
"J,j,jadi yang meninggal itu..."
" iyaa" Papa Nano memotong pembicaraan Nano, dan memeluknya.
"Sudah Nano, jangan terlalu di pikirkan, dan juga Papa bersyukur anak semata wayang Papa yang selamat dari tragedi mengerikan ini". Ucap Papa Nano.
" t,tapi Nano semalam melihat Zein, dengan darah di bibirnya, Zein pasti masih hidup Pa". Tegas Nano
" sudah Nano, kamu itu hanya masih trauma, jadi menghayal yang enggak-enggak" ucap Mama Nano meyakinkannya.
" Tapi maa"
( Papanya Nano menghentikan omongan Nano dengan cara memeluknya)
Nano yang merasa malu karena terus di perlakukan seperti anak kecil oleh orang tuanya melepaskan pelukan Papanya,,,;
" Pa, Nano sudah besar, Nano tidak perlu di perlakukan seperti ini". Ucap Nano wajahnya memerah
" ohh begitu yaa, anak Papa sudah besar" Papa Nano tersenyum sambil mengelus kepala Nano.
" pah, sudah Nano bilang, Nano sudah kelas 2 SMA lho" ucap Nano menyingkirkan tangan Papanya dari kepalanya
" mau kelas 2 SMA, atau kelas berapapun kamu tetap seorang anak bagi kita Nano" ucap Mama Nano tersenyum.
" lihat saja, suatu saat Nano akan berbadan kekar dan kuat, dan lebih kuat dari Papa sekarang, dan tentunya Nano akan melindungi Mama dan Papa" ucap Nano tersenyum lebar.
******
" wahh sudah jam 10 malam" Nano melihat ke arah Jam
" sono gih itirahat" ucap Mama Nano
Nano berjalan menuju kamarnya,,,
" brruukk" Nano berlutut dan badannya lemas
" ehh ada apa ini" gumam Nano
" sshhhh,sssshhhh"
" hrrrrmmm,hhrrrmmmm"
" ehh suara itu lagi" gumam Nano
( Nano teringat Zein semalam)
" Zein" gumam Nano
Nano bergegas keluar, dan membuka pintu,,,
" Nano, ada ap..." pertanyaan Mama Nano terhenti melihat Mata dan Kuku Nano berubah
( Nano membuka pintu )
Nano melihat Moni dan Zein berdiri membelakangi Nano.
Nano kaget melihat mereka rupanya telah kembali,,, dan Nano berteriak kepada orang tuanya,,,
" Maaa, Paa, Moni dan Zein ada di sin...." Ucapan Nano terhenti.
( bukan hanya Zein, Moni pun sama, mereka telah berubah menjadi makhluk mengerikan)
" ada apa Nano?" Tanya orang tuanya sambil menghampiri Nano.
" awas ma,pa, mereka bisa membunuh kalian" Ucap Nano panik
Orang tua Nano memandangi Zein dan Moni,,,
Tiba-tiba Mama Nano berdiri,,,
" maa, lari maa, bahaya" Teriak Nano
( Zein dan Moni menyerang mama Nano)
__ADS_1
" maaa" teriak Nano sambil berlari ke arah Mamanya
" brukkkkk" Zein dan Moni terpental dan menghantam tembok.
Nano melongo melihat Zein dan Moni yang terkapar di tanah.
" ehh, ap,apa yang terjadi?" Nano kaget ada seseorang yang berdiri di depan Mamanya.
" Koro" teriak Nano kaget
Koro yang melihat ke arah Nano membuat Nano kaget,,,
" Koro,, apa yang terjadi?" Tanya Nano kaget melihat tangannya sama dengan tangan Koro.
( Koro seorang teman Nano, dengan mata biru, dengan cakar yang meruncing, datang menyelamatkan Nano dari serangan Zein dan Moni,).
" rupanya sudah mulai yaaa?" Tanya Papa Nano
( Koro menganggukkan kepalanya).
" Aku akan menyingkirkan mereka dulu" ucap Koro
" ayo masuk Nano" Ucap Papa Nano
( Nano masuk ke dalam rumahnya).
" ad, ada apa, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Nano kepada orang tua nya.
Orang tua Nano tidak menjawab pertanyaan Nano,,,
" maa, mama enggak apa-apa kan?" Tanya Nano
" enggak sayang, Mama baik-baik saja". Ucap Mama Nano menyenderkan kepala Nano di bahu nya.
Tidak lama berselang Koro masuk ke rumah mereka.
" apa mereka sudah pergi Koro?" Tanya Papa Nano
" yaa, untuk sementara, karena kemungkinan mereka akan datang lagi kesini" Ucap Koro
( Koro menatap mata Nano)
" ada apa Koro,, aku bingung, sejak kejadian kemarin aku, aku selalu diterpa kejadian aneh, ini adalah hal teraneh dalam hidupku". Ucap Nano
" Koro" Ucap Papa Nano
( Koro mengangguk )
" ikuti Aku Nano" Ucap Koro
" ehhh" Nano melihat kepada orang tuanya
( kedua orang tua Nano mengangguk)
" kami pergi dulu, bibi Laina, paman Tana" Ucap Koro
Nano mengikuti Koro berjalan ke hutan tempat kejadian yang menimpa Nano,,
" ehh tempat ini"
" bruukkk,,," Nano berlutut memegangi kepalanya
" aaaaa, s,sakitnya" Ucap Nano.
" maafkan aku Nano" ucap Koro
" m,maksudnya?" Tanya Nano
Mereka berjalan menuju tengah Hutan,,,
" maafkan aku tidak bisa menyelamatkan Fahmi" ucap Koro
( wajah Nano berubah menjadi murung)
__ADS_1
" aku enggak mengerti apa yang terjadi akhir-akhir ini". Tanya Nano kebingungan
" yaaa, wajar kalau kau bilang begitu, karena mata Frazola mu baru terbuka." Ucap Koro
" Mata Frazola," Nano semakin bingung.
" singkatnya orang yang memiliki Mata Frazola dapat melihat Zaivore" Tegas Koro
" ap,apa yang kamu bicarakan Koro, aku semakin tidak mengerti" ucap Nano
( Koro hanya terdiam)
" Heyy Koro, dari mana saja kamu?" ucap teman Koro
" wahh, wahh, rupanya ada anak baru" ucap temannya lagi.
" Koro apa maksudnya ini, kamu membawaku bertemu dengan orang-orang aneh ini". Ucap Nano
" yang aneh disini itu kamu, Anak mata satu" ucap seseorang dari atas pohon.
( Nano menatap orang itu)
" Mata satu?" Ucap Nano
Orang itu melompat dari atas pohon, dan mengangkat ponselnya di depan mata Nano.
( dalam keadaan gelap gulita, Nano melihat layar ponsel itu, dan Nano melihat Satu mata biru yang menyala).
" waaaa, ap,apa itu?" Nano kaget dan terjatuh mundur kebelakang.
" sudah jelas itu adalah matamu, anak mata satu". Ucap orang itu.
" Koro apa maksudnya ini" tanya Nano
" benar, itu yang aku maksud dengan mata Frazola, Mata Frazola adalah Mata yang bisa melihat Ziovore, dan Ziovore adalah Siluman penghisap darah." Ucap Koro
" Ziovore,, siluman penghisap darah?" Ucap Nano kaget
" yaa, seperti yang kau lihat tadi yang terjadi dengan Moni dan Zein, mereka adalah Ziovore,, dengan mata merah dan taring" ucap Koro
( Nano melotot menatap Koro)
" dan untuk kita yang memiliki mata biru adalah Daivore, Daivore adalah orang-orang yang memiliki keistimewaan, kita bisa di lihat oleh manusia biasa, kita bisa hidup siang dan malam, dan kita bisa hidup seperti orang normal,, berbeda dengan Ziovore, mereka tidak bisa berkeliaran di siang hari, mereka tidak kelihatan oleh manusia biasa, dan mata mereka merah menyala di malam hari". Tegas Koro
" j,jadi itu y,yang menyebabkan Moni dan Zein di sebut menghilang?" Tanya Nano kepada Koro
( Koro menganggukkan kepalanya)
" kenapa mereka bisa menjadi Ziovore?" Tanya Nano kembali, karena ingin mengerti dengan yang terjadi kepada Nano dan temannya
" itu mungkin semua kesalahanku" ucap Koro
" Kes,kesalahanmu?" Nano kaget
" yaa aku terlambat menyadarinya, aku merasakan ada Ziovore, tapi aku tidak tahu pasti dimana, dan ketika aku menghampiri kalian, kalian sudah terkapar di tanah, dan Ziovore itu telah menghisap darah mereka bertiga, tapi khusus untuk Fahmi, tubuh tidak kuat dengan Virus Ziovore, kemudian meninggal dan untuk orang yang kuat menerima virus tersebut akan menjadi Ziovore."
" kenapa hanya aku yang menjadi Daivore?" Tanya Nano
"memang dari awal kamu adalaj seorang Daivore, tetapi kamu belum bisa membuka Mata Frazolamu, sehingga mereka tidak akan tertarik dengan darahmu" jawab Koro
" ak,aku seorang Daivore, dari mana aku mendapatkannya??,,, terus kenapa mata Frazola ku ini cuma satu??, bisa kamu jelaskan lebih rinci koro?" Tanya Nano lagi
" cuma itu yang aku bisa jelaskan, selebihnya kamu bisa tanyakan kepada paman Tana, aku disini cuma mengawasi mu". Ucap Koro
Nano merasa bingung apa yang di maksud dengan Ziovore dan Daivore...
" Papa, apa Papa juga seor..." ( Koro memotong pembicaraan Nano dengan menunjukan kuku panjangnya)
" sreengg" ( Koro meruncingkan kukunya seperti pedang)
" lihat ini Nano" Koro menebaskan kukunya ke pohon yang ada di depannya
" wussshhhh,,, brughhh" pohon itu tumbang oleh tebasan Koro
__ADS_1
( Nano melotot kagum melihat hal yang di lakukan Koro)
" kamu juga bisa melakukan hal ini, seiring banyaknya kau berlatih" Ucap Koro menatap Nano.