
( Istirahat di kelas)
" woy Koro,, kenapa?" ( Koro memotong pertanyaan Nano)
" bukankah Paman Tana sudah bilang, sekarang kamu tanggung jawabku" Ucap Koro
" ahhh, Papa" Nano memegangi kepalanya..
" apa kalian saling mengenal?" Tanya Ziva
" apa kamu juga ikut..." Tanya Ziva
" hey" Ucap Koro memotong pertanyaan Ziva
" Tidak apa-apa Koro, lagian itu sudah terjadi, aku pun sudah merasa baikan, sekarang, aku ingin merubah semuanya" Ucap Nano dengan pandangan serius.
" ohh, kamu sekarang mau berubah yaa, kirain kamu mau jadi bunuh diri" Canda Ziva tertawa
" ap,apa yang kamu maksud,, ak, sudah aku bilang, ak,aku enggak niat bunuh diri, itu hanya kesalahpahaman mu Ziva" Ucap Nano gugup
( Ziva tersenyum lebar ke arah Nano)
Waktu pelajaran sudah habis,, Nano, Koro dan Ziva berjalan keluar kelas,,,
" Nano kamu bawa motor?" Tanya Ziva
( Nano mengangguk)
" boleh nebeng?" Ucap Ziva tersenyum
Nano melihat ke arah Koro, dan Koro hanya mengangkat bahu tanda terserah...
( Nano akhirnya mengantarkan Ziva, dan langsung pulang kerumahnya).
" Aku pulang" Ucap Nano membuka pintu
" ahh sudah pulang, gimana tadi suasana kelas?" Tanya Mamanya
" berisik seperti biasanya" ucap Nano
" hmmm begitu yaa, pas hari ke 2 kamu koma, teman sekelas kamu menjenguk mu lho." Ucap Mama Nano
" ahhh benarkah?" Nano kaget
( Mama Nano mengangguk)
" memangnya teman sekelas mu tidak bicara padamu yaa?" Tanya Balik Mama Nano
" apalagi anak cantik yang bernama Ziva, dia sangat kelihatan khawatir denganmu, bahkan dia pulang paling terakhir". Ucap Mamanya
" Ziva" Nano kaget
" hmmm, apa dia pacarmu sayang?" Goda Mama Nano
" ap,apa Ziva hanya teman sekelas Nano, kami pun tidak sedekat yang Mama kira." Tegas Nano
" Ma" Ucap Nano
" hmmm, apa Nak?" Jawab Mamanya
" kalau sampai omongan Papa benar, tentang Ziovore yang memangsa manusia, dan Moni dan Zein itu adalah salah satunya,,, Rasanya sakit jika Nano harus kehilangan teman Nano lagi". Ucap Nano
" itu hanyalah pendapat sayang, bahkan sampai saat ini Mama belum pernah melihat Ziovore yang menghisap darah manusia,, jadi kamu tenang saja sayang, jangan terlalu banyak pikiran". Ucap Mamanya Nano.
" tapi Ma, kalau itu benar terjadi gimana?" Tanya Nano lagi
" Kalau itu benar terjadi,, mungkin akan ada pertumpahan darah antara Daivore dan Ziovore,, karena dasarnya Daivore tidak akan membiarkan seorang Ziovore bertingkah seenaknya, apalagi soal nyawa Manusia." Ucap Mama Nano
" ini makan dulu, tetap jaga kesehatanmu" Tambah Mama Nano.
( Jam menunjukan Pukul 7 malam)
" tetttt" bel rumah Nano berbunyi
" ahh siapa itu?" Ucap Mam Nano
" biar Nano lihat Ma" Nano pergi membuka pintu
" Koro," ucap Nano
" sudah siap" tanya Koro
__ADS_1
" ehh,,, siap apanya?" Nano nanya balik
" ayo kita berjaga" ajak Koro
" berjaga,, ap,apa maksudnya?" Tanya Nano heran
" hmmm, sudah mulai yaa." Ucap Papa Nano
" aku hanya ingin menunjukan kepada Nano apa itu seorang Daivore paman." Ucap Koro
Akhirnya Nano mengikuti Koro.
" hati-hati sayang" ucap Mama Nano
Nano dan koro berjalan melewati hutan, Nano tidak berani jauh-jauh dari Koro,,,
" apa kau taku?" Tanya Koro
" aaaa, eng,enggak,, aku hanya belum terbiasa" Ucap Nano
Tiba-tiba Koro berhenti, dan meloncat ke atas pohon...
" woy Koro, kamu ngapain?" Tanya Nano
" sudah ku bilang kita akan berjaga" ucap Koro
" jangan banyak tanya, kamu juga harus naik ke atas pohon". Tambah Koro
" ahh sial,, aku tidak bisa memanjat pohon". Gumam Nano
( Nano memanjat pohon seperti manusia biasa)
" brakkkk"
" ughhh" Nano terjatuh ke tanah.
" kenapa kamu malah santai tiduran di tanah Nano, kan sudah aku suruh naik" Ucap Koro
" kenapa kau menyangka aku bersantai tiduran, aku tadi terjatuh" ucap Nano kesal
" apa jangan-jangan kamu tidak bisa Naik?" Tanya Koro
( Nano tersenyum lebar dan memegangi kepalanya)
" kau ini" ucap Koro memegang wajahnya.
Tengah malam telah tiba, hawa terasa sangat dingin,,, Nano dan Koro mengawasi di atas pohon.
" hey Koro, apa yang akan kita lakukan?" Tanya Nano
" diamlah, lihat seseorang yang sedang berjalan itu." Ucap Koro
" sssahhh,sshhhh"
" hrrrmmm,hhrrrm"
" hey Koro, suara ini" Ucap Nano
" lihatlah" **cling** Koro menghilang
" brakkk"
" ahh suara apa itu?" Nano melihat Ziovore terhempas ke pohon
" ehh,,, K,koro, dia sudah ada disana??" Nano Heran
"Hrrmmm,hrrmmmm" suara Ziovore
" srenggg, srenggg" Koro bertarung dengan Ziovore tersebut
( Nano fokus melihat pertarungan Koro dengan Ziovore itu)
" grmmmm,grmmm"
" ahh suara nya ada lagi, dan semakin dekat" ucap Nano
Tiba-tiba ada darah menetes di tangan Nano,,,
" eh darah" Nano kaget
Nano menengok ke atas kepalanya,,,
__ADS_1
" grrmmmmmm"
( mata merah dengan taring dan darah di mulutnya,, sedang melototi Nano dari dekat)
" waaaaaa" Nano berteriak dan jatuh dari atas pohon.
" brukkk" Nano tergeletak
" ahhh sakitnya" gumam Nano
( Nano melihat Koro masih bertarung)
" s,ssial apa yang harus aku lakukan?" Gumam Nano
" ehh kemana Ziovore itu?" Gumam Nano lagi
**Cling**
(Ziovore itu muncul tepat di depan Nano, , dan menghunuskan tangannya untuk menusuk Nano)
" grrrmmmm"
" waaaaaa" Nano berteriak dan memejamkan matanya.
Tiba-tiba,,,
"Wusshhh,, brakkkk"
" ehhh" Nano membuka matanya
( Nano melihat Ziovore yang menyerangnya terkapar di tanah).
Seorang Ziovore berdiri di sampingnya,,
" waaaaaa" Nano berteriak dan bergerak mundur
Tiba-tiba Zaivore yang bertarung dengan Koro berlari menyerang Zaivore yang menyelamatkan Nano...
" srkkk, srkkkk, srrkk,"
Ziovore yang bertarung dengan Koro berlari menghadapi Ziovore yang menyelamatkan Nano.
"Craaakkk" kepala Ziovore itu melayang.
( Ziovore yang menyelamatkan Nano menebas leher Ziovore yang menyerangnya hingga putus...)
" hiaaaaa"
Koro melompat menghunuskan kukunya kepada Ziovore menyelamatkan Nano
" cranggg"
kuku mereka saling beradu dan Ziovore itu menahan tebasan Koro.
Koro dan Ziovore itu saling menatap,, tiba-tiba Koro menghentikan tebasan nya itu..
" ehh" gumam Nano melihat mereka berdua
" kenapa Bibi di sini?" Ucap Koro bejalan ke arah Nano.
" Mama" gumam Nano.
" Cepat pergi bibi, sebelum teman-temanku datang dan melihatmu." ucap Koro
Mama Nano yang berwujud Ziovore itu berjalan mendekati Nano,,,
" clapp" Mamanya mencium kening Nano dan terlihat Mamanya meneteskan Air matanya.
" Cepat pergi bibi" Bentak Koro
" wuusssshh"
Mama Nano pergi kencang.
" ahhhh, merepotkan sekali,,, memang seorang ibu akan melakukan apa saja demi keselamatan anaknya, tidak peduli nyawanya dalam bahaya sekalipun" Ucap Koro memandangi langit.
Nano terdiam dan menundukkan kepalanya.
( Nano mengingat perkataan Mamanya)
" apapun yang terjadi, Mama akan melindungi mu sayang" ucap Mamanya
__ADS_1
Sambil memandang ke arah langit,,, Nano bergumam,,,
" Nano akan lebih kuat, dan melindungi Mama" Ucap Nano memejamkan matanya.