Penjaga Malam

Penjaga Malam
Episode 16


__ADS_3

" aku lapar, dan aku akan mencari hewan ". Ucap Moni dengan Mata Ziovore nya.


" waaaaaaa" ada teriakan dari arah kerumunan murid


Saat Nano sedang menghadang Moni, tiba-tiba dari kerumunan Murid, terdengar wanita yang berteriak.


Nano panik dan segera menghampiri murid-murid tersebut.


" wusshhh".


" Ziva" gumam Nano


Nano tiba di tempat teman-temannya, dan Nano melihat kerumunan.


" apa yang terjadi?" Ucap Nano menerobos masuk di kerumunan itu.


Terlihat seorang wanita yang sedang memegangi kakinya.


" kemana ularnya" ucap seorang guru membantu siswi tersebut


Ternyata suara teriakan itu karena di gigit ular, bukan bahaya dari Ziovore.


Nano memperhatikan sekitar, dan mencari Ziva, Ziva tidak ada di kerumunan para siswa, dan datang ke tenda wanita.


" apa kalian melihat Ziva?" Tanya Nano


( seseorang keluar dari dalam tenda, dan rupanya Ziva )


" ada apa Nano?" Tanya Ziva


" ah, a,enggak " ucap Nano tersipu malu


" hmmm, ternyata kalian memang sudah dekat yaa" ucap seseorang dari dalam tenda.


" ada perlu apa dengan kakakku". Ucap Kana


( Ternyata Kana juga ikut Darmawisata ini)


" ihhh Kana". Ucap Ziva malu


" aku hanya ingin memastikan semua orang ada disini". Ucap Nano dingin dan membalikan badannya untu pergi


( Nano melihat seseorang yang berada di dekatnya, dan orang itu tersenyum kepada Nano)


" Zein" Nano melotot ke arah Zein


" apa aku mengganggu kalian" ucap Zein tersenyum


" a,a, eng" Nano tiba-tiba gugup


" ada apa Zein?" Tanya Ziva


" oh, pak guru memanggil ketua kelompok, jadi Ketua dan wakilnya harus hadir." Ucap Zein


Ziva dan Zein bergegas ke tempat rapat, dan Nano juga ikut bersama mereka.


" apa kamu juga mau menghadiri rapat Nano?" Tanya Ziva


Tapi Nano tidak menjawab pertanyaan Ziva, dan Nano memalingkan pandangannya ke arah lain.


" apa kalian berpacaran?" Tanya Zein tersenyum ke arah Ziva.


( Ziva terkejut dengan pertanyaan Zein )


" ahaha, enggak, k,kita hanya teman" ucap Ziva malu


" teman ya, sejak awal aku memperhatikan kalian, kalian sangat dekat, kukira kalian adalah pasangan" ucap Zein

__ADS_1


( Ziva tersipu malu )


" sudahlah hentikan basa-basi mu itu". Ucap Nano kepada Zein


( Ziva menatap heran kepada Nano, semakin hari sikap Nano semakin berubah, dari Nano yang pemalu sekarang menjadi seorang yang kasar dalam berbicara).


Mereka tiba di tempat rapat itu, dan di sana sudah ada kelompok Nano, Koro dan Rico ( teman sekelas Nano).


" lho kok, kalian kelompoknya Nano kan?" Tanya Ziva


" bukannya di sini cuma Ketua dan wakil kelompok saja?" Tambah Ziva


( Koro melihat ke arah Zein )


" aku pergi dulu" ucap Nano meninggalkan mereka


" Ada apa dengan Nano, semakin hari dia semakin aneh." Ucap Ziva melihat ke arah Nano yang berjalan


" sudahlah mungkin dia mengkhawatirkan mu" ucap Koro masuk ke tenda besar tempat rapat.


*****


Nano sedang melamun di atas pohon sambil memperhatikan sekitar, tiba-tiba Moni datang dari belakang Nano.


" clkkk" Moni mendarat di dahan pohon


" Memang tugas Daivore sangatlah berat". Ucap Moni


( Nano melirik dingin ke arah Moni )


" apa kau tertarik dengan mereka?" Tanya Nano sambil menatap tenda-tenda itu


( Moni hanya melamun )


" aku tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya" ucap Nano lagi.


" apa yang kau katakan, kau juga awalnya manusia biasa kan,, tapi sel Ziovore masuk kedalam tubuhmu, dan akhirnya kau jadi Ziovore" ucap Nano


" sebenarnya aku tidak ingin menjadi Ziovore, jika waktu bisa di rubah, lebih baik aku yang mati bukan Fahmi". Ucap Moni tertunduk


" aku tidak menyangka pertemanan kita ini hanyalah ilusi, dan kita yang sekarang bukanlah kita yang dulu".


" aku memimpikan kita tumbuh jadi manusia biasa yang hidup normal, tapi dunia ini berkata lain, kita ditakdirkan


untuk menyingkirkan satu sama lain, dan kita juga harus bertarung untuk hidup kita, jika aku....." Nano memotong Obrolan Moni


" hentikan Moni". Ucap Nano memegangi keningnya sendiri


" sudah ku putuskan, aku akan menerima tawaranmu, dan aku berharap kau mau memenuhi janjimu untuk menemukan Mamaku". Ucap Nano


( Moni tersenyum ke arah Nano )


Waktu tengah malam telah tiba, Nano dan Moni masih berada di atas pohon mengamati sekitar, tapi tidak ada tanda-tanda bahaya dari Ziovore.


" wuusshhh"


( Koro tiba di tempat Nano )


" wusshhh".


" wusshhhh"


( Daivore lain pun datang mengikuti Koro.)


Nano melihat ke arah Sandra dan Rico, dan 6 orang lainnya.


" apa mereka sama seperti kita?" Tanya Nano kepada Koro

__ADS_1


( Koro menganggukkan Kepalanya dan melihat ke arah Moni )


" baiklah, aku ingin tidur dulu " ucap Moni meninggalkan Mereka.


" ini bukan saatnya untuk Daivore bersantai" ucap seorang Daivore


" oyyy Nano sudah kuduga, kau juga seorang Daivore, tapi aku belum pernah bertemu denganmu" ucap Rico


" ahhh, aku ingin tidur" ucap Sandra bersandar di pohon.


( Sandra adalah teman sekelas Nano, dan Sandra Daivore wanita )


" seorang wanita lebih baik tidur, bukan berjaga" ucap Nano kepada Sandra


" kau meremehkan ku hah." Teriak Sandra kepada Nano


( Waktu sudah menunjukan Pukul 2 pagi )


" ahh, sudah sekitar 1 bulan Ziovore tidak muncul" ucap seorang Daivore


" benar-benar aneh." Ucap Daivore yang lain


Nano melihat ke arah mereka yang sedang mengobrol itu.


" zjjjjjj,zjjjjj"


HP Nano bergetar dan Satu pesan masuk.


" kau masih membawa HP saat jaga Nano?" Ucap Koro menatap Nano


Nano hanya tersenyum mendengar pertanyaan Koro, dan membuka isi pesan tersebut.


" aku tahu kamu belum tidur, bisakah kita bertemu di tenda ku?" Isi dari pesan tersebut


" Ziva " gumam Nano


Dan saat melihat pesan dari Ziva, Nano langsung turun dari pohon.


" kau mau kemana Nano?" Tanya Koro


" aku mau melihat-lihat daerah lain" ucap Nano


Nano meninggalkan kumpulan Daivore itu, dan berjalan ke arah tendanya Ziva.


( Nano tiba di tenda Ziva, dan Ziva sedang duduk melamun sendiri di tikar yang di gelar di depan tendanya )


" tidak baik melamun sendirian malam-malam begini Ziva" ucap Nano dari belakang Ziva


" ahh" ucap Ziva kaget


Nano tersenyum kearah Ziva, dan duduk di tikar.


" kamu belum tidur?" Tanya Nano


" tidak baik seorang perempuan....." ucapan Nano di potong Ziva


" pikirkan sendiri dirimu Nano". Ucap Ziva


Nano melihat ke arah Ziva yang tiba-tiba bicara begitu.


Nano menyandarkan tangannya ke belakang.


" kalau aku lengah, aku tidak akan bisa melindungi orang-orang di sekitarku". Ucap Nano menatap langit.


( Ziva menoleh ke arah Nano )


" kau sekarang berbeda Nano!. " ucap Ziva menatap Nano

__ADS_1


" aku tidak berbeda Ziva, hanya saja keadaan yang memaksaku untuk bertindak". Gumam Nano tetap menatap ke arah langit.


__ADS_2