
" wooyy itu disana" orang sedang berlarian mencari sesuatu
" e,heeeeee,heeeeee" suara kuda berlarian
" cepat amankan kuda-kuda ini" Ucap seorang pria
( Nano, lelaki bermata biru menyala, berbadan kekar, dan memiliki kuku yang meruncing berbentuk pedang, sedang menghadapi Ziovore "siluman penghisap darah" )
" aku akan menghadapi ziovore yang ini, kalian hentikan yang lainnya" ucap Nano
" Aku Harus menghentikan Ziovore yang satu ini, dia adalah pemimpin kawanan Ziovore itu." Gumam Nano.
" hiaaaaaaa" Nano berlari menghampiri Ziovore besar itu.
" srenggg, srengg" ( Nano menghunuskan kuku yang berbentuk pedang melawan Ziovore tersebut.
" dak" Nano menendang Ziovore yang mencoba
Crakk,crakkk, Nano menebas Ziovore itu secara bersamaan.
" Pyuuu,pyuu " suara senapan
" crakk,craakk" Peluru senapan tersebut melubangi dada Ziovore
" whahaha, whahahaha"
" aku sangat menikmati pertarungan ini!"
" wuushhh"
" Crak " Seseorang yang berbadan kecil menebas Ziovore
" trang,trang" Nano menahan serangan dari Ziovore
" Jiaaaa"
"Wusshh"
Crakkk,trakktttkk,, Nano memelintirkan kepala Ziovore.
" whahaha, Bagus Nano"
Seseorang yang bertubuh kecil itu seperti orang gila melihat Ziovore.
" whuuuu" Dia melompat menghunuskan Kukunya
" Crakk" dia membelah Ziovore
Nano menatap tajam Ziovore yang bertubuh besar itu.
" jiaaa"
" trang," kuku mereka beradu.
" pyuu,pyuu"
" crak,crakk" Peluru itu mengenai kepala Ziovore besar tersebut.
" grrrrr,grrrr"
Ziovore itu menatap tajam Nano sambil memegangi kepalanya yang berdarah.
" Nano" teriak PPZ yang membantu Nano
" wuushh" Nano menghilang
Crakkk, seketika kepela Ziovore itu melayang.
" bagus Nano". Ucap PPZ mengepalkan tangannya.
Sementara itu di sisi lain, Koro, Sandra, Reno, Moni dan Rico sedang menghadapi Ziovore wanita.
" ngahihihiiaaa" Ziovore tersebut tertawa
" hahhh,hahhhh" Reno terengah-engah
" wushhh"
" dak,dak,dak,dak"
Mereka semua terpental.
__ADS_1
" ughhhh"
Koro terpental di tanah.
" d,dia sangat kuat" gumam Koro meringis kesakitan.
" ngahihiaaaaa"
" wusshhh"
Ziovore itu melesat menghampiri Moni yang tergeletak, Ziovore tersebut membuka mulutnya seakan ingin memakan Moni.
" dakk"
" bruukkk"
Ziovore itu menggelinding di tanah karena terkena tendangan.
" kau sangat lemah Ziovore." Ucap Reno menatap Moni
" cihh, pikirkan saja dirimu". Moni menatap sinis Reno
Reno dan Moni tertawa karena itu hanya sebuah guyonan dari mereka berdua yang telah akrab.
" pyuuu,pyuuu"
" crakk,crakkk"
Peluru dari PPZ mengenai dada Ziovore.
" giliran kalian " ucap seorang Wanita yang memakai kostum PPZ
" wusshh,wusshhh" mereka berlima bergerak bersama ke arah Ziovore itu.
Crakkkk,,, kuku mereka menghancurkan kepala Ziovore hingga pecah.
" hahhh,hahhh,hahah"
Mereka semua tersenyum sambil terengah-engah.
" yeyyyyyy" PPZ, wanita itu mengangkat tangannya gembira
" yeee, kalian Hebat"
Wanita PPZ itu adalah Ziva.
Ya, sudah 1 tahun berlalu sejak kejadian mengerikan di sekolah, banyak hal yang terjadi satu tahun belakangan ini, Semua kota telah menutup berbagai area yang menyebabkan kerumunan manusia, sekarang Ziovore telah berkembang pesat, mereka tidak memangsa hewan lagi, tetapi sekarang Ziovore memangsa semuanya termasuk manusia dan Daivore.
Ziva bergabung dengan PPZ untuk menghentikan kekejaman Ziovore dan telah melakukan tugasnya dengan Baik, dan sekarang dia menjadi ketua pasukan khusus I yang membantu komplotan Nano.
Sekarang mereka mempunyai markas masing-masing, dan itu di khususkan untuk PPZ dan Daivore, dan untuk markas komplotan Nano dan Ziva berada di rumah Ziva.
" huaahh, lelahnya"
Ziva tersenyum menyandarkan badannya di Sofa.
" memang benar, pertarungan tadi sangat menyenangkan" ucap seseorang yang bertubuh kecil.
Dia adalah Daivore yang masuk ke komplotan Nano, dia datang dari kawasan SMA BARSAMA 2, dia datang karena semua Daivore di sana telah mati di serang Ziovore beberapa bulan yang lalu, dan Namanya adalah Ram.
Dilihat dari manapun senyuman mereka telah kembali, sekarang mereka telah lebih ceria di bandingkan satu tahun ke belakang.
" aku membawakan sesuatu yang enak". Ayah Ziva membawa hidangan yang masih panas.
" wahh, kelihatannya enak"
" hmm, aromanya wangi"
" aku ingin memakannya"
Tiba-tiba orang di sana menjadi riuh dengan kedatangan Ayah Ziva.
Nano melamun melihat orang-orang yang sedang sibuk merebutkan makanan itu.
" Nano, Moni"
Suara yang tidak asing memanggil mereka, orang itu adalah Papa Nano. Nano dan Moni mengikuti Papa Nano.
Ziva menatap dingin Nano, kemudian berjalan ke arah yang sama dengan Nano ke belakang Rumahnya.
Brukk,,, seekor kuda tergeletak kejang-kejang melepaskan nyawanya.
__ADS_1
" grrr,grrrr"
Nano mengangkat kepalanya yang sedang berada di leher kuda tersebut.
Mata Nano merah menyala dengan taring di mulutnya.
Nano mengusap sisa darah kuda di mulutnya tersebut dengan tangannya.
Nano pun berdiri, dan menatap dingin kuda yang telah mati itu.
" apa kamu merasa kasihan dengan kuda itu Nano?" Tanya Ziva yang muncul di sampingnya
Nano menatap Ziva yang tiba-tiba berada di dekatnya.
" Aku tidak tahu Ziva". Jawab Nano
Ziva melihat kuda itu, dan tatapannya berubah menjadi sedih.
" kejadian setahun yang lalu telah membuat banyak hal berubah" Ziva dengan tatapan kosongnya
" kalau kamu tidak menyelamatkan aku dari serangan Kana, mungkin aku tidak akan berada di sampingmu saat ini"
Ziva memegang kedua matanya, dan mulai mengulang kejadian setahun yang lalu.
Nano hanya melamun mendengarkan Ziva sedang berbicara itu, kemudian dia berbalik dan meninggalkan Ziva tanpa sepatah kata pun.
Ziva memandang sedih Nano yang berjalan menjauhinya.
" Dia semakin dingin" gumam Ziva.
Nano kembali masuk ke ruangan itu, dan melihat teman-temannya sedang becanda setelah pertarungan dengan Ziovore tadi malam.
" Semuanya Harap tenang"
Teriak Seseorang berbadan besar dan kekar.
" kita harus lebih meningkatkan kemampuan kita dalam komunikasi satu sama lain, kita tidak boleh melenceng dari strategi yang kita persiapkan sebelum menghadapi Ziovore terkutuk itu, semuanya di wajibkan siap untuk kombinasi yang akan aku jelaskan" Teriak Sam, Kepala PPZ divisi I.
Sam pun menerangkan tentang strategi menghadapi Ziovore.
" termasuk kau." Sam menunjuk Ram.
" kau selalu ceroboh dan mengandalkan nafsumu demi membunuh Ziovore, kau harus mementingkan regu mu."
"Diam kau pak tua" sela Ram menatap Sam
Sam hanya bisa menghela nafas panjangnya.
" huhhhh kau ini". Sam hanya bisa pasrah oleh sikap egois Ram.
Nano menopang pipi dengan tangannya melihat mereka sedang berdiskusi.
" Nano apa kau mengerti!." Teriak Sam
Nano menatap sinis Sam sambil beranjak dari duduknya.
" urus saja diri kalian". Nano meninggalkan mereka dan berjalan keluar.
" hahhh, dia sama saja dengan Ram" keluh Sam
" kau tidak perlu mengajarkannya Sam, dia pasti sudah mengerti, dan dia juga sudah tahu apa yang harus dilakukannya". ucap Koro mencoba menenangkan Sam.
*
" membosankan " gumam Nano berjalan menuju pintu
Nano melihat Moni yang sedang memandangi langit.
" apa kau sedang berpikir kau beda dengan yang lainnya Moni?" Tanya Nano mengagetkan Moni
Moni melihat ke arah Nano.
" aku, aku hanya merasa, apakah keberadaan Ziovore akan terancam, dan bagaimana Nasib kita yang telah menjadi Ziovore ini".
" apakah mereka akan menyingkirkan aku dan kamu Nano?" Ucap Moni kembali memandangi langit.
Nano tidak menyangkal perkataan Moni, bagaimana pun Moni ada benarnya, mereka berdua adalah Ziovore yang tergabung dengan Daivore dan PPZ, dan Moni sedang memikirkan Nasibnya yang seorang Ziovore ke depannya.
" kau terlalu memikirkannya Moni, untuk sekarang kita lakukan saja apa yang harus kita lakukan". Ucap Nano
Dengan Nano yang telah berubah menjadi Ziovore, apakah pemikiran Nano akan tetap melindungi Manusia, atau Nano akan terbawa hawa nafsunya sebagai Ziovore, yang memangsa Manusia.
__ADS_1