moni
" dakkk" Nano menendang Zein
" brakkk" Zein menabrak pohon
" grrrr,grrrr" Moni menatap lemas Nano
Nano tetap menghampiri Zein yang masih mencoba bangun.
" grrrrr,grrrr" Zein menatap tajam Nano yang menghampirinya
Nano mengacungkan Kukunya,, lalu menebaskan kukunya kepada Zein.
" trangg" seseorang menahan tebasan Nano dengan Kukunya
( Datang Ziovore perempuan, menahan tebasan Nano kepada Zein)
Reno melotot kedatangan Ziovore itu sangat cepat,,,
" s,siapa dia, apakah dia ibunya anak itu?" Gumam Reno heran
" bukan, dia bukan ibunya" tambah Reno
Nano melotot ke arah Ziovore itu,,
" sssttttt" kuku Nano di tebaskan kepada Ziovore itu, tapi dia menghindarinya
" wusshhh" Nano mengejar Ziovore itu
" tranggg" serangan Nano di tangkisnya kembali
" wussh" pergerakan Nano semakin cepat
" shhiiuut" Nano mencoba menendangnya, tapi Ziovore itu tetap menghalaunya.
( Nano tetap melancarkan serangannya, tapi Ziovore itu kekuatannya berada di atas Nano, dan tetap bisa menghindari serangan Nano.)
Reno yang satu-satunya orang yang menyaksikan pertarungan Nano dan Ziovore itu.
" apa si Nano itu sadar, Ziovore itu bukan tandingannya,,, dan kenapa Ziovore itu tidak menyerang Nano" gumam Reno heran
" wuussh,,, tranggg,,, wuusshhh, tranggg" suara pertempuran Nano dan Ziovore itu
" meskipun Ziovore itu berbadan kecil, tapi dia kelihatan sangat hebat, dan bisa menandingi Nano" gumam Reno
Saat Reno sedang fokus menyaksikan pertarungan Nano dan Ziovore wanita itu..
" sksksk,sksksksk" terdengar suara yang berlari
Reno menengok ke arah suara itu,,
( Zein sedang berlari dan Melompat buas ke arah Reno)
Reno yang sudah tidak bisa apa-apa pun hanya bisa memejamkan matanya,,,;
" akhirnya, aku juga akan menyusul mu Bagas" gumam Reno dengan mata terpejam
" wusshhh, dakk" suara tendangan
" braakkk" Zein terpental
Reno kaget dan membuka matanya.
" Dimana Koro" ucap Seseorang
( Reno melihat ke arah orang itu )
Reno kaget orang yang menyelamatkannya adalah ibunya Nano.
" k,kamu?" Tanya Reno kepada Mamanya Nano
( Mamanya Nano melihat ke sekitar )
__ADS_1
" begitu rupanya" ucap Mama Nano melihat ke arah Koro