Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 24


__ADS_3

Pyuuu,pyuuu


Cracckk,cracckkk Ziovore berlutut memegangi dadanya.


"Grrrr,grrrrr"


" kalian semua habisi Ziovore itu" Teriak Sam menunjuk Ziovore yang sedang kesakitan itu.


" jiaaaaa" Para Daivore berlari menghampiri Ziovore yang di depannya.


Dakkk,dakkk,,, Semua Daivore terpental sebelum sampai ke tempat Ziovore berada.


" ngiahhahha"


Seorang Ziovore wanita tiba-tiba muncul dan menghantam para Daivore.


" sia*an" Sam menatap tajam Ziovore tersebut.


" kalian serang Ziovore itu" Teriak Sam kembali


Daivore yang sedang tergeletak di tanah pun kembali berdiri tertatih.


" Cepat." Teriak Sam semakin kencang


Tiba-tiba Ziva menepuk pundak Sam.


" kau terlalu keras Sam." ucap Ziva tersenyum


Sam menatap tajam ke arah para Daivore yang bersiap-siap menyerang Ziovore wanita itu.


" aku tidak peduli, yang penting kemenangan harus ada di tangan kita." Sam menatap tajam Ziovore wanita itu.


" terserah kau saja Sam. Ziva bersiap-siap membidik Ziovore wanita dengan senapannya.


*


Srrkkk,srrkkk PPZ berlari.


" dak..."


" brukk..."


"hhrrmmm,hrrmmm" Ziovore itu menghampiri PPZ yang di tendangnya.


" t,tolong... tolong aku." teriak PPZ tersebut.


" hoy, bantu dia sia*an." Sam menyuruh seorang Daivore.


Arrkkkkk...craaakkkkk.


" waaaaaa..." mata PPZ tersebut melotot karena tengkuk lehernya di gigit Ziovore.


Brukkk, PPZ itu tergeletak di tanah.


Sam dan Daivore menyaksikan bagaimana PPZ itu mati.


" dak..."


" tidak guna." Sam menendang Daivore yang di dekatnya.


" wuusshh"


" clak." Reno mendarat di depan Daivore yang tergeletak itu.


" kau terlalu menekankan kami untuk bertarung Sam, kami juga punya urusan lain untuk di lindungi." Reno membela Daivore itu.


" per*etan dengan semua, yang jelas dia mati karena Daivore ini tidak membantunya." tegas Sam.


Reno menatap tajam Sam yang menyalahkan rekannya itu.


" Kenapa bukan kau saja yang menolong PPZ itu hah!" bentak Reno.


Suasana memanas ketika Reno mengeluarkan suara kencangnya.


" kita disini hanya membantu saja, yang harus melindungi dan menyerang adalah kalian bangsa Daivore, bukan kami PPZ." ujar Sam.


Reno berjalan tergesa-gesa menghampiri Sam sambil mengepalkan tangannya.


" lalu kenapa kau memerintah kami seperti kau ini pemimpin kami hah!"


" kau bertingkah seolah yang mengatur semuanya, memang benar kau adalah pemimpin PPZ di tim ini, tapi tidak untuk kami, Daivore."

__ADS_1


" kita bergerak sesuai keinginan sendiri, sesuai keinginan kita untuk melindungi manusia, kemana jiwa sok pemimpin yang kau miliki hah?"


" kenapa kau tidak menembak Ziovore yang menyerang bawahan mu itu, kenapa kau menyalahkan kami saat orang lain terbunuh hah?"


Emosi Reno semakin memuncak ketika Sam menyalahkan Daivore atas terbunuhnya PPZ.


**


sreengg,sreeengg


Crakk,craakkk


" wusshhh"


" wuhuuuu, ini sangat menyenangkan!"


Ram berlari kesana-kemari membunuh Ziovore yang ada di depannya.


*


Trang,trangg


Wusshhh, Nano menghindar menghadapi enam Ziovore sekaligus.


" satu,dua,tiga,empat."


Nano sedang melihat celah untuk menebas semua Ziovore yang ada di depannya.


Wuussshh, Nano menghilang.


Crakkk,crakk,craakkk lima Ziovore tumbang sekali gus oleh satu serangan Nano.


" satu lagi." Nano melihat Ziovore yang tersisa.


Wussshhh,,,


ssssstttt, Nano mengibaskan kukunya untuk menebas Ziovore tersebut.


Traaangg,,,, serangan Nano tertahan oleh seorang Ziovore yang tiba-tiba muncul.


Dakkkk.. Ziovore itu menyerang Nano.


Wusshhh... Nano menghindari Ziovore tersebut, dan menjauh dari Ziovore itu.


Ternyata benar, Ziovore yang menahan serangan Nano adalah Kana.


Kana menolehkan pandangannya ke arah Nano.


" Apa kamu masih mau begini Nano?" tanya Kana.


Nano tersenyum sinis mendengar pertanyaan Kana itu.


" heh, Apa yang kamu bicarakan Kana?"


" sudah jelas ini adalah keinginanku dari dulu!." ucap Nano yang siap-siap menyerang Kana.


Wussshhh, Nano menyerang Kana.


Trang, kuku mereka saling beradu.


Dakk,, wusshhh pergerakan mereka seimbang saling menyerang dan bertahan.


Dakkk,, brukkkk, Nano terpental menghantam pohon.


" ughhhh..." Nano kembali bangun.


Wusshhh, Kana tiba-tiba berada di depannya.


Seeettt, melesat ke arah kepala Nano.


Sstttt, Nano menghindari tendangan Kana.


Dakk,dakkk,,wusshhhh,wusshhh.


Pertarungan mereka berlanjut dengan seimbang, Nano masih bisa bertahan dari serangan Kana yang kekuatannya masih misterius itu.


Dakkk,, brukkkk, Nano terpental lagi, dia tersungkur ke tanah berkali-kali.


Pyuuu,pyuuuuu, peluru PPZ melesat ke arah Kana yang mencoba mengerang Nano lagi.


Wusshhh,wusshhh,, Kana menghindari semua peluru yang datang menghampirinya.

__ADS_1


Wushhhh, Kana bersiap-siap menebas Nano yang sedang tertatih untuk bangun kembali.


Di sisi lain, seorang PPZ sedang membidik Kana yang sedang berlari menghampiri Nano.


Pyuuuuu... crakkkk, peluru itu mengenai lengan Kana.


Brukkk,, clak,clak,clak, Kana terpental dan darahnya mengalir.


" grrrrrrr,grrrr" Kana meringis kesakitan memegang tangannya yang terkena peluru.


" Kau tidak apa-apa Nano?" PPZ berjalan ke arah Nano yang mencoba berdiri.


Kana yang sedang berlutut kesakitan memandang PPZ tersebut dengan tatapan tajam sekaligus sedih.


Klakk, PPZ tersebut memegang lengan Nano dan membantu Nano berdiri.


" Ziva," ucap Nano lirih.


" wussshhh.." Kana menghilang entah kemana.


" kita harus segera menghabisi semua Ziovore yang ada di sini Nano!." ucap Ziva memalingkan pandangannya ke arah teman-temannya yang sedang bertarung.


Ziva tidak memperdulikan kehadiran Kana yang tiba-tiba bertarung dengan Nano, mungkin karena dia sekarang seorang PPZ yang harus siap memberantas Ziovore.


Ziva meninggalkan Nano dan berjalan ke arah kerumunan orang-orang biasa.


" Lindungi semua orang yang tersisa, dan kita harus secepatnya menghabisi Ziovore yang tersisa." teriak Ziva.


***


Di Rumah Ziva...


" huahh, banyak sekali orang yang jadi korban," Sandra merebahkan badannya di Sofa.


" daerah kita masih banyak yang bolong, kita harus mencari lagi Daivore yang mau membantu kita di daerah ini." ujar Koro.


Brukkk, Sam menendang meja yang ada di depannya.


" percuma kita menambah Daivore kalau mereka tidak bisa apa-apa, dan itu terlihat dari pertarungan kita malam ini, banyak warga dan PPZ yang tumbang karena ketidakberdayaan kalian para Daivore."


" kalian terlalu lemah." teriak Sam


Semua orang terpusat pada teriakan Sam.


Nano yang mendengar perkataan Sam hanya bisa tertunduk.


" hahh, apa kau bilang!" Reno menghampiri Sam dengan penuh emosi.


" Reno..." teriak Nano


Nano mencoba menghentikan Reno yang terbawa emosi karena perkataan Sam yang mengkambing hitamkan Daivore lagi, dia menyalahkan Daivore lagi atas kematian warga dan PPZ malam tadi.


Reno berhenti dan melihat ke arah Nano.


" memang benar kita masih lemah, dan kita pun masih kewalahan menghadapi Ziovore yang menyerang."


" yang kita perlukan hanya terus berlatih, supaya kita bisa melangkahi kekuatan Ziovore." tegas Nano.


Nano beranjak dari tempatnya, dan berjalan ke arah luar rumah.


" kalian terlalu berisik..." ucap Ram yang sedang merebahkan dirinya.


Nano melihat Ziva sedang berada di teras, di sedang memandang sebuah kumbang yang berada di pot bunganya.


" Apa kamu sedang curhat dengan Kumbang itu Ziva?" tanya Nano menghampiri Ziva.


Ziva melihat ke arah Nano, mata Ziva lebam seperti sudah menangis.


" ahh, Nano!" Ziva tersenyum kepada Nano.


Nano menatap Ziva yang terlihat sedih, tapi dia berusaha untuk menutupinya.


" apa ini ada hubungan dengan kemunculannya semalam?" tanya Nano.


Ziva menatap kaget Nano.


" ehh, ap,apa maksudmu Nano?" tanya Ziva.


" kau terlalu memendamnya Ziva, aku bisa melihat dari tatapan dirimu."


Nano mencoba menekan Ziva untuk mengakui bahwa dia sedang bersedih karena kedatangan Kana yang menyerang Nano.

__ADS_1


" b,begitu ya." Ziva menundukkan kepalanya.


__ADS_2