Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 11


__ADS_3

" woy Koro, aku gimana " ucap Nano


" huhhh " keluh Koro memegang keningnya


" ayo cepat " Koro membungkukkan badannya


" kamu ngapain Koro" ucap Nano kaget


" sudah jelas, aku akan menggendong mu" ucap Koro


akhirnya ke punggung Koro...


Mereka pergi mencari Ziovore yang di dengar oleh Nano.


" wushhh"


" wusssh"


Mereka bertiga berlari menuju arah Ziovore itu.


" haha, kamu seperti pengasuh Koro " ucap 1 Daivore itu


" ohh ya Aku Bagas, dan dia Reno, kami dan Koro sering berjaga dan berlatih, jadi tidak heran kami sudah bisa bergerak secepat ini. " Ucap Bagas Daivore itu


" dia hanya menghambat kita saja" Ucap Reno sinis


" ahh sudahlah Reno jangan begitu, kita bisa mengetahui ada Ziovore yang berkeliaran kan berkat Nano." Ucap Bagas


" benar kan" Bagas tersenyum kepada Nano


( Nano tersenyum kembali ke arah Bagas)


" hey Koro, ada apa dengan tingkahnya si Reno itu, dia kelihatannya tidak suka kepadaku". Tanya Nano kepada Koro


" itu memang sifatnya Reno, nanti juga biasa ini " ucap Koro


" begitu yaa" ucap Nano yang masih di gendong Koro


(@ Padahal Reno bersikap Sinis kepada Nano adalah mengetahui bahwa Nano adalah seorang Campuran, dan dan Nano adalah Ziovore saat dirinya kehilangan kendali @)


" wush"


" wush"


" clkkkk"


Mereka ber 4 mendarat di atas pohon dekat perkampungan sambil mencari Ziovore


" apa kamu merasakannya lagi Nano?" Tanya Koro


( Nano memejamkan matanya lagi, dan sekarang, bukan hanya bisa merasakan Ziovore, Nano juga bisa menerawang apa yang di lakukan oleh Ziovore itu).


Nano membuka matanya kaget,,


" ahh celaka, dia sudah menghisap darah hewan, dan sudah ada 2 kuda yang mati". Ucap Nano


" apa?" Ucap Reno


" sekarang dimana Ziovore itu Nano?" Tanya Koro


" Sebelah timur, di tengah perkampungan " ucap Nano


Mereka pergi menghampiri Ziovore tersebut.


" clkk"


Mereka mendarat lagi di atas pohon.


" itu, itu Ziovore nya" ucap Nano menunjuk Ziovore


( Reno sudah siap-siap mau menyerang Ziovore itu)


" tunggu dulu Reno, biar aku saja" ucap Koro berdiri


" lihat baik-baik Nano" ucap Koro


" wuushh" Koro berlari


" crkkk,, sreeengg" leher Ziovore itu putus di tebas Koro


Nano yang melihat kejadian itu hanya bisa tercengang.


" a,a,a,a,a" Nano melotot melihat kepala Ziovore yang putus itu..


" wajar jika kau ketakutan melihat kepala yang terbang begitu Nano." Ucap Bagas tersenyum kepada Nano


" apa Ziovore selemah itu?" Tanya Nano

__ADS_1


" tidak,, mereka tidak lemah, hanya saja kita melakukan serangan mendadak kepada Ziovore itu, kalau Ziovore itu mengetahui keberadaan kita dari awal, dan kita bertarung dengan mereka, itu sangat merepotkan."


" itulah gunanya kita berada di atas pohon ini, agar mereka tidak dapat melihat kita" ucap Bagas tersenyum kepada Nano


( Nano menoleh ke arah Bagas)


" ohh, jadi beg...." Nano melotot ketakutan tidak meneruskan ucapannya


" hey ada apa Nano?" Tanya Bagas heran


" Z,Z,zzzzi" Nano tidak bisa berbicara apa-apa.


( Nano melihat kepala Ziovore yang sangat besar berada di belakang Reno dan Bagas).


" oyyyy kalian, awas di belakang" Koro berteriak dari jauh.


Saat Reno dan Bagas mencoba melihat ke belakang,,


" grrrrrrr,grrrrrr, ngahhhihiihijii " Kepala Ziovore itu tertawa


" wuussshhh" angin bertiup kencang


( Nano, Reno, dan Bagas terpental)


" bruukk,, brukkk,, brukkk" mereka bertiga terkapar di tanah.


" ughhhh" ucap Reno menghantam pohon


" adsddd, sakit" ucap Nano terbaring di tanah


" ugghhh, Nano" ucap Bagas sambil mencoba bangkit untuk menolong Nano


Koro berlari menghampiri mereka bertiga yang sedang terkapar.


" woyy kalian tidak ap..."


" dukkk"


" brakk" Koro terpental jauh di tendang Ziovore


Nano melotot melihat Koro yang terpental.


" Moni" ucap Nano yang masih terpelongo


( Rupanya yang menghentikan Koro adalah Moni, Teman Nano yang menjadi Ziovore)


" yaa, a,aku tidak apa-ap..." Nano melotot kaget melihat ke arah Bagas


" syukurlah kalau tidak apa-apa" ucap Bagas tersenyum kepada Nano


" ayo kamu bangun Nano" tambah Bagas menyulurkan tangannya kepada Nano


( Nano hanya bisa melotot melihat Ziovore berada di belakang Bagas)


" Zein" ucap Nano melotot


" oyyy Bagas awass" teriak Reno dari kejauhan


" crrkkk " Zein menggigit tengkuk leher Bagas


" Bagasssssss " teriak Reno


( Nano hanya bisa melotot tidak bisa berbuat apa-apa)


" Ugghhhh,, s,s,sepertinya leherku sakit Nano" ucap Bagas mengeluarkan darah di mulutnya


" Bagasssssss" teriak Reno lagi


" A,aaku m,mendengar suara Reno,,,, uhughhh, b,begitu yaa, rupanya w,waktuku s,sudah habis" ucap Bagas tersenyum kepada Nano


" krttkkktttkk" kepala Bagas putus melayang


" waaaaaaaa" Reno berteriak kencang


Nano yang menyaksikan kepala Bagas putus di Hadapannya, mengingat ucapannya kepada Ziva,,;


( " hey Ziva, kalau itu terjadi, aku akan melindungi orang yang aku sayangi, bukan melainkan semua orang harus aku lindungi" ucap Nano )


Setelah Nano melihat Bagas terbunuh di depannya, Nano pun tidak ingat apa-apa.


" sial,siall, Bagas, Bagas mati dengan mudahnya" ucap Reno memukul-mukul tanah


" ini semua gara-gara" ( pikiran Reno menyalahkan Nano)


" drakkk"


" drakkk".

__ADS_1


" ehh apa itu" gumam Reno mengangkat kepalanya


Reno sangat kaget melihat Moni dan Zein terkapar di tanah.


" m,m,mereka" gumam Reno kaget


( Reno melihat ke Arah Nano)


" grrrrr,grrrr" mata biru menyala,,, Nano telah kehilangan kendalinya lagi


Reno melihat ke arah Koro, tapi kelihatannya Koro pingsan.


" tidak,, anak itu kehilangan kendalinya" ucap Reno menatap Nano


" grrrrrr,grrrrr" Nano berjalan menghampiri Zein dan Moni


" dakkk" Nano menendang Zein


" brakkk" Zein menabrak pohon


" grrrr,grrrr" Moni menatap lemas Nano


Nano tetap menghampiri Zein yang masih mencoba bangun.


" grrrrr,grrrr" Zein menatap tajam Nano yang menghampirinya


Nano mengacungkan Kukunya,, lalu menebaskan kukunya kepada Zein.


" trangg" seseorang menahan tebasan Nano dengan Kukunya


( Datang Ziovore perempuan, menahan tebasan Nano kepada Zein)


Reno melotot kedatangan Ziovore itu sangat cepat,,,


" s,siapa dia, apakah dia ibunya anak itu?" Gumam Reno heran


" bukan, dia bukan ibunya" tambah Reno


Nano melotot ke arah Ziovore itu,,


" sssttttt" kuku Nano di tebaskan kepada Ziovore itu, tapi dia menghindarinya


" wusshhh" Nano mengejar Ziovore itu


" tranggg" serangan Nano di tangkisnya kembali


" wussh" pergerakan Nano semakin cepat


" shhiiuut" Nano mencoba menendangnya, tapi Ziovore itu tetap menghalaunya.


( Nano tetap melancarkan serangannya, tapi Ziovore itu kekuatannya berada di atas Nano, dan tetap bisa menghindari serangan Nano.)


Reno yang satu-satunya orang yang menyaksikan pertarungan Nano dan Ziovore itu.


" apa si Nano itu sadar, Ziovore itu bukan tandingannya,,, dan kenapa Ziovore itu tidak menyerang Nano" gumam Reno heran


" wuussh,,, tranggg,,, wuusshhh, tranggg" suara pertempuran Nano dan Ziovore itu


" meskipun Ziovore itu berbadan kecil, tapi dia kelihatan sangat hebat, dan bisa menandingi Nano" gumam Reno


Saat Reno sedang fokus menyaksikan pertarungan Nano dan Ziovore wanita itu..


" sksksk,sksksksk" terdengar suara yang berlari


Reno menengok ke arah suara itu,,


( Zein sedang berlari dan Melompat buas ke arah Reno)


Reno yang sudah tidak bisa apa-apa pun hanya bisa memejamkan matanya,,,;


" akhirnya, aku juga akan menyusul mu Bagas" gumam Reno dengan mata terpejam


" wusshhh, dakk" suara tendangan


" braakkk" Zein terpental


Reno kaget dan membuka matanya.


" Dimana Koro" ucap Seseorang


( Reno melihat ke arah orang itu )


Reno kaget orang yang menyelamatkannya adalah ibunya Nano.


" k,kamu?" Tanya Reno kepada Mamanya Nano


( Mamanya Nano melihat ke sekitar )

__ADS_1


" begitu rupanya" ucap Mama Nano melihat ke arah Koro


__ADS_2