
Setelah Kejadian yang menimpa Nano, Nano tidak menyadarkan dirinya selama 3 Hari, Kini dia masih harus dirawat di rumah sakit, setelah tersadar, Nano mengira Ibunya seorang makhluk mengerikan dan berteriak histeris di ruangan tempat dirawatnya.
( Mama Nano sedang duduk di kursi depan kamar Nano)
Papa Nano keluar ruangan kamar Nano,,
" paa, gimana keadaan Nano?" Tanya Mama Nano
" Nano sudah tidur kembali ma, sebenarnya apa yang terjadi tadi?" Papa Nano bertanya balik.
" Mama tidak tahu Pah, Nano tiba-tiba sadar, melihat Mama dengan ketakutan, katanya Mama membunuh Nano, Mama tidak mengerti pah" Mama Nino menangis.
" sudah mah sudah, jangan di pikirkan, mungkin Nano masih syok dengan kejadian yang menimpanya, Nano pasti butuh waktu,,, dan yang lebih penting sekarang Nano sudah sadar kembali." Ucap Papa Nano
( Papanya Nano mengambil cuti dari pekerjaannya, setelah mendengar kejadian yang menimpa Nano).
( Beberapa jam kemudian )
" Maa, ma" Nano memanggil Mamanya
" iya Nano, ini ada Papa" Ucap Papa Nano masuk ke kamar
" Mama mana pah?" Tanya Nano
Papa Nano memanggil Mama Nano, Mama Nano kemudian masuk ke ruangan Nano,,;
" Ada apa sayang?" Ucap Mama Nano memegangi kepala Nano
" Nano takut ma, Mama jagain Nano yaa" Ucap Nano memegangi tangan Mamanya
" Iya sayang" ucap Mama Nano.
Setelah Nano sadar, beberapa hari kemudian Nano bisa pulang, ke adaan Nano sudah membaik, dia sudah sehat sedia kala.
" ahhh akhirnya pulang juga" ucap Nano tertawa
" kangen rumah ya?" Tanya Papa Nano
" jelas dong" jawab Nano
" Terus gimana keadaan Fahmi, Moni, dan Zein, apa mereka baik-baik saja Ma?" Tanya Nano kepada Mamanya
" ahh mereka baik-baik saja, cuma mereka belum pulang ke rumah" Ucap Mama Nano
" syukur deh, Nano khawatir sama mereka." Ucap Nano
" sudah, sekarang kamu fokus sembuhkan dulu diri kamu yaa". Ucap Papa Nano
( Nano mengangguk )
Malam pun tiba, Nano meminum obatnya dan pergi tidur ke kamarnya.
" Nano tidur dulu yaa ma, pa." Ucap Nano
" mau di temenin?" Tanya Papa Nano
" enggak, Kalau Papa tidur sama Nano mama pasti bakal kesepian, soalnya dari kemarin enggak ada waktu buat melepas kangen akibat ngejagain Nano" Ucap Nino menggoda orangtuanya
" kamu ini Nano" Ucap Mama Nano ( tersipu malu)
( Nano tertawa melihat Mamanya)
" Nano tidur dulu yaa" Nino masuk ke kamarnya
Mama Nano tiba-tiba berwajah murung,,
__ADS_1
" Pah" Ucap Mama Nano
" biarkan Nano istirahat, biarkan dia sembuh dulu, nanti kita cari waktu yang pas buat ngobrol dengannya". Ucap Papa Nano
Nano pun tidur, tapi saat tengah malam tiba,,,
" ssshhhhhh, ssshhhh"
" hrrmmmm,hhrrrmmm"
" ehh, suara apa itu" Nano terbangun dari tidurnya
" hhhrrrmmm,hrrrmmm" terdengar suara yang begitu samar di telinga Nano
" ahh suara itu masih ada" gumam Nano
Dengan rasa penasaran, Nano keluar dari kamarnya, dan mencari di sekitar rumahnya.
Suara geraman itu semakin terdengar jelas, Nano membuka gorden dan melihat Zein berada di depan rumahnya.
( Nano membuka pintu dan menghampiri Zein)
" oyy Zein, apa yang kau lak..." ucapan Nano langsung terhenti ketika Zein Berbalik ke arah Nano.
" waaaaaa " Nano berteriak dan terjatuh kaget ketika melihat Zein.
( Nano kaget melihat Zein dengan mulut berlumuran darah, dan bermata merah)
" ada apa Nano?" Orang tua Nano keluar karena mendengar teriakan Nano
" maa, paa, lari ada yang aneh dengan Zein" teriak Nano
( Orang tua Nano saling memandang)
" waaa, aaaaaa ada apa ini" teriak Nano menahan ada rasa sakit di bagian mata dan kukunya
Orang tua Nano langsung membawa Nano masuk ke kamarnya, dan menenangkan Nano.
" Nano kamu tidur lagi yaa, biar Papa dan Mama nemenin kamu" Ucap Papa Nano
( Pagi Hari setelah kejadian Nano melihat Zein).
Nano keluar kamarnya, dan melihat Orang tuanya sedang duduk di ruang tamu.
" kamu sudah bangun Nano,, tidurmu nyenyak sekali?" Tanya Papa Nano
( Nano melihat jam, dan ternyata jam 1 siang)
" aaaahh, j,jam 1, ternyata benar tidurku sangat nyenyak". Ucap Nino tertawa malu
" mungkin kamu masih lelah Nano, pokoknya kamu harus istirahat, tetap jaga kesehatan" ucap Mama Nano
" tapi Ma, Nano masih memikirkan hal semalam tentang Zein" Ucap Nano duduk di kursi.
" jangan mikirin hal yang enggak-enggak, itu bisa menghambat kesembuhan mu Nino". Ucap Nano
" Nano sudah sehat Ma, biar Nano jelasin, ini bukan tentang Zein, ini tentang Mimpi Nano saat Nano koma". Ucap Nano serius
" kamu mimpi apa?" Tanya Papa Nano
" Nano mimpi bertemu Mama di ruangan yang gelap dan hampa, tapi anehnya Mama itu adalah makhluk yang menyeramkan". Ucap Nano
" me,menyeramkan bagaimana?" Tanya Mama Nano heran
" iya, menyeramkan, Mama berubah menjadi makhluk bermata Merah dengan kuku yang panjang, dan taring yang tajam". Ucap Nano
__ADS_1
( Mama Nano tersenyum dan menatap tajam ke arah Nano)
" ternyata kamu sudah mengetahuinya yaa?" Tanya Mama Nano
" m,mmmengetahui ap,apanya Ma?" Nano Panik
( Mama Nano tertawa jahat dan menghampiri Nano sambil menatap tajam mata Nano)
" m,m,mama ad,ada apa?" Tanya Nano ketakutan
Tiba-tiba,,,,;;
" hrrauummm" ada tangan yang memegang leher Nano
" waaaaaa" Nano menangkis tangan tersebut
Sontak Orang tua Nano tertawa melihat Nano yang sangat ketakutan.
" Haha,, ternyata kamu penakut sekali Nano" ucap Papa Nano
" sudahlah Nano, jangan berpikir macam-macam, Mama mu ini manusia biasa" Ucap Mama Nano sambil tertawa.
Nano menghela nafas panjangnya, melihat kelakuan orang tuanya yang membuatnya takut.
( Nano berada di dalam kamarnya)
"duk,duk,duk,duk,duk" Nano berlari keluar dari kamar menghampiri orang tuanya.
" ada apa Nano?" Tanya Papa Nano
" apa maksudnya ini?" Tanya Nano kaget
Nano memperlihatkan HP nya kepada orang tuanya, dan di HP nya dia menemukan sebuah berita tentang 4 remaja yang di serang di kampung Garawa, kampungnya Nano.
" apa maksudnya ini, apa yang di maksud dengan 1 orang meninggal, dan 2 orang lainnya belum di temukan?" Tanya Nano penasaran
( orang tua Nano saling memandang)
" apa maksudnya ini ma, pa,,,, jelasin sama Nano? " teriak Nano
Papa Nano menyuruhnya duduk, dan mencoba menenangkan Nano dulu.
Nano pun duduk dan minum,, tidak lama Nano terlihat tenang..
" tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi, sekarang Papa akan mengatakannya". Ucap Papa Nano
" kejadian yang ada di berita itu memang kejadian yang di alami oleh kamu Nano" Ucap papa Nano
( Nano melotot mendengarkan Papanya)
" maaf Papa baru bisa mengatakannya sekarang, tadinya mau nunggu kamu sehat dulu, tapi kamu sudah menemukan beritanya yaa, harus gimana lagi kami harus menceritakannya" Ucap Papa Nano
" iyaa, apa yang sebenernya terjadi saat Nano tidak sadar?" Tanya Nano penasaran
" Saat kejadian malam itu warga melihat kalian sedang nongkrong kan, lalu warga mendengar suara teriakan di dekat tempat nongkrong kalian, dan saat warga mencari sumber suara itu, warga menemukan kamu dan Fahmi bergeletak di tanah, dan sampai sekarang yang belum di temukan adalah Moni dan Zein" ucap Papa Nano
( dengan wajah murung) Nano bertanya kepada Papanya,,,;
"J,j,jadi yang meninggal itu..."
" iyaa" Papa Nano memotong pembicaraan Nano, dan memeluknya.
"Sudah Nano, jangan terlalu di pikirkan, dan juga Papa bersyukur anak semata wayang Papa yang selamat dari tragedi mengerikan ini". Ucap Papa Nano.
" t,tapi Nano semalam melihat Zein, dengan darah di bibirnya, Zein pasti masih hidup Pa". Tegas Nano
__ADS_1
" sudah Nano, kamu itu hanya masih trauma, jadi menghayal yang enggak-enggak" ucap Mama Nano meyakinkannya.